
...19. Bertindak Sendiri...
“Gue perhatiin, Elu kenape bengong mulu sih boss dari kemarin?” Tanya Arsen pada Argha yang duduk termenung di teras rumah kontrakan mereka sore ini.
“Gista benar-benar menghindari gue Ar.” Jawab Argha dengan wajah lesu. Tidak ada yang tahu hubungan antara Argha dan Gista yang sesungguhnya kecuali Arsen, sahabat Argha semenjak kecil. Semua itu terpaksa Arsen rahasiakan karena tidak ingin membuat dirinya dan Gista dalam bahaya mengingat para mafia di perusahaan keluarganya belum terungkap identitasnya hingga saat ini. Terlebih, hasil penyelidikan kecelakaan orang tuanya yang belasan tahun lalu diduga kuat ada unsur kesengajaan. Namun, polisi dengan mudahnya menutup kasus tersebut.
“Lah emang ada masalah apa elu sama adek elu itu, si Gista bawel?”
“Jangan sebut dia adik gue, takut kalau Dio dengar.” Ucap Argha lirih.
“Tenang… Dio barusan pergi nganterin si Vira buat beli kado anak tetangganya nikah. Ada apa dengan Gista sih?” Argha mengangguk mengerti.
“Gista minta gue buat nikahin Elmeera minggu depan.” Kata Argha lesu tanpa semangat sedikit pun.
“APA?” Ternyata bukan Argha saja yang terkejut, Arsen juga terkejut mendengar hal itu. Menikah dengan Elmeera? Wanita cantik dan sek si itu?
“Elmeera si cantik, sek si tapi galak itu?” Argha mengangguk lemah.
“Wah gilaaa… kalau elu nikah sama Elmeera, untung Gede dong elu?” Arsen mengerjap-ngerjapkan matanya dengan pikiran yang sudah menjalar entah kemana.
“Untung gede? Maksud elu?” Tanya Argha memicingkan matanya , menatap penuh curiga sahabatnya yang selalu memiliki jalan pikiran nyeleneh.
“Ya untung gede-lah.. masak elu gak ngerti sih?” Arsen menaik turunkan alisnya sambil tersenyum penuh makna pada Argha. Ingin rasanya Argha mensucikan kepala sahabatnya dengan pasir agar bisa bersih dari najis kemesuman… namun Argha sedang malas menanggapi pikiran mesum Arsen saat ini karena pikirannya sedang kacau.
__ADS_1
“Gue menolak permintaan Gista, makanya dia menghindari gue… siapa juga yang mau menikah dengan wanita macam seperti itu. Bantu gue buat baikan sama Gista lagi dong Sen.”
“Elu menolak Gha? Wah parah elu Gha… kalau elu sama Elmeera, gue jamin elu akan makin sehat dan bugar.. sayang banget elu tolak Gha… gue jadi elu mah langsung menerima dengan bahagia. Karena nikmat tertinggi adalah kenikmatan dan kesehatan.”
“Sehat?” Argha menatap sahabatnya dengan penasaran.. apa hubungannya coba?
“Hmm karena gue yakin jika Elmeera nanti akan memberikan su su yang sangat sehat dan sangat cocok buat elu… susu yang….”
“Sudah hentikan! Gue lagi pengen ngomong serius sama elu Sen… bukan bercanda terus!” Potong Argha yang sudah mulai paham ucapan sahabatnya itu akan mengarah kemana. Argha menampilkan wajah emosinya membuat Arsen berdecak kesal karena sahabatnya tidak bisa diajak berimajinasi yang enak-enak.
“Lah? Gitu doang esmoseh!”
“Masalahnya apa sih elu nolak menikah sama Elmeera, dia cantik dia mandiri dia cerdas dia juga sayang dengan keluarganya… masalahnya dimana?”
Arsen mengangguk mengerti maksud pikiran sahabatnya terlebih setelah Argha menceritakan semua tentang perdebatannya dengan Gista empat hari lalu di Planet Café. Dan semenjak sore itu, Gista sudah tidak lagi menampakkan batang hidungnya di depan Argha dan memblokir nomor Argha. Gista sudah tidak datang lagi di Planet Café tempat Argha dan teman-temannya manggung. Hal itu jelas membuat Argha sangat khawatir pada adik satu-satunya itu. Dua hari ini Argha juga sudah mencoba menemui Gista di sekolah dengan menjemput Gista saat pulang sekolah, namun hasilnya nihil.
“Ya sudah elu ke rumah sakit, tungguin aja di dekat ruangan tante Sarah.. pasti elu akan ketemu sama Gista dan elu ajak dia ngobrol baik-baik. Atau Elu ke rumah tante Sarah aja sekalian.” Usul Arsen.
“Gue udah ke rumah sakit kemarin sore, tapi kata perawatnya tante Sarah sudah pulang ke rumah siang harinya. Kalau datang ke rumah tante Sarah, rasanya tidak mungkin karena gue gak enak untuk menolaknya jika tante Sarah yang meminta gue jadi menantunya.”
“Dih pede bener elu… yakin banget kalau tante Sarah bakal meminta elu jadi mantunya? Cih!” Ledek Arsen.
...**...
__ADS_1
Gista yang sangat galau malam itu setelah berdebat dengan Argha memilih langsung pulang ke rumah. Pikiran Gista yang tidak fokus membuat Gista tidak konsentrasi dalam berkendara hingga Gista kecelakaan tunggal. Karena malam itu Gista pulang sendiri menggunakan motor vespa miliknya yang memang ada di Planet Café sebelumnya.
Beruntung, tidak ada luka serius pada tubuh Gista meskipun tubuh Gista lecet-lecet. Gista pun tidak masuk sekolah… Selain ingin rebahan di rumah, Gista juga sedang ingin menghindari Argha biar sang kakak berpikir bahwa dirinya serius meminta Argha menikahi Elmeera.
Dan kecelakaan Gista itu pula membuat Mama Sarah langsung pulang ke rumah tanpa pikir panjang dengan sedikit drama dimana dokter melarang namun mama Sarah memaksa agar Elmeera tidak curiga tentang kondisinya yang sebenarnya.
“Dek, makan siang kamu kenapa belum kamu makan?” Tanya Elmeera. Sepulang dari kantor, dengan wajah lelah dan letih nya karena masalah yang ada, Elmeera langsung menuju kamar Gista untuk melihat kondisi adik kesayangannya.
“Belum laper kak… Gimana kak, apa kak Argha ada cariin aku?” Tanya Gista dengan penuh harap pada Elmeera.
Elmeera menggeleng lemah sambil menghela nafasnya dengan kasar. Meskipun Mama Sarah sudah pulang ke rumah, tapi mama Sarah hanya berbicara seperlunya pada Gista dan Elmeera. Mama Sarah juga menegaskan bahwa keputusannya sudah bulat untuk pindah ke luar negeri jika minggu depan Elmeera tidak menikah dengan Argha.
“Yah gimana dong kak,, waktunya semakin mepet.”
“Kayaknya kakak harus bertindak sendiri untuk menemui si Argha deh… Gimana pun caranya, Kakak harus membuat dia menikah dengan kakak dan kasih kakak anak agar mama gak pergi jauh dari kita.” Mendengar ucapan Elmeera, Gista pun tersenyum bahagia.
...BERSAMBUNG...
Mohon maaf jika cerita ini tidak sesuai ekspektasi kalian ya…
Aku udah mencoba berusaha bagi waktu disela rutinitas kehidupan nyata aku supaya di bulan april ini bisa update 2 kali sehari… Kalau yang megikuti novel-novel aku, alurnya emang gak bisa cepet ya… karena aku mencoba menyampaikan dari berbagai sudut pandang. Dan semuanya itu ada prosesnya meskipun apa yang aku tulis masih sangat jauh dari kata ‘baik’.
Aku sadar, aku hanyalah penulis recehan sehingga aku tidak banyak berharap kalian akan setia membaca novel aku… tapi aku berharap, berikanlah komentar yang baik. Jika tidak suka bisa langsung di skip tanpa perlu pamitan ya…. Di Noveltoon masih banyak sekali novel yang bagus-bagus dari penulis-penulis pemes tentunya….
__ADS_1