Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 77


__ADS_3

...77. Merasa Kecewa...


Benar-benar diluar bayangannya mengingat ucapan para orang yang berada di lokasi kecelakaan mobil Elmeera tadi.


Argha langsung mendekat ke tempat dimana istrinya berbaring kemudian memeluk sang istri dengan erat tanpa peduli bahwa istrinya belum juga siuman setelah pingsan di halte depan apartemennya.


"Syukurlah El... syukurlah kamu nggak kenapa-kenapa... syukurlah El... aku khawatir sama kamu sayang... aku gak mau kehilangan kamu " Ucap Argha yang air matanya kembali menetes kembali.


"El... jangan tinggalkan aku .. jangan membuat aku secemas ini lagi. Jangan... " Ucap Argha yang semakin mengeratkan pelukannya pada Elmeera hingga membuat sang empu merasa terusik .


"Ehmm..." Elmeera merasakan kepalanya terasa berputar saat berusaha membuka kelopak mata indahnya.


"Apaan sih Gha.." Elmeera berusaha mendorong dada bidang Argha karena terasa pengap, Elmeera butuh menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.


"Sayang.. kamu bangun.. kamu siuman... syukurlah." Ucap Argha merenggangkan pelukannya dan menatap wajah pucat Elmeera.


"Aku khawatir sama kamu sayang." Kata Argha lagi.


"Kamu apaan sih Gha, lebay banget.. kepala aku pusing banget. Ini aku ada dimana?" Ucap Elmeera pelan melirik sekelilingnya.


"Kamu di rumah sakit sayang, kamu tadi pingsan." Jawab Argha.


"Ah syukurlah nyonya sudah siuman." ucap seorang petugas medis wanita yang tiba-tiba muncul di belakang Argha karena memang sengaja mengikuti Argha dari belakang untuk memastikan Argha tidak membuat kekacauan di IGD sekaligus memeriksa kondisi Elmeera.


"Maaf tuan, saya periksa istrinya dulu ya." Kata petugas medis tersebut.


Argha pun mengangguk memberikan ruang pada petugas untuk memeriksa kondisi Elmeera tanpa melepaskan tautan tangannya pada Elmeera. Hal itu jelas membuat Elmeera nampak aneh pada sikap Argha terlebih Elmeera mengingat dengan jelas berita apa yang sampai membuatnya pingsan di halte tadi.


"Syukurlah, tidak ada yang perlu terlalu dicemaskan dari keadaan Nyonya Elmeera."


"Tidak ada yang dicemaskan? tapi kenapa istri saya bisa pingsan ha?" Tanya Argha dengan nada setengah membentak.


"Ha?" Elmeera terkejut dengan respon Argha, ini bukan suaminya deh...

__ADS_1


Petugas medis itu pun tersenyum ramah dan tidak terbawa emosi oleh keluarga pasien yang sedang ia tangani saat ini.


"Secara keseluruhan, tidak ada yang perlu dicemaskan mengenai kondisi nyonya Elmeera tuan, hanya saja ada satu hal yang harus saya pastikan pada nyonya Elmeera hingga membuat nyonya Elmeera terlihat pucat seperti ini."


"Apa itu? Kamu mau memastikan apa pada istri saya? istri saya kenapa?" Tanya Argha.


Sejak kapan Argha menjadi lelaki tidak sabaran seperti ini?


Petugas medis itupun masih saja tersenyum berusaha sabar menghadapi lelaki arogan bernama Argha tersebut.


"Bukan saya yang akan memastikan hal tersebut, tapi seorang dokter spesialis yang akan memeriksa nyonya Elmeera lebih lanjut agar kondisi Nyonya Elmeera bisa jauh lebih jelas. Sebentar lagi dokter spesialisnya akan datang. Tunggu sebentar ya tuan."


"Kenapa istri saya? kenapa dia sampai pingsan? jawab! kenapa?" Tanya Argha dengan nada bicara tinggi karena Argha yakin Elmeera pingsan bukan karena telat sarapan sebab Elmeera sangat lahap pada masakannya pagi tadi.


"Sabar tuan.. lima menit lagi akan ada dokter spesialis yang memeriksa Nyonya Elmeera, saya permisi dulu."


Argha yang hendak mendesak petugas medis wanita itu untuk mengatakan apa yang terjadi pada Elmeera yang sebenarnya... Namun, Elmeera menahan Argha agar suaminya yang biasanya selow dan kalem juga santai itu tidak membuat keributan di rumah sakit.qa


"Diam lah Gha, aku pusing! Jangan ribut please..." Ucap Elmeera lirih sambil memejamkan matanya kembali.


"Kenapa kamu bisa pingsan Sayang? Kamu kenapa? Apa yang terjadi?"


Argha kenapa sekarang menjadi bawel seperti ibu-ibu kompleks yang kurang jatah dari suaminya ya?


"Aku pingsan gara-gara kamu, banyak hal yang ingin aku bicarakan sama kamu, tapi kepalaku rasanya mau pecah. Aku mau istirahat dulu." Kata Elmeera lirih memendam rasa kecewanya pada Argha.


"Kenapa kamu selama ini gak jujur sama aku tentang siapa kamu sebenarnya Gha.. katanya kamu ingin menjalin pernikahan yang sebenarnya dengan aku dan gak mau kita bercerai, tapi nyatanya kamu gak bisa jujur, sepertinya ekspetasi aku terlalu tinggi sama hubungan kita Gha. Aku benar-benar tidak kamu izinkan untuk mengenal dirimu." Batin Elmeera merasakan nyeri pada lubuk hatinya.


"Sayang... kamu kenapa? hmm? kamu kenapa diam saja.. kamu minum dulu ya?" Kata Argha. Elmeera mengangguk lemah. Argha pun dengan telaten mengambilkan dan membantu Elmeera untuk minum.


"Aku khawatir sama kamu El. Kenapa jadi gara-gara aku? Katakan sayang, kamu kenapa? ada apa?" Argha mengusap rambut Elmeera dengan lembut. Elmeera hanya diam tidak menggubris ucapan suaminya.


Argha teringat akan kecelakaan di jalan mawar barusan yang melibatkan mobil sang istri. Jika Elmeera pingsan di halte, pasti Elmeera juga tidak tahu mengenai kecelakaan tersebut.

__ADS_1


Argha tidak ingin membuat istrinya kepikiran soal kecelakaan yang menghancurkan mobil kesayangan Elmeera itu. Argha tidak tega melihat wajah pucat Elmeera.


"Sayang, kenapa kamu bisa ada di halte dan pingsan disana? mobil kamu... Siapa yang membawa mobil kamu?" Tanya Argha lagi yang enggan memberi tahu bahwa mobil istrinya itu kecelakaan.


Elmeera hanya diam.


"Sayang.. please jawab, mobil kamu kemana? kenapa bisa kamu pingsan di halte?" Argha teramat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Merasa terganggu dengan banyaknya pertanyaan Argha, dengan malas Elmeera pun menjawab pertanyaan sang suami.


"Tadi saat aku baru keluar lift, mama telfon mau pinjem mobil buat check up karena mobilnya mogok, dan ternyata mama sudah suruh pak Hari buat ambil mobil jadi aku mengalah mau naik taksi tapi saat menunggu taksi aku membaca berita yang mengejutkan." Kata Elmeera sambil tersenyum kecut.


"Jadi yang menjadi korban kecelakaan adalah pak Hari supir Mama?" Batin Argha.


"Astaga... kenapa jadi begini.. jujur aku sangat bersyukur Elmeera tidak kenapa-kenapa, tapi kenapa harus pak Hari yang menjadi korbannya? kenapa orang yang tidak tahu apa-apa justru ikut-ikutan kena getahnya." Batin Argha lagi yang sangat yakin bahwa kecelakaan yang mobil Elmeera alami itu pasti disengaja melihat bagaimana truk itu menyeruduk mobil Elmeera.


Argha terdiam sebab Argha paham berita apa yang tadi Elmeera baca.


"Sayang.. aku bisa jelaskan semuanya.." Ucap Argha.


"Sudahlah.. aku mau istirahat Gha, kepala aku pusing." Ucap Elmeera membuang mukanya ke samping enggan menatap wajah tampan suaminya.


"El, mengenai berita yang tengah ramai itu aku .."


"Sudahlah Gha! aku pusing... aku mau memejamkan mata sejenak saja sebelum dokternya dateng! aku gak mau tahu tentang kamu, terserah siapa kamu aku gak peduli karena memang dari awal, kita menikah juga kita sama-sama orang asing yang gak saling kenal!" Ucap Elmeera menatap Argha dengan tatapan yang sulit Argha mengerti.


...BERSAMBUNG...


Elmeera ngambek dulu..


otor bobok dulu ya...


semoga besok bisa update 2 episode 😇

__ADS_1


__ADS_2