
Kalau buka Part ini waktu pagi atau siang dan sore selama menjalankan ibadah puasa, lebih baik di skip dulu... habis magrib baru di buka ya.. 🙏 Makasih...
...40. Pertama Kalinya...
"Gha..." Panggil Elmeera saat Argha hendak mencium bibir Elmeera lagi. Tangan Elmeera bahkan menahan dada bidang Argha.
"Kenapa? elu mau menyesali kesepakatan kita?" Tanya Argha.
"Nggak.." Elmeera menggeleng dengan perasaan gugup.
"Lalu?"
"Elu beneran masih perjaka kan?" Tanya Elmeera dengan memasang wajah polos.
"HM... gue belum pernah menyentuh wanita sampai sejauh ini." Jawab Argha sambil menahan gairah yang sejak tadi sudah meronta-ronta.
"Kalau elu belum pernah melakukannya, emang elu tahu caranya? kata orang, punya aku kan sakit Gha.. aku takut." cicit Elmeera pelan. Elmeera berusaha mengungkapkan kegelisahan hatinya pada Argha.
"Bagaimana bisa dia tanya apa gue tahu caranya? pertanyaan macam apa itu." Batin Argha.
"Gue memang belum pernah melakukannya, tapi gue sudah menonton videonya bagaimana cara memuaskan elu." Jawab Argha.
"Mata elu udah gak perjaka dong Gha?" Pekik Elmeera.
Tanpa menjawab dan sebelum Elmeera kembali mengomel dengan pertanyaan - pertanyaan yang tidak menentu hingga akan mampu menghilangkan gairahnya karena kesal, Argha memilih langsung menyerang Elmeera lagi dan lagi.
Ciuman yang awalnya lembut hingga menjadi saling menuntut itu kembali terulang, namun kali ini Elmeera sudah bisa sedikit rileks menerima ciuman Argha, tidak sekaku tadi, ciuman pertama dan kedua.
Elmeera membalas ciuman Argha dengan kesusahan, namun mata Elmeera langsung membulat kala merasakan tangan Argha mengusap-usap lembut paha atasnya yang tidak tertutup apapun karena lingerie yang ia pakai hanya sebatas bokong.
"Eugghhh... " untuk pertama kalinya, desa han yang begitu lembut keluar dari bibir Elmeera saat Argha sudah menurunkan ciumannya ke leher jenjang Elmeera dan memberikan beberapa tanda kepemilikan disana.
Elmeera benar-benar terbuai dengan permainan Argha. Sebuah kegiatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya dan mampu membuatnya seakan melayang tinggi.
"Aaahhhh...." Lenguh Elmeera lagi sambil memejamkan matanya dan bergerak gelisah karena sentuhan demi sentuhan yang Argha berikan.
"Astaga kenapa suara gue keluar sendiri sih... memalukan elu El. memalukan!" Batin Elmeera sambil menggigit bibirnya.
Argha dengan pelan dan hati-hati menurunkan pita lingerie yang seperti spaghetti tanpa menghentikan ciumannya di leher jenjang milik Elmeera.
Elmeera sepertinya belum menyadari saat Argha mulai menurunkan lingerie miliknya hingga terpampang jelas dua buah gunung yang memiliki puncak berwarna agak pink sedang menjulang tinggi akibat kelakuan Argha.
Tanpa menunggu lama, Argha langsung melahap puncak itu seperti bayi yang sudah sangat kelaparan. Elmeera terkejut merasakan dadanya di hisap dengan sangat kuat oleh Argha dan puncak dadanya yang sebelah dimainkan oleh Argha dengan permainan yang semakin memabukkan.
__ADS_1
Elmeera susah payah membuka matanya dan melihat Argha bagaiman menikmati miliknya.
"Ahhhhh Arghaaa...." Elmeera mulai merancau dengan tubuh semakin membusung ke atas karena kelakuan Argha. Namanya disebut dengan suara eksotis membuat gairah Argha semakin membara.
Mulutnya mengecek sumber kehidupan untuk anak-anaknya kelak, tangannya yang satu menopang tubuhnya agar tidak terlalu menindih tubuh Elmeera. Sedangkan tangannya yang satu lagi terlampau aktif menyusuri setiap lekuk tubuh Elmeera dengan memberikan usapan - usapan lembut hingga akhirnya menurunkan segitiga bermuda berwarna hitam yang Elmeera gunakan untuk menutupi aset miliknya.
Berhasil!
Argha tersenyum puas dalam hati karena berhasil menelan jangi Elmeera dengan sempurna hingga wanita itu polos tanpa sehelai benang pun dibawah kungkungannya.
Argha memberikan jarak antara tubuhnya dan tubuh Elmeera kemudian menatap tubuh yang selalu dibalut dengan baju-baju sek si itu,
Elmeera benar-benar kagum dengan tubuh Elmeera yang tanpa cacat sedikitpun, terlebih halus kulit putih Elmeera juga harum Elmeera yang benar-benar memabukkan.
Untuk pertama kalinya, Argha dapat melihat bagaimana tempat lahir bayi yang Tuhan ciptakan.
"Gha... gue malu... jangan tatap seperti itu." Ucap Elmeera lirih dengan tatapan yang dipenuhi dengan kabut gairah. Elmeera berusaha menutupi kedua asetnya dengan kedua tangannya. Namun secepat kilat, Argha langsung mencekal kedua tangan Elmeera kemudian membawanya ke atas kepala Elmeera dan menguncinya dengan tangan kirinya.
"Gha...." Wajah Elmeera benar-benar memerah.
Argha tersenyum.
"Selain cantik, elu benar-benar sek si El. gue bahagia melihat keindahan tubuh elu." Ucap Argha yang mengingat pesan Dio agar terus memuji Elmeera dengan tulus dan jujur karena sebagian besar wanita merasa insecure dengan tubuhnya saat bercinta apalagi untuk pertama kalinya.
"El, elu beneran mau memberikan kehormatan elu sama gue?" Tanya Argha dengan tatapan serius karena Argha tidak ingin Elmeera menyesal nantinya.
"Kesepakatan kita tetap kesepakatan Gha." Ucap Elmeera membuat hati Argha sedikit mencelos. Bagiamana bisa wanita yang sudah berhasil ia telan jangi ini masih saja mengingat tentang kesepakan gila itu. Gairah Argha seolah hendak terjun bebas.
"Ehmmm , elu suami gue Gha, elu berhak atas diri gue." Kata Elmeera lagi membuat Argha tersenyum. Ah untung Elmeera segera merevisi ucapannya.
"Elu udah siap El?" Elmeera mengangguk sambil tersenyum menatap wajah Argha yang memang sangat tampan.
"Katanya memang diawal akan sedikit sakit... gue akan melakukannya pelan-pelan. Elu rileks, karena kalau elu semakin tegang maka akan semakin sakit." Ucap Argha lembut. Argha pun melebarkan paha Elmeera. Elmeera yang malu memilih menutup matanya.
Argha memberikan kecupan lembut pada kening Elmeera, kedua mata Elmeera yang terpejam, hidung Elmeera dan terakhir bibir Elmeera.
"Buka mata elu El.." perintah Argha dan Elmeera menurut.
"Gha... " pekik Elmeera karena saat dirinya membuka mata, saat Argha melepas handuknya begitu saja kemudian melemparkannya ke sembarang arah.
"Kenapa?" Tanya Argha tersenyum melihat wajah pucat Elmeera.
"Gede banget, apa bisa masuk?" Tanya Elmeera.
__ADS_1
"Nggak tahu, makanya kita coba ya." Ucap Argha membuat Elmeera semakin ngilu.
"Gha... sakittt..." Pekik Elmeera saat Argha mencoba mendorong miliknya menuju milik Elmeera.
"Astaga El, helm-nya aja belum masuk, elu udah teriak." Kata Argha.
"Helm? emang kenapa pake helm? ada razia polisi?" Tanya Elmeera. Argha enggan menanggapi, dia lebih memilih kembali mendorong miliknya agar bisa masuk.
"Gha..." pekik Elmeera lagi merasakan sakit pada inti tubuhnya.
"Sabar dulu El."
"Sa... sakitt Gha..." Kata Elmeera dengan mata berkaca-kaca seolah meminta ampun pada Argha. Namun Argha sudah bertekad untuk menyelesaikan misinya malam ini, Argha tidak ingin gagal atau menundanya.
"Tahan El..." Ucap Argha yang masih kesusahan untuk masuk padahal paha Elmeera sudah dia lebarkan secara maksimal.
"Elu bisa gak sih Gha? kenapa gak masuk-masuk? sakit banget Gha... sumpah sakitt." Rancau Elmeera sambil mere mas seprai miliknya dengan sangat kuat untuk menyalurkan rasa sakitnya.
Argha mencoba fokus tanpa peduli dengan kata demi kata yang keluar dari mulut Elmeera.
"Udah Gha... udah... sakit.... kalau elu gak bisa masuk ya udah... jangan paksa, sakitt..." Air mata Elmeera hampir jatuh.
Gak bisa? udah? mendengar kalimat itu, Argha sebagai lelaki merasa terhina harga dirinya. Argha berusaha melakukan selembut dan pelan mungkin agar Elmeera tidak begitu merasakan sakit, eh malah Elmeera minta udahan dan menuduh Argha tidak bisa.
"Argghhhhhhhhj!" Pekik Elmeera dengan air mata yang langsung terjun bebas saat Argha menghentakkan miliknya dengan sekali hentakan yang cukup kasar.
"Sakit Ghaaa..." Ucap Elmeera lirih sambil menahan perih dan ngilu pada pusat tubuhnya. Menurut Elmeera sakitnya tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Argha tersenyum puas menatap miliknya yang berhasil masuk dengan sampurna dibarengi dengan darah segar yang mengalir dari inti Elmeera. Argha diam sejenak agar lubang itu beradaptasi dengan benda asing yang baru memasukinya.
"Sakit Ghaaa... Rasanya penuh banget Ghaaa.... " Elmeera hendak bergerak gelisah, namun baru juga pinggangnya bergerak, inti tubuhnya merasa semakin sesak dan entahlah...
"Ziraya sialan, making love gak ada enak-enaknya... sakit banget..." ucap Elmeera lirih dengan banjir air mata. Elmeera berjanji setelah ini akan memotong gaji sahabatnya itu.
"Sabar dulu." Kata Argha lembut mengusap air mata Elmeera kemudian kening Elmeera yang berkeringat padahal kamar mereka saat ini ber AC.
"Sabar... sabar... elu gak merasakan...."
"ahhhh... Ghaaa..." Pekik Elmeera merasakan Argha langsung memompa tubuhnya tanpa basa basi dulu pada Elmeera. Lah dari pada Elmeera ngomel terus, mending Argha langsung menuntaskan hasratnya.
...BERSAMBUNG...
LANJOOOTT
__ADS_1
LIKE DAN KOMENTAR DULU YA...