Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 65


__ADS_3

...65. Aneh...


"Sayang... bangun... kamu belum makan kan?" Argha berjongkok tepat di depan wajah istrinya kemudian mengecup bibir Elmeera dengan lembut. Argha ingat sewaktu di depan tadi Ziraya bilang bahwa Elmeera belum makan siang padahal jam istirahat makan siang sudah lewat satu jam lalu.


Namun sepertinya Elmeera terlalu nyenyak dalam rengkuhan mimpinya sehingga tidak merasa terusik oleh kehadiran dan kecupan Argha.


"Sayang..." Panggil Argha lagi sambil mengusap puncak kepala Elmeera dengan penuh kasih sayang.


Merasa gemas dengan sang istri yang begitu nyenyak dalam tidur, Argha pun kembali mengecup bibir sang istri untuk kedua kalinya. Namun kali ini, disertai dengan luma tan luma tan kecil hingga membuat sang empu merasa terusik.


"Ehhmmm.." Lenguh Elmeera merasakan bibirnya basah karena sebuah benda kenyal yang memberikan kenikmatan.


Di bawah alam bawah sadarnya, Elmeera sepertinya sedang bermimpi berciuman dengan Argha karena Elmeera membalas ciuman Argha dengan sangat lembut meksipun matanya masih terpejam.


Namun hal itu tidak berangsur lama,


Sebab, meskipun kesadaran Elmeera belum sepenuhnya kembali, namun Elmeera tahu bahwa ciuman yang dia rasakan itu benar-benar begitu nyata. Bukan mimpi.


Lalu siapa yang berani menciumnya? bukankah dirinya terakhir kali rebahan di sofa ruangannya. Otak Elmeera langsung waspada dan....


"Arghhh..." Pekik Elmeera.


Sedetik kemudian Elmeera langsung mendorong orang yang menciumnya itu dengan kasar hingga orang yang sedang jongkok dan terbuai dengan permainannya sendiri itu terkejut hingga terjengkang ke belakang dan punggungnya terkena ujung meja.


"Aduuhhh..." Ucap Argha merasakan punggungnya yang cukup sakit. Tangan Argha secara spontan pun berusaha mengusap bagian yang sakit.


"Argha..." Elmeera yang mendorong Argha tadi langsung terduduk dan betapa terkejutnya Elmeera mengetahui bahwa suaminya lah orang yang dia dorong.


"Kasar banget sih El... sakit!" Ucap Argha.


"Aku gak tahu kalau kamu Gha.. aku pikir siapa... Maaf.." Ucap Elmeera yang kemudian berusaha untuk segera bangun dan membantu Argha untuk berdiri.


"Emang kamu pikir siapa yang berani cium bibir kamu selain aku? ha?" Tanya Argha dengan nada ketus.


"Ehmm..." Elmeera mendadak bingung harus menjawab apa.


"Kalau ada yang berani cium bibir kamu, aku pastikan setelah itu bibirnya akan aku ratakan dengan tandem roller." Ucap Argha dengan tersungut-sungut. Argha mendadak emosi membayangkan saja ada yang berani mencium Elmeera.

__ADS_1


Argha pun langsung duduk di samping istrinya.


"Tandem roller apaan?" Tanya Elmeera.


"Alat berat buat aspal jalan yang rodanya dari besi. Jadi kalau ada yang berani cium aku, aku bawakan tandem roller beneran buat aspal itu mulut!" Seru Argha sambil terus meringis merasakan sakit. Sedangkan Elmeera bergidik ngeri membayangkan bibir yang di Slender dengan alat berat tersebut.


Dari pada bahas yang ngeri-ngeri, Elmeera mengalihkan pembicaraannya.


"Sakit banget ya?" Tanya Elmeera yang tidak tega melihat suaminya meringis.


"Kena ujung meja dengan keras ya jelas sakit lah.. masih nanya lagi." Kesal Argha membuat Elmeera mengernyit, biasanya Argha selalu bersikap lembut saat bicara dengan dia? kok ini tumben nadanya ketus?


"Maaf... kan aku gak tahu kalau kamu datang kesini.. aku juga spontan tadi dorong kamu Gha... terus kamu juga, orang lagi tidur nyenyak di cium cium seenaknya." Omel Elmeera.


"Kamu salahin aku yang datang kesini karena ingin ketemu istri aku? aku udah mencoba bangunin kamu dengan lembut El, tapi kamu gak bangun-bangun, jadi aku para cara enak biar kamu nya bangun eh malah aku yang dapat sial." Eh kok Argha gak mau salah si di depan istirnya. Tumben?


"Iya iya maaf. tumben kamu kesini? kamu gak ada kerjaan di kantor apa?" Tanya Elmeera meraih kancing kemeja suaminya dan hendak membukanya.


"Eh mau ngapain? kamu mau ngajakin aku ngadon disini?" Tanya Argha melihat tingkah sang istri. Argha berpikir Elmeera hendak mengajaknya bercocok tanam kenikmatan.


"GR! aku mau lihat luka kamu biar aku bisa obatin." Jawab Elmeera. Argha pun mengangguk patuh hingga sang istri berhasil melepas kemeja Argha.


Elmeera yang tahu bahwa Argha hanyalah staf biasa, jadi wajar cemas disaat jam kerja suaminya justru keluyuran hingga sampai kantornya.


"Aku itu cucu pendiri RMJ Group El, jadi gak akan ada yang berani marahin aku. Apalagi sampai kasih SP ke aku." Jawab Argha jujur membuat Elmeera tertawa seketika.


"Kamu menghalunya terlalu tinggi Gha." Ucap Elmeera sambil geleng-geleng.


"Aku serius El.."


"Aku tahu, manusia itu harus punya mimpi. Dan mimpi itu harus besar, tapi gak juga kamu harus mengaku-ngaku menjadi cucu dari pendiri RMJ Group Argha." Kata Elmeera.


"Udah sana berbalik, aku lihat luka kamu." Perintah Elmeera kemudian saat Argha belum menanggapi ucapan sang istri.


Argha akhirnya memilih diam dan berbalik badan agar Elmeera bisa melihat punggung suaminya itu.


"Perasaan sejak nikah, aku gak pernah lihat Argha pergi nge-gym, kok badannya masih bagus aja si? padahal suka habisin makananku yang sisa." Batin Elmeera dalam hati memuji tubuh suaminya.

__ADS_1


"Bagaimana?" Tanya Argha membuyarkan lamunan Elmeera.


"Aww sakit El!" Pekik Argha kala Elmeera menekan bagian yang berwarna sedikit gelap.


"Maaf maaf.. sepertinya akan lebam Gha... Maafin aku ya, kamu jadi sakit gini.. Aku akan suruh OB buat beliin obat di apotek ya." Ujar Elmeera. Argha hanya mengangguk.


"El, kamu tadi belum makan kan?" Tanya Argha yang teringat perkataan Ziraya tadi.


"Belum. aku belum lapar dan gak nafsu makan." Jawab Elmeera jujur. Namun Elmeera sedikit bingung karena sebelum tidur merasakan pusing dan mual, kenapa setelah tidur tubuhnya biasa saja.


" Sekalian minta tolong OB buat beliin makan siang kamu El. Meskipun belum lapar, waktunya makan ya harus makan."


"Tapi Gha.."


"Udah jangan protes, cepet minta OB sekalian belikan makanan, aku juga mau nitip tahu gejrot." Perintah Argha.


"Tahu gejrot?"


"Iya, mendadak aku pengen makan tahu gejrot. Sepertinya segar banget dengan bumbunya yang pedass... ah...." Argha seperti berbinar membayangkan makan tahu gejrot. Pancaran bahagia tidak bisa Argha sembunyikan dari Elmeera lagi.


"Oke. aku akan minta OB buat belikan." Eh kok Elmeera mendadak mau mengalah dengan Argha begitu saja ya? Biasanya Elmeera kan suka berdebat dengan Argha dan bertengkar.


"Makasih sayang!" Jawab Argha.


"Gha.. kamu emang gak kembali ke kantor Gha?"


"kok kamu sepertinya gak suka dikunjungi suami kamu si?" Tanya Argha menatap Elmeera penuh selidik.


"Nggak.. bukan begitu, hanya saja aku takut kamu kena masalah karena gak kerja dengan baik." Jelas Elmeera.


"Aku lagi malas ke kantor El... aku numpang disini saja ya, sampai nanti kita pulang bareng." Kata Argha tanpa dosa.


"Ha?"


...BERSAMBUNG...


TERIMA KASIH ATAS SEGALA DUKUNGANNYA BERUPA LIKE, KOMENTAR, HADIAH DAN VOTE.

__ADS_1


MEKSIPUN NOVEL INI DAPAT LEVEL MONYET TAPI KALIAN TETAP SETIA BACANYA.


MAKASIH YA...


__ADS_2