Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 27


__ADS_3

...27. Win Win Solution...


"Gimana tadi pertemuan elu sama keluarga Elmeera?" tanya Arsen pada sahabatnya. Saat ini Argha dan Arsen tengah duduk berdua di teras kontrakan sambil meminum kopi dan sebatang rokok ditangan masing-masing.


Baik Argha maupun Arsen, keduanya akan merokok disaat suntuk atau banyak beban pikiran saja.


"Akhir pekan ini gue akan menikah dengan Elmeera." Jawab Argha santai sambil menatap langit yang berhiaskan ribuan bintang-bintang yang nampak indah.


"What? secepat itu? elu gila ya?" Tanya Arsen yang benar-benar terkejut dengan keputusan sahabatnya yang terbilang buru-buru.


Bagaimana jika nanti Argha menyesali keputusannya? terlebih masalah keluarga dan perusahaan Argha juga belum jelas. Arsen tidak ingin masalah Argha justru akan bertambah rumit lagi setelah ini.


"Kemarin Gista memang mengatakan jika Tante Sarah ingin pernikahan Elmeera dilakukan Minggu depan. Gue datang kesana selain untuk terpaksa melamar Elmeera, gue juga ingin meminta waktu agar pernikahan dilakukan paling cepat satu atau dua bulan kedepan." Argha lagi-lagi menghela nafasnya dengan kasar.


"Sebenarnya gue cuma mau mengulur waktu agar Gista gak pergi.... setelah itu gue cari cara agar bisa menggagalkan pernikahan gue sama Elmeera. Tapi entah mengapa melihat Tante Sarah yang terlihat pucat dan lemah, gue gak tega... mungkin ini yang bisa gue lakukan atas kebaikan Tante Sarah yang sudah merawat dan menyayangi Gista." Lanjut Argha.


"Lah terus kenapa elu malah jadi menikahi Elmeera akhir pekan ini woy! akhir pekan ini loh.." Arsen masih tidak percaya dengan keputusan singkat sahabatnya itu.


"Entahlah... gue gak bisa menolak permintaan Tante Sarah... sorot mata teduh Tante Sarah benar-benar mengingatkan gue sama almarhum mama. gue gak tega buat bilang enggak... Sekarang gue tahu kenapa Gista merasa sangat nyaman dengan Tante Sarah..." Gumam Argha pelan.


"Elu beneran mau nikah sama Elmeera waktu dekat ini?" Tanya Arsen sekali lagi dan Argha menjawabnya dengan anggukan lemah.


Arsen menelan salivanya karena tiba-tiba mengingat seseorang yang sangat menakutkan menurutnya.


"Lalu bagaimana dengan kakek elu? Elu gak lupa kan perjanjian elu sama kakek Ramon Gha? " Tanya Arsen mengingatkan akan sebuah perjanjian beberapa tahun lalu sebelum Argha kembali ke Indonesia.


"Lelaki tua itu?" Argha tersenyum samar kemudian menghela nafasnya.


"Mana mungkin gue melupakan itu Sen... gue sangat ingat bagaimana murkanya kakek ketika gue punya pacar hingga kakek memaksa gue buat berjanji untuk tidak berhubungan dengan wanita manapun sebelum orang yang menjadi dalang kecelakaan itu terungkap." Arsen melihat ada sebuah beban yang cukup berat ditanggung oleh sahabatnya. Bukan cuma masa mudah Argha yang dirampas oleh kakek Ramon, namun juga cinta Argha pada Nila juga harus Argha lepaskan.


"Terus bagaimana? elu masih ingat kan bagaimana kakek Ramon mengancam akan menghancurkan keluarganya Nila kalau elu gak putus sama Nila? dan sekarang elu malah mau menikahi Elmeera sebelum semuanya terungkap?" Argha terdiam.


"Gha... elu tahu kan kalau kakek Ramon sangat membenci Tante Sarah dan Elmeera karena dia menganggap Tante Sarah lah yang memisahkan dirinya dengan Gista sebab Tante Sarah mengadopsi Gista dari panti asuhan hingga dia kehilangan jejak Gista selama bertahun-tahun."

__ADS_1


"Hmmm.. gue tahu... lelaki tua itu memang memiliki pemikiran yang sangat kolot. Cucunya dibesarkan dan diberikan kasih sayang oleh orang yang tepat bukannya berterima kasih, tapi dia malah benci dan berpikir buruk." Kata Argha.


"Makanya, gue mengajukan syarat pada Tante Sarah."


"Syarat? Syarat apa Gha?"


"Gue minta sama Tante Sarah hanya akad nikah saja, bukan mau menyembunyikan status, bukan. Tapi, biarkan publik mengetahuinya sendiri secara berlahan. Karena jika berita pernikahan Elmeera tersebar, bukan hanya banyak orang yang akan mencari tahu latar belakang gue.. tapi jika sampai terdengar di telinga lelaki tua itu sebelum semua masalah mendapatkan titik terang, bisa-bisa KirAn.com terancam."


"Apa Tante Sarah setuju?"


"Hmm.. tentu saja, karena gue adalah menantu idamannya. Gue berkata siap Go Publik dan mengadakan resepsi jika Elmeera udah mau buka hatinya untuk gue. Kalau masalah perusahaan, KirAn.com udah mendapat suntikan dana dari Bramantya.corp."


"Elu bener-bener gila ya Gha.. gue gak ngerti dengan jalan pikiran elu...emang elu cinta sama Elmeera? Bukan apa-apa Gha, gue gak mau elu menyesal."


Argha tersenyum,


"Sejujurnya cinta gue masih untuk Nila Sen, tapi kemarin Nila mengirimkan pesan ke gue jika dia sudah bertunangan dengan lelaki pilihan orang tuanya. Nila juga menantang gue untuk bawa gandengan di acara nikahannya nanti yang akan diadakan di Indonesia."


"Jadi elu mau menikahi Elmeera salah satunya karena tantangan Nila?"


"Elu sehat? jadi elu nikah sama Elmeera tanpa cinta?"


"Elmeera kemarin ngajak gue nikah juga tanpa cinta kan? Dan sebagai lelaki normal, tentu gue tertarik pada wanita cantik dan sek si... terlebih kemarin dia berjanji akan melayani gue dengan baik sebagai seorang istri selama status kita suami istri. Gue mau lihat bagaimana wanita arogan dan sombong itu melayani suaminya.." Jawab Argha dengan tersenyum penuh makna.


"Melayani dengan baik? Kamvreet! Sialan elu.... jangan membuat pikiran gue melayang kemana mana kambing!" Argha tertawa puas karena bisa memancing pikiran mesyum sahabatnya yang masih perjaka itu.


...***...


Jam makan siang sudah datang.


Sebelumnya Argha diajak teman-teman satu divisi-nya untuk makan siang bersama di luar kantor karena ada yang ulang tahun. Namun Argha menolak karena siang ini dia sudah ada janji bertemu dengan Elmeera di sebuah restoran yang tidak jauh dari RMJ Group tempat Argha bekerja.


Kini Argha sudah sampai di sebuah restoran Jepang yang cukup terkenal di ibu kota. Argha segera memarkirkan motor Vespa matic kesayangannya itu kemudian berjalan memasuki restoran.

__ADS_1


"Maaf membuat kamu menunggu lama." Ucap Argha dengan sopan. Argha langsung saja duduk dihadapan Elmeera tanpa menunggu di persilahkan oleh wanita yang bisa disebut sebagai calon istrinya itu.


"Kenapa kamu tiba-tiba kemarin datang ke rumah kemudian membicarakan pernikahan? Bukannya sore itu kamu sudah menolaknya bahkan kamu sudah menghina saya?" Tanya Elmeera dengan nada dingin dan tatapan tajam pada Argha.


"Cih! Kamu tidak ingin membiarkan calon suami kamu yang tampan ini pesan makanan dulu?" Tanya Argha dengan nada yang dibuat menjengkelkan. Argha memang sengaja memancing emosi wanita arogan yang duduk dihadapannya kini.


"Argha! cepat katakan apa maksud dari semua ini? punya rencana apa kamu? ha?"


"Sayang... tenanglah.. kita makan siang dulu ya... aku lapar." Ucap Argha sambil mengelingkan sebelah matanya untuk menggoda Elmeera.


Dan tingkah Argha yang dianggap sok kecakapan itu jelas membuat Elmeera melongo. sayang sayang... kepala Argha peang~


"Dasar Playboy menjijikkan.." Gumam Elmeera pelan.


"Mbaakk!" Argha langsung saja memanggil pelayan untuk mencatat makanan pesanannya. Elmeera mencoba sabar dan menuruti kemauan Argha untuk makan siang dulu.


"Sekarang cepat katakan, apa tujuan kamu tiba-tiba berubah pikiran? ha?" Tanya Elmeera setelah dirinya dan Argha selesai dengan makan siangnya yang tanpa obrolan.


"Kamu mau tahu?" Tanya Argha sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Saya bukan hanya mau tahu, tapi saya ingin kamu membatalkan pernikahan itu dengan mama.. karena saya tidak mau menikah dengan lelaki yang hanya bisa merendahkan wanita." Kata Elmeera tegas.


"Kalau aku tidak mau?" Tanya Argha membuat rahang Elmeera mengeras.


"Kalau kamu mau membatalkan pernikahan itu, batalkan saja sendiri... kalau bisa." Argha tersenyum mengejek pada Elmeera. Elmeera hanya diam, namun tatapannya pada Argha sangatlah tajam.


"Lagian setelah aku pikir-pikir, tawaran kamu kemarin adalah win win solution untuk masalah aku. Nikah sama kamu, dapat duit 1 Milyar sehingga aku tidak terjerat kasus hukum dengan RMJ Group. Selain itu...." Argha menjeda ucapannya.


"Apa?" Tanya Elmeera penasaran.


"Kamu juga memberikan fasilitas mewah buat aku, dan kamu berjanji akan melayani aku dengan baik selama kita menikah. Duh tidak sabar bagaimana dilayani seorang istri yang menggairahkan seperti mu diatas ranjang." Kata Argha dengan nada suara rendah agar tidak terdengar orang lain.


Elmeera membulatkan matanya menahan emosi dan hal itu membuat Argha sekuat tenaga menahan tawanya karena berhasil membuat wanita angkuh itu kesal.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


yuk banyakin komen yang mau lagi... hehehe....


__ADS_2