
...75. Kecelakaan ...
Argha yang tiba-tiba saja pamit buru-buru ke kantor dengan alasan pekerjaan yang harus diselesaikan membuat Elmeera mendesah kesal. Pasalnya, sedang asyik-asyiknya ngobrol eh dirinya ditinggal begitu saja.
Namun kekesalan Elmeera tidak bertahan lama setelah menyantap kembali masakan spesial yang Argha buat untuk istrinya.
Makanan yang Argha siapkan itu benar-benar terasa nikmat di lidah Elmeera bahkan mampu membuat mood Elmeera dalam sedetik kembali membaik dan senyum terlukis jelas di wajah cantiknya.
Wajah Elmeera pun mendadak memerah sendiri mengingat bagaimana tingkahnya semalaman yang mampu membuat Argha kewalahan.
Jika boleh jujur, sebenarnya Elmeera sangat malu mengingat tingkahnya semalam, tapi sejak Elmeera bangun tidur, Argha selalu menyakinkan Elmeera bahwa apa yang Elmeera lakukan itu membuat sang suami merasa sangat bahagia.
Beberapa menit kemudian, Elmeera sudah selesai menghabiskan sarapannya tanpa tersisa sedikitpun dan Elmeera segeralah membereskan meja makan. Setelah semua beres, Elmeera pun mulai bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Namun, baru juga memilih baju apa yang akan dia kenakan hari ini, Tiba-tiba ponsel Elmeera berdering.
"Ziraya? ada apa dia telfon sepagi ini?" Gumam Elmeera melihat nama siapa yang tertera di layar ponselnya.
Tanpa menunggu lama, Elmeera pun segera menjawab panggilan telfon tersebut.
"Hallo ada apa Zi?" Tanya Elmeera.
"Gila El gila... ini benar-benar gila!" Ucap Ziraya yang sudah sangat heboh dari seberang sana.
"Ada apa? elu telfon cuma mau ngatain gue gila apa gimana?" Elmeera cukup paham bagaimana hebohnya sahabat satu-satunya itu.
Elmeera tersenyum sambil mengambil setelan baju formal di lemarinya.
"Argha El.. gila... ternyata dia adalah Direktur utama RMJ Group. Dia juga cucu dari pendiri RMJ Group!" Kata Ziraya tanpa mengurangi sedikitpun kehebohannya.
Elmeera terdiam sejenak mencoba mencerna apa yang sahabatnya katakan.
"Suami elu ternyata tajir melintir El.. kalah jauh elu." Ucap Ziraya lagi berapi-api. Bukannya percaya dengan ucapan Ziraya, Elmeera justru terkekeh sendiri dan menganggap sahabatnya sedang halu.
"Elu pagi-pagi kesambet apaan? Sejak kapan karyawan biasa jadi Direktur Utama?"
"I'm serious Elmeera."
"Udah deh udah... udah cukup pagi-pagi menghaluin gue jadi istri Direktur utama RMJ Group. Gue gak minat juga, gue udah punya Argha."
"El... gue..."
__ADS_1
" Stop menghalunya Ziraya cantik, ini masih pagi... gue mau siap-siap, gue tunggu elu di kantor ya." Ucap Elmeera kemudian memutuskan panggilan telfon secara sepihak membuat Ziraya yang ada di seberang sana mengumpat kesal karena sahabat kurang update dan gak mau mendengarkan ucapannya.
Baju formal yang melekat di tubuh indah Elmeera nampak sangat pas, namun tidak terlihat se-seksii dulu. Penampilan Elmeera sedikit demi sedikit benar-benar berubah karena memiliki suami seperti Argha. Dan Elmeera tidak keberatan karena itu berubah untuk lebih baik setelah Argha menjelaskan bagaimana pikiran-pikiran kotor dan liar lelaki-lelaki di luar sana.
"Kok gue terlihat gendutan ya?" Gumam Elmeera menatap penampilan dirinya dari pantulan cermin yang menampakkan ujung rambut hingga ujung kakinya.
Penampilan yang nampak sangat sempurna..
"Sepertinya gue harus mulai diet dan olahraga lagi deh... gara-gara punya suami yang pinter masak, gue jadi gendutan." Gumam Elmeera kemudian meraih tas juga kunci mobilnya karena semenjak pindah ke apartemen sederhana yang Argha beli, Elmeera sudah tidak menggunakan supir lagi.
Hidup Elmeera benar-benar sudah banyak berubah setelah menikah dengan Argha dan mau belajar menerima Argha menjadi suaminya bukan sekedar lelaki yang dirinya bayar untuk menanamkan benih di rahimnya.
Dan anehnya Elmeera selalu menurut apapun kemauan Argha meskipun harus melewati perdebatan demi perdebatan lebih dulu.
"Apakah ini yang dinamakan cinta? entahlah.. aku gak mengerti perihal cinta, yang jelas aku selalu merasa nyaman dan bahagia saat di samping Argha. Dan aku juga selalu merasa hampa jika dia tidak ada di sisiku dalam waktu yang cukup lama." Kata Elmeera saat sudah berada di dalam lift yang membawanya menuju basement apartemen.
...**...
"Hallo.. apa ini benar dengan suami pemilik ponsel ini?" Tanya seseorang di seberang sana yang Argha yakini bukan Elmeera. Karena suara perempuan itu terdengar begitu lirih.
"Iya. Dimana istri saya?" Perasaan Argha kian tidak enak saja setelah tahu ponsel Elmeera di tangan orang lain.
"Elmeera..." Degup jantung Argha berdetak semakin tidak beraturan.
Pikiran Argha mendadak kalut membayangkan apa yang terjadi pada istrinya mengingat ucapan kakek Ramon beberapa menit lalu yang menjadikan Elmeera sebagai tumbal untuk menangkap Beni.
Argha pun segera berlari ke area parkir kendaraan roda dua untuk mengambil motornya kemudian menuju rumah sakit Bramantya. Sikap Argha yang terburu-buru dengan wajah yang terlihat cemas membuat beberapa karyawan menatap heran tentang apa yang sebenarnya terjadi setelah Kakek Ramon mengumumkan status Argha.
Tidak ada sedikitpun di benak Argha untuk menghubungi Arsen ataupun Mama Sarah demi meminta bantuan atau mengabari bahwa Elmeera dilarikan ke rumah sakit.
Pikiran Argha benar-benar terasa buntu karena yang ingin Argha lakukan saat ini adalah segera sampai di rumah sakit dan memastikan sendiri bahwa istrinya dalam keadaan baik-baik saja.
Laju motor Vespa matic yang Argha kendarai benar-benar dalam kecepatan maksimal yang dia bisa mengingat cukup padatnya kondisi jalan pagi ini.
Argha sama sekali tidak mempedulikan keselamatan dirinya sendiri dalam berkendara. Bahkan tidak jarang para pengguna jalan lain mengumpat Argha karena Argha yang naik motor cukup ugal-ugalan demi segera sampai ke Rumah Sakit Bramantya.
"Sial kenapa ada macet segala sih?" Gumam Argha kesal saat sudah ada dipertengahan perjalanan menuju rumah sakit.
"Pak kenapa bisa se-macet ini sih? Gak biasanya jalan ini macet?" Tanya Argha pada seorang pejalan kaki di trotoar dari arah yang berlawanan dengannya.
__ADS_1
"Oh iya mas, macet.. di depan ada kecelakaan tragis... mobil sedan mewah di tabrak sama truk box dari arah berlawanan." Kata sang pengguna jalan.
"Terima kasih infonya pak." Ucap Argha. Argha tidak mau tahu sama sekali tentang kecelakaan itu. Argha yang ingin segera sampai ke rumah sakit itu pun memilih menaikkan motornya di atas trotoar agar bisa kembali melaju.
Tindakan Argha benar-benar tidak patut di contoh ya, namun bagaimana lagi... Argha dalam keadaan yang cemas membuat logikanya tidak berfungsi lagi. Jika memang nanti sampai di tilang polisi, itu urusan belakangan sama Arsen.
Lagi dan lagi.. Argha mendapatkan umpatan dari para pejalan kaki karena memang trotoar bukan tempat motor melaju. Terlebih pagi ini ada kecelakaan dan tidak sedikit orang yang kepo ingin melihat kecelakaan yang baru beberapa menit itu terjadi.
Argha tidak peduli dengan semua umpatan itu hingga motor Argha berada tepat di samping mobil sedan yang menjadi korban kecelakaan karena ulah sopir truk yang menghabiskan jalan hingga terjadilah adu banteng dua kendaraan tersebut.
Motor Argha langsung berhenti seketika. Tubuh Argha terasa sangat lemas melihat bagaimana bagian depan mobil sedan itu hancur dan cukup banyak darah disana.
"Elmeera..." Lirih Argha. Argha segera berlari menuju mobil yang memang mobil Elmeera tersebut.
"Pak... dimana pengendara mobil ini pak? dimana?" Teriak Argha pada seorang polisi yang berada tidak jauh dari sana.
"Mas anda tenang mas.. ada apa mas?"
"Ini mobil istri saya pak... dimana dia pak? dimana?" Tanya Argha dengan air mata yang sudah mengalir membayangkan bagaimana kondisi sang istri mengingat kerusakan mobil tersebut benar-benar parah.
"Tenang pak, saya juga baru sampai disini.. tapi menurut informasi dari rekan saya yang datang lebih dulu di TKP, korban sudah di larikan ke rumah sakit terdekat karena kondisinya yang sangat parah."
Jedaar!
Argha bagai di sambar petir pagi hari.
Jika benar sesuatu terjadi pada Elmeera, maka seumur hidupnya Argha berjanji tidak akan memaafkan kakek Ramon jika semua ini ada sangkut pautnya dengan Beni.
"Elmeera... sayang..." Gumam Argha pelan.
Suara wanita yang ada di balik telfon beberapa menit lalu kembali berputar di benak Argha.
Elmeera di larikan ke rumah sakit Bramantya...
Ya rumah sakit terdekat dari lokasi kecelakaan adalah rumah sakit Bramantya.
...Bersambung...
Haaii.. maaf ya aku dari kemarin menghilang hehehe...
__ADS_1
Happy Monday morning ya.. 🌥️