
...11. Latar Belakang Argha...
.
.
.
“Kak….” Panggil Gista pada lelaki yang telah berbaring di sampingnya beberapa detik lalu.
“Kak Argha.. Aku mau ngomong sesuatu yang penting.” Panggil Gista lagi karena tidak mendapatkan jawaban dari Argha.
Gista beberapa kali menggoyang-goyangkan tubuh Argha tapi tidak mendapatkan respon apapun. Padahal Gista yakin bahwa Argha belum benar-benar terlelap. Lelaki 27 tahun itu hanya pura-pura menulikan indera pendengarannya karena tahu apa yang akan dibicarakan oleh Gista.
Apalagi jika bukan soal Elmeera, karena dari kemarin Gista selalu mengirim pesan tentang Elmeera padanya.
Gista mendengus kesal karena di cuekin oleh Argha. Padahal Adik dari Elmeera itu sudah bela-belain bolos pelajaran tambahan di sekolah demi bertemu dengan Argha setelah mendapatkan info dari Arsen mengenai jam berapa Argha pulang.
Gista pun mencebikkan bibirnya kemudian mengambil ponselnya yang masih berada di dalam tas selempang nya.
“Ya sudah kalau kak Argha gak mau aku ajak ngomong baik-baik, aku mau menghubungi kak Nila dan mengatakan siapa kak Argha sebenarnya dan pasti Kak Nila akan segera menyusul kakak ke Indonesia dengan kedua orang tuanya.” Ucap Gista membuat Argha terperanjat dan langsung merebut ponsel Gista begitu saja.
Argha merasa sangat menyesal sudah curhat dengan Gista hingga Gista dapat menemukan akun media sosial milik Nila, mantan kekasihnya.
“Jangan macam-macam kamu Agista.” Ucapan Argha penuh dengan penekanan namun terdengar lucu di telinga Gista.
“Salah siapa, adiknya udah bela-belain datang tapi dicuekin.” Ucap Gista dengan santainya.
“Aku masih kesel sama kamu Ta!” Jawab Argha yang kembali memejamkan matanya dengan ponsel Gista masih dalam genggamannya.
“Emang salah aku apa?” Tanya Gista sambil mengerjap-ngerjapkan bola matanya yang bulat.
“Kenapa kamu dengan mudahnya bilang gak mau kenal lagi sama kakak kandung kamu sendiri hanya karena aku gak mau menikahi wanita galak itu! Aku tidak sedang menghamili kakak angkat kamu yang galak itu Gista, jadi kalau minta sesuatu, jangan ngaco!”
__ADS_1
“Kak..”
“Kamu gak tahu gimana aku menyuruh orang untuk mencari kamu selama ini kan? Kamu gak tahu kan bagaimana aku selalu mengkhawatirkan kondisi kamu setelah orang suruhan Opa mengabarkan bahwa kamu sudah tidak ada di panti asuhan itu lagi waktu itu. Dan aku gak bisa menjangkau sedikitpun keberadaan kamu.” Ucap Argha dengan nada pelan tapi penuh penekanan.
“Maafkan aku kak… Aku hanya mau melihat kak Elmeera keluar dari masalahnya. Aku bingung kak harus bagaimana, aku sangat menyayangi kak Elmeera. Aku juga sangat menyayangi kak Argha. Aku ingin kak Elmeera segera menikah.” Lirih Gista.
“Iya. Tapi bukan berarti kamu bisa menyuruh aku untuk menikahi wanita galak itu Agista, Kamu kan tahu jika kakak masih sangat mencintai Nila.” Ucap Argha lirih.
“Tapi kak.”
“Stop!” Kata Argha yang setengah membentak pada Gista sebelum Argha kembali memejamkan matanya.
Gista akhirnya terdiam sambil menatap langit kamar Argha dengan perasaan tidak menentu. Pikiran Gista pun kembali ke ingatannya setahun yang lalu dimana dia baru saja bertemu dengan Argha yang tiba-tiba mengaku sebagai kakak kandungnya dengan menyodorkan hasil test DNA yang Gista tidak tahu kapan itu dilakukannya.
Saat itu juga Gista sebenarnya sudah kepikiran menjodohkan Elmeera dengan Argha, tapi mengingat sifat ke duanya, Gista menjadi sangat ragu.
Gista tersenyum mengingat setahun lalu ketika bel pulang sekolah berbunyi, dirinya pun segera memesan ojek online untuk mengantarkannya ke rumah karena supir sang kakak tidak bisa menjemput. Gista menunggu ojek tersebut di pinggir jalan. Hingga ada sebuah mobil mewah berhenti tepat di hadapan Gista dan dengan cepat menarik tubuh Gista untuk memasuki mobil tersebut.
...*****...
Sekitar 15 tahun lalu,
Seorang anak lelaki bernama Arshaka Mahathama nampak sangat bahagia karena hari ini dia akan berlibur dengan keluarganya ke kota Bandung sebagai hadiah dari sang papa karena dirinya berhasil menjadi juara sekolah.
Arshaka sangat antusias dengan liburannya kali ini karena untuk pertama kalinya dia bisa mengajak sang adik perempuan yang belum genap setahun untuk ikut liburan bersama. Arshaka juga mengajak anak asisten rumah tangganya yang juga merupakan sahabat dekatnya bernama Argha.
Namun sayang….
Kebahagiaan Arshaka tidak berjalan lama, karena ketika mobil yang ia tumpangi baru memasuki daerah pegunungan di kabupaten Bandung, tiba-tiba sebuah truk dari arah berlawanan nampak ugal-ugalan dan menghabiskan jalan sehingga membuat supir keluarga Mahathama itu membanting setir ke kiri kemudian oleng dan langsung terjun ke jurang yang cukup curam.
Kemanapun keluarga itu pergi, pasti tidak sendiri. Mereka akan diikuti beberapa orang kepercayaan mereka di mobil terpisah. Dan melihat kejadian di depan matanya tersebut, Salah seorang kepercayaan keluarga Mahathama yang bernama Aris, tanpa berpikir panjang langsung turun menuju dasar jurang dengan hati-hati untuk menyelamatkan majikannya. Namun sayang, baru beberapa meter Aris turun ke jurang, mobil tersebut meledak keras dan terbakar habis. Seluruh penumpang mobil tersebut bisa dipastikan tewas ditempat dan terbakar.
Air mata lelaki yang gagah bernama Aris itu akhirnya luluh juga karena telah gagal melindungi majikannya yang sangat baik dengannya. Aris terduduk lemas di antara rerumputan liar yang tinggi sambil menatap mobil yang mengeluarkan kepulan asap hitam pekat. Hingga Aris merasakan sebuah tangan kecil telah menggapai kakinya.
__ADS_1
Dalam pencahayaan yang sangat minim karena hari menjelang malam, Aris masih dapat melihat tatapan seorang anak yang penuh harap terhadapnya. Aris pun segera bertindak cepat meraih anak itu yang ternyata tidak lain adalah Arshaka Mahathama. Dan tidak jauh dari tempat Arshaka ditemukan, Aris juga menemukan adik Arshaka yang bernama Amara Mahathama tepat sebelum polisi datang ke TKP.
Aris yakin, kedua bocah ini pasti di keluarkan oleh kedua orang tuanya dari dalam mobil sehingga bisa selamat.
Aris segera menghubungi temannya untuk mencari bantuan lalu kemudian menghubungi kakek Arshaka yang berada di luar negeri untuk mengabarkan berita duka ini. Aris yakin ini bukanlah kecelakaan biasa dan nyawa penerus keluarga Mahathama sedang dalam bahaya.
Setelah mengecek kondisi Arshaka dan Amara yang tidak terdapat luka serius di tubuhnya, Aris dan seorang temannya pun membawa dua bocah itu ke tempat yang aman kemudian Aris kembali menghubungi Ramon Mahathama yang merupakan kakek Arshaka.
Beberapa jam melakukan pembahasan penting via telepon, Aris pun mengambil keputusan untuk mengubah nama Arshaka menjadi Argha, yang merupakan korban tewas dalam kecelakaan mobil tersebut. Sehingga orang akan mengira jenazah yang di temukan pada bangkai mobil yang hangus terbakar itu adalah Arshaka, bukan Argha.
Sedangkan untuk bayi Amara, Aris pun menaruhnya di depan panti asuhan dengan memberikan selembar kertas yang bertuliskan Agista Prawestari. Jadi nama Amara berubah menjadi Agista. Aris bener-benar sangat rapi dalam menutupi identitas kedua bocah itu sebelum Aris membawa Arshaka yang berubah identitas menjadi Argha ke luar negeri untuk sementara waktu.
Arshaka tumbuh terpisah dengan Amara, sebagai kakak.. Arshaka merasa sangat bersalah pada keluarganya karena dialah yang meminta untuk pergi liburan bersama. Arshaka terus murung hari-harinya hingga Paman Aris membawa putranya yang bernama Arsen untuk menemani Arshaka yang mulai hari itu berubah panggilan menjadi Argha.
Kesedihan Arshaka semakin menjadi-jadi kala mendengar kabar bahwa Amara yang berganti nama menjadi Agista sudah tidak lagi berada di panti asuhan tersebut karena di adopsi oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya secara lengkap.
Arshaka atau Argha selalu berdoa semoga adiknya dalam keadaan baik-baik saja dan suatu saat bisa menemukan adiknya.
Arshaka juga menyuruh beberapa orang kepercayaannya untuk mencari keberadaan Amara atau Gista.
Selang beberapa tahun kemudian, Arshaka atau Argha sudah tumbuh menjadi lelaki dewasa yang tampan. Arshaka atau Argha itu juga sudah menyelesaikan pendidikannya dengan sangat baik dan memiliki kekasih yang cantik bernama Nila.
Namun...
Sehari setelah Arshaka melamar Nila, tiba-tiba Kakek Ramon meminta Arshaka kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan masalah disana dan menemukan dalang kematian orang tuanya juga menemui Amara atau Agista yang keberadaannya sudah ditemukan.
Arshaka sempat galau, tidak mungkin dia meninggalkan Nila dalam waktu yang tidak pasti karena orang tua Nila meminta dirinya untuk segera menikahi putrinya. Bahkan orang tua Nila yang merupakan orang Indonesia dan terpandang itu sangat tidak peduli dengan latar belakang lelaki yang mereka kenal bernama Argha yang mengaku sebagai anak dari panti asuhan. Keluarga Nila sangat menerima Argha dengan baik.
Tapi Argha tidak dapat mengabaikan perintah kakeknya apalagi menemui Amara atau Gista, adik perempuan yang teramat ia rindukan. Oleh karena itu, Argha memilih memutuskan Nila secara sepihak dan kembali ke Indonesia.
Bersambung
Udah biar gak penasaran lagi ya dengan hubungan Argha sama Gista hehe...
__ADS_1