Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 13


__ADS_3

...13. Kondisi Mama Stabil...


“Agista, makan dulu.. kamu tadi belum makan. Aku udah belikan beef teriaki kesukaan kamu.” Seseorang tiba-tiba datang menghampiri Gista dengan kantong plastik di tangannya.


Suara bass itu membuat Elmeera dan Gista mendongak,


“Kamu…” Elmeera melotot melihat siapa yang berdiri di samping adiknya. Tetapi orang yang dimaksud dan ditunjuk oleh Elmeera tampak tidak peduli dengan adanya Elmeera disana.


“Kak Argha… Aku gak nafsu makan.” Jawab Gista dengan mengusap air matanya.


Gista benar-benar ketakutan jika hal buruk terjadi pada Mama Sarah hingga membuat nafsu makannya hilang. Sebab, kondisi Mama Sarah benar-benar drop, bukan drama dengan sutradara tante Naya lagi seperti kemarin.


“Makanannya buat kak Elmeera saja ya, aku yakin kak El pasti belum makan.” Lanjut Gista.


“Enak saja!! Aku membelikan ini untuk kamu Agista, bukan untuk wanita galak itu.” Jawab Argha yang sangat khawatir dengan Gista yang belum makan setelah berjam-jam menunggunya tidur di kontrakan hingga mendapatkan telepon dari rumah sakit.


“Apa kamu bilang? wanita galak?” Elmeera langsung melotot pada lelaki yang sudah menyebutnya sebagai wanita galak.


“Tuh kan bener! Dasar wanita galak.. Gitu doang matanya udah mau lepas.” Argha bukannya berhenti justru semakin meledek kakak angkat dari Gista tersebut.


“Sudah-sudah… kalian udah pada dewasa masa’ mau berantem kek bocah.” Gista mencoba menengahi membuat Elmeera mengurungkan niatnya untuk membalas ucapan Argha.


“Kak El, makan dulu ini kak..” Gista mengambil kantong plastik yang ada di tangan Argha kemudian di sodorkan pada Elmeera.


“Ogah!” Tolak Elmeera dengan memasang wajah angkuhnya.


“Bagus deh kalau tahu diri.” Sahut Argha.


“Kak Argha, udah!” Gista mencubit lengan Argha. Memikirkan kondisi Mama Sarah saja membuat Gista pusing apalagi ditambah perdebatan tidak jelas kedua kakaknya ini…hadeh…


“Mulut kayak petasan pinggir jalan! Udah murah, meledak-ledak lagi.” Gerutu Elmeera.


Argha tidak berminat menimpali ucapan Elmeera lagi, dia tidak ingin Gista ngambek lagi. Argha sadar, lelaki kan memang harus mengalah dari wanita yang katanya maha benar.


“Kamu belum makan dari tadi, nanti kamu sakit Gista!” Jawab Argha dengan penuh penekanan karena tidak ingin dibantah oleh sang adik. Melihat perhatian Argha pada Gista, tentu membuat Elmeera penasaran.


“Ada hubungan apa elu sama adik gue?” Tanya Elmeera dengan penuh kecurigaan pada Argha dan Gista.


“Adik elu? Adik gue kali!!!” Ingin sekali Argha mengucapkan hal itu, namun sebisa mungkin Argha tahan karena belum saatnya sebelum semua kebenaran tentang kecelakaan orang tuanya terungkap.


“Bukan urusan elu!” Jawab Argha cuek.


“Gue gak mau ya elu deket-deket sama adik gue.. laki model model kayak elu pasti suka tebar pesona!” Ucap Elmeera yang mengingat Argha banyak fans karena tampangnya yang cakep juga suaranya yang merdu. Elmeera akui itu, tapi cukup dalam hati saja pengakuan Elmeera.


Elmeera juga sangat mengingat jika Argha selalu menanggapi permintaan foto para gadis-gadis hingga ibu-ibu di Planet Café. Itulah alasan Elmeera menyebut Argha suka tebar pesona.

__ADS_1


“Kakak udah!” Bentak Gista yang emosi sendiri.


“Dasar wanita galak!”


“Dasar penyanyi café tukang tebar pesona!”


“Kalian itu yah.. kayak bocah!” Ucap Gista dengan wajah garang membuat dua-duanya diam seketika.


“Permisi, keluarga Nyonya Sarah..” Sapa seorang perawat yang mendekati tiga anak manusia yang sedang bersitegang di depan ruang VVIP ICCU.


“Iya sus..” Ucap Elmeera dan Gista bersamaan.


“Nyonya Sarah sudah sadar dan ingin bertemu dengan putrinya. Kalian boleh masuk sekarang karena kondisi Nyonya Sarah sudah mulai stabil kembali. Tapi mohon untuk menjaga emosi Nyonya Sarah agar stabil ya…” Ucap Perawat dengan seragam hijau muda itu.


“Baik sus, terima kasih.” Jawab Gista saja yang merasa sangat lega mendengar kondisi Mama Sarah sudah stabil, sedangkan Elmeera hanya diam saja menatap perawat tadi yang melangkah semakin menjauh.


“kak El.. masuk gih. Temui mama dan minta maaf sama mama.” Perintah Gista.


“Tapi Gis..”


“Gak apa-apa kak, Mama sebenarnya sangat merindukan kakak. Temui mama dan minta maaf sama mama kakak. Mengalah lah sama mama kak… mama udah bela kakak habis-habisan di depan teman-temannya hingga kondisinya drop loh.”


“Kalau mama justru marah sama kakak gimana?” Tanya Elmeera dengan lirih membuat Argha mengernyit. Bagaimana bisa wanita galak itu berubah menjadi sendu begitu? Mana wajah angkuhnya tadi?


Dengan penuh keraguan, Elmeera pun melangkahkan kakinya untuk memasuki ruang ICCU yang sebelumnya harus menggunakan Alat pelindung diri lengkap setelah Gista beberapa kali meyakinkan dirinya bahwa sang Mama tidak akan marah.


Gista tersenyum melihat Elmeera sudah hilang dibalik pintu.


“Ayo kak..” Gista pun menarik tangan Argha.


“Kemana?”


“Jenguk Mama aku!” Argha menghentikan langkahnya seketika. Gista yang sekuat tenaga menarik Argha itu pun tidak membuat tubuh Argha bergeser sedikit pun.


“Nggak.. Nggak! Nggak mau!” Perasaan Argha mendadak tidak enak.


“Kenapa? Kakak gak mau bertemu dengan wanita yang sudah membesarkan, merawat, menyayangi juga mendidik aku dengan sangat baik?” Tanya Gista dengan tatapan sedih pada sang kakak.


“Bukan begitu Gista, tapi ini waktunya belum tepat. Kalau waktunya sudah tepat, kakak akan berterima kasih langsung pada mama kamu. Tapi tidak sekarang.”


“Setidaknya aku pengen kakak dan mama saling mengenal. Aku pengen kakak merasakan kasih sayang ibu seperti yang aku rasakan.” Argha diam mematung. Dari kecil hidup di luar negeri bersama Arsen dengan didikan yang sangat keras membuat Argha melupakan bagaimana rasanya kasih sayang seorang ibu.


“Ayolah kak, aku akan bilang kalau kakak adalah penyanyi di Café aku dan udah aku anggap sebagai kakak aku sendiri, Aku janji gak akan cerita yang sebenarnya tentang hubungan kita.” Bisik Gista.


“Tapi kan di ruang ICU atau ICCU tidak boleh banyak orang yang masuk Gista, tadi kakak kamu yang galak itu juga udah masuk.” Argha masih berusaha mencari alasan untuk menghindar karena perasaannya sungguh tidak enak.

__ADS_1


“Kan ruang ICCU mama itu VVIP,, jadi bebas asal pakai alat pelindung diri yang lengkap kak. Ayo! Gak usah banyak alasan atau aku ngambek sama kakak.” Ancam Gista membuat Argha seperti kerbau yang di cocok hidungnya.


...*...


Elmeera duduk di samping ranjang sang mama dengan air mata yang mengalir deras karena melihat banyak sekali alat medis yang menempel di tubuh sang mama dibalik baju pasien.


Elmeera merasa sangat bersalah hingga membuat gadis angkuh tersebut berkali-kali memohon maaf pada sang mama sembari terus mencium tangan sang mama.


“Maafkan aku maa,,, jangan seperti ini terus, Aku mau mama sembuh..” Ucap Elmeera dengan suara parau.


“Mama akan sembuh setelah kamu menikah dan punya anak El..” Jawab Mama Sarah dengan terbata-bata.


“Iya ma,, aku akan menikah. Aku akan menuruti semua permintaan mama asal mama sembuh.” Janji Elmeera.


“Janji?”


“Iya aku janji ma…” Elmeera pun menangis sambil menunduk dan mencium tangan sang mama lagi.


“Apa kamu sudah memiliki calon atau lelaki yang dekat dengan kamu?” Tanya Mama Sarah lagi dengan sangat lirih.


“Iya ma sudah…” Rasanya tidak mungkin Elmeera menjawab belum. Yang ada membuat Mama Sarah kembali kepikiran.


“Mama…” Pekik Gista dengan suara cemprengnya. Gista langsung menangis tersedu-sedu melihat alat medis yang membantu mamanya bertahan. Gista tidak menyangka Mama Sarah akan separah ini kondisinya.


“Anak mama… kenapa menangis semua si?” Tanya Mama Sarah mencoba tersenyum saat Gista mengecup keningnya dengan lembut. Gista benar-benar melupakan lelaki yang berdiri mematung di dekat pintu. Lelaki yang kehadirannya belum disadari oleh yang lainnya.


“Mama harus sembuh. Aku gak mau lihat mama seperti ini. Hiks.. hiks… hiks..”


“Mama gak apa-apa sayang…”


“Hiks.. hiks,, hiks,, mama harus sembuh.. mama gak boleh berpikir macam-macam lagi soal kak Elmeera karena kak Elmeera tidak seperti apa yang digosipkan itu. Mama harus percaya sama kak Elmeera karena sebenarnya tadi, kak Elmeera kesini dengan kekasihnya. Namanya Kak Argha. Itu orangnya.” Gista menunjuk Argha yang masih berdiri tak jauh dari ranjang.


Ha?


...BERSAMBUNG...


LIKE


KOMENTAR


VOTE


HADIAH


TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2