
Selamat hari Senin...
Semangat menjalankan ibadah puasa 💙
...31. Rencana Argha?...
Yang orang tahu, Argha si pemilik wajah tampan dan suara merdu itu dibesarkan di pantai asuhan setelah keluarganya tewas dalam kecelakaan maut yang menimpa keluarga Firman Mahatama, papa kandung Argha dan Gista.
Tidak ada sedikitpun yang mampu mengungkap jati diri Argha yang sebenarnya termasuk orang-orang suruhan Tante Naya. Karena, kakek Ramon sudah menutup semua akses untuk itu. Biarlah saat ini semua orang menganggap bahwa RMJ Group tidak memiliki pewaris yang sah hingga nanti semuanya terungkap.
Dan baik Elmeera atupun mama Sarah sekalipun tidak ada yang menuntut pada Argha tentang mas kawin maupun seserahan yang harus diberikan pada calon mempelai wanita.
Argha mau menikah dengan Elmeera saja udah menjadi kebahagiaan yang luar biasa untuk Mama Sarah. Sedangkan Elmeera tahu gaji Argha sebagai staf tidak seberapa ditambah kasus yang membelit Argha, jadi Elmeera yakin Argha tidak punya uang.
"Elu jadi laki gak ada harga dirinya sih. Nikah karena duit." Ujar Dio kesal pagi ini karena baru semalam Dio tahu bahwa teman satu kontraknya akan menikah dengan Elmeera karena uang 1 Milyar.
Dio tahu pun juga karena tidak sengaja mendengar obrolan Arsen dengan si calon pengantin laki semalam tentang masalah perusahaan yang membelit Argha.
"Ya mau bagaimana lagi, cuma ini doang cara satu-satunya agar gue terlepas dari tuntutan yang sama sekali tidak pernah gue lakuin. Emang sialan si botak Amir itu, gue yakin dia yang jebak gue agar mau kerja sama dengan dia." Kata Argha santai. Lebih baik memang seperti ini, orang-orang menganggap dirinya menikahi Elmeera karena uang bukan karena permintaan Gista.
"Gue akan bantuin elu buat cari bukti agar elu bisa membalas si botak Amir itu Gha." Ucap Dio memberikan semangat pada Argha.
"Calon mantan perjaka udah siap belum?" Tanya Arsen yang tiba-tiba masuk ke kontrakan setelah mengambil mobil Avanza yang ia rental. Gak lucu kan calon pengantin naik motor.
"Bentar lagi..." Jawab Argha yang kembali bercermin merapikan tuksedo-nya.
"Kalau gue jadi elu juga gak bakal nolak Gha... dapat duit 1M bebas dari ancaman penjara, dapat fasilitas mewah, istri cantik dan sek si." Ucap Dio sambil membayangkan ada di posisi Argha.
"Noh cerdas.." Jawab Argha sambil membenarkan peci yang senada dengan tuksedo yang menempel sempurna di tubuhnya.
"Udah ayo berangkat." kata Argha.
"Eh Gha... tapi kasian juga ya elu." Ucap Dio membuat langkah kaki Argha dan Arsen terhenti.
"Kenapa memang?" Tanya Arsen.
"Punya istri cantik dan seksi dengan gunung Semeru yang menjulang tinggi tapi.... suka sesama jenis." Ucap Dio dengan polosnya membuat Argha mencoba menahan emosinya.
__ADS_1
"Akan gue buktikan nanti malam... dia beneran suka sesama jenis atau tidak." Ucap Argha berlalu begitu saja untuk keluar dari kontrakan. Sedangkan Arsen langsung memperingatkan Dio agar jangan ngomong sembarangan hingga buat mood Argha buruk.
...***...
Mobil Avanza yang Arsen rental sudah melesat ke jalanan ibu kota menuju kediaman Elmeera.
Dalam perjalanan Argha sibuk berbalas pesan dengan Gista yang tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih pada Argha karena Argha menerima permintaannya untuk menikah dengan Elmeera.
Senyum Argha terukir, kebahagiaan Gista adalah segalanya bagi dirinya. Gista adalah satu-satunya orang terpenting dalam hidup Argha saat ini sehingga apapun yang Gista inginkan, Argha akan berusaha untuk mewujudkannya.
"Ma.. Pa... aku janji akan selalu berusaha bahagiakan Gista, dan hari ini aku akan menikah Ma, Pa .. aku gak tahu akan seperti apa kehidupan aku setelah ini karena itu tidak penting bagiku, sebab yang terpenting bagiku adalah Gista selalu ada di dekat aku, aku akan jaga adik aku seperti kalian menjaga aku dan Gista waktu kecil. Aku merindukan kalian ma... pa..." Batin Argha mengingat kedua orang tuanya yang sudah tiada.
"Gha... orang yang kemarin sudah beres." Ucap Arsen membuyarkan lamunan Argha. Argha yang paham maksud Arsen itu pun langsung tersenyum.
"Minta berapa dia?" Tanya Argha.
"100juta cash! dan gue udah kasih. Setelah acara selesai dia berjanji akan langsung pergi karena gue udah mengancam dia sesuai rencana kita kemarin. Sumpah gue gak sabar liat bagaimana reaksi Elmeera melihat kado pernikahan dari elu... ." Ucap Arsen.
Argha tersenyum....
Dia juga tidak sabar dengan reaksi Elmeera nantinya... pasti wanita itu akan marah... dan pasti sangat lucu.
"Aman!"
"100 juta? Om Aris siapa? apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya Dio yang duduk di belakang.
"Kepo!" Jawab Argha dan Arsen bersamaan.
"Sialan kalian." Ujar Dio kesal membuat Argha dan Arsen tertawa.
...***...
Mobil yang Arsen kendarai sudah berhenti sempurna di depan kediaman Elmeera. Dari luar, tidak nampak sekali bahwa di dalam akan segera diadakan acara pernikahan. Jika orang yang tidak tahu sedang lewat, mungkin hanya dikira ada acara arisan saja sebab tidak ada dekorasi atau hiasan apapun dari luar. Terlebih tidak banyak orang yang datang sehingga hanya beberapa mobil yang baris di sekitar kediaman Elmeera.
Meksipun tidak banyak orang yang hadir, nyatanya hal itu mampu membuat Argha mendadak gugup. Bahkan Arsen dan Dio berulang kali menenangkan Argha agar tidak nervous.
"Gue udah siap. Ayo kita turun." Ajak Argha.
__ADS_1
Tiga lelaki muda itu datang ke rumah Elmeera dan langsung disambut oleh Gista yang terlihat cantik dengan make up natural dan kebaya. Senyum Gista begitu lebar hingga menular pada Argha.
"Akhirnya kakak datang juga." Ujar Gista.
"Kan aku tadi udah bilang kalau di jalan Ta."
"Oh ya, Tante Sarah mana? ada yang ingin aku obrolin sama Tante Sarah sebentar." Ucap Argha.
"Apa kak?"
"Rahasia orang dewasa."
"Ih kak Argha ngeselin deh."
"Argha.. kamu sudah datang nak?" Mama Sarah tersenyum menyambut Argha yang datang bersama Arsen dan Dio.
"Iya Tante... ehm.. Tante boleh ngobrol berdua sebentar saja." Mama Sarah mengernyit kemudian mengajak Argha ke samping rumah yang sepi untuk ngobrol berdua.
...**...
15 menit kemudian,
Bapak penghulu datang, sesuai dengan permintaan Argha, Argha ingin mengucapkan ijab qobul dulu baru setelah SAH Elmeera baru keluar dari kamar.
Awalnya Mama Sarah terkejut dengan permintaan Argha juga alasan Argha. Bagaimana calon menantunya itu bisa berpikir dan bertindak sampai sana? Namun Mama Sarah menyetujui ide Argha karena itulah yang memang terbaik.
"Bagaimana, apa bisa di mulai akad nikahnya?" Tanya Pak Penghulu.
"Tunggu sebentar pak .. masih ada yang belum datang." Ucap Argha.
"Baiklah." Ucap Pak penghulu. Sementara di dalam kamar, Elmeera mendadak harap-harap cemas mengapa dia tidak boleh keluar saat ijab qobul dan tidak boleh melihat? apa jangan-jangan calon suaminya diganti?
...BERSAMBUNG...
sabar sek ya.... ðŸ¤
makasih vote dan hadiahnya...
__ADS_1
episode 32 otw 😎 nunggu komentarnya agak banyakan ya.. minimal 30 komentar lah
Nah kan aku jadi semangat kalau kalian kasih hadiah 😜