
...47. Pakai Cinta?...
Saat Argha sedang membersihkan tubuhnya, Elmeera sibuk berselancar di akun media sosialnya setelah memesan makanan secara online.
Tanpa angin dan tanpa hujan, entah mengapa jari jemari Elmeera justru mengetik nama Argha Tama di icon pencarian salah satu platform media sosial untuk mengunggah foto dan video.
Elmeera penasaran, Argha yang sebelumnya dia tahu sangat aktif di media sosial karena merupakan penyanyi cafe yang memiliki cukup banyak fans... apakah setelah menikah, Argha masih juga aktif di media sosial? Membalas komentar-komentar netizen yang kebanyakan cewek. Masihkah suaminya itu ganjen-ganjen gak jelas sama cewek?
"Cih... masih sangat aktif ternyata..." Gumam Elmeera pelan membaca satu persatu komentar netizen yang ingin dijadikan Argha sebagai kekasih dan beberapa komentar Argha balas dengan candaan.
Argha keluar dari kamar mandi dan melihat sang istri sangat fokus pada ponselnya. Hal itu membuat Argha penasaran. Argha pun mendekat ke arah ranjang dimana Elmeera asik bermain ponsel sambil bersandar pada headboard.
"Mentang-mentang ganteng jadi sok kegantengan." Gumam Elmeera membuat Argha tersenyum sambil melihat layar ponsel Elmeera.
"El... buruan mandi..." bisik Argha tepat di telinga Elmeera membuat sang empu terperanjat hingga ponselnya terlempar di sisi ranjang.
"Eh.. astaga! Arghaa!" Elmeera mengusap dadanya dengan bibir cemberut.
"Ngagetin aja sih! untung gue gak punya penyakit jantung." Kata Elmeera yang emosi dan menggunakan kata 'gue' lagi.
"Kamu lihat apa sih? kok fokus banget sampai gak sadar aku disini." Kata Argha pura-pura melirik layar ponsel Elmeera yang masih menyala. Secepat kilat, Elmeera segera menyambar ponselnya dan mengunci.
"Ciie lihatin foto suaminya... ganteng ya?" Goda Argha yang sudah tidak tahan lagi melihat wajah istrinya yang menggemaskan.
"Apaan sih? GR banget!" Sungut Elmeera.
"Udah ngaku aja. aku ganteng kan?" Argha pun memasang wajah imutnya di dekat wajah Elmeera hingga membuat Elmeera gelagapan.
"Gak usah terlalu percaya diri deh! Elu itu gak ganteng! tapi sok kegantengan!" Tegas Elmeera.
"Masih aja jual mahal, padahal beberapa jam lalu udah berhasil aku puasin." Kata Argha lagi. Elmeera kesal sendiri dengan tingkah Argha yang suka meledek dan menggoda dirinya.
"Dasar Mesyum!" Kata Elmeera dengan ketus. Elmeera kemudian mulai beranjak dari kasur dengan selimut yang membelit tubuhnya.
"Sayang, aku ganteng gak?" Tanya Argha lagi.
Elmeera pun membalikkan badannya kemudian menatap Argha dengan tajam.
"Jelek, nyebelin, ngeselin!" Ketus Elmeera.
Ide jahil tiba-tiba muncul dibenak Argha begitu saja melihat istrinya berjalan seperti bebek menuju kamar mandi dengan dibalut selimut.
Set!
Argha menarik selimut yang dikenakan Elmeera dengan sedikit kasar. Hasilnya?
"Argghhhhh!" Pekik Elmeera saat tubuhnya sedikit berputar hingga menghadap argha karena tarikan selimut dari Argha yang tiba-tiba. Elmeera spontan langsung menutupi dua aset berharganya dengan kedua tangannya dan dengan wajah memerah.
"Arghaaaa!" Teriak Elmeera dengan wajah memerah karena malu bercampur emosi. Suaminya itu selalu saja mengagetkan dirinya.
"Hahahahaha..." Argha tertawa puas karena dapat menjahili istri arogannya itu.
"Balikin selimut aku Gha!" Kata Elmeera dengan mata yang melotot pada suaminya.
__ADS_1
"Kenapa sih pake di tutup-tutupin segala El? aku udah melihat, menyentuh dan menikmati semuanya loh." Kata Argha dengan santainya sambil berjalan menuju Elmeera.
Melihat suaminya berjalan ke arahnya, Elmeera secara refleks memundurkan tubuhnya. Nggak lucu kan kalau di ulang lagi dan lagi kejadian beberapa jam lalu disaat perutnya kelaparan seperti ini.
"Jangan macem-macem Gha, aku laper!"
"Aku cuma mau satu macem El." Kata Argha dengan senyum jahil, namun Elmeera tahu jika tatapan suaminya itu sudah diliputi gairah lagi karena tubuh polosnya yang terpampang jelas.
"Kalau kamu macem-macem lagi, aku bales kamu Gha!" Ancam Elmeera yang sudah dalam mode mengeluarkan taringnya. Elmeera semakin memundurkan tubuhnya hingga berujung pada tembok.
"Mau bales? yaudah bales aja... mumpung aku masih menggunakan handuk doang. Jadi kalau kamu mau bales mah gampang, tinggal sekali tarik ujung handuk aku... jatuh deh handuk aku."
Elmeera semakin geram, bicara sama Argha memang tidak ada menangnya.
"Menjauh Gha!" Perintah Elmeera.
"Jawab dulu, aku ganteng gak?" Argha sudah mengunci tubuh Elmeera yang polos tanpa sehelai benang pun. Susah payah Elmeera menelan salivanya.
"Gha..."
"Aku ganteng gak?"
"Kamu kenapa narsis banget sih?" Tanya Elmeera.
"Jawab dulu Elmeera, aku ganteng gak? Kalau kamu gak jawab jujur aku gak akan melepaskan kamu."
"Nggak! sama sekali gak ada ganteng-gantengnya." bohong Elmeera.
"Tubuh kamu bener-bener candu El." Gumam Argha mendekatkan wajahnya pada tengkuk leher Elmeera. Argha mendadak salah fokus, padahal Elmeera belum mandi.
"Tolong aku Tuhan, bukannya aku gak mau lagi... tapi sumpah aku laper banget, apa Argha gak ada lapernya sih sama makanan dan gak ada kenyangnya sama seeks?." Batin Elmeera.
Ting Tong Ting Tong...
Hampir saja bibir Argha mendarat sempurna di leher jenjang Elmeera namun suara bel pintu benar-benar menganggu dua manusia yang dalam kondisi menegangkan menjadi canggung.
"Sialan." Umpat Argha dalam hati karena niat hati mau menggoda Elmeera justru adik kecilnya meronta-ronta dibalik selimut.
"Gha Bu.. buruan buka.. pasti itu ojol yang mengantar makanan kita." Kata Elmeera merasa terselamatkan dari terkaman singa buas yang ada di depan matanya.
"Hmmm... kamu cepat mandi, kita makan." Ucap Argha. Elmeera langsung segera berlari menuju kamar mandi saat Argha sedikit menjauh dari tubuhnya.
"Kamu benar-benar se ksi El!" Teriak Argha membuat Elmeera langsung mengumpat.
...***...
Argha sedang menghangatkan soto Betawi yang sudah diantarkan oleh ojol beberapa menit lalu disaat Elmeera masih dengan ritual mandinya.
Sampai detik ini, Argha pun masih belum paham dengan peran yang dia jalani. Rasanya masih sangat hampar, hubungannya dengan Elmeera adalah permintaan Gista, dan melakukan hubungan intim juga karena saling membutuhkan. Elmeera butuh anak meskipun Argha kasih dia obat pencegah kehamilan sampai Elmeera siap menjadi seorang ibu. Sedangkan Argha membutuhkan penyaluran hasrat. Itulah yang ada dibenak Argha saat ini.
"Kenapa kamu hangatkan Gha?" Tanya Elmeera yang berjalan menuju dapur mini dimana tempat suaminya tengah sibuk disana.
"Iya, udah agak dingin.. lama nungguin kamu mandi, kalau makan soto atau sup kurang dingin kan gak enak."
__ADS_1
"Sorry buat kamu nunggu lama. Ada yang bisa aku bantu?" Tanya Elmeera.
"Gak perlu, kamu duduk aja... ini tinggal nuang di mangkuk kok." Kata Argha. Elmeera tersenyum melihat Argha sangat telaten berkutat di dapur, sedangkan dia... dia merasa sangat asing dengan perabotan dapur.
"Laper kan? nih makan... setelah itu kita lanjut ronde berikutnya." Argha menyodorkan semangkuk soto di depan Elmeera.
Elmeera menghela nafasnya kasar, Elmeera merasa dirinya hanya dijadikan pelampiasan nafsu oleh Argha saja.
"Kamu gak capek Gha?" Tanya Elmeera.
"Nggak! Belum puas aku buka puasanya setelah usia 14 tahun baligh sampai 27 tahun aku menahan semuanya."
"Dasar mesyum! emang semua laki-laki otaknya kayak kamu ya? apa-apa mengarahkannya kesana?" Tanya Elmeera dan Argha mengangguk.
"Apalagi mata para lelaki kalau lihat kamu pake baju kerja yang seksi, jujur membuat pikiran mereka jadi liar membayangkan tubuh kamu kalau polos." Jujur Argha membuat Elmeera tersedak.
"Uhuk... Uhuk .."
"Pelan-pelan..." Argha menyodorkan berkas berisi air putih pada Elmeera kemudian Elmeera minum hingga tandas.
"Apa dulu kamu juga berpikiran seperti itu sebelum kita menikah?" Tanya Elmeera.
"Hmmm..." Argha mengangguk.
"Oleh sebab itu, selama kamu menjadi istri aku, aku gak mau lihat kamu berpakaian terlalu ketat dan terbuka, itu pakaian-pakaian haram. Kamu seperti menjajakan tubuh kamu secara gratis El." Lanjut Argha.
"Menjajakan tubuh aku secara gratis? lalu bagaimana dengan kamu Gha? kamu menyentuh aku, tapi aku malah yang bayar kamu?" Batin Elmeera.
"Gha, aku gak mau kamu atur-atur seperti itu. Aku nyaman pakai pakaian aku! Dan rasa percaya diri aku meningkat ketika aku pakai baju-baju aku yang kamu bilang pakaian haram."
"Aku suami kamu El."
Elmeera langsung meletakkan sendoknya dengan kasar.
"Iya kamu suami aku, tapi diantara kita tidak ada cinta Gha! bahkan kamu menyentuh aku pun hanya berlandaskan nafsu, nafsu dan nafsu! Jadi kamu gak berhak terlalu mengatur-atur aku."
"Kalau gak pakai nafsu, terus kamu mau aku pakai apa? cinta?" Argha tersenyum hambar.
"Bukannya kamu tidak pernah percaya dengan cinta seorang lelaki pada perempuan begitu juga sebaliknya." Lanjut Argha.
Elmeera diam seketika.
"Aku udah gak nafsu makan!" Ucap Elmeera lalu beranjak dari kursi makan untuk kembali ke kamar.
...BERSAMBUNG...
.
.
.
.
__ADS_1