Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 32


__ADS_3

...32. SAH...


Argha duduk dengan tegap di depan bapak penghulu juga di depan seorang lelaki paruh baya yang akan menikahkan dirinya dengan Elmeera.


Lelaki paruh baya itulah yang ditunggu Argha sehingga Argha meminta pak penghulu untuk mengulur waktunya sedikit. Lelaki paruh baya itu tidak lain adalah Danung, Papa kandung Elmeera.


Menurut Argha, bagaimana pun Danung... dia tetap Papa kandung Elmeera, darah yang mengalir dalam diri Elmeera adalah darah Danung. Dan Elmeera bukanlah anak dari hasil MBA, jadi saat Elmeera menikah, Danung wajib tahu dan harus datang jika tidak ada halangan yang serius. Jika Danung memang tidak berkenan menjadi wali nikah putrinya, maka Danung sendiri yang harus menyerahkan pada wali hakim.


Argha sudah memikirkan ini sejak kemarin memutuskan menerima permintaan Gista. Karena Argha tidak ingin pernikahannya tidak sah dan terhitung zina meskipun Argha tidak dapat memastikan akan seperti apa rumah tangganya. Ya berkat info dari Gista, Argha bisa menemukan Papa kandung Elmeera yang ternyata masih tinggal di ibu kota.


Dan untuk mendatangkan Danung ke rumah Elmeera agar lelaki paruh baya itu mau menikahkan Argha dengan Elmeera, nyatanya bukan hal mudah. Karena Argha harus membayar Danung 100 juta baru lelaki mata duitan itu mau datang. Dan untuk soal uang 100 juta yang Danung terima, hanya Argha, Arsen dan Danung sendiri yang tahu. Beruntungnya, Danung tidak ingin tahu lebih lanjut tentang siapa calon menantunya itu.


Sungguh definisi bapak durhaka~


"Bagaimana sudah siap?" Tanya Pak Penghulu. Argha mengangguk dengan pasti.


Danung akhirnya menjabat tangan Argha dengan wajah serius, sedangkan Gista sibuk merekam dengan ponselnya momen bersejarah kedua kakaknya atas perintah Argha. Karena kalau nunggu video dari tukang foto, kelamaan. Argha sudah tidak sabar melihat ekspresi Elmeera mengetahui jika Papa kandungnya hadir dan yang menikahkannya.


"Saudara Argha Tahta Mahatama bin Almarhum Firman Mahatama, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Putri kandung saya, Elmeera Danisha binti Danung Wardani dengan mas kawin satu set perhiasan emas seberat 19 gram dibayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Elmeera Danisha binti Danung Wardani dengan mas kawin tersebut dibayar Tunai!" Ucap Argha dengan tegas.


"Bagaimana saksi? Sah?"


"Sah!" Ucap dua orang saksi yang merupakan kerabat dari Mama Sarah.


"Alhamdulillah..." Ucap Bapak penghulu dan semuanya nampak terlihat bernafas lega kecuali Argha yang masih terlihat tegang.


"Mas... kamu denger gak tadi, papanya Argha siapa? Almarhum Firman Mahatama? bukannya itu nama Direktur utama RMJ Group yang tewas dalam kecelakaan belasan tahun lalu yang sangat viral." Kata Naya sambil berbisik, wanita paruh baya yang diundang Mama Sarah untuk menghadiri pernikahan Elmeera.


"Hmmm... tadi aku juga terkejut mendengar nama itu disebut. Siapa Argha sebenarnya? rasanya kalau kebetulan sangatlah tipis, tidak mungkin kan pak Firman sebelum meninggal punya anak dari wanita lain? Karena dulu yang aku lihat pak Firman sangat mencintai istrinya dan anak-anaknya." Jawab Gema, suami dari Naya.


Naya menghela nafasnya dengan kasar,

__ADS_1


"Mas apa jangan-jangan ini seperti di sinetron-sinetron? anaknya Pak Firman masih hidup saat kecelakaan itu terus diselamatkan oleh hewan-hewan yang ada di hutan, semacam Tarzan gitu?" Ucap Mama Naya sambil tersenyum membayangkan sebuah skenario film yang pernah dia tonton.


"Jangan ngaco kamu sayang, anak pak Firman yang sesuai Bhima dan Bhumi sudah meninggal, namanya Arshaka. Bahkan jasadnya dulu sudah ditemukan kan, yang tidak ditemukan justru anak Pak Firman yang masih bayi, itu pun menurut polisi kemungkinan jasadnya dimakan hewan buas karena baju bayinya di temukan tidak jauh dari sana." Ucap Gema dengan raut sedih mengingat rekan bisnisnya yang memiliki hubungan cukup dekat dengan dirinya.


"Huh Bu Firman, seandainya beliau masih hidup ya, pasti akan menjadi salah satu teman arisan aku yang heboh." Gema memutar bola matanya malas mendengar istrinya lagi-lagi menyangkut soal arisan.


"Silahkan boleh dibawa kesini mempelai wanitanya untuk bertemu dengan suaminya juga menandatangani berkas-berkas pernikahan." Kata pak penghulu menghentikan obrolan suami istri yang sudah memiliki 4 cucu itu.


Mama Sarah langsung menuju kamar tamu tempat Elmeera di make up. Mama Sarah terlihat sangat tenang selama proses akad nikah tadi meskipun mantan suaminya hadir disana. Argha pun nampak salut dengan sikap Mama mertuanya itu pada Lelaki yang sudah menghancurkan hidupnya.


Tidak lama, dengan digandeng Mama Sarah dan Gista, Elmeera berjalan menuju meja akad nikah dengan senyum yang menawan. Senyum yang sebenernya sangat Elmeera paksa karena selain merasa gugup Elmeera juga merasa tidak bahagia dengan pernikahannya hari ini.


Semua yang hadir nampak kagum dengan kecantikan Elmeera dengan kebaya putih yang sangat pas di lekuk tubuh Elmeera. Argha pun sempat terpesona selama beberapa detik.


"Cih, selalu saja kalau pakai baju menonjolkan gunung Semeru dan pinggang yang ramping." Gumam Argha dalam hati.


Fokus Elmeera saat berjalan adalah pada Argha, Elmeera pun sama... dalam hatinya dia sangat mengakui bahwa ketampanan Argha bertambah 10% dari 80 menjadi 90 saat memakai tuksedo seperti ini. Saking terpesonanya pada Argha yang tersenyum kepadanya, Elmeera tidak menyadari ada kehadiran seseorang yang sangat tidak dia harapkan yaitu Danung.


Saat tepat di dekat Argha, Elmeera baru menyadari kehadiran lelaki yang menjadi ayah kandungnya. Lelaki yang sangat Elmeera benci.


Deg!


Jantung Elmeera seakan berhenti bahkan senyum Elmeera pudar seketika. Elmeera mematung di tempatnya.


"Sayang... ayo sini, kita harus segera menandatangani berkas-berkas pernikahan kita." Ucap Argha dengan lembut seolah sebagai suami yang sangat mencintai dan menyayangi istrinya.


Elmeera menatap Argha penuh selidik mengenai kehadiran Danung di sana, namun Argha justru tersenyum dan bersikap santai.


"Nanti aja kalau mau tanya, ini ada orang banyak .. jangan ngomel sekarang, kalau mau segera marah, tanda tangan dulu ini surat-suratnya." Bisik Argha membuat Elmeera tersadar jika saat ini dia menjadi pusat perhatian tamu-tamu yang hadir.


Tanpa berkata apapun, Elmeera langsung duduk dengan di bantu Argha biar terlihat romantis. Dan Elmeera juga Argha langsung menyelesaikan administrasi pernikahan mereka.


"Elmeera, Papa mengucapkan selamat atas pernikahan kamu, papa bahagia melihat kamu berdampingan dengan lelaki yang sukses seperti Argha." Kata Danung.

__ADS_1


Elmeera membuang muka, dia tidak ingin menatap lelaki yang sudah menorehkan luka yang sangat dalam di hidupnya hingga menjadi sebuah trauma.


"Sukses? sukses apaan?" batin Elmeera.


"Papa Danung terlalu berlebihan." ujar Argha yang tidak enak di dengar yang lain.


"Jangan panggil dia Papa!" Kata Elmeera pada Argha sambil berbisik.


"Lah emang kenapa? kan dia papa kamu, aku suami kamu... berarti dia mertua aku dong, emang gak boleh panggil mertua dengan sebutan Papa?" Tanya Argha yang memasang wajah polos. Argha bahkan menaikkan intonasi suaranya hingga terdengar yang lain. Hal itu jelas membuat Elmeera emosi.


"Terserah!" Kata Elmeera ketus dengan tangan Elmeera yang sudah memberikan hadiah Capitan pada perut Argha.


"Awww .. " pekik Argha kesakitan.


"Itu hadiah pernikahan dari istrimu!" Kata Elmeera yang langsung berdiri dari duduknya tanpa mempedulikan semua orang yang menatapnya dengan penuh tanya.


"Bapak Danung, silahkan anda keluar dari rumah ini... pintunya ada di sebelah sana." Ucap Elmeera tegas sambil menunjuk ke arah pintu keluar.


"Elmeera maafkan papa nak." Kata Danung dengan lembut dan wajah sedih.


"Saya tidak Sudi!"


"Elmeera jaga sikap kamu pada Papa kamu, bagaimana pun dia papa kamu El... yang sopan." Bisik Argha pada Elmeera.


"Jangan ikut campur kamu Gha!"


...BERSAMBUNG...


eh biasanya pengantin baru kalau habis akad itu ngapain sih?


Episode selanjutnya aku ngetiknya terawih ya, jadi paling updatenya tengah malam...


Kopi dong kopi 😜

__ADS_1


__ADS_2