Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 38


__ADS_3

...38. SEK SI...


Dan benar saja, ketika mulut Elmeera terbuka akibat gigitan kecil yang Argha berikan, Elmeera langsung membuka mulutnya sehingga Argha dapat mengeksplore setiap inci bibir Elmeera..


Demi menghilangkan perasaan gugupnya Elmeera pun mencekram kuat handuk putih yang Argha kenakan.


"Please jangan yang itu El, bisa-bisa mplorot dan burung gue terbang sebelum berperang." Batin Argha membayangkan handuknya jatuh kebawah dengan posisi Elmeera masih menggunakan baju utuh, jelas Argha akan malu lah.


"Ehmmm..." Sebuah suara keluar dari bibir Elmeera disaat tangan Argha mulai menyentuh bagian belakang tubuh Elmeera dan mengikis jarak di antara keduanya hingga Elmeera merasakan sebuah benda yang mengeras menyentuh tubuhnya bagian bawah.


"Astaga... jadi begini rasanya ciuman... astaga itunya Argha... " Batin Elmeera dalam hati yang meronta-ronta.


Jantung Elmeera berdebar sangat kencang. Baik Elmeera maupun Argha, keduanya sama-sama memejamkan matanya menikmati sebuah rasa yang menjadi hal pertama untuk mereka berdua dengan pikiran masing-masing.


Sedangkan hati Argha bersorak senang saat menyadari betapa kakunya Elmeera saat berciuman, Argha yakin jika dirinya adalah orang pertama untuk Elmeera, begitu juga sebaliknya. Namun Argha yang menggunakan instingnya sebagai lelaki dengan baik, jelas terlihat nampak berpengalaman akan hal cium berciuman.


Elmeera mencoba menjauhkan tubuhnya dengan bibir yang masih saling bertautan karena bagian inti tubuh Argha semakin menempel pada dirinya. Namun semakin Elmeera berusaha menjauh, Argha justru semakin mengeratkan pelukannya.


"Ehhmmm..." Gumam Elmeera di sela sela ciumannya sambil memukul-mukul dada bidang Argha yang sedikit ditumbuhi bulu-bulu menambah kesan sek si.


Dirasa sang istri mulai kehabisan nafas karena perbuatannya, Argha mulai melepaskan tautan bibirnya dengan perasaan yang setengah tidak ikhlas karena baginya bibir Elmeera terasa sangat manis, dan ciuman bibir itu sungguh membuat ketagihan.


"elu mau bunuh gue?" Tanya Elmeera lagi-lagi dengan nada ketusnya pada Argha sambil terengah-engah menghirup oksigen sebanyak-banyaknya agar rongga paru-parunya merasa lebih baik.


"Kenapa elu gak nafas? hemm?" tanya Argha pada Elmeera dengan sorot mata yang dalam saat kening mereka masih saling menempel.


Mata mereka saling bertemu hingga beberapa detik.


Elmeera hanya diam namun nafasnya naik turun ditambah wajahnya yang memerah seperti kepiting rebus.


Argha tersenyum tipis kemudian mengusap pipi Elmeera dengan lembut.


"bibir elu manis .." Puji Argha.


"Kenapa elu jadi kayak soang? tiba-tiba cium gue tanpa izin?" Tanya Elmeera berusaha memberikan tatapan tajam pada Argha karena dia tidak ingin terlihat gugup di depan suaminya.


"Kenapa memang? kan gue punya hak?" Argha bertanya balik dengan memasang wajah tidak berdosa yang mampu buat Elmeera emosi.


"Tapi harusnya elu sopan santun dong! ngomong dulu kek kalau mau cium." Omel Elmeera.

__ADS_1


"Kan gue bisa siap-siap Gha..." Lanjut Elmeera dalam hati.


"elu makin cantik kalau ngomel-ngomel begini." Ucap Argha dengan gombalan mautnya karena memang ingin membuat Elmeera semakin salah tingkah.


Blush!


Benar saja, wajah Elmeera yang polos tanpa make up itu semakin memerah.


"Cih! gombal gak mempan!" Jawab Elmeera yang berbanding terbalik dengan ekspresi wajahnya saat ini.


"Istri gue yang galak, cepetan siapkan baju ganti gue dong... atau elu mau bersihkan muka dulu sebelum tidur, atau...."


"Atau apa?" Tanya Elmeera sambil memicingkan matanya menatap suaminya.


"Atau mau melanjutkan yang tadi? Nih mumpung gue belum pake celana. Tinggal menarik handuk doang, gue siap menebar benih kualitas premium gue ke elu." Argha mengedipkan sebelah matanya dengan genit.


Argha benar-benar sok-sokan mau menebar benih kualitas premium-nya, padahal dia juga belum tahu bagaimana cara yang baik dan benar meskipun hampir seharian mendapat banyak wejangan dari Arsen dan Dio mengenai Making Love. Cih, ternyata ketemu kedua sahabatnya tapi pamitnya urusan pekerjaan~


Astaga, Elmeera langsung teringat pada pisang raja kualitas super milik Argha. Elmeera belum siap untuk melihat itu... belum... Elmeera butuh mempersiapkan fisik dan mentalnya dengan baik, karena jujur setelah merasakan pisang itu tadi menempel pada tubuhnya, Elmeera dapat mengira-ngira seberapa besar pisang milik Argha.


"Aku harus segera kabur ke kamar mandi dulu." Batin Elmeera.


Padahal Argha hanya tersenyum tanpa berniat mencegah istrinya itu pergi ke kamar mandi.


Sebelum ke kamar mandi, Elmeera berjalan menuju walk-in closet untuk mengambil baju tidur. Dan Argha memilih untuk duduk di ranjang dengan bersandar di headboard sambil memegang ponselnya namun matanya tertuju pada Elmeera yang baru saja keluar dari walk-in closet dan berjalan menuju kamar mandi.


"Sepertinya ciuman bibir akan menjadikan rutinitas ku setiap detik dan setiap waktu El." Gumam Argha sangat pelan sambil mengusap bibirnya sendiri membayangkan bibir Elmeera tadi yang menempel disana.


Senyum Argha benar-benar terbit dengan sempurna.


...**...


Di dalam kamar mandi yang ada di kamarnya,


Elmeera nampak gugup menatap pantulan dirinya dari cermin berukuran besar yang ada disana. Sebuah lingerie berwarna hitam yang memberikan kesan maskulin sudah melekat sempurna di tubuh Elmeera. Warna hitam benar-benar kontras dengan warna kulit Elmeera hingga membuat siapa saja yang menatapnya akan tergoda.


"Ini beneran gue harus menyerahkan diri gue sama Argha malam ini?" Gumam Elmeera sambil menggigit bibir bagian bawahnya.


"Ah semua karena kebodohan gue yang terlalu terburu-buru menawarkan pernikahan pada Argha sampai membayarnya mahal demi memberikan cucu buat mama. Ini semua gara-gara bisikan bisikan Ziraya sih! Eh giliran gue udah nikah, kenapa mama udah gak terlalu menekan gue kayak dulu perihal cucu ya? ah mama sepertinya memang sengaja melakukan ini semua agar aku menikah, bukan semata-mata karena cucu... !" Kata Elmeera lagi mengusap wajahnya dengan sedikit kasar.

__ADS_1


"Kalau gue mundur, yang ada Argha akan semakin memojokkan gue dan menghina gue, dan gue yakin Argha akan ngadu sama mama kalau gue gak kasih haknya malam ini." Ucap Elmeera.


Mengingat Argha pernah berkata bahwa dirinya masih perjaka, Elmeera berusaha menyakinkan hatinya. Elmeera pun memberikan make up tipis di wajah cantiknya kemudian menyemprotkan parfum vanila yang dapat memberikan ketenangan.


...**...


Sedari tadi Argha scrolling akun sosial medianya untuk membaca DM DM yang masuk serta komentar-komentar yang menyebut dirinya dari fansnya di Planet Cafe.


Namun sedari tadi, Argha merasa tidak tenang karena sesekali melirik ke arah kamar mandi dimana Elmeera tidak kunjung keluar. Bukan hanya Elmeera, Argha pun juga sama, jantungnya berdegup dengan kencang dan dia merasakan kegugupan yang luar biasa mengingat ini akan menjadi kali pertama untuk dirinya dan Elmeera.


Argha berusaha mengingat video-video yang ditunjukkan oleh Dio tadi agar dirinya tidak terlihat bodoh dan malu-maluin dihadapan istrinya.


Ceklek.


Pintu kamar mandi terbuka, Argha segera mendongak mengalihkan pandangannya dari layar ponsel menuju pintu.


Deg


Deg


Deg


Elmeera keluar dan berdiri mematung di depan kamar mandi dengan menggunakan lingerie berwarna hitam yang terkesan sangat sek si di mata Argha. Lingerie itu memang tidak seluruhnya transparan karena masih menutupi gunung Semeru juga segitiga bermuda milik Elmeera dengan sempurna. Namun lekuk tubuh Elmeera nampak sangat jelas disana. Kaki jenjang Elmeera yang terekspos sempurna, perut rata Elmeera yang hanya tertutup kain tembus pandang, juga bagian atas dada Elmeera seakan meronta-ronta ingin di keluarkan.


Argha tersenyum dan segera meletakan ponselnya di nakas kemudian berdiri menuju tempat Elmeera berdiri.


"Gha... ehmmm... ke.. kenapa elu gak pake baju dan celana?" Tanya Elmeera semakin gugup saat Argha semakin mendekat ke arahnya hanya dengan memakai handuk yang melingkar di pinggang kokohnya.


"Sumpah demi apapun, kenapa elu terlihat sangat sek si sih Gha? Ah brewok elu yang tipis-tipis bener-bener memberikan kesan tersendiri saat ciuman tadi..." Batin Elmeera.


"Elu malam ini cantik banget dan sek si El." Bisik Argha yang ternyata sudah berdiri di depan Elmeera membuat Elmeera terperanjat karena Elmeera udah melamun membayangkan yang enggak enggak dengan Argha.


"Eh." Ucap Elmeera kala Argha langsung meraih pinggang Elmeera.


...BERSAMBUNG...


TERIMA KASIH DUKUNGAN KALIAN SEMUA.... 😎


YANG KASIH LIKE, KOMENTAR, VOTE DAN HADIAH, SEMOGA REJEKINYA LANCAR YA .. AAMIIN ..

__ADS_1


__ADS_2