
...25. Melamar...
Asisten rumah tangga di rumah Elmeera sudah menghilang dibalik pintu penghubung antara ruang tamu dan bagian dalam rumah lainnya.
Secangkir teh hangat yang tadi di bawakan asisten rumah tangga untuk menemani Argha yang sedang menunggu Tante Sarah pun masih mengeluarkan kepulan asapnya.
Argha menatap pada pergelangan tangannya dimana jam harga 500k melingkar dengan sempurna. Ternyata sudah lima menit dia duduk di ruang tamu Elmeera dan semakin detik, degup jantung Argha pun rasanya semakin bertalu-talu.
Waktu seakan berjalan sangat lama untuk Argha yang menunggu calon mertuanya keluar. Argha ingin sekali segera menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Gista ini...
Alhasil..
Kata demi kata yang sudah Argha rangkai untuk diucapkan pada Tante Sarah, mendadak semuanya hilang. Otak Argha benar-benar blank saat ini padahal dia sama sekali tidak mencintai Elmeera. Mengapa terasa seperti hendak melamar kekasih sungguhan?
"Ingat Gha ingat kata Gista kemarin, elu harus bilang kalau elu cinta sama Elmeera... elu harus bilang kalau selama ini Elmeera cuek sama elu dan gak pernah menganggap elu..." Kata Argha dalam hati karena kemarin Gista menyampaikan jika Elmeera sudah benar-benar tidak mau dengan Argha sebab Argha sudah menolak dan menghinanya.
Demi mengurangi rasa gugup dan nervous-nya, Argha pun meraih cangkir teh yang ada dihadapannya. Semoga setelah meminum teh hangat jantungnya bisa bekerja dengan baik.
Namun sayang, baru saja bibir Argha menempel pada gelas, seseorang tiba-tiba memanggil nama Argha hingga membuat Argha terperanjat.
"Argha...." Argha menghela nafasnya kasar. Di rumah calon mertua, serasa di rumah kosong tengah malam seperti uji nyali.
Argha mendongak setelah berhasil menguasai dirinya. Menatap siapa yang sedang memanggil namanya, Argha pun terpaksa tersenyum dengan ramah sebab Argha masih mengingat kata-kata Gista kemarin malam yang memintanya untuk pura-pura mencintai Elmeera di depan Tante Sarah.
"Tante..." Argha meletakkan cangkir tehnya kemudian beranjak dari duduknya.
"Maaf sudah membuat kamu lama menunggu." Ucap Wanita paruh baya itu dengan wajahnya yang masih terlihat pucat.
Argha mengangguk kemudian mencium punggung tangan wanita paruh baya yang sudah membesarkan adiknya dengan penuh kasih sayang.
Argha tertegun kala Tante Sarah mengusap rambutnya dengan lembut, ada desiran yang luar biasa di hatinya...
Bayangan sang mama yang sudah tiada pun kembali, dimana ketika dia berpamitan pada sang mama untuk pergi sekolah, kemudian mencium punggung tangan mamanya, mamanya akan mengusap rambutnya dan membisikkan doa untuknya.
__ADS_1
Hati Argha menghangat, lelaki 27 tahun itu sudah tidak pernah lagi mendapatkan kasih sayang dari orang tua, apalagi perlakuan manis seperti ini.
Sementara Tante Sarah menatap Argha dengan penuh tanya tentang apa yang membuat penyanyi di cafe putrinya itu sampai datang kemari? dan sebagai seorang ibu, tentu Tante Sarah sangat tahu jika apa yang kemarin Gista ucapkan saat di rumah sakit mengenai hubungan Elmeera dan Argha adalah bohong.
"Duduklah nak..." Ucap Tante Sarah yang melihat Argha seperti melamun. Argha pun segera tersadar dari lamunannya kemudian kembali duduk di sofa.
"Ada apa? Kenapa kamu mencari Tante?" Tanya Tante Sarah. Sedetik kemudian kegugupan jelas terlihat dari wajah tampan seorang Argha.
"Sebelumnya saya mohon maaf sudah mengganggu waktu istirahat Tante Sarah..."
"Tidak masalah... Tante senang bisa ketemu kamu lagi. Katakanlah ada apa nak?" Sorot mata wanita paruh baya itu penuh keteduhan membuat Argha merasa bisa sedikit bernafas lega.
"Ehmmm..." Argha berdehem sejenak kemudian membenarkan posisi duduknya.
"Sebelumnya saya minta maaf jika saya lancang... saya hanyalah lelaki biasa yang tidak memiliki apa-apa... dan maksud kedatangan saya kemarin adalah ingin melamar putri anda, Tante Sarah." Ucap Argha dengan kesungguhan. Bahkan tatapan mata Argha seakan penuh keyakinan pada wanita paruh baya di hadapannya kini.
Tante Sarah tertegun sebab siang tadi Tante Sarah baru mendapatkan info dari salah satu karyawan Planet Cafe, jika Argha dan Gista sering kali terlihat berpelukan.
"Bukan Tante... tapi Elmeera." Kata Argha lirih karena Argha sangat malas sekali menyebut nama wanita yang akan dia ucapkan namanya saat ijab qobul nanti.
"Elmeera?" Tanya Tante Sarah. Argha mengangguk tanpa ragu.
"Lalu dengan Gista? bukannya kamu justru dekat dengan Gista?" Tatapan Tante Sarah berubah drastis seolah mengintimidasi Argha.
"Begini Tante .."
"Tante gak suka kalau kamu permainkan anak-anak Tante Argha.. Tante tahu, Tante salah karena Tante tidak mencari tahu lebih dulu tentang hubungan kamu sama Gista dan Tante langsung meminta kamu menikahi Elmeera saat Gista mengatakan kamu kekasih Elmeera. Maafkan Tante, Tante salah, tapi Tante tidak ingin mempermainkan perasaan Gista ataupun Elmeera." Tegas Tante Sarah. Sebagai seorang ibu, jelas wanita paruh baya itu tidak ingin melihat anak-anaknya sedih.
"Saya jelaskan dulu Tante.. Tante tenang..." Kata Argha. Tante Sarah pun mengangguk.
"Saya menganggap Gista sebagai adik saya sendiri Tante, tidak lebih."
"Lalu Gista?" Tanya Tante Sarah yang memotong ucapan Argha.
__ADS_1
"Begitu pula dengan Gista. Baik saya dan Gista sudah membahas masalah ini, diantara kami tidak lebih dari perasaan sayang kakak pada adiknya begitu juga sebaliknya." Kata Argha
"Saya kehilangan adik saya ketika saya masih SD Tante, sebuah kecelakaan maut yang membuat saya akhirnya hidup sendirian." Argha menunduk dengan sedih mengingat kejadian belasan tahun lalu.
"Astaga..." Tante Sarah pun mendekat ke arah Argh kemudian mengusap lembut pundak Argha layaknya seorang ibu yang sedang memberikan semangat pada putranya.
"Oleh sebab itu Tante, saya yang sebenarnya sudah lama tertarik dengan Elmeera ingin segera meminang Elmeera dan saya ingin merasakan memiliki sebuah keluarga. Saya sadar saya hanya lelaki biasa, secara materi jauh sekali dengan Elmeera yang bisa mendirikan perusahaan sendiri. Saya tidak bermaksud ingin numpang hidup enak atau apa .. tidak .. saya melakukan ini karena saya tertarik dengan Elmeera, namun Elmeera tidak pernah menganggap sedikitpun perhatian yang saya berikan padanya." Kata Argha yang mendadak ingat semua point - point' yang disebutkan Gista kemarin.
"Argha... Tante gak pernah memandang orang dari latar belakang dan materinya. cukup kamu jadi lelaki bertanggungjawab dan baik Tante akan terima kamu sebagai menantu kamu."
"Lalu Elmeera bagaimana Tante? Elmeera selama ini selalu dingin sama saya."
"Kamu tenang saja. Dia memang begitu, nanti kalau kamu udah dekat sama dia, dia juga akan bersikap baik.. harap di maklumi ya, perceraian Tante dengan papa Elmeera membuat Elmeera menjadi pribadi yang dingin dan sebenarnya tidak percaya akan cinta." Tante Sarah pun menceritakan semua masa lalunya dengan sang mantan suami yang menjadikan Elmeera seperti saat ini.
Tante Sarah bukan bermaksud untuk membuka aib keluarga, bukan...
Tapi kegagalannya di masa lalu membuat Tante Sarah banyak belajar. Argha harus tahu semua tentang Elmeera dan begitu pula sebaliknya. Karena hubungan suami istri akan langgeng salah satunya dimulai dengan kejujuran dan keterbukaan.
"Jadi kapan rencana kamu menikahi Elmeera?" tanya Tante Sarah setelah mereka ngobrol panjang lebar.
Argha mengerjap-ngerjapkan matanya seakan tiba-tiba ditembak di tempat.
"Ehmmm.. menurut Tante baiknya kapan?"
"Akhir pekan ini. Bagaimana?"
"APA?"
......BERSAMBUNG......
Siapa yang mau lanjooott
komen dong ..
__ADS_1