Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 57


__ADS_3

...57. Pembaruan Perjanjian...


Elmeera sudah membaca dengan seksama kertas berlogo rumah sakit yang ada ditangannya. Sebuah kertas yang menjadi bukti sangat kuat jika memang benar Argha dan Gista adalah kakak dan adik kandung. Elmeera tahu, hasil tes DNA dari Rumah Sakit Bramantya tidak akan bisa di manipulasi karena rumah sakit tersebut adalah rumah sakit terbaik yang sangat terpercaya.


Ada rasa bahagia menelusup di hati Elmeera mengetahui fakta tentang suami dan adik kesayangannya karena artinya, Gista sudah menemukan keluarga kandungnya dan mengetahui latar belakangnya dengan jelas. Gista tidak perlu lagi merasa insecure karena takut jika dia berada di panti asuhan disebabkan oleh kehadirannya tidak diharapkan atau dia merupakan anak haram yang dibuang.


Selain itu, tidak ada hubungan lebih dari kakak dan adik antara Gista dan Argha. Jika bisa jujur dan menekan egonya, Elmeera pasti akan mengatakan bahwa dia lega mendengar semua ini.


Elmeera mengalihkan pandangannya dari kertas ditangannya itu pada wajah tampan Argha yang berjarak cukup dekat dengannya. Dan Elmeera baru menyadari bahwa hidung Argha dan sorot mata Argha ternyata sangat mirip dengan Gista.


"Astaga... gue kenapa gak memperhatikan hal yang jelas-jelas sangat mirip ini, gue justru kesal sama Gista karena berpelukan sama Argha. Tuhan.. mau di taruh dimana muka gue! Gue yakin Argha pasti saat ini sedang menertawakan gue dalam hati." Batin Elmeera.


"El, kamu percaya kan kalau aku dan Gista adalah kakak dan adik kandung?" Pertanyaan Argha membuyarkan lamunan Elmeera. Argha terus menatap Elmeera dengan dalam karena sejak membaca itu, Elmeera hanya diam membisu.


"Gha... bagaimana bisa?" Tanya Elmeera menatap Argha dengan intens. Argha yang duduk di tepi ranjang menghadap pada Elmeera itu pun meraih jemari Elmeera kemudian menggenggamnya.


"Ceritanya panjang... nanti kalau sudah waktunya, aku akan menceritakan semuanya pada kamu."


"Kenapa tidak sekarang?" Tanya Elmeera yang sungguh sangat penasaran kenapa Argha bisa menemukan Gista yang hilang sejak bayi.


"Ada hal yang harus aku selesaikan dulu sebelum aku menceritakan semuanya sama kamu El."


"Apa?" Tanya Elmeera lagi. Tingkat kekepoan Elmeera sudah mencapai ujung. Ekspresi wajah Elmeera sangat menggemaskan untuk Argha dan itu membuat Argha tersenyum.


"Rahasia." Jawaban Argha membuat Elmeera mencebik kesal.


"Yang penting sekarang, kamu jangan cemburu-cemburu lagi sama Gista ya. Dia adik kandung aku sekaligus adik angkat kamu juga adik ipar kamu." Ucap Argha sambil terkekeh.


Cemburu?


Mata Elmeera langsung membola menatap Argha dengan tajam.


"Cemburu? siapa yang cemburu sama Gista? Ngaco kamu! masak aku cemburu sama adik aku sendiri... lagian ngapain aku cemburu, kan aku gak cinta sama kamu!" Kata Elmeera dengan nada ketus.


"Terus... tadi siapa yang bilang Kamu sama Gista saling sayang dan mungkin juga saling cinta! Besok aku akan mengurus perceraian kita. Setelah kita bercerai, kamu bebas bersama siapapun termasuk Gista. Tadi siapa sih yang bilang begitu dengan mata berkaca-kaca?" Tanya Argha.


"Gak ada! Apaan sih Gha! Ih ngeselin ih!" Ucap Elmeera hendak merebahkan tubuhnya lagi kemudian menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut agar tidak terlihat oleh Argha sebab Elmeera merasa sangat malu.


Jujur Elmeera bingung harus bagaimana bersikap dan mengekspresikan perasaannya saat ini karena memang fakta tentang Argha dan Gista masih sangat mengagetkan untuk Elmeera sekaligus membahagiakan.


Sedangkan Argha hanya tersenyum karena sudah sedikit banyak tahu tentang sifat dan watak Elmeera yang sangat enggan mengakui perasaannya. Mungkin bagi Elmeera mengakui cemburu adalah merupakan aib terbesar dalam hidupnya.

__ADS_1


"El..." Argha mencegah Elmeera yang akan berbaring.


"Apaan sih Gha. Aku capek. mau tidur!" Kata Elmeera berusaha menghindar Argha dari pada makin disudutkan oleh Argha dengan tuduhan cemburu kan?


"Aku belum selesai bicara." Ucap Argha dengan nada serius.


"Apa lagi sih Gha?" Kata Elmeera dengan nada kesal.


"Tentang hubungan kita."


"Hubungan kita?" Tanya Elmeera yang kemudian membalas tatapan Argha yang sangat dalam.


"Aku mau jujur sama kamu El..." Argha menjeda ucapannya, dan Elmeera memilih diam menunggu apa yang akan Argha katakan.


"Sebenarnya sampai detik ini, perasaan aku masih untuk satu wanita... dia mantan kekasih aku, bernama Nila." Ungkap Argha dengan gamblang tanpa terlihat keraguan sedikitpun.


"Sabar El .. sabar .. duh jangan overthinking El, tenang... palingan Argha akan kembali pada si ikan Nila itu setelah bercerai dari kamu." Batin Elmeera dengan hati yang berdenyut nyeri tanpa ada yang tahu. Bahkan Elmeera sendiri mencoba menepis perasaannya sendiri.


"Tapi, satu hal yang harus kamu tahu El... aku tidak pernah ada niat sedikitpun untuk mempermainkan sebuah ikatan pernikahan. Tidak pernah terbesit di benak ku sebuah perceraian dalam pernikahan meskipun aku belum mencintai kamu." Jelas Argha.


"Apa maksud kamu Gha?" Elmeera mulai menatap Argha dengan serius. Elmeera benar-benar belum paham tentang kemana arah pembicaraan Argha malam ini.


"Karena, ketika aku menyebut nama kamu didepan ayah kamu dan penghulu, Tuhan dan para malaikatnya sedang menjadi saksi ikrar pernikahan kita El. Lalu bagaimana aku bisa bermain-main dengan Tuhan?"


"Jadi, maksud kamu?" Tanya Elmeera karena menurut Elmeera, Argha terlalu berbelit-belit.


"Aku tidak ingin ada perceraian diantara kita." Jelas Argha.


"Tapi Gha..."


"Dengarkan aku dulu El." Argha memotong ucapan Elmeera.


"Aku tahu diantara kita belum ada cinta, tapi setidaknya diantara kita sudah mulai ada rasa nyaman El. Iya kan? kamu sudah nyaman berada di dekat aku kan El? sama seperti aku saat sama kamu?" Tanya Argha. Dan butuh beberapa detik untuk Elmeera berpikir hingga akhirnya mengangguk setuju.


"Oke, dengan perasaan nyaman itu... aku ingin kita menjalin rumah tangga ini dengan normal. Aku yakin, cinta dan rasa saling memiliki akan tumbuh dengan sendirinya El."


"Gha, menjalani rumah tangga tidak sesederhana yang kamu pikirkan!"


"Apa mendidik anak dan memberikan kasih sayang pada anak disaat kedua orang tuanya telah berpisah itu sesederhana yang kamu pikirkan El?" Argha membalikkan ucapan Elmeera sendiri.


"Nggak El! kamu merasakan sendiri bagaimana tumbuh tanpa sosok ayah di samping kamu, dan aku juga tumbuh tanpa sosok orang tua di samping aku karena mereka memang sudah meninggal. Rasanya gak enak El saat melihat anak lainnya tertawa bahagia dengan orang tua masing-masing! Kamu pasti pernah merasakan itu kan? Dan aku tidak ingin anak aku bernasib seperti kamu ataupun aku!"

__ADS_1


Elmeera memejamkan matanya,


"Gha... aku gak bisa menjalin hubungan ini terlalu lama!"


"Kenapa?"


"Hati aku udah mati Gha, aku gak akan bisa merasakan cinta dari seorang lelaki, karena bagiku, lelaki itu sama saja!" Kata Elmeera membuang pandangannya ke sembarang arah kala mengingat tentang papa kandungnya.


"Bagaimana kalau aku buktikan ke kamu, bahwa tidak semua lelaki seperti Om Danung?" Elmeera terdiam seketika namun matanya menatap wajah tampan Argha yang penuh keseriusan. Argha tidak menuju keraguannya sedikitpun.


"Gak bisa Gha...percuma..."


"Kita belum mencobanya El!"


"Gha, please... jangan memaksa sesuatu yang tidak pasti dan tidak real, cinta itu hanya sebuah fatamorgana... sudah lah Gha, kita kembali ke perjanjian awal... buat aku hamil dan aku janji akan menjadi ibu yang baik untuk anak kamu, aku gak akan melarang kamu sedikitpun menemui anak kita nanti."


Argha mengelak nafasnya kasar karena sadar jika memang tidak mudah menjadi Elmeera yang memiliki kenangan sangat buruk. Bahkan selama hampir 29 tahun hidup, Elmeera selalu mendapatkan kekerasan baik fisik maupun verbal dari papa kandungnya sendiri.


"Kamu ingin segera hamil kan El?" Elmeera mengangguk tanpa ragu.


"Oke, kalau kamu memang ingin segera hamil. Maka aku mau perjanjiannya kita rubah!"


"Ubah gimana sih Gha!"


"Kasih aku kesempatan buat membuktikan bahwa tidak semua lelaki itu seperti orang di masa lalu kamu. Aku, Argha Tahta Mahatama Berbanding terbalik dengan Papa kamu."


"Gha..."


"Jika kamu tidak setuju, tidak masalah... aku tidak akan menyentuh kamu... dan aku akan membuang benih kualitas Premium ku ke dalam closet saja!"


"Argha!"


...BERSAMBUNG...


lebaran sebentar lagi...


teman-teman semua jaga kesehatan ya... dan tetap semangat ✊


terima kasih atas segala dukungannya...


makasih vote, like dan komentarnya...

__ADS_1


__ADS_2