Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 56


__ADS_3

...56. Rencana Gista...


Suara merdu Argha yang sedang menyanyikan lagu dari penyanyi ternama bernama Tulus itu benar-benar mampu menghipnotis seluruh pengunjung cafe. Tidak terkecuali Elmeera karena memang lagu itu di persembahkan spesial untuk dirinya.


Namun sebisa mungkin Elmeera tetap memilih untuk memasang wajah datar karena otaknya terus mencerna tentang hubungan Argha dan Gista yang sesungguhnya. Terlebih tentang alasan Argha menikahi dirinya.


Elmeera percaya dengan ucapan Gista yang mengatakan bahwa hubungannya dengan Argha tidak lebih dari kakak dan adik. Tapi melihat sendiri bagaimana mereka berpelukan, hati Elmeera mendadak tidak tenang mengingat hal itu.


Dan semakin memikirkan hubungan Gista dan Elmeera berusaha membentengi hatinya agar tidak jatuh dan patah karena sikap manis Argha hanyalah fatamorgana. Elmeera merasa bingung dengan semua yang terjadi.


Lamunan Elmeera pun buyar kala Argha berhasil menyelesaikan lagunya dengan sempurna dan disambut tepuk tangan meriah dari para pengunjung cafe. Argha pun melanjutkan pekerjaannya dengan menyanyikan lagu-lagu permintaan pengunjung cafe dan membuat suasana cafe semakin meriah.


Melihat Argha yang digandrungi banyak gadis, membuat Elmeera mencebik kesal. Elmeera terus mengawasi Argha dan tidak melepaskannya sedikitpun. Namun mendadak Elmeera ingin buang air kecil.


Dengan terpaksa, Elmeera menjeda pengawasannya pada Argha sejenak namun dalam hatinya berjanji akan memberikan pelajaran pada Argha jika Argha berani menanggapi godaan godaan gadis lebay itu.


Di dalam toilet, Elmeera sudah selesai menyelesaikan hajatnya. Baru saja Elmeera hendak membuka pintu bilik toiletnya namun terdengar dua orang wanita sedang menjadikan dirinya bahan percakapan.


"Gila... gila... Ternyata mba Elmeera ada hubungan sama mas Argha." Ucap seseorang wanita membuat Elmeera mengurungkan niatnya untuk keluar dari toilet. Suara wanita itu terdengar sangat heboh.


"Iya, mba Elmeera bener-bener gak punya perasaan!" Kata wanita yang satu lagi. Hal itu membuat Elmeera mendelik kesal. Siapa yang berani mengatakan bahwa dia gak punya perasaan?


Elmeera hendak membuka pintu lagi dan memarahi dua orang yang sedang bergosip itu. Karena Elmeera yakin dua orang itu adalah waiters yang bekerja di Planet Cafe, Elmeera cukup familiar dengan suara mereka.


"Gebetan adiknya loh... di embat sama kakaknya sendiri. Sumpah ya, bener-bener gak nyangka. Kasihan banget mba Gista..." Elmeera langsung terdiam dengan mata membola namun berusaha menajamkan pendengarannya.


"Gebetan? gue embat?" Batin Elmeera.


"Argha gebetannya Gista?" Batin Elmeera lagi.


"Padahal, kalau kita semua menilai.. mas Argha itu sangat cinta dan sayang sama mba Gista loh.. kenapa yang dapat lagu spesial malah mba Elmeera? Aku lebih setuju mas Argha sama mba Gista, mereka sama-sama terlihat bahagia.. berbeda sama mba Elmeera ya?"


"Iya, selama ini mas Argha itu selalu saja bersikap manis sama mba Gista hingga membuat kita semua baper. Bahkan dengar-dengar mba Gista juga sering loh ke kontraknya mas Argha dan tidur siang disana."


Elmeera langsung mematung mendengar semua itu. Benarkah itu?


"Kamu tahu dari mana?"


"Dari mas Arsen yang meledek mba Gista. Kamu pernah ingat juga gak.. saat tidur disana, seragam sekolahnya mba Gista ketinggalan di kamar mas Argha terus dibawain sama mas Argha. Si Reno tuh katanya sering banget mempergoki mas Argha dan mba Gista pelukan. Bahkan nih, mas Argha selalu cium kening mba Gista."

__ADS_1


"What? sumpah elu?" Suara diluar makin heboh dan membuat hati Elmeera mendadak sesak sendiri.


"Iya... tanya aja sama si Reno." Ucap salah satu dari mereka yang menyebutkan nama karyawan di Planet Cafe.


"Oh iya... mereka manis banget ya... tapi sayang... ada mba Elmeera diantara mas Argha dan mba Gista."


"Iya sayang banget.. semoga mas Argha dan mba Elmeera segera putus deh, biar mba Gista bisa bahagia dengan mas Argha."


"Iya, pantes saja ya sedari tadi mba Gista murung dan kelihatan habis nangis, terus mas Argha menyusul ke ruangan mba Gista, ternyata semua karena mba Elmeera ya."


"Iya. Parah banget mba Elmeera."


Suara dua wanita yang sedang menggosipkan dirinya, Gista dan Argha itu pun sudah hilang. Namun Elmeera masih berdiri mematung dibalik pintu dengan perasaan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata lagi.


Pikiran Elmeera mendadak kalut. Elmeera yang biasanya langsung menyerang balik orang yang berani membicarakannya tapi kini dia tidak mampu melawan sepatah katapun. Bahkan keluar dari persembunyiannya saja Elmeera tidak berani.


Benarkah yang mereka katakan jika sebenarnya Gista dan Argha saling mencintai? apa saking cintanya Argha pada Gista membuat Argha rela menikahi dirinya atas permintaan Gista?


Benarkah dia menjadi orang jahat yang merebut kebahagiaan adik kesayangannya sendiri? Rasa sedih, kesal, bersalah, jengkel semua menjadi satu di dada Elmeera.


Dan semakin berpikir, hati Elmeera semakin nyeri bahkan setetes air mata menetes begitu saja. Elmeera segera menghapus air matanya dengan kasar. Elmeera berusaha mendoktrin dirinya sendiri bahwa dia tidak boleh lemah karena lelaki.


...***...


Di sudut Cafe,


"Bagaimana?" Tanya Gista.


"Tenang mba Gista, semua aman..."


"Kak Elmeera beneran denger semuanya kan? dia gak keluar dari toilet dan buat perhitungan sama kalian kan?" Tanya Gista lagi pada dua wanita yang menjadi pegawai di Planet Cafe.


"Kita berani pastikan bahwa mba Elmeera ada disana. Mba Gista santai saja. Kita yakin, mba Elmeera dengar semuanya."


"Bagus... aku akan kasih kalian bonus satu kali gaji." Ucap Gista tersenyum senang karena rencananya berhasil sudah membuat sang kakak semakin cemburu dan kalang kabut. Gista berharap dengan ini Elmeera bisa menyadari dan mengakui perasaannya pada Argha.


"Yee.. makasih mba Gista.." Ucap mereka berdua bersamaan.


"Sama-sama."

__ADS_1


"Eh, kalian gak salah ngomong kan?" Tanya Gista memastikan lagi.


"nggak mba... kita tadi baca skrip yang mba Gista kirim via group." Ujar salah satu dari wanita itu menunjukkan Group Chat yang hanya berisi tiga orang. Group Chat yang Gista buat secara dadakan sambil menunggu momen yang tepat untuk membuat Elmeera cemburu.


"Bagus! aku suka kerja kalian! Makasih banyak.. semoga kerja kalian gak sia-sia hingga membuat dua manusia keras kepala itu menyadari perasaan mereka." Kata Gista. Gista tahu jika Argha ingin menggunakan dirinya untuk membuat Elmeera cemburu, dan Gista mempercepat proses yang kakak kandungnya inginkan itu.


"Semoga kak Argha bisa segera jujur pada kak El tentang status aku yang adik kandungnya, aku gak mau kak El terus terusan cemburu dan berpikir buruk tentang aku karena aku sayang banget sama kak El dan kak Argha." Batin Gista.


...***...


"Gha..."


"Sttt..." Argha meminta Elmeera untuk diam dulu sebelum dia menyelesaikan ucapannya.


"Gista, adik angkat kamu... sebenarnya dia adalah adik kandung aku yang hilang setelah kecelakaan yang terjadi belasan tahun lalu."


Deg!


"Jangan bohong kamu Gha!" ucap Elmeera yang benar-benar tidak percaya dengan pengakuan suaminya.


"Aku gak pernah bohong ataupun bercanda untuk hal seserius ini El... Gista adalah adik kandung aku... sebentar, aku akan ambilkan buktinya kalau kamu gak percaya." Kata Argha.


Elmeera memilih diam, otaknya mencoba mencerna semuanya namun rasanya terlalu sulit karena baru beberapa waktu lalu dia mendengar tentang Gista dan Argha dari obrolan orang di toilet, kini giliran Argha berkata bahwa Gista adik kandungnya?


"Baca." Argha menyerahkan sebuah amplop putih berlogo rumah sakit Bramantya.


"Apa ini?" Tanya Elmeera mendongak menatap Argha dengan penuh tanya.


"Buka saja." Perintah Argha. Elmeera pun mengikuti apa yang diperintahkan oleh suaminya.


"Hasil Tes DNA?"


...BERSAMBUNG...


.


.


.

__ADS_1


terimakasih doa dan dukungannya ya...


__ADS_2