
...30. Wali Hakim...
Keputusan Argha sudah bulat, dia tetap ingin memakai nama Argha dalam setiap dokumennya termasuk dokumen pernikahannya dengan Elmeera. Bukan lagi nama Arshaka, yang merupakan nama pemberian kedua orang tuanya.
Hal itu Argha lakukan bukan karena ingin melupakan semua kenangan tentang orang tuanya, bukan. Selain karena untuk keselamatan dirinya dan Gista, Argha sebenarnya juga sudah nyaman dengan nama tersebut. Terlebih, nama yang dia pakai sekarang adalah nama sahabat kecilnya yang menjadi salah satu korban meninggal dalam kecelakaan keluarganya.
Dan meskipun bisa menyuruh orang untuk mengurus dokumen pernikahannya dengan Elmeera, Argha memilih untuk mengurus semuanya sendiri hingga Argha rela izin kerja dengan alasan sakit.
Sedangkan Elmeera, jangan ditanya... wanita itu tidak mau tahu soal pernikahan karena yang Elmeera mau adalah hanya datang saja saat Ijab qobul lalu pembuahan dan hamil. Sudah itu saja.
Masalah perusahaan KirAn.com sudah mulai berjalan stabil setelah mendapatkan suntikan dana dari Bramantya Corp. Memang ya, uang dan kekuasaan nyatanya mampu membalikkan keadaan dengan sangat mudah. Padahal sebelumnya memikirkan masalah perusahaan, Elmeera tidak pernah bisa tidur nyenyak selama berminggu-minggu.
Sedangkan gosip mengenai Elmeera yang seorang penyuka sesama jenis, masih saja bergulir. Gosip itu seperti terus saja di goreng hingga selalu muncul ke permukaan. Namun Elmeera tidak pernah merasa peduli akan gosip murahan itu. Apalagi Mama Sarah, wanita itu sudah sangat tenang mengingat besok adalah hari pernikahan Elmeera dan Argha.
Sesuai permintaan Argha, pernikahan yang besok terjadi itu dilaksanakan dengan sangat sederhana di kediaman mempelai wanita. Ya pernikahan yang memang benar-benar sederhana, bukan sederhana versi keluarga Bramantya ya.....
Baik Argha maupun Elmeera tidak ingin menutupi pernikahan mereka, namun juga tidak ingin mengekspose ke publik tentang pernikahan mereka. Cukup mengundang saudara dan kerabat dekat saja, selebihnya biar publik tahu dengan sendirinya.
"Mama... bagaimana kondisi mama.. mama jangan kecapean ya." Ujar Gista pada Mama Sarah yang memantau pada pekerja yang sedang mendekor ruang tamu untuk acara akad nikah besok.
"Mama sangat sehat sayang.. mama bahagia, selangkah lagi mama akan melihat kakak kamu menikah." Gista ikut tersenyum melihat senyum mama Sarah yang benar-benar menyejukkan hatinya.
"Aku juga bahagia ma... apalagi kak Argha memang lelaki baik-baik. Aku yakin, kak Argha pasti bisa meluluhkan hati kak Elmeera sehingga mereka bisa hidup bersama dan bahagia selamanya."
"Aamiin... gak rugi mama mengancam Elmeera mau ninggalin Indonesia jika dia tidak menikah. Lagian Argha memang terlihat lelaki yang sangat baik meskipun mama belum benar-benar mengenalnya dan meskipun mama juga tahu kalau Argha belum mencintai kakak kamu."
"Ha? apa? kak Argha belum mencintai kak Elmeera?" ucap Gista pura-pura terkejut.
"Gak usah drama kamu Gista, mama tahu semuanya... Mama ini juga pernah muda, terlihat mana tatapan cinta mana tatapan biasa saja. Bahkan mama juga tahu alasan Argha menikahi kakak kamu." Ucap Mama Sarah membuat Gista menelan salivanya. Benarkah mama Sarah sudah tahu tentang hubungan dirinya dengan Argha yang sebenarnya?
"Ma.. maksud mama?"
"Mama tahu Argha mau menikahi kakak kamu karena dia tersangkut fitnah di perusahaan dengan tuduhan penggelapan uang 1 Milyar. Dan kakak kamu membayar Argha 1 Milyar agar mau menikah. Cuma Mama pura-pura aja gak tahu dengan semua skenario Kalian." Ucap Mama Sarah dengan santainya.
"Mama tahu dari mana?" Cicit Gista.
"Orang suruhan Tante Naya sudah menyelidiki bagaimana kepribadian Argha... dan Ziraya mama desak untuk cerita, akhirnya cerita semua deh."
__ADS_1
"Apa mama tetap setuju dengan pernikahan kak Argha dan kak Elmeera yang tanpa cinta."
"Setuju dong... Mama akan terus berdoa dan berusaha agar membuat mereka saling cinta. Kamu diam saja ya, pura-pura aja gak tahu kalau mama sebenarnya udah tahu semuanya." Gista pun mengangguk patuh.
"Apa-apaan ini? drama di dalam drama?" Batin Gista yang merasa pusing sendiri dengan para orang dewasa.
"Ma... kak Elmeera kemana? bukannya dia udah gak ke kantor hari ini?" Tanya Gista.
"Ke salon dia, dari kemarin perawatan Mulu mentang-mentang mau nikah... terus kata orangnya Tante Naya, Argha juga beberapa hari ini rajin datang ke tempat fitness." Gista melongo mendengar jawaban mama Sarah.
"Jadi sampai sekarang mama masih menyuruh orang buat mengikuti mereka?"
"Bukan mama.... tapi ide Tante Naya... katanya biar gak kabur. Mama mah ikut aja Ta..."
"Keren banget ya Tante Naya, udah kek sutradara film... tapi btw Tante Naya punya anak laki seusia aku gak sih ma? mau dong punya mertua kek Tante Naya."
"Kagak ada.. anaknya udah nikah semua... keponakan Tante Naya noh masih ada yang jomblo, namanya Kaisar anaknya Tante Bela."
"Ganteng gak ma?" Tanya Gista penasaran dengan binar bahagia membuat Mama Sarah tersadar jika putrinya itu masih duduk di kelas dua SMA.
"Ngapain nanya ganteng-ganteng? kamu masih kecil Agista!"
Hari sudah berganti...
Hari ini adalah hari yang Mama Sarah tunggu-tunggu dimana dia akan segera melepas putri sulungnya menjadi istri dari seorang lelaki yang belum ia kenal dengan baik.
Ya meskipun belum kenal dengan baik, namun feeling seorang ibu seakan sangat kuat bahwa lelaki itu lah yang terbaik untuk putrinya yang super duper keras kepala.
Mama Sarah menuju kamar tamu untuk melihat sang calon pengantin yang sedang di make up oleh salah satu MUA ternama. Elmeera di make up di kamar tamu, karena kamar pribadi Elmeera saat ini sedang di hias agar malam pertama pengantin itu lebih berkesan dan romantis.
"Kamu cantik banget sayang..." Puji mama Sarah.
"Mama?" gumam Elmeera pelan yang menatap Mama Sarah dari pantulan cermin di depannya.
Mama Sarah mendekat ke arah Elmeera kemudian duduk di dekat Elmeera.
"Kamu cantik banget sayang... Mama hari ini bahagia banget." Ucap wanita paruh baya itu dengan mata berkaca-kaca menatap wajah cantik putrinya yang sudah hampir selesai di make up.
__ADS_1
"Makasih ma." Kata Elmeera mencoba untuk menahan matanya yang sudah ikut berkaca-kaca. Jangan sampai air matanya jatuh sekarang karena ikut bahagia melihat binar bahagia dari mata Mama Sarah. Bisa-bisa dia di touch up lagi.
"Mama yang makasih sayang... makasih kamu sudah mau menuruti kemauan mama dengan menikah dengan lelaki yang mama harapkan sebagai suami kamu, menantu mama.. mama sangat bahagia sekali." Mama Sarah menggenggam tangan Elmeera.
"Aku juga sangat bahagia melihat mama bahagia..." Jawab Elmeera.
"Elmeera..."
"Iya ma..."
"Mama mohon, jadilah istri yang baik untuk suami kamu... harapan mama sangat besar dengan pernikahan kamu ini nak... jangan berpikir hal negatif terlalu jauh, sudah cukup mama saja yang merasakan kegagalan, kamu jangan... sudah cukup kamu saja yang merasakan hidup tanpa kasih sayang seorang ayah, anak kamu jangan. Kamu sudah tahu bagaimana sakitnya hidup tanpa sosok ayah, jadi jangan buat anakmu merasakan hal yang sama seperti kamu dulu."
"Ma..." Elmeera tercekat mendengar ucapan mama Sarah. Dirinya? anaknya? Elmeera tidak pernah berpikir sejauh itu, entah mengapa dadanya terasa sesak membayangkan masa kecilnya kembali dan bagaimana jika anaknya merasakan hal itu.
"Mama keluar dulu ya, masih banyak hal yang harus mama urus, sebentar lagi calon suami kamu akan datang." Mama Sarah memilih menghindar saat Elmeera ingin membahas lebih lanjut tentang ucapannya barusan.
"Tunggu ma..."
"Ada apa El?"
"Mama tidak memberi tahu lelaki itu tentang pernikahan aku kan?" Mama Sarah menggeleng pelan.
"Baguslah... aku gak mau menikah jika wali nya adalah lelaki itu, lebih baik aku pakai wali hakim saja!" Ucap Elmeera. Mama Sarah sangat tahu bagaimana perasaan Elmeera pada ayah kandungnya oleh sebab itu Mama Sarah tidak ingin mengambil resiko dengan mengundang mantan suaminya. Jika nanti mantan suaminya sampai ngamuk karena tidak dikasih tahu, itu urusan belakang yang penting Elmeera nikah dulu.
"Kamu tenang saja sayang... Mama sudah atur semuanya." Kata Mama Sarah.
Setelah Mama Sarah keluar dari kamar, Elmeera pun di minta oleh MUA untuk berganti kebaya buat acara akad nikah karena saat di-make up Elmeera hanya mengenakan bathrobes agar kebayanya tidak kotor akibat make up.
...BERSAMBUNG...
Readers : Lah katanya bab 30 Elmeera nikah sama Argha Thor?
Author : Rencananya begitu tapi karena berhubungan kalian belum kirim hadiah buat Elmeera dan Argha... jadi nikahannya di undur.
Readers : Minta hadiah apa sih Thor mereka?
Author : Gampang,, besok pagi kalian kasih vote aja noh.. bunga buat tambah dekorasi juga boleh... tapi jangan lupa, malamnya mereka butuh kopi buat melek bareng...
__ADS_1
kalau kalian gak kasih kopi, yang ada Elmeera dan Argha jadinya tidur bareng, bukan melek bareng 😜
Readers : Set dah... banyak bener maunya mereka Thor...