
Maaf ya gak update berhari-hari karena kemarin sakit jadi gak bisa buat menghalu... 🙏
...55. Ada Apa dengan Elmeera?...
Wanita manapun, jika mendapatkan perlakuan manis dan romantis dari sang suami terlebih di depan umum, pasti akan merasa berbunga-bunga dan bahagia. Terlebih suaminya adalah lelaki yang diidolakan banyak wanita.
Namun tidak bagi Elmeera. Meskipun Argha sudah mempersembahkan lagu istimewa untuknya, namun tidak ada raut bahagia yang terpancar dari wajah Elmeera selama berada di Planet Cafe tadi.
Hal itu tentu membuat Argha sedikit bingung dengan sikap istrinya yang menjadi jauh lebih pendiam dan memasang wajah datar seperti sebelum menikah dengan dirinya.
Oleh sebab itu, Argha sampai rela meninggalkan motor kesayangannya di Planet Cafe demi bisa pulang bersama sang istri.
Dalam hati Argha terus bertanya-tanya, apa benar hati Elmeera sudah benar-benar mati dengan perasaan suka atau cinta pada lawan jenis? kenapa sudah diperlakukan seromantis itu tidak menimbulkan efek apapun? Tapi bukankah sebelumnya Elmeera sudah bersikap manis?
"Kamu kenapa?" Tanya Argha yang akhirnya membuka percakapan lebih dulu saat mobil sudah melaju meninggalkan Planet Cafe.
"Nggak kenapa-kenapa!" Jawab Elmeera singkat. Elmeera membuang muka ke arah kaca mobil untuk melihat lampu-lampu yang berjejer di jalan.
"Kalau ada masalah, itu cerita... kalau kamu memang nggak anggap aku itu suami kamu, setidaknya anggap aku jadi teman kamu El, kita tinggal bersama... sarapan bersama .. bahkan tidur dan olahraga ranjang juga bersama. Masak sedikitpun kamu gak bisa terbuka sama aku?" Cerocos Argha.
"Apaan sih kok sampai sana!" Gerutu Elmeera mendengar kata olahraga ranjang yang sering dia lakukan dengan Argha.
Argha tersenyum sambil melirik Elmeera, tangan Argha terulur untuk mengusap rambut Elmeera dengan lembut. Namun baru saja tangan Argha mendarat di kepala Elmeera, Elmeera segera menepis tangan Argha.
"Kamu mau mampir kemana dulu? atau beli sesuatu dulu gak?" Tanya Argha mencoba mencairkan suasana.
"Nggak! aku mau cepet balik dan tidur!" Ucap Elmeera singkat.
"Kamu capek?"
"HM." Jawab Elmeera singkat.
"Sabar Gha... Sabar..." Batin Argha.
...***...
Sesampainya di apartemen, Elmeera langsung bergegas membersihkan diri tanpa mempedulikan suaminya sedikitpun.
Elmeera masih diam seribu bahasa hingga membuat Argha bertanya-tanya apa kesalahannya hingga Elmeera bersikap sedingin itu.
Dan, usai membersihkan diri dari dalam kamar mandi, Elmeera langsung merebahkan tubuhnya di ranjang empuk yang biasanya menjadi saksi percintaan panasnya dengan Argha. Dan malam ini tidak akan ada percintaan panas karena Elmeera dalam keadaan haid.
Sudah mencoba memejamkan matanya, namun ternyata selalu gagal. Otak Elmeera terus bekerja tidak beraturan hingga membuatnya lelah sendiri.
__ADS_1
"Arghhh!" Ucap Elmeera kesal sambil memukul ranjang empuknya.
"Kamu kenapa?" Tanya Argha yang kaget karena baru keluar dari kamar mandi eh Elmeera seperti orang emosi yang pukul-pukul ranjang.
Elmeera melirik Argha sekilas, tanpa menjawab pertanyaan suaminya Elmeera langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.
Melihat sikap sang istri yang semakin aneh tentunya membuat kesabaran Argha semakin terkikis. Argha langsung berjalan menuju ranjang tanpa memakai baju terlebih dulu. Tubuh Argha yang tertutup dengan handuk yang melingkar di pinggang kokohnya.
"Kamu kenapa El? kalau ada masalah ngomong!" Ucap Argha dengan suara yang tegas saat berada di dekat Elmeera.
"Aku mau tidur, capek." Jawab Elmeera ketus dari balik selimut.
"El..." Panggil Argha.
"Elmeera...." Panggil Argha lagi namun masih tidak ada jawaban dari Elmeera.
"Elmeera, kalau aku ada salah... aku minta maaf... kalau aku salah, bicarakan." Ucap Argha lagi dan tidak di respon oleh Elmeera.
Argha menghela nafasnya kasar, kemudian tanpa aba-aba Argha langsung menarik selimut yang menutupi tubuh istrinya itu hanya dengan satu hentakan cukup kasar. Elmeera jelas terkejut dengan apa yang Argha lakukan.
"Kamu apa-apaan sih Gha?" Bentak Elmeera yang terpancing emosi. Elmeera langsung mengubah posisinya dari berbaring menjadi duduk dan memberikan tatapan tajam pada Argha.
Jarak mereka sangat dekat saat ini. Kedua pasang mata itu terus beradu menguji ketajaman menunjukkan ego masing-masing.
"Aku emang gak kenapa-kenapa! aku capek! aku mau tidur!" Jawab Elmeera yang hendak mencoba menarik selimutnya kembali untuk menutupi seluruh tubuhnya termasuk bagian kepala.
"Bohong!" Ucap Argha menggenggam pergelangan tangan Elmeera dengan kuat dan tatapan tajam. Argha tidak suka sikap Elmeera yang seperti ini. Argha adalah tipe orang yang hangat, jadi ketika orang yang tinggal bersamanya bersikap dingin jelas dia akan tidak nyaman.
"Gha.. lepasin!" Elmeera berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Argha.
"Nggak! kamu ngomong dulu ada apa!" Tegas Argha membuat Elmeera tersadar, bahwa jika suaminya sudah mode seperti ini, mau tidak mau dia yang harus mengalah.
Elmeera menghirup udara sebanyak-banyaknya agar tidak terbawa emosi.
"Please, aku pengen istirahat Gha." Ucap Elmeera lirih dengan tatapan berubah sendu yang bertemu dengan tatapan tajam Argha.
Tanpa permisi, Argha langsung menyerang bibir sang istri begitu saja membuat Elmeera terbelalak karena mendapatkan serangan dadakan.
Sebuah ciuman yang penuh gairah Argha berikan pada Elmeera. Namun Elmeera tidak membalas sedikitpun ciuman yang Argha berikan. Tidak seperti biasanya. Hingga akhirnya Argha menghentikan aksinya itu kemudian menatap Elmeera dengan dalam.
"Kenapa? kenapa kamu tidak membalasnya?" Tanya Argha sembari mengusap bibir Elmeera yang basah karena perbuatannya. Mata Elmeera bahkan nampak berkaca-kaca. Dan Argha yakin, sekali saja Elmeera berkedip maka air mata itu akan jatuh.
"Jawab aku dengan jujur Gha, kamu cinta sama Gista kan?" Bukan menjawab pertanyaan Argha, Elmeera justru melempar balik pertanyaan pada Argha dengan berusaha tidak berkedip agar air matanya tidak terjun bebas.
__ADS_1
Argha mengernyit bingung. Kenapa mendadak sampai ke Gista?
"Kenapa kamu diam aja Gha? sebenarnya tujuan kamu mau menikahi aku itu untuk apa? Ha? kamu selama ini cuma menipu aku dengan beralasan uang kan? padahal kamu menikahi aku hanya karena ingin dekat sama Gista! Karena permintaan Gista kan?" Ucap Elmeera yang tidak mampu lagi membendung air matanya.
"El..." belum juga Argha membuka suaranya untuk menjelaskan eh Elmeera sudah memotong ucapannya lagi,
"Kamu sama Gista saling sayang dan mungkin juga saling cinta! Besok aku akan mengurus perceraian kita. Setelah kita bercerai, kamu bebas bersama siapapun termasuk Gista." Ucap Elmeera seperti tanpa beban.
Bercerai? semudah itukah Elmeera berkata cerai? secemburu itukah Elmeera pada Gista?
"Jadi kamu mendiamkan aku dari tadi itu karena sebenarnya kamu cemburu sama Gista?" Tanya Argha mencoba menahan tawanya agar tidak pecah saat itu juga.
"aku gak cemburu! Dan aku muak dengan tuduhan kamu itu." Tegas Elmeera penuh dengan kebohongan.
" El, tatap mata aku!" Ucap Argha menangkup pipi Elmeera kemudian mengarahkan wajah Elmeera tepat di depan wajahnya yang berjarak hanya beberapa sentimeter.
"Kalau kamu memang cemburu, itu bilang sayang... jangan overthinking dan badmood sendiri... ya kalau aku peka, kalau nggak?" Tanya Argha.
"Apaan sih.. ih lepasin.." Ucap Elmeera mencoba menyingkirkan tangan Argha dari pipinya.
"Kamu dengar baik-baik ya, dan aku akan katakan sama kamu yang sebenarnya karena aku percaya sama kamu." Kata Argha perlahan dengan tatapan yang begitu dalam pada Elmeera.
Elmeera menunggu kalimat demi kalimat yang keluar dari bibir suaminya itu dengan perasaan berdebar.
"Sebenarnya aku menikahi kamu memang karena Gista, aku ingin dekat dengan dia. Apalagi setelah dia mengancam akan pergi jauh sama mama Sarah, aku sama sekali tidak bisa berpikir jernih untuk itu." Ucap Argha berlahan. Dan entah mengapa hati Elmeera mendadak merasa nyeri.
"Gista adalah segalanya buat aku El... aku sangat menyayangi dia, bahkan aku rela mempertaruhkan nyawaku untuk dia." Lanjut Argha. Elmeera rasanya sudah tidak sanggup lagi untuk mendengarkan pengakuan Argha. Elmeera mencoba memalingkan wajahnya dari tatapan Argha, namun Argha justru semakin kuat menangkup pipinya.
"Gha..."
"Sttt..." Argha meminta Elmeera untuk diam dulu sebelum dia menyelesaikan ucapannya.
"Gista, adik angkat kamu... sebenarnya dia adalah adik kandung aku yang hilang setelah kecelakaan yang terjadi belasan tahun lalu."
Deg!
...BERSAMBUNG...
.
.
.
__ADS_1