Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 42


__ADS_3

...42. Hubungan apa?...


"Sini gue bantuin." ucap Argha yang sudah berdiri dibelakang Elmeera.


"Nggak usah! pakai baju sana elu... hobi banget telanjang dada, bikin mata gue tercemar!" Ketus Elmeera.


"Emang kenapa kalau gue telanjang dada, kelihatan sek si ya?" Goda Argha sambil tersenyum kemudian Argha mengambil alih hair dryer yang Elmeera gunakan.


"Gue keringkan rambut elu."


"Nggak usah! balikin hair dryer gue!" Pinta Elmeera dengan nada ketus.


"Udah diem... kenapa sih marah-marah dan cemberut terus? Ini masih pagi, jangan badmood gitu." Tanya Argha sambil menahan senyumnya.


"Kenapa? elu masih tanya gue kenapa?" Emosi Elmeera langsung melambung tinggi setelah mendengar pertanyaan Argha yang Argha sendiri sudah tahu jawabannya.


"Dan apa elu bilang tadi, ini masih pagi? ini jam sepuluh lebih Gha! elu bilang masih pagi? kalau elu gak menyerang gue terus menerus, gue juga gak akan kesel." Lanjut Elmeera lagi.


"Oh soal itu.... Jadi elu kesel karena kegiatan panas kita?"


"Kenapa sih pake cemberut dan kesel segala? kan elu juga sangat menikmatinya El, kita berdua kan simbiosis mutualisme, saling menguntungkan dan saling memuaskan..." Argha memasang wajah tengilnya pada Elmeera yang menatapnya tajam dari pantulan cermin di meja riasnya.


Dalam hati Elmeera sebenarnya merasakan sebuah kenyamanan kala Argha mengeringkan rambutnya dengan lembut. Namun logika Elmeera menolak untuk berpikir lebih soal Argha.


"Menikmatinya? nggak! gue gak menikmatinya... elu yang justru memanfaatkan tubuh gue, apaan simbiosis mutualisme." Sungut Elmeera.


Argha mematikan hairdryer ditangannya disaat rambut Elmeera belum sepenuhnya kering. Dan sebelum Elmeera melayangkan protes, Argha lebih dulu memutar bahu Elmeera kemudian menatap Elmeera dengan dalam.


"Yakin elu gak menikmatinya? terus yang mende sah dari semalam, terus pagi tadi di atas ranjang dan tadi di kamar mandi siapa? Bukan elu?" Tanya Argha.


Wajah Elmeera memerah seketika.


"Gue sih gak mau jadi orang munafik El, karena gue bener-bener merasa terpuaskan oleh elu. Dan sepertinya kegiatan panas kita itu sudah menjadi candu buat gue." Kata Argha lagi.

__ADS_1


Elmeera menelan salivanya dengan kasar,


"So... soal men desah, I... itu spontan Gha, Kalau elu gak sentuh gue, gue ya nggak mungkin mendesah-lah!" Sungut Elmeera masih tidak terima dengan ucapan Argha.


"Spontan? spontan juga elu meminta gue buat lebih dalam lagi memasuki elu dan lebih cepet lagi menggenjotnya?" Argha tersenyum manis, dan demi apapun di dunia ini... Elmeera mengakui di dalam hatinya bahwa senyum Argha dengan memasang wajah sedikit tengil seperti ini mengandung berton-ton pemanis buatan.


"Udah pokoknya elu baru boleh menyentuh gue lagi kalau gue habis haid bulan depan!" Kata Elmeera. Jika dirinya haid bulan depan, berarti benih yang Argha tanam dari semalam belum tumbuh di rahimnya, baru dia ingin melakukan kegiatan panasnya dengan Argha.


"Terus bagaimana caranya elu hamil kalau gue jarang sentuh elu? Apa elu sengaja mau memperlama kehamilan elu biar elu bisa lebih lama jadi istri gue?" Tanya Argha. Elmeera mendengus kesal, bisa-bisanya suaminya itu berpikiran seperti itu sedangkan Elmeera sendiri masih sangat anti dengan hubungan pernikahan dan cinta.


Berdebat dengan Argha rasanya akan percuma, lelaki itu selalu saja bisa menjawab segala ucapan yang Elmeera lontarkan.


"Elu ngeselin tau gak sih Gha!" Elmeera memilih beranjak dari duduknya untuk segera keluar kamar dan mencari makanan demi perutnya yang sudah keroncongan sejak pagi.


Argha tersenyum puas karena berhasil membuat Elmeera berjalan seperti bebek dengan sedikit mengangkang karena mungkin merasa ada yang aneh di inti tubuhnya.


Ya bagaimana Elmeera tidak kesal, niat hati ingin mengambil air putih demi bisa membasahi tenggorokannya, justru mendapat serangan dari Argha secara dadakan hingga dua ronde padahal Argha berjanji cuma satu ronde.


Setelah pergulatan pagi nan panas itu usai, Elmeera ingin segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket. Namun sayang, Elmeera kesusahan berjalan hingga akhirnya Argha menggendong Elmeera ke kamar mandi. Argha juga menyiapkan air hangat untuk Elmeera berendam.


Bagi Elmeera, sikap Argha padanya bukanlah sebuah perhatian khusus ataupun romantis tapi memang sudah tanggung jawab Argha sebagai lelaki yang berstatus suaminya dan Argha yang memang sudah mengambil kehormatannya, jadi wajar.


Elmeera berusaha membangun benteng yang kokoh agar tidak terbuai dengan sikap Argha yang kadang manis, kadang juga menyebalkan.


...***...


Elmeera sedikit kesusahan kala menuruni satu persatu anak tangga di kediamannya. Elmeera juga beberapa kali terlihat meringis merasakan ngilu di pusat tubuhnya. Memang sudah tidak se sakit sebelum berendam di kamar mandi dengan air hangat tadi, tapi tetap saja... rasanya sungguh terasa aneh.


"Baru bangun kak?" Tanya Gista dengan menahan senyumnya saat matanya tanpa sengaja melihat leher jenjang kakaknya dipenuhi banyak kiss Mark. Gista bukan anak kecil yang lugu, sebab Gista tahu arti tanda itu. Terlebih sejak Elmeera menuruni tangga, Gista sudah memperhatikan langkah kaki sang kakak.


Saat ini Gista sedang asik rebahan di ruang TV sambil menonton kartun yang hanya tayang di hari Minggu.


"Menurut elu?" Ketua Elmeera.

__ADS_1


"Segera banget habis mandi keramas..." Goda Gista.


"Mana kak Argha? kok dia belum turun sarapan... padahal aku udah buatin kak Argha sup krim kesukaannya." Kata Gista membuat ekspresi wajah Elmeera berubah tanpa Gista sadari.


"Sejak kapan Gista mau masuk ke dapur?" Batin Elmeera yang mendadak merasa tidak nyaman.


Namun, Elmeera memilih diam kemudian pergi menuju ke dapur. Dan demi apapun, Elmeera masih sangat penasaran dengan hubungan suami juga adiknya itu. Mengapa dua orang manusia berbeda jenis kelamin itu terlihat sangat dekat dan sampai tahu apa-apa yang mereka sukai.


"Bodoh amat-lah... yang penting gue segera mengisi perut gue!" Ujar Elmeera membuang segala tanda tanya dalam benaknya.


"Mama... Mama juga baru sarapan?" Tanya Elmeera saat melihat mama Sarah sarapan buah apel di pagi hari.


"Iya, mama tadi udah bangun tapi langsung tidur lagi. Mungkin kecapean karena habis acara kemarin. Kamu mau sarapan pake apa El? mana suami kamu? Gista udah masakin sup krim untuk suami kamu loh..."


"Dia masih diatas, Bentar lagi juga turun." Jawab Elmeera.


"Tumben Gista mau masuk ke dapur? Emang dia bisa masak?" Tanya Elmeera menatap penuh tanya pada sang mama.


"Mama juga gak tahu, kata bibi tadi Gista bangun pagi-pagi terus masak lihat tutorial di metube." Elmeera mengangguk.


"Pagi ma... pagi istri." Sapa Argha yang datang tiba-tiba dengan binar mata yang penuh bahagia.


"Pagi Gha..." Jawab Mama Sarah namun Elmeera hanya diam saja.


"Tuh elu udah dibuatin Gista sup krim! makan gih!" Ucap Elmeera ketus sambil menggeser sup krim yang sudah dingin.


"El, minta bibi menghangatkan sup krim nya dulu. " Tegur mama Sarah.


"Udah ma gak usah, apapun buatan Gista pasti enak dan lezat kok." Ujar Argha, mama Sarah hanya tersenyum, tapi tidak Elmeera.


"Cih!" Decak Elmeera kesal.


"Elmeera yang sopan kamu sama suami, masak sama suami pakainya elu-gue! ngomong yang bener!" Tegur Mama Sarah.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


terima kasih atas dukungannya ya 💙


__ADS_2