Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 44


__ADS_3

...44 Pindahan...


Benar kata orang, jika dewasa itu bukan perihal seberapa banyak angka pada usia manusia. Namun dewasa itu juga dipengaruhi oleh banyak faktor terutama perjalanan hidup yang sudah mereka lalui, faktor keadaan juga faktor lingkungan.


Elmeera yang masih tidak percaya cinta dan hubungan pernikahan yang bisa membuatnya bahagia memilih memasang benteng yang kokoh agar tidak terpesona oleh semua sikap Argha Tahta Mahatama yang terkadang sangat manis dengan penuh perhatian.


Dan benteng kokoh yang Elmeera bangun itu berupa kata-kata pedas yang selalu dia lontarkan untuk Argha.


Sedangkan Argha, lelaki yang usianya lebih muda dari Elmeera itu memilih lebih banyak diam dan tidak menanggapi apa yang keluar dari mulut Elmeera. Baginya ucapan pedas dari Elmeera tidak lebih dari sebuah petasan.


Kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua Argha sekaligus memisahkan Argha dengan adik kandungnya, Gista... ternyata juga merenggut seluruh kebahagiaan Argha. Tidak banyak yang tahu tentang seberapa besar luka yang selama ini Argha simpan. Karena...


Semenjak kecelakaan itu, Argha dipaksa dewasa oleh sang kakek yang memang mendidik Argha secara keras selama tinggal di luar negeri. Argha tidak pernah diberikan kesempatan untuk bergaul dengan orang luar termasuk dengan seorang wanita.


Namun semenjak sang kakek mulai sakit-sakitan, dari sanalah Argha mulai sedikit memiliki kebebasan hingga berpacaran dengan gadis bernama Nila dan kembali ke Indonesia lalu hidup layaknya manusia normal.


Nila, Gadis yang mampu merebut seluruh perhatian Argha saat itu memiliki kepribadian berbanding terbalik dengan Elmeera yang keras, arogan dan angkuh. Nila adalah sosok istriable buat Argha. Karena selain lembut dalam bertutur kata, Nila juga memiliki sisi keibuan.


...***...


Dan tidak terasa, sudah sepekan lebih Argha dan Elmeera berstatus sebagai suami istri. Namun waktu yang mereka lalu bersama selama lebih dari tujuh hari itu, tidak membuat hubungan Argha dan Elmeera menghangat meskipun mereka tetap tidur di kamar dan ranjang yang sama.


Tidak ada lagi kegiatan panas diantara keduanya karena memang Elmeera tidak mau melakukan itu. Elmeera selalu berusaha menghindari Argha dengan tidur lebih dulu saat suaminya pulang dari Planet Cafe bersama dengan Gista.


Hal itu semua tidak luput dari pengawasan Mama Sarah yang secara diam-diam memperhatikan gelagat menantu dan anaknya yang menjalin rumah tangga tidak harmonis.


Sebenarnya Elmeera pernah meminta pada Argha untuk bersikap romantis di hadapan mama Sarah, namun Argha merasa berdosa jika harus melakoni drama di depan orang tua. Jadi Argha menolak akan hal itu. Melakukan semuanya apa adanya.


"Kalian sarapan dulu sebelum berangkat kerja, bik Ira sudah siapkan sarapan untuk kita." Ucap Mama Sarah saat melihat anak dan menantunya menuruni tangga pagi ini.


"Iya ma." Jawab Argha dengan tersenyum.


"Ma, aku sarapan di kantor aja. Ada meeting pagi ini. Jadi aku buru-buru." Jawab Elmeera.

__ADS_1


"Sebentar El, mama mau bicara sama kalian."


"Ada apa sih ma? aku gak punya banyak waktu... takut di jalan macet."


"Apa pekerjaan kamu lebih penting dari Mama?" Tanya Mama Sarah membuat Elmeera menghentikan langkahnya.


"Mama mau bicara apa?" Tanya Argha.


"Ikut mama." Mama Sarah mengajak anak dan menantunya untuk duduk bersama pagi ini sebelum mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing.


...***...


"Kalian sudah dewasa, kalian tahu mana yang baik dan mana yang enggak." Mama Sarah mengawali pembicaraannya pagi ini sambil menatap Elmeera dan Argha yang duduk berdampingan di sofa yang sama.


"Mama sudah tidak ingin lagi ikut campur urusan rumah tangga kalian. Karena kalian sudah sama-sama paham bahwa setiap keputusan dan tindakan yang kalian ambil, maka semuanya memiliki resikonya masing-masing."


"Jadi, mama pengen kalian hidup mandiri."


"Bukan maksud mama mau mengusir kalian, tapi mama mulai berpikir bahwa kalian butuh tempat untuk berdua. Kalian tinggal berdua, susah senang berdua, menghadapi ujian kehidupan bersama-sama tanpa perlu gak enakan dengan adanya mama." Jelas mama Sarah yang mulai tidak nyaman dengan kedekatan Argha dan Gista selama sepekan ini juga Elmeera yang seolah tidak peduli dengan semuanya.


"Aku paham maksud mama, sebenarnya aku juga sudah memikirkan hal itu ma.. sebagai lelaki, aku gak enak jika menumpang hidup pada Elmeera juga mama." Ucap Argha. Mama Sarah mengangguk dan tersenyum.


"Ma, aku gak mau pergi dari rumah ini karena aku mau dekat sama mama." Kata Elmeera.


"Dekat bukan berarti kita harus serumah Elmeera... Kapan kalian bisa merasa saling melengkapi dan membutuhkan jika kalian masih saja terus seperti ini? Mama ingin segera menimang anak kalian."


Setelah obrolan yang cukup panjang dengan mama Sarah, akhirnya Argha dan Elmeera memutuskan untuk tinggal di apartemen. Apartemen yang akan Argha beli dan cicil dari uangnya pribadi dan itu adalah apartemen sederhana.


Elmeera menolak dan berkata bisa membeli apartemen sendiri untuk dirinya tinggal dengan Argha, namun Argha sebagai lelaki menolak dengan alasan memang sudah tanggung jawabnya sebagai lelaki.


"Baiklah... terserah kamu saja. Kamu kan kepala rumah tangganya." Kata Elmeera yang masih saja dengan nada ketus.


"Hari Sabtu nanti kita bisa melihat-lihat apartemen." Ucap Argha dan Elmeera hanya mengangguk setuju.

__ADS_1


...***...


Sebuah apartemen type studio sudah Argha beli atas nama Elmeera. Argha mengaku apartemen itu dia beli dengan menyicil dari gajinya.


Ya meskipun apartemen itu tidak besar karena hanya memiliki satu kamar tidur, namun Argha membuat apartemen yang akan dia tinggali dengan Elmeera itu terasa sangat nyaman.


Argha belum ingin Elmeera tahu siapa dirinya dan latar belakangnya, jadi sangat mustahil jika Argha yang dengan posisinya saat ini bisa membeli sebuah apartemen mewah. Terlebih Argha memang ingin mendidik Elmeera agar tidak lagi menjadi wanita angkuh. Argha pula tidak akan mempekerjakan orang untuk membersihkan apartemennya agar dirinya dan Elmeera dapat membagi tugas dengan baik.


Ya, sesuai janji Argha pada Gista... Argha akan berjuang meluluhkan hati wanita yang tidak Argha cintai itu sebagai bentuk balas Budi Argha terhadap Mama Sarah.


"Kenapa kamarnya cuma satu?" Tanya Elmeera yang baru pertama kali memasuki apartemen dengan kepemilikan atas namanya.


"Apa kamu berniat untuk kita pisah ranjang?" Tanya Argha.


"Ya... enggak gitu... ini terlalu sempit Gha... Kan kita bisa beli apartemen secara patungan. Biar dapat yang lebih besar." Elmeera masih meneliti satu persatu sudut apartemennya.


"Buat apa mencari apartemen yang lebih besar, bukankah pernikahan kita tidak akan berjalan lama? hanya sampai kamu melahirkan saja kan?" Tanya Argha membuat Elmeera terdiam seketika.


"Iya sih." Jawab Elmeera lirih setelah berpikir sejenak.


"Dan sekarang aku mau membagi tugas."


"Tugas apaan?" Tanya Elmeera.


"Tugas mencuci, memasak, menyetrika dan membersihkan apartemen ini."


"What? elu mau gue mengerjakan pekerjaan bik Ira CS? no Gha! gue yang akan panggil Bik Ira kesini buat bersih-bersih dan gue yang akan bayar bik Ira. Elu tenang aja, gue gak akan ganggu duit elu!"


"Berhenti berbicara elu-gue saat berada di apartemen ini El!" Bentak Argha secara tiba-tiba membuat Elmeera terkejut.


...BERSAMBUNG...


TERIMA KASIH DUKUNGANNYA YA ....

__ADS_1


__ADS_2