
...67. Vespa Putih...
"Jeng Sarah, kenapa jeng Sarah dari tadi diam saja? apa ada masalah?" Tanya wanita bernama Mesya pada Sarah.
Saat ini Sarah sedang mengikuti arisan di rumah Nyonya Genta Bramantya.
"Ada sedikit jeng..." Jawab Sarah dengan tersenyum.
" Apa tentang Elmeera dan suaminya?" Tanya wanita bernama Naya yang sudah banyak membantu Sarah selama ini hingga akhirnya Elmeera menikah dengan Argha.
"Bukan jeng Naya, karena yang aku lihat akhir-akhir ini, baik Elmeera maupun Argha keduanya sudah menjalankan perannya masing-masing dengan baik. Dan mereka berdua sepertinya sudah bisa menerima pernikahan dengan sangat baik." Jawab Sarah.
"Ah syukurlah.. emang sepertinya jodoh Elmeera itu sama Argha..." Gumam Naya dengan bahagia.
"Terus kamu sedang memikirkan apa jeng?" Tanya Bela yang tidak lain adalah saudara ipar Naya.
"Gista."
"Kenapa dengan anak cantik itu?" Tanya Bela.
"Kemarin dia bilang, bahwa dia mendapatkan tugas PKL di Jogja selama 3 bulan. Aku tuh berat melepaskan dia selama itu .." Keluh Sarah dengan nada sedih. Meskipun Gista hanya anak angkatnya, namun cinta Sarah pada Gista sama besarnya dengan cinta Sarah pada Elmeera.
"PKL?" Naya mengernyit.
"Iya semacam seperti magang begitu.. dan dia sama empat teman lainnya mendapat jatah di Jogja. Ada juga yang di Bandung, Surabaya, Semarang bahkan sampai Makasar."
"Terus yang membuat kamu berat berada jauh dari Gista apa jeng?" Tanya Meisya dengan lembut.
"Gista itu anaknya sedikit bar bar dan ceroboh. Dia bergaul pada semua orang, dia menganggap semua orang baik aja. Aku takut nanti dia salah pergaulan. Apalagi selama ini dia tidak pernah pergi jauh selama itu tanpa aku atau kakaknya."
"Tapi kan ada pihak sekolah yang akan bertanggungjawab jeng." Sambung Meisya
"Nah itu masalahnya jeng, tidak ada guru pendampingnya disana. Guru akan mengunjungi muridnya sebulan sekali. Dan muridnya akan cari kost sendiri. Kan sangat rentan anak anak ABG di bebaskan seperti itu." Sarah menghela nafasnya dengan kasar.
"Eh bukannya si Kaisar juga di Jogja." Celetuk Mesya membuat Naya dan Bela saling pandang.
"Kaisar?"
"Kaisar anaknya si Bela. Setelah pataj hati, dia kan sekarang memilih kerja di Jogja." Jawab Mesya menanggapi kebingungan sahabatnya.
"Nah sepertinya ide bagus itu, kamu titipkan saja Gista pada Kaisar... biar Kaisar yang mengawasi Gista selama di Jogja." Usul Naya sedangkan ibu kandung Kaisar sendiri nampak berpikir.
__ADS_1
"Tapi kan..." Sarah jelas ragu dengan ide sahabat-sahabatnya.
"Jeng, bagaimana kalau Gista biar tinggal di apartemen Kaisar saja selama di Jogja." Usul Bela tiba-tiba.
"Apa?" Pekik Sarah. Bagiamana bisa lelaki dan perempuan tinggal di apartemen yang sama.
"Kamu tenang jeng, anak aku gak akan macem-macem sama putri kamu..." Kata Bela dengan percaya diri.
"Iya bener, Kaisar itu nggak kurang ajar kok anaknya.. nggak kayak kakaknya itu." Jawab Naya spontan.
"Kakaknya Kaisar itu menantu kamu Nay, dan Sekarang Keenan udah tobat, cuma setia sama Bianca!" Kata Bela yang kesal pada Naya karena Naya mengingat masa kelam Keenan.
Naya pun tertawa mendengar pembelaan besan sekaligus kakak iparnya itu.
"Bagaimana? kalau aku sih yes aja... dari pada kamu cemas jeng." Ucap Mesya pada Sarah.
"Siapa yang berani menjamin kalau Kaisar dan Gista tidak akan macam-macam jika tinggal bersama?" Tanya Sarah yang sangat ragu dengan saran sahabat-sahabatnya.
"Kalau sampai macam-macam, gampang jeng... tinggal nikah kan aja mereka... aku bahagia loh jika berbesan sama kamu. Punya menantu secantik dan sebaik Gista." Kata Bela.
"berbesan?" Sarah mengerjap-ngerjapkan matanya. Belum pernah sedikitpun terbesit di benak Sarah membayangkan Gista menikah muda.
"Eh, kita jodohkan aja yuk Gista sama Kaisar. Dari pada Kaisar masih mengharapkan istri orang terus kan?" kata Naya dan langsung disetujui oleh Bela dan Mesya.
...***...
Meskipun memiliki sikap yang ramah, sabar dan lembut.. namun Argha selalu berpegang teguh akan prinsip-prinsipnya.
Argha akui, dia menikahi Elmeera pun karena prinsipnya yang ingin membuat Gista selalu bahagia dengan menuruti semua mau Gista. Namun lambat laun Argha sadari bahwa dirinya sudah mulai tertarik dengan Elmeera.
Belum lagi perihal pernikahan yang merupakan ikatan suci... setelah beberapa waktu lalu memimpikan orang tuanya, Argha pun bertekad untuk mempertahankan rumah tangganya dan tidak mempermainkan ikatan pernikahan.
Jadi, jika Kakek Ramon ingin memisahkan dirinya dengan Elmeera hanya karena ego lelaki tua itu, Argha tidak akan tinggal diam kecuali memang dia dan Elmeera sudah saling mencoba dan ternyata tidak ada cinta dan kecocokan diantara mereka.
Argha yang baru keluar ruang meeting itu pun langsung mengecek ponsel yang berada di saku celananya. Puluhan panggilan tidak terjawab datang dari sang istri. Begitu juga pesan singkat, Elmeera menanyakan dimana keberadaan suaminya dan sedang apa karena sebelumnya Argha hanya pamit untuk pulang sedikit telat.
"Ah sial, batrainya habis lagi." Gumam Argha kesal. Belum juga membalas pesan dari sang istri, ponselnya keburu mati.
Argha pun buru-buru untuk segera pulang demi menemui istrinya karena Argha yakin saat ini Elmeera pasti sedang mencemaskan dirinya.
...**...
__ADS_1
Sementara di apartemen,
Elmeera terus menggerutu tidak jelas karena sudah pukul 8 malam suaminya belum juga pulang. Elmeera pun sudah mencoba menghubungi sang suami, namun sayang tidak ada jawaban sama sekali.
Elmeera pun berpikir, apalah Argha kembali bernyanyi di Planet Cafe?
Jika Argha sedang berada di atas panggung untuk mempersembahkan suara emasnya, pasti Argha tidak memegang ponsel.
Tapi jika Argha kembali bernyanyi disana, kenapa tidak bicara dulu dengan dirinya?
Segala kemungkinan kemungkinan itu pun berputar di otak Elmeera. Berkali kali Elmeera berusaha menghela nafasnya dengan kasar untuk mengusir kemungkinan terburuk yang datang hingga Elmeera akhirnya frustasi sendiri.
"Kenapa sih aku akhir-akhir ini jadi overthinking banget sama Argha.. padahal dulu mah terserah dia pulang gak pulang juga." Kesal Elmeera.
"Makanan yang sudah aku siapkan juga sudah dingin." Ucap Elmeera lagi dengan raut wajah sedih memandang meja makan dimana makanan yang dia beli tadi sudah tertata rapi disana.
"Katanya sebentar, tapi sampai berjam-jam... dia sebenarnya menemui siapa sih? Apa dia menemui seorang wanita?" Gumam Elmeera lagi.
"Astaga.. enggak enggak! Argha enggak seperti itu! Argha udah janji, dia akan buktikan kalau dia lelaki setia. Dan selama ini, Argha tidak pernah mengingkari ucapannya sendiri." Elmeera berusaha meyakinkan dirinya sendiri.
Dari pada terus saja sibuk dengan pikiran negatifnya, Elmeera lebih memilih untuk membuka akun media sosialnya. Akun media sosial yang tidak pernah Elmeera gunakan untuk mengunggah kegiatannya karena Elmeera hanya menggunakan sosial media saat merasa gabut saja.
"Ehmm.. sebenarnya siapa ya yang sudah membungkam media untuk menutup semua berita tentang aku?" Otak Elmeera terus berpikir keras mengenai hal itu. Elmeera sangat penasaran karena di link pencarian saja, berita negatif tentang dirinya hilang begitu saja.
Semua dunia maya dipenuhi kembali dengan berita sosok Elmeera yang merupakan wanita mandiri dan tangguh yang menjadi orang tua asuh ribuan anak panti asuhan juga jalanan.
Dan kegiatan scrolling Elmeera terhenti pada sebuah berita kecelakaan beberapa menit lalu yang terjadi di Jalan Senopati yang membuat pengendara motor Vespa terluka parah.
"Vespa putih? jalan Senopati?" Gumam Elmeera dengan tangan gemetar. Jalan Senopati adalah jalan yang tidak jauh dari apartemennya saat ini, dan jalan itu yang dilewati Argha setiap harinya untuk bekerja.
"Nggak... enggak mungkin." Air mata Elmeera langsung mengalir deras saat membaca artikel kecelakaan tersebut.
Dimana artikel tersebut menceritakan kronologi kecelakaan dimana pengendara Vespa yang merupakan karyawan RMJ Group di tabrak dari belakang oleh Truk Tangki hingga korban yang tidak lain si pengendara motor itu terpental beberapa meter dan kondisinya kritis.
Wajah Elmeera kian pucat dan nafas Elmeera tersengal melihat motor Vespa yang rusak parah.
"Argha... enggak.. enggak mungkin Argha." Teriak Elmeera histeris.
...BERSAMBUNG...
cerita Calon Janda Muda, anggap saja sudah kelar ya.. dimana Naomi kembali dengan Deon dan memiliki anak. Sedangkan Kaisar patah hati sepatah patahnya karena usahanya menjadi pebinor gagal total.
__ADS_1
Eh btw gimana kondisi Argha?
Apa itu ada sangkut pautnya pada Beni Agustino setelah Ramon memperkenalkan Argha pada orang-orang tertentu?