Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 14


__ADS_3

...14. Berbohong...


“Mama…” Pekik Gista dengan suara cemprengnya. Gista langsung menangis tersedu-sedu melihat alat medis yang membantu mamanya bertahan. Gista tidak menyangka Mama Sarah akan separah ini kondisinya.


“Anak mama… kenapa menangis semua si?” Tanya Mama Sarah mencoba tersenyum saat Gista mengecup keningnya dengan lembut. Gista benar-benar melupakan lelaki yang berdiri mematung di dekat pintu. Lelaki yang kehadirannya belum disadari oleh yang lainnya.


“Mama harus sembuh. Aku gak mau lihat mama seperti ini. Hiks.. hiks… hiks..”


“Mama gak apa-apa sayang…”


“Hiks.. hiks,, hiks,, mama harus sembuh.. mama gak boleh berpikir macam-macam lagi soal kak Elmeera karena kak Elmeera tidak seperti apa yang digosipkan itu. Mama harus percaya sama kak Elmeera karena sebenarnya tadi, kak Elmeera kesini dengan kekasihnya. Namanya Kak Argha. Itu orangnya.” Gista menunjuk Argha yang masih berdiri tak jauh dari ranjang.


Ha?


Argha langsung membelalakkan matanya sembari memastikan apa yang dia dengar barusan dari mulut Gista bukanlah salah. Sedangkan Elmeera justru langsung menatap tajam pada Gista seolah mempertanyakan maksud ucapan sang adik yang membuat kepalanya mendadak pusing.


“Benarkah?” Tanya Mama Sarah langsung menyunggingkan senyuman di wajah pucat nya dan dengan suara sangat lirih tentunya. Mama Sarah tidak bisa memungkiri bahwa ucapan Gista membuatnya sangat bahagia.


Mama Sarah kini mengalihkan pandangannya pada sosok tampan yang berdiri mematung tidak jauh dari pintu ruang perawatannya.


“Nak..mama sangat bahagia mendengar kabar ini..” Mama Sarah tersenyum penuh harap pada Argha membuat Argha semakin kalang kabut.


Sedangkan Gista memberikan kode pada Elmeera agar Elmeera mengikuti permainannya. Karena hanya inilah satu-satunya cara agar kedua kakaknya bisa bersatu. Gista sudah memikirkan ini dengan sangat baik sejak tadi.


Gadis SMA itu tidak akan pernah rela jika Elmeera terus dipandang sebelah mata oleh semua orang  karena gosip yang beredar dan Gista juga ingin Argha segera move on dari sang mantan kekasih.


“Nak.. sini lah..” Panggil Mama Sarah pada Argha yang mampu membuyarkan lamunan Argha.


“ Tante… Se --- sebenarnya saya…”


“Mama.. mama jangan banyak bertanya dulu sama kak Argha, karena kak Argha sama Kak El baru jadian kemarin. Jadi mereka masih malu-malu…”  Jawab Gista sambil memamerkan deretan gigi putihnya pada Elmeera yang berada di hadapannya dan hanya berjarak ranjang pasien. Elmeera mengangguk seakan paham maksud sang adik kesayangan.

__ADS_1


“Nak sini lah..” Panggil Mama Sarah. Melihat tatapan teduh wanita itu membuat hati Argha sedikit berdesir, tatapan teduh seorang ibu… Argha mendadak sangat merindukan almarhum mamanya.


Argha melangkahkan kakinya untuk mendekat ke arah ranjang pesakitanp yang menjadi tempat mama Sarah berbaring lemas. Setelah berada di dekat Gista, Argha langsung menendang kaki adiknya dengan pelan karena jengkel dengan kebohongan sang adik. Jika Gista bukan adiknya, mungkin Argha sudah menjitak kepalanya sejak tadi.


“Tante saya…” Argha masih berusaha memberikan penjelasan pada Mama Sarah. Argha tidak tega membohongi wanita paruh baya itu. Karena semua yang diawali dengan kebohongan pasti akan menimbulkan kebohongan-kebohongan berikutnya yang justru akan menyakitkan.


Namun, ucapan Argha lagi-lagi langsung dipotong...


“A.. aku akan segera menikah sama Argha dalam waktu dekat ma.. dan aku akan memberikan mama Cucu. Tolong restui hubungan aku sama Argha ma….” Potong Elmeera dengan menunduk karena tidak berani melihat wajah Argha yang langsung menatap murka pada Elmeera.


Mama Sarah dapat melihat dengan jelas tatapan Argha pada Elmeera meskipun sepersekian detik kemudian Argha langsung bersikap biasa kembali karena dia sadar sedang di perhatikan Mama Sarah.


Mama Sarah merasa tidak masuk akal, bukankah Gista mengatakan baru jadian kemarin, lalu kenapa Elmeera mengatakan akan segera menikah dengan Argha dan Mama Sarah tidak menemukan tatapan cinta diantara keduanya.


Sedangkan Elmeera, wanita cantik itu terpaksa melakukan hal ini mengingat kesehatan sang mama juga kondisi perusahaannya. Jadi Elmeera tidak mau menyia-nyiakan jembatan yang sudah Gista bangun dengan susah payah untuknya.


“Nak… Argha… apa kamu mencintai Elmeera?” Tanya Mama Sarah lembut.


“Tante saya hanya…”


Gista mundur beberapa langkah di belakang Argha seakan memberi ruang pada lelaki itu mendekat pada Mama Sarah.


“Kak Argha.. please, bantu mama biar sembuh. Kita bicarakan ini di luar setelah ini kak.” Lirih Gista pada Argha. Argha melirik sekilas pada sang adik yang menatapnya dengan penuh harap.


“Mama adalah satu-satunya orang tua yang aku punya kak… Aku gak mau kehilangan Mama Sarah kak.” Lirih Gista lagi membuat Argha tidak mampu menolak permintaan sang adik yang sangat berarti dalam hidup Argha.


“Hanya apa nak Argha?” Tanya Mama Sarah lagi yang menatap Argha dengan penuh harap. Argha terdiam membisu memikirkan bisikan sang adik barusan.


“Nak Argha…” Panggil mama Sarah lagi.


“I.. iya tante..” Argha nampak gugup dengan raut wajah yang sulit di artikan oleh Mama Sarah hingga membuat wanita paruh baya itu menghela nafasnya dengan sedikit kasar karena seakan tahu atas apa yang tengah terjadi saat ini yang tidak lebih sebuah kebohongan untuk menyenangkannya saja.

__ADS_1


“Kalian semua keluarlah… mama mau istirahat.” Ucap Mama Sarah lirih dengan tatapan lurus ke depan. Mama Sarah merasakan detak jantungnya yang terasa lebih cepat dengan nafas yang agak berat.


“Ma…”


“Mama…”


“Tante…”


“Kalian tidak perlu repot-repot membuat mama bahagia jika semua itu hanyalah drama.” Ucap Mama Sarah dengan sangat lirih, Wanita paruh baya itu nampak memejamkan matanya sembari memegangi dadanya yang terasa sesak.


“Ma.. kita gak sedang drama! Aku akan segera menikah ma.. ” ucap Elmeera yang khawatir akan kondisi sang Mama. Elmeera langsung mengusap lembut pundak wanita yang sudah melahirkannya di dunia itu. Baru beberapa detik mamanya nampak tersenyum bahagia, kini sudah kembali menampilkan wajah kecewa.


“Mama…” Panggil Gista yang panik melihat Mama Sarah seperti menahan kesakitan.


“Gista,, panggil dokter Gista!” Perintah Elmeera pada sang adik dengan air mata yang sudah kembali mengalir. Karena sangat panik, Gista langsung berlari keluar dari rumah sakit sembari berteriak memanggil dokter.


Argha menghela nafasnya kasar kemudian segera mendekat dan menekan tombol interkom untuk memanggil petugas medis yang berjaga. Saat kondisi panik memang kadang manusia suka mempersulit hal terlihat sangat mudah di depannya.


Tanpa menunggu lama, seorang dokter dan diikuti dua perawat berlari memasuki ruang rawat Mama Sarah dengan tergesa. Petugas medis pun meminta Elmeera dan Argha untuk segera keluar agar tidak mengganggu proses pemeriksaan dan tindakan medis untuk Mama Sarah mengingat kesadaran Mama Sarah sudah mulai menghilang.


...*...


Gista menangis tersedu-sedu, gadis belia itu tidak menyangka karena ide nya yang ingin menyatukan Elmeera dan Argha justru ketahuan Mama Sarah dan membuat kondisi Mama Sarah kembali drop.


“Kak.. maafkan aku kak!” Ucap Gista yang menangis di pelukan Elmeera.


Elmeera hanya diam sambil mengusap lembut rambut sang adik. Sedangkan Argha hanya menatap dua gadis itu dengan perasaan tidak menentu sebab perasaan kehilangan orang tua yang teramat menyakitkan itu kembali berputar dalam benaknya.


“Aku salah kak… harusnya aku gak bohong sama mama soal hubungan kakak dan kak Argha, hiks hiks hiks… kalau sampai terjadi apa-apa sama mama, aku akan menyesal seumur hidupku kak!”


“Aku sangat menyayangi mama kak, meskipun mama bukanlah wanita yang melahirkan aku… huwaaaa!”

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2