
...23. Usaha Terakhir Gista...
Pulang dari Cafe, Elmeera langsung mengurung dirinya di dalam kamar. Wanita cantik yang dipaksa sang mama untuk menikah Minggu depan itu bahkan melewatkan acara makan malamnya bersama Mama Sarah dan Gista.
Mama Sarah dan Gista pun penasaran dengan apa yang terjadi dengan Elmeera. Sebanyak apapun masalah yang dihadapi oleh Elmeera, Elmeera tidak akan melewatkan makan malam bersama jika berada di rumah.
Mama Sarah yang merasa khawatir dengan Elmeera itu pun meminta Gista untuk menemui Elmeera di kamarnya dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Tok... Tok.. Tok...
"Kak.. ini aku.. boleh kah aku masuk?" Tanya Gista.
Elmeera yang sedang duduk di sofa kamar sambil bermain ponsel akhirnya beranjak dan membuka pintu kamarnya yang dia kunci dari dalam.
"Ada apa?" Tanya Elmeera dengan wajah datarnya. Namun yang Gista lihat justru sorot mata sang kakak yang memancar kesedihan. Terlebih sangat jelas terlihat sekali bahwa sang kakak seperti habis menangis.
"Bolehkah aku masuk?" Tanya Gista. Elmeera mengangguk kemudian membuka pintu kamarnya lebih lebar agar adiknya itu segera masuk ke kamarnya.
"Kakak kan udah bilang, kamu jangan banyak jalan.. nanti luka di lutut kamu gak kering-kering." Omel Elmeera yang merasa ngilu melihat Gista jalan dengan pincang karena kaki kirinya masih cukup kaku untuk dibuat jalan.
Gista hanya tersenyum, kemudian duduk di sofa kamar sang kakak.
"Kakak kenapa gak ikut makan malam? kakak ada masalah di kantor?" Tanya Gista.
Elmeera membuang mukanya ke arah lain, wanita yang sudah hampir mendekati kepala tiga itu biasanya terlihat murung dan sedih jika ada urusan di kantor, karena Elmeera tidak pernah memikirkan soal lelaki sedikitpun sebelumnya.
"Kakak nyerah... Kakak udah gak bisa lagi menahan mama buat tidak pergi. Jika kamu beneran ingin pergi sama mama dan meninggalkan kakak disini sendiri... ya sudah .." Ucap Elmeera yang mencoba untuk tetap terlihat baik-baik saja.
"Apa kak Argha menolak kak?" Tanya Gista dengan hati-hati.
"Bukan hanya menolak. Tapi dia juga menghina kakak dek..."
"Menghina?"
"Iya semuanya memang salah kakak sih... sebagai wanita kakak seperti gak punya harga diri karena sudah mengajak lelaki itu menikah sedangkan kakak dan dia tidak pernah kenal sebelumnya."
"Emang kak Argha bilang apa?" Tanya Gista.
Elmeera pun langsung menceritakan tentang pembicaraannya dengan Argha sore tadi dengan wajah yang sangat sedih.
Namun yang jelas, Elmeera tidak menceritakan perihal niatnya untuk berpisah dengan Argha setelah dia berhasil melahirkan seorang keturunan di keluarganya.
Bagi Elmeera, Argha tidak lebih seorang lelaki yang ingin dia bayar benihnya alias sper ma-nya. Pernikahan yang ingin Elmeera lakukan, tidak lebih dari suatu ikatan biar tidak zina dan juga status anaknya jelas.
__ADS_1
Padahal di agama juga dilarang keras merencanakan sebuah perpisahan ketika pernikahan itu saja belum terjadi... duh dunia pernopelan~
Gista termenung, gadis remaja itu sangat tidak menyangka jika kakak kandungnya yang selalu ramah pada semua orang bisa berkata sepedas itu pada kakak angkatnya. Apalagi menyangkut harga diri seorang wanita. Pantas saja Elmeera yang tidak pernah terlihat rapuh kini menangis di pelukan Gista.
...***...
Gista menghela nafasnya dengan berat setelah bersiap untuk menuju planet cafe. Hari ini adalah hari Sabtu dan malam ini Argha menjadi salah satu pengisi acara di Planet Cafe.
Setelah mendengar semua cerita Elmeera semalam, Gista rasanya sudah tidak sabar untuk berbicara dengan Argha.
Ini adalah usaha terakhir Gista untuk menyatukan Argha dan Elmeera agar Mama Sarah bahagia dan tidak meninggalkan Indonesia. Namun jika usaha Gista yang terkahir ini tidak berhasil, maka Gista menganggap Elmeera dan Argha bukanlah jodoh.
"Non Gista mau kemana?" Tanya bik Ida yang melihat Gista berpakaian rapi dengan bawahan jeans diatas lutut yang dipadukan dengan kaos oversize berwarna nude.
"Mau ke Cafe bik.. udah lama aku gak ke Cafe." Ucap Gista.
"Tapi kaki non Gista masih sakit... non Gista juga pake sandal jepit gitu padahal atasannya udah rapi dan kece."
"Hehehe.. kan luka di pergelangan kaki aku belum kering sempurna bik, jadi terpaksa pake sandal jepit."
"Tapi nanti kalau bibik dimarahi ibu sama non Elmeera gimana non? kan non Gista belum boleh keluar?"
"Gapapa bik.. cuma sebentar kok .. pokoknya sebelum mama dan Kak Elmeera pulang aku akan usahakan sudah di rumah ya..." Gista memberikan tatapan sendu penuh pengharapan pada bik Or hingga akhirnya membuat baik Ira mengizinkan Gista pergi.
Sedangkan mama Sarah sudah di jemput Tante Naya dan Tante Bela yang katanya akan bertemu dokter spesialis untuk Konsultasi kesehatan mama Sarah. Padahal aslinya wanita-wanita paruh baya itu sedang menyusun strategi untuk membuat Elmeera dan Argha menikah.
"Aku pakai mobil online aja bik."
"Ya sudah, non Gista hati-hati ya."
...***...
PLANET CAFE
"Astaga .. apa yang terjadi pada kamu Gista? kenapa kaki kamu bisa sampai lecet-lecet seperti ini?" Tanya Argha dengan wajah penuh kekhawatiran.
Argha yang harusnya mengisi acara dengan suara emasnya di Planet Cafe memilih kabur dari panggung untuk membuntuti Gista menuju ruangan pribadinya. Argha sangat bahagia sekali melihat adiknya datang kembali ke Cafe setelah berhari-hari seakan menghilang.
"Jatuh kemarin." Jawab Gista dengan singkat dan wajah datar pada Argha.
"kenapa kamu gak bilang sama aku sih Ta? Kenapa kamu juga blokir nomor aku? aku khawatir banget sama kamu." Tanya Argha.
"Aku hanya gak mau kecewa karena terlalu berharap sama kak Argha yang mau menikahi kak Elmeera sehingga kita semua jadi saudara."
__ADS_1
"Maksudnya?"
"Setiap melihat kak Argha aku merasa kecewa karena kak Argha menolak kak Elmeera jadi istri kak Argha... jadi..." Elmeera menghela nafasnya dengan kasar.
"Pernikahan bukan mainan Ta, kakak hanya ingin menikah seumur hidup sekali!"
"Itu terserah kakak, keputusan kakak... Dan karena keputusan kakak itu udah bulat, gak mau menikahi kak Elmeera. jadi aku datang kesini untuk pamit sama semua karyawan dan staf Planet Cafe sekalian mengambil beberapa barang aku yang ada disini."
"Pamit?"
"Iya. karena Lima hari lagi aku akan berangkat ke luar negeri sama Mama Sarah."
DJEDEER!
Adik satu-satunya yang jadi kesayangannya akan pergi ke luar negeri bersama Tante Sarah.
"Berapa lama di luar negri? dan di negara mana?" tanya Argha mencoba mengontrol dirinya.
"Rahasia... aku sama mama akan memulai hidup baru diluar negeri. Jadi kalau kak Argha tanya berapa lama, jawabannya mungkin selamanya."
"Nggak bisa gitu dong Ta, aku kakak kandung kamu. Masak kamu memilih orang lain dari pada kakak kandung kamu sendiri?"
"Iya kak Argha memang kakak kandung aku, tapi Mama Sarah adalah wanita yang selalu ada buat aku dari kecil dan Mama Sarah sudah menjadi ibu hebat untuk aku. Jadi intinya aku gak akan paksa keputusan kak Argha yang menolak kak Elmeera, dan aku mau kak Argha janji tidak pernah mengusik keputusan aku untuk pindah ke luar negeri sama Mama Sarah. "
"Kamu gak bisa pergi begitu saja Gista! karena kamu memiliki hak di RMJ Group. Kamu harus stay disini sampai perusahaan itu jatuh pada ahli warisnya." Argha mencoba menahan Gista.
"Aku gak peduli dengan berapa pun harta. Hidup sederhana bagiku sudah cukup yang penting ada mama Sarah di samping aku."
Gista berkata dengan tenang sambil memasukkan beberapa barangnya ke dalam box.
Kakak dan adik itupun terus berdebat, hingga akhirnya Argha mengalah,
"Ta, please jangan tinggalkan kakak."
"Aku gak akan pergi kalau mama gak pergi kak. Dan satu-satunya hal yang bisa menahan mama Sarah adalah pernikahan kak Argha dan Kak Elmeera."
...****BERSAMBUNG****...
.
.
.
__ADS_1
.