
...73. Pebinor...
Meskipun cukup canggung dan aneh awalnya, tapi Argha dan Elmeera bersepakat untuk memanggil 'sayang' tidak lagi nama masing-masing.
Semalam Elmeera memang menerima permintaan Argha karena Argha tengah marah padanya. Namun, bukan Elmeera namanya jika tidak memperdebatkan hal itu lagi di waktu sarapan mereka.
Dan dengan ancaman Argha yang gak akan pulang dan menemui Elmeera lagi jika Elmeera tidak memanggilnya 'sayang' ternyata mampu menjadi jurus jitu Argha untuk melawan tingkat keras kepala Elmeera.
"Sayang, masakan kamu selalu enak, aku suka." Ucap Elmeera dengan sangat bersemangat melahap omelette macaroni yang Argha buat spesial untuk Elmeera karena semalam Elmeera benar-benar mampu memuaskan dirinya.
"Itulah gunanya suami yang pantai memasak disaat memiliki istri yang gak bisa memasak.." Jawab Argha sambil tersenyum kemudian mengacak-acak rambut Elmeera dengan gemas. Tidak lupa Argha juga menyunggingkan senyum manisnya.
"Kan di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, biarpun aku gak bisa memasak tapi aku bisa puasin kamu semalaman suntuk kan?" Ucap Elmeera sambil mengerlingkan matanya pada Argha.
Melihat Elmeera yang biasanya bersikap angkuh dan sombong di depan semua orang dan Kini hanya di depannya Elmeera bersikap genit sontak hal itu membuat Argha tertawa puas.
"Ih kok di ketawain sih!" Bibir Elmeera sudah mengerucut kesal.
"Kalau lagi mode siang begini, wajah kamu gak pantes jadi genit sayang... pantesnya jadi judes dan galak juga angkuh.. kecuali kalau udah modus malam, Beugh... kamu diam aja pakai koleksi baju tidur kamu aja, pesona kamu udah mengalahkan wanita wanita penggoda." Argha mengingat koleksi baju tidur Elmeera yang atasnya tanpa lengan dan bagian kerah sangat rendah ditambah bawahan yang sangat pendek hanya sebatas menutupi pan tat.
"Kamu samain aku sama wanita-wanita malam?" Tanya Elmeera dengan mata melotot. Eh eh eh.. kok malah jadi begini? kan Argha niatnya memuji pesona istrinya.
"Bukan samain sayang.. jadi begini..." Argha menjeda ucapannya untuk berpikir agar tidak salah bicara lagi.
"Begini gimana?" Ternyata Elmeera sudah tidak sabar menunggu penjelasan Argha.
"Jadi katanya teman aku di kantor, kalau wanita-wanita malam itu mereka harus merayu lelaki lelaki hidung belang agar mereka bergairah dan tergoda sama mereka... Tapi kalau kamu.. kamu diem pakai baju tidur aja, aku udah tergoda sayang... Semua karena pesona kamu, bukan aku sama-samain kamu sama mereka. Bedalah! kan aku yang segalanya dapat yang pertama dari kamu." Elmeera pun tersenyum senang mendengar penjelasan Argha yang terdengar sangat jujur di telinganya.
"Tapi lelaki lelaki hidung belang yang di goda mba mba wanita malam itu, kamu gak termasuk di dalamnya kan?"
"Nggaklah!" Jawab Argha cepat tanpa ragu.
"Demi apapun sayang, aku ciuman bibir aja, pertama kali itu sama kamu. Sama mantan aku yang dulu aja, palingan cuma cium pipi dan kening. Terus kalau jalan gandengan. Pelukan cuma beberapa kali doang."
"Cih.. ingat mantan!" Decak Elmeera kesal dan Argha hanya mampu menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
"Oh ya sayang, kamu udah haid belum sih bulan ini?" Tanya Argha yang baru teringat pada sesuatu yaitu pil KB yang Argha samarkan menjadi vitamin Elmeera itu sudah habis sejak bulan lalu dan Argha belum menukarnya lagi.
Karena takut jika di rahim Elmeera sudah tumbuh calon anaknya maka Argha lebih memilih menunggu mengganti vitamin itu setelah Elmeera setelah menstruasi.
__ADS_1
"Bulan ini belum,... kan biasanya aku haid akhir bulan. Semoga aja aku gak haid selama sembilan bulan ke depan." Doa Elmeera terdengar sangat tulus dan penuh semangat membuat hati Argha mencelos seketika.
"Aku juga ingin segera punya anak El, tapi aku sangat takut jika setelah melahirkan nanti kamu akan benar-benar meminta cerai dengan alasan gak cinta. Aku ingin membuat kamu jatuh cinta sama aku dulu El, Tapi sepertinya aku yang justru jatuh cinta sama kamu duluan. Aku pun masih sangat bimbang dengan perasaan aku sendiri El." Batin Argha.
"Gha, kok diem.. kamu gak pengen aku hamil ya?" Tanya Elmeera.
Argha tersenyum,
"Kok panggilnya nama lagi? hmmm?"
"Maaf kelupaan.. kamu kenapa diem?" Tanya Elmeera lagi.
"Aku hanya sedang membayangkan bagaimana nanti setelah kamu punya anak.. mau tetap jadi wanita karir atau bagaimana?"
"Aku belum memikirkan sejauh sana... sepertinya kita perlu waktu berdua yang cukup lama untuk mendiskusikan hal itu." Kata Elmeera.
"Setuju." Jawab Argha.
"Oh ya Sayang, kata mama.. Gista mau ada acara di Jogja selama 3 bulanan." Kata Elmeera mengingat cerita mama Sarah kemarin sore.
"Acara apa? Kok dia gak ngomong sama aku?" Argha mengernyit lelaki itu bahkan sampai meletakkan alat makannya untuk bisa serius mendengar cerita sang istri.
"Nggak nggak.. Gista gak boleh pergi jauh jauh dari kita sayang.. aku gak akan tenang melepaskan Gista keluar kota sampai berbulan-bulan begitu." Ucap Argha yang memang sangat menyayangi Gista.
Kalau kemarin sebelum mengetahui bahwa Gista adik kandung Argha, pasti Elmeera merasa kesel melihat perhatian Argha dan kepedulian Argha pada Gista. Namun berkat Gista lah, Elmeera bisa memiliki sesempurna Argha meskipun sukanya mengancam dan kadang lupa berkabar kalau udah bergulat dengan pekerjaan.
"Jangan langsung bilang gitu, tanya dulu tentang kegiatannya dan bagaimana kedepannya selama di Jogja, kasian loh kalau adik aku kamu larang sedangkan teman-temannya pada pergi semua."
"Sayang, kamu tahu kan adik kita itu gadis yang sangat ceroboh. Dia juga daya keponya tinggi, aku gak mau nanti dia salah pergaulan."
"Kata mama, anak sahabatnya mama ada yang kerja di Jogja dan dia menawarkan mama agar Gista tinggal di apartemen anaknya sahabat mama itu. Kebetulan kamarnya ada dua. Jadi anak sahabat mama itu bisa mengawasi Gista." Kata Elmeera ragu-ragu.
"Ide bagus sih itu, kalau anak sahabat mama bisa dipercaya, aku gak akan keberatan membiarkan Gista pergi."
"Tapi sayang..."
"Tapi apa?"
"Anak sahabat mama itu cowok, namanya Kaisar Bramantya."
__ADS_1
"Apa?" Pekik Argha dengan mata yang seakan ingin keluar dari tempatnya.
"Ba.. bagaimana bisa?" Elmeera menggeleng tak mengerti, dia hanya menceritakan apa yang mamanya ceritakan via telfon kemarin.
"Nggak! nggak akan aku biarkan adik aku dekat-dekat mantan pebinor yang gagal sayang."
"Mantan pebinor yang gagal?"
Argha mengusap wajahnya dengan kasar.
"Kamu ingat berita viral sekitar dua tahun lalu?" Elmeera menggeleng.
"Seorang anak pengusaha yang tidak disebutkan namanya terlibat adu jotos dengan Gedeon Wijaya Pemimpin Wijaya Group yang merupakan raja ritel di negeri ini?" Tanya Argha.
"Bentar deh, aku searching dulu ya..." Elmeera pun membuka ponselnya dan mencari apa yang tadi Argha sebutkan.
"Ah iya.. ini... seorang anak pengusaha ternama yang tidak disebutkan namanya terlibat pertengkaran hebat di club malam dengan Gedeon Aiden Wijaya, hingga dua duanya sempat kritis di rumah sakit karena anak pengusaha tersebut membawa kabur istri sah dari Gedeon dan menyembunyikan istri Gedeoan yang tengah hamil muda anak Gedeoan." Elmeera menemukan sebuah artikel dan membacanya.
"Kamu tahu siapa anak pengusaha ternama itu?" Elmeera menggeleng.
"Dia adalah Kaisar Bramantya, anak kedua dari pengusaha ternama Genta Bramantya, sepupu dari Bhumi Bramantya." Jelas Argha.
"What? kok bisa? kamu tahu dari mana sayang? kan pasti berita ini benar-benar ditutup identitasnya?" Jiwa kepo Elmeera meronta-ronta.
"Gak penting tau dari mana, tapi yang jelas.. aku gak mau Gista dekat-dekat dengan lelaki seperti itu. Aku yakin pasti udah gak perjaka!"
"eh jangan asal percaya sama berita juga sayang... biasanya berita kan di buat hiperbola dilebih lebihkan oleh pihak tidak bertanggungjawab atau berita menurut asumsi asumsi mereka sendiri. Seperti berita tentang aku yang dibilang suka sesama jenis beberapa Minggu lalu kan?"
"Aku gak mau tahu yang jelas aku gak mau Gista dekat-dekat sama laki model begituan. Lagian sebelum jadi pebinor, dia juga seorang play boy. Cih!"
"Sayang, apa gak sebaiknya kita kasih tau mama tentang status kamu sama Gista yang sebenarnya. Mama berhak tahu loh, jangan sampai mama tahu dari orang lain hingga membuat mama kecewa sama kamu. Karena bagaimanapun mama sangat menyayangi Gista." Usul Elmeera.
"aku juga sudah memikirkan itu sayang.. kita bahas nanti lagi ya.. aku buru-buru mau ke kantor nih, jamnya udah mepet."
"Baru jam setengah tujuh Argha!"
"Aku ada berkas yang harus diselesaikan sebelum meeting nanti." Jawab Argha yang langsung beranjak dari duduknya.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
Thank dukungannya ya 💙