Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 48


__ADS_3

...48. TAKUT...


Argha menatap punggung Elmeera yang semakin jauh dari pandangannya hingga akhirnya hilang dibalik pintu kamar mereka.


BRAK!


Elmeera membanting pintung kamar dengan sekuat tenaga. Sedangkan Argha menghela nafasnya kasar kemudian termenung.


Argha memang sengaja selalu memancing Elmeera agar bisa membahas soal cinta pada wanita 28 tahun itu. Argha ingin Elmeera paham, bahwa yang namanya manusia di dunia ini, semuanya butuh rasa cinta. Perasaan mencintai dan dicintai. Dan kodratnya manusia adalah berpasang-pasangan.


Namun Elmeera seolah selalu menutup matanya rapat-rapat jika perihal cinta dan hubungan pernikahan. Bagi Elmeera yang dulu enggan menikah, menikah hanya sebatas hubungan dua insan manusia yang saling berkepentingan, Argha membutuhkan uang sedangkan dirinya membutuhkan bantuan Argha untuk membuat mamanya tenang sekaligus untuk mendapatkan keturunan.


Bahkan tidak sekali dua kali Elmeera menganggap hubungan intim suami dan istri hanya dilandasi oleh naf su. Makanya Elmeera pernah enggan disentuh oleh Argha lagi sebelum dia menstruasi. Oleh sebab itu, Argha sengaja selalu memuja tubuh Elmeera dan berkata bahwa tubuh Elmeera selalu membuatnya bergairah dengan harapan Elmeera sampai dititik bahwa dirinya hanyalah pelampiasan naf su sehingga Argha bisa berbicara soal cinta.


Argha yakin dalam hati Elmeera pasti tidak terima jika dirinya hanya dijadikan pemuas naf su saja.


Argha mengusap wajahnya kasar mencoba menetralkan emosinya dan mendownload kesabaran dalam menghadapi Elmeera. Karena yang terjadi, Argha selalu saja terbawa emosi jika berhadapan dengan keras kepalanya Elmeera. Ini memang tidak mudah, dua orang yang saling mencintai dan sudah berpacaran bertahun-tahun saja saat menjalani rumah tangga penuh dengan konflik karena menjadikan satu, dua kepala dan dua hati dari latar belakang yang berbeda.


Sedangkan dirinya dan Elmeera? tidak ada cinta diantara mereka. Kenal atau dekat sebelumnya juga tidak. Terlebih Elmeera memang memiliki kenangan masa lalu yang sangat menyakitkan dan membekas hingga membentuk wanita menjadi wanita yang egois, keras kepala juga arogan.


"Kamu adalah kepala rumah tangga Argha... ibarat kapal, kamu adalah nahkodanya. Meskipun Elmeera keras, tapi kamu lah yang pegang kendali. Tergantung kamu bagaimana menyikapinya ketika kapal kalian bertemu badai ditengah samudera. Terserah kamu mau membawa kapal kamu berlayar ke arah mana...


Masalah terbesar dalam rumah tangga adalah ego. Sebab dengan ego yang tinggi, masalah sekecil apapun bisa menjadi besar dan bisa meledak kapan saja. Jadi diantara kamu dan Elmeera, harus ada yang mau menurunkan ego ketika sedang bersitegang." Ucap Mama Sarah beberapa hari lalu pada Argha.


"Tidak seharusnya aku langsung berbicara seperti itu pada Elmeera." Gumam Argha pelan.


Argha pun langsung berdiri dari duduknya kemudian mengambil nampan dari dapur dan meletakkan makanannya juga makanan Elmeera diatas nampan.


Selanjutnya, Argha berniat menyusul Elmeera ke kamar. Argha yakin istrinya itu sebenarnya masih lapar namun karena emosi, jadi Elmeera tidak nafsu makan lagi.


Ceklek.


Argha tersenyum melihat Elmeera nampak meringkuk diatas ranjang yang menjadi saksi pergulatan panas dirinya dan Elmeera siang tadi.

__ADS_1


"El... makan dulu." Ucap Argha lembut kemudian meletakkan nampannya di atas nakas dekat Elmeera.


Elmeera tidak menjawab, wanita itu menenggelamkan wajahnya pada bantal empuk.


"El... makan dulu, aku gak mau kamu sakit." Argha mengusap lengan Elmeera dengan lembut.


Menengok ke arah suaminya, Elmeera langsung memincingkan matanya,


"Kenapa? kenapa kalau aku sakit? kamu takut aku gak bisa melayani kamu diatas ranjang?" Tanya Elmeera dengan nada ketus.


"Kok ngomongnya gitu?" Argha mengusap rambut Elmeera. Argha terus memupuk rasa sabarnya dalam menghadapi istrinya ini, jika bukan istrinya dan tanggung jawabnya sudah Argha tinggal pergi wanita ini dari kemarin-kemarin.


"Kan kamu tadi yang bilang sendiri kalau kamu menyentuh aku itu cuma pake nafsu. Nggak cinta!" Mata Elmeera tiba-tiba berkaca-kaca.


"Heii jangan menangis, maafkan aku kalau aku salah bicara. aku bisa jelaskan El." Ucap Argha dengan sorot mata sendu penuh rasa bersalah.


"Aku berasa seperti Pela cur tau nggak sih Gha?" Kata Elmeera lirih dibarengi dengan air mata yang terjun bebas.


"Maafkan aku, aku gak pernah menganggap kamu serendah itu El, Maafkan aku jika aku sudah menyakiti hati kamu... tapi asal kamu tahu, aku juga berat melakukan semua ini."


"Kenapa?" Elmeera mendongakkan kepalanya ingin menatap wajah tampan suaminya.


"Bukankah kamu sendiri yang bilang kalau hubungan kita adalah hubungan saling menguntungkan, dan kamu akan meminta berpisah setelah kamu melahirkan anak kita." Elmeera terdiam mendengar ungkapan Argha yang memang benar adanya, bahkan beberapa hari lalu Elmeera juga mengatakan itu pada Argha saat mereka berdebat.


"Ini gak mudah buat aku El, kamu cantik... dibalik sifat kamu yang keras, ternyata kamu memiliki hati yang lembut dan tulus, kamu baik, kamu sayang sama keluarga kamu bahkan sampai rela melakukan apapun untuk mereka, kamu... kamu wanita idaman El, meskipun gak bisa masak. Aku takut lama-lama jatuh cinta sama kamu sedangkan kamu sudah mengharapkan perpisahan. Aku hanya bisa membentengi hati aku agar tidak jatuh hati sama kamu El." Ungkap Argha membuat Elmeera mengeratkan pelukannya kemudian kepalanya menggeleng.


Argha tersenyum tipis menyadari gelengan kepala Elmeera, apakah Elmeera sudah berubah pikiran?


"Please ga, kita jangan bahas perpisahan lagi... anggap aja kita akan terus bersama, kecuali...." Argha mulai mengernyit mendengar kata kecuali dari bibir Elmeera.


"Kecuali nanti aku udah melahirkan anak kita." Argha menghela nafasnya, ternyata usahanya menurunkan ego tidak dapat mengubah pola pikir Elmeera.


Sekarang Argha tahu, Elmeera adalah wanita yang memiliki pendirian yang kuat dan sangat susah goyah.

__ADS_1


"Boleh gak gue mengumpat?" Batin Argha.


"Yasudah kalau gitu aku minta maaf ya... kamu maafin aku kan?" Tanya Argha kemudian diangguki oleh Elmeera.


"Ngalah lagi, ngalah lagi.." Batin Argha.


"Sekarang kita makan dulu." Ucap Argha.


"Kamu pasti masih lapar kan?" Tanya Argha.


"Banget!" Jawab Elmeera.


"Sekarang aku suapin kamu ya." Argha melepaskan pelukannya pada Elmeera kemudian meraih salah satu mangkuk yang ada di nakas.


"Nggak usah Gha, aku bisa sendiri." Ucap Elmeera.


"Aku akan melayani istriku makan sebagai permintaan maaf aku atas ucapan ku yang menyakiti kamu tadi. Sekaligus ucapan terima kasih karena kamu tadi siang sudah melayani aku dengan sangat baik dan memuaskan." ucap Argha sambil mengelingkan matanya pada Elmeera membuat Elmeera langsung memukul lengan Argha kemudian keduanya tertawa.


"Gha... bukan hanya kamu yang takut, aku pun takut Gha, aku takut jika hatiku tiba-tiba tertuju pada kamu... aku takut kecewa Gha karena cinta adalah kekecewaan dan kebodohan. Aku gak mau bertindak bodoh karena mencintai kamu Gha.... Terlebih hidup kamu selalu dikelilingi oleh banyak wanita. Aku takut Gha.... Aku ragu sama kamu." batin Elmeera menerima suapan dari sang suami.


...BERSAMBUNG...


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2