
...21. Mengajak Membuat Kesepakatan...
Setelah keluar dari toilet restoran, Ziraya segera menuju parkiran untuk kembali ke kantor bersama dengan Elmeera yang pasti sudah menunggunya di mobil.
Sesampainya di mobil, Ziraya langsung mendapatkan gerutuan dari Elmeera karena wanita itu cukup lama menunggu sahabat sekaligus asistennya di dalam mobil sedangkan pekerjaan di kantor masih cukup banyak.
Namun kekesalan Elmeera karena menunggu Ziraya tidak berlangsung lama...
Senyum langsung terbit dari bibir wanita cantik bernama Elmeera setelah mendengar alasan Ziraya berada lama di dalam toilet restoran. Gerutuan yang sebelumnya terlontar kini berganti dengan ucapan terima kasih untuk Ziraya karena info yang diberikan oleh Ziraya sangat menarik dan penting bagi kehidupan Elmeera.
Perasaan putus asa dan frustasi yang sebelumnya Elmeera rasakan menyangkut pernikahan yang diminta oleh Mama Sarah, kini telah pudar dan berganti secercah harapan yang begitu besar ada di depan matanya.
Tanpa perlu repot-repot mencari, ternyata Tuhan mempermudah jalannya untuk mencari kelemahan Argha sehingga dia bisa memanfaatkannya untuk mengikat Argha beberapa waktu. Elmeera tidak sabar untuk menceritakan informasi ini dan idenya pada Gista. Pasti adiknya itu juga akan suka mendengar berita ini.
"Jadi rencana elu gimanla?" Tanya Ziraya ketika mobil masih melaju menuju kantor KirAn.com.
"Argha lagi butuh duit, jadi mau gak mau gue akan gunakan itu agar Argha mau nikahin gue... dari pada dia dipenjara kan?"
"Tapi 1 M itu nominal yang gede El. Sedangkan perusahaan elu sedang dalam masalah."
"Gue yakin Bramantya.corp akan segera memberikan suntikan dana untuk KirAn.com, jadi gue bisa pake tabungan pribadi gue buat bayar Argha."
"Langsung habis dong tabungan elu kan kemarin elu udah keluarin duit pribadi elu buat balikin dana investor juga?"
"Gue gak punya pilihan lain Zi, dari pada gue kehilangan mama.. mending gue kehilangan duit satu em." Ziraya mengangguk mengerti.
"Dan gue sangat yakin kenapa mama menginginkan Argha sebagai menantunya yang tidak lain adalah biar cucunya kelak cakep... perpaduan gue sama Argha." Elmeera mendadak tersenyum membayangkan seorang bayi yang lucu. Hal itu mampu membuat Ziraya heran.
"Elu jadi udah waras? makanya mau jalanin rumah tangga sama Argha dengan normal?" Tanya Ziraya yang menangkap ada kebahagiaan yang terpancar dari Elmeera ketika membicarakan bayi.
"Nggaklah... gue masih gak pengen menikah sih sebenarnya, kalau gue bisa One Night Stand mending ONS aja, ikatan pernikahan ribet."
"Lah terus?" Ziraya melongo.
"Kan kalau tanpa ikatan pernikahan namanya zina, nanti mama jantungan lagi. Sedangkan mama minta cucu kan dengan Argha sebagai investornya. Habis anak gue lahir, gue mau pisah sama Argha."
__ADS_1
"Investor? investor benih?" Ziraya makin melongo saja dengan pola pikir sahabatnya itu.. cerdas dalam segala hal kecuali hubungan lelaki dan perempuan.
"Hmmm.. gue akan bayar se-M untuk benih dia itu."
"Serah elu dah serah El..." Ucap Ziraya frustasi. Sebagai sahabat Ziraya hanya bisa berdoa semoga Elmeera dapat hidayah agar pola pikirnya mengenai pernikahan menjadi benar. Dan Elmeera bisa menikah dengan Argha kemudian hubungan itu langgeng dengan saling mencintai. Sebab menasehati Elmeera saat ini juga percuma...
Elmeera dan Ziraya pun membahas rencana pertemuannya dengan Argha dan tidak lupa Elmeera meminta tolong pada Ziraya untuk mencari info lebih detail mengenai masalah Argha di perusahaan.
...***...
Dan benar saja, sepulang dari kantor saat Mama Sarah masih istirahat di kamarnya, Elmeera langsung menuju kamar Gista. Tanpa mengetuk pintu kamar adiknya, Elmeera langsung menyelonong masuk saja.
"Gimana luka kamu dek?" Tanya Elmeera yang melihat Gista sedang mengobati luka di bagian kakinya. Gista yang duduk di sofa kamarnya mendongak menatap sang kakak yang masih rapi dengan setelan kerjanya.
"Semuanya udah mulai mengering sih kak.. cuma ini nih bagian lutut dan pergelangan kaki... lukanya cukup dalam dan gak kering-kering." Ujar Gista.
"Makanya kamu diem aja di atas kasur, jangan banyak jalan.. karena kalau kamu banyak jalan, luka di lutut kamu gak kering-kering."
"ehm.. Kaka punya kabar gembira buat kamu." Kata Elmeera lagi.
"Kasihan banget kak Argha.. aku yakin bukan kak Argha yang mengambil uang itu.. lagian ngapain juga kak Argha ambil duit cuma 1 M."
"Cuma 1 M? cuma?" Elmeera mengernyit.
"Ehmm maksud aku, kalau niat korupsi di perusahaan sebesar RMJ Group terus cuma 1 M kan rugi kak .. ketahuan juga kan akhirnya. Mending langsung 1 T gitu.." Elmeera mengangguk hingga seseorang tiba-tiba mengetuk pintu kamar Gista yang sedikit terbuka.
"Permisi non Gista, di luar ada tamu... katanya temannya non Gista." Ujar bik Ida.
"Siapa bik?" Tanya Gista.
"Namanya tadi den Argha non."
"Argha?" Ucap Gista dan Elmeera secara bersamaan kemudian mereka saling pandang seolah mengungkapkan ide di kepala masing-masing.
...***...
__ADS_1
Elmeera menuju ruang tamu untuk menemui Argha setelah memastikan jika mama Sarah masih istirahat dalam kamarnya dan semuanya aman. Biasanya mama Sarah akan keluar kamar saat jam makan malam karena dokter meminta mama Sarah tidak banyak beraktivitas selama sepekan keluar dari rumah sakit.
Setelah merapikan penampilannya yang masih menggunakan setelan kantor, Elmeera pun berjalan dengan tenang menuju ruang tamu.
"saya mau berbicara dengan anda .." ucap Elmeera dengan nada datar.
Argha yang sibuk dengan ponselnya kemudian mendongak mencari sumber suara yang dia yakini itu tertuju padanya.
"Saya ingin bertemu dengan Gista bukan ingin bertemu atau berbicara dengan anda." Ucap Argha dengan nada sedikit ketus mengingat karena wanita itulah Gista menghindari dirinya.
"Tapi sayangnya Gista tidak ingin lagi bertemu dengan anda." Elmeera pun langsung duduk di sofa yang tidak jauh dari sofa yang Argha duduki saat ini.
"Kenapa?" Tanya Argha.
Elmeera menghela nafasnya, dia harus mulai berakting saat ini agar mampu membujuk Argha.
"Gista ingin kita menikah." Ucap Elmeera. Dalam hatinya Elmeera sangat merutuki dirinya yang seolah sebagai wanita yang tidak memiliki harga diri. Tapi mau bagaimana lagi, dia tidak punya pilihan lain.
"CK! saya tahu kenapa Gista menghindari saya pasti karena tekanan dari anda kan?" Ucap Argha tersenyum mengejek pada Elmeera.
"Anda terlalu percaya diri... Saya sebenarnya juga ogah menikah apalagi jika harus dengan anda... tapi, Gista juga menghindari saya bahkan dia mengancam akan pergi jauh dari saya maupun anda. Oleh sebab itu, saya mau mengajak anda untuk membuat kesepakatan." Ucap Elmeera.
"Kalau saya tidak mau?" Tanya Argha.
"Tidak masalah, karena anda tidak akan bisa menemui Gista lagi sebab Gista akan ikut mama pindah ke Luar negeri. Dan Gista sudah membulatkan tekad-nya. Bagaimana?" Tanya Elmeera. Argha tertegun, dia tidak ingin jauh dari adiknya lagi.
"Baiklah.. Apa yang ingin anda bicarakan?" Tanya Argha.
"Saya tidak bisa berbicara disini... ayo kita berbicara di cafe depan kompleks perumahan ini." Ajak Elmeera yang sebenarnya dalam hatinya berkecamuk mengapa Argha sepertinya sangat takut kehilangan Gista, ada hubungan apa diantara mereka?
...BERSAMBUNG...
selamat berbuka yaaa
terima kasih dukungannya baik Like, komentar, vote maupun hadiah...
__ADS_1