
...15. Ancaman Terakhir Mama...
Sinar bintang dan bulan kini telah berganti dengan sinar mentari pagi yang menghangatkan jiwa. Di luar sana, banyak orang sudah memulai aktivitas paginya dengan penuh semangat. Namun tidak bagi sepasang adik dan kakak masih asik tidur di sofa dengan saling bersandar satu sama lain untuk menjaga sang mama yang semalam kondisinya sempat drop.
Sepasang kakak dan adik itu ialah Elmeera dan Agista yang hampir semalaman tidak bisa tidur setelah mendapatkan penjelasan dari sang dokter jika kondisi jantung Mama Sarah semakin buruk. Dokter juga memberikan peringatan keras pada anak-anak Mama Sarah agar menjaga emosi sang mama sehingga kejadian semalam tidak terulang kembali.
Dan setelah sang dokter meninggalkan ruangan Mama Sarah, Argha pun diminta Gista untuk pulang lebih dulu karena keberadaan Argha justru membuat Elmeera emosi sehingga dua makhluk berbeda kelamin itu terus saja adu mulut. Argha pun pulang dengan syarat jika Gista harus beristirahat dengan cukup karena Argha tidak ingin Gista sampai jatuh sakit.
Mama Sarah yang sudah membuka matanya lebih dulu ketimbang dua anak gadis yang terlelap di sofa itu hanya mampu tersenyum. Wanita yang menderita penyakit jantung itu sangat tahu jika semalam Gista berbohong mengenai hubungan Elmeera dengan Argha karena Mama Sarah sangat paham bagaiman sikap keras kepalanya Elmeera.
Mencoba meraih ponselnya yang berada di nakas, Mama Sarah pun mencoba mengirim pesan pada salah satu teman baiknya untuk membantunya memberikan solusi agar Elmeera mau menikah. Mama Sarah hanya ingin Elmeera hidup dengan normal tanpa bayang-bayang buruk masa lalu. Dan untuk melepaskan Elmeera dari belenggu masa lalu, langkah pertama yang harus mama Sarah lakukan adalah membuat Elmeera menikah.
Satu jam berlalu…
Sinar matahari pun mulai tinggi hingga menembus celah celah gorden yang mampu membuat Elmeera mengerjapkan matanya.
“Aduhh.. sakit semua ini badan.” Gumam Elmeera mencoba mengumpulkan kesadarannya. Mama Sarah yang melihat putrinya sudah mulai bangun pun memilih memalingkan wajahnya agar sang putri tahu bahwa dirinya masih kecewa pada Elmeera.
“Dek… bangun… udah pagi nih..” Elmeera menggoyangkan tubuh sang adik.
“Hmm.. iya kak..” Jawab Gista.
Setelah Gista terbangun, Elmeera segera beranjak dari sofa untuk mencuci muka kemudian ingin segera mengecek kondisi sang mama pagi ini.
Saat keluar dari kamar mandi, Elmeera melihat jika sang mama saat ini sudah bangun, dengan ragu wanita 28 tahun itu semakin mendekat pada ranjang Mama Sarah.
Sedangkan Gista segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri dan berangkat ke sekolahan. Sebelumnya Gista sudah mengirim pesan pada mba Tia untuk mengantarkan seragam sekolahnya biar Gista tidak bolak balik.
“Pagi maa….” Sapa Elmeera namun tidak mendapatkan jawaban sama sekali dari sang mama.
“Bagaimana kondisi mama pagi ini? Apa dada mama masih terasa nyeri? Atau nafas mama masih terasa berat?” Tanya Elmeera dengan lembut sambil menggenggam tangan sang mama yang tidak ada jarum infusnya.
__ADS_1
“Peduli apa kamu sama mama El?” Tanya Mama Sarah yang menatap putrinya dengan sorot mata yang sulit di artikan.
“Ma….”
“Sudahlah El,kalau kamu memang sayang sama mama, maka menikahlah sama Argha. Kalau kamu gak mau menikah dalam waktu dekat, berarti kamu gak sayang sama mama dan ingin mama cepat mati!” Ujar Mama Sarah.
“Mama kok ngomongnya begitu?” Tanya Elmeera dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
“Aku belum siap menikah ma… please jangan paksa aku, Mama ngertiin dikit perasaan aku dong!” Lanjut Elmeera lagi.
“Paksa kamu? Jadi selama ini kamu memang merasa bahwa memaksa kamu?” Tanya Mama Sarah dengan perasaan penuh kecewa.
“Maafkan aku ma… bukan maksud aku…..”
“Elmeera putri mama adalah gadis yang selama ini selalu membuat mama dan Gista bangga, tapi kini? kamu benar-benar membuat Mama kecewa sama kamu El… sekarang terserah kamu! Mama gak mau lagi menyuruh kamu menikah atau apa… terserah! Mama gak peduli.” Wanita paruh baya itu sudah mulai menaikkan nada suaranya membuat Elmeera menghela nafasnya.
“Baiklah ma.. aku akan menikah. Aku akan menikah demi mama, karena aku gak mau kehilangan mama.” Jawab Elmeera dengan nada lirih dan penuh kepasrahan.
“Maksimal minggu depan kamu harus sudah menikah dan bulan depan mama ingin mendengar kabar bahwa kamu hamil?”
“APA?” Pekik Elmeera yang tidak percaya dengan apa yang barusan keluar dari mulut sang mama. Elmeera pun menelan salivanya dengan susah payah.
“Ma… pernikahan itu tidak sesederhana itu persiapannya.”
“Bagaimana mau menikah secepat itu, calon suami aja belum punya.. dekat sama lelaki aja nggak! Kalau soal dekorasi, catering dll mah bodoh amat.” Batin Elmeera sambil menghela nafasnya. Dan Mama Sarah seolah tahu dengan apa yang ada dibenak putrinya.
“Mama minta kamu segera hubungi Argha agar dia segera menemui mama untuk melamar kamu!”
Argha? Lelaki menyebalkan dan sok kegantengan itu? Kepala Elmeera mendadak pusing mendengar nama Argha… Astaga….
Sedangkan Mama Sarah yang pagi ini mendapatkan info mengenai Argha dari orang suruhan Mami Naya merasa yakin bahwa lelaki itu adalah lelaki yang terbaik untuk putrinya karena tidak judi, tidak mabuk-mabukan dan tidak pula suka bermain perempuan. Semuanya sudah cukup, Mama Sarah tidak peduli latar belakang Argha yang memang sebenarnya sangat di tutup rapat.
__ADS_1
“Jika kamu tidak bisa melakukan itu, maka jangan harap kamu bisa melihat mama lagi karena mama akan pergi jauh dari hidup kamu dan Gista. Mama ingin hidup seorang diri, karena percuma punya anak seperti kamu yang cerdas dan cantik tapi tidak mau menikah dan parahnya lagi penyuka sesama jenis.” Ancam Mama Sarah membuat Elmeera semakin pusing saja.
"Ma.. aku normal!"
"Buktikan kalau kamu normal dengan seger minta Argha menemui mama! kalau tidak mama akan bener-bener pergi dari hidup kalian."
"Mama kenapa tega mengancam aku seperti ini?"
"Ya.. mama memang mengancam kamu, dan ini adalah ancaman terakhir dari mama.. semua keputusan ada di tangan kamu."
Bagaimana bisa dia membuat Argha datang melamarnya dalam kurun waktu kurang dari satu pekan? Sedangkan lelaki itu jelas-jelas menolak dirinya saat Gista yang meminta Argha untuk menikahi Elmeera. Pikiran Elmeera semakin kalut layaknya benang kusut.
“Oke aku akan menikah minggu depan ma.. tapi tidak dengan Argha.” Pinta Elmeera yang enggan berhubungan dengan lelaki yang sudah berani menolak dirinya.
“No! Mama hanya mau kamu bersama dengan Argha. Entah mengapa perasaan Mama akan tenang jika kamu menikah dengan Argha.” Ujar Mama Sarah dengan nada tegas yang tidak ingin di bantah.
Elmeera menghela nafasnya kasar, setelah ini dirinya harus segera berdiskusi dengan Ziraya juga Gista untuk membahas permintaan mama ini karena meksipun Gista masih dibawah umur, tapi anak itulah yang paling dekat dengan Argha.
“Berjanjilah sama mama jika minggu depan kamu akan menikah dengan Argha El..” Kata Mama Sarah.
...BERSAMBUNG...
Haii aku kembali… apa kabar dengan kalian para readers tercinta?
Mohon maaf ya, karena author lupa password jadi cukup lama tidak bisa buka akun NT ini. Author berharap masih ada yang mau membaca cerita ini hehehe..
Jujur, Author saja sudah lupa dengan alurnya karena saking lamanya tidak update, jadi wajar jika banyak reader yang udah males baca hehe..
Buat yang mau baca lagi namun lupa alurnya, silahkan dibaca kembali ya….
Terima kasih. Mohon dukungannya….
__ADS_1