
...78. Hasil Pemeriksaan...
Ada rasa tak tega yang menyelimuti hati Argha saat melihat wajah istrinya yang nampak pucat dan sayu. Elmeera yang belum ingin mendengar penjelasan dari Argha itu pun membuat Argha mengalah dan bersabar meskipun Argha ingin menjelaskan semuanya secara segera agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Mungkin Elmeera masih terkejut dengan berita yang beredar tentang latar belakang Argha yang sebenarnya. Argha juga menyadari jika wajar kalau Elmeera kecewa padanya sebab Elmeera tahu tentang semua itu dari media bukan dari dirinya langsung.
Sementara Elmeera yang berbaring lemah memilih untuk tidak menatap sang suami meskipun tangan Argha masih setia menggenggam jemari tangannya.
Mata Elmeera memang terpejam, tapi wanita cantik itu tidak bisa untuk terlelap sedikit saja sebab banyak yang mengganjal di hatinya. Entah kenapa Elmeera yang dulu merasa sangat tidak peduli dengan Argha, kini mendadak menjadi wanita yang mulai posesif. Bahkan Argha yang tidak terbuka padanya pun membuat hatinya teramat kecewa dan sakit.
Pikiran-pikiran buruk mulai mendatangi Elmeera, mulai dari Argha yang menikahi dirinya dan bertahan hanya karena Gista jadi Argha tidak benar-benar serius ingin membuka hatinya untuk Elmeera hingga pikiran buruk mengenai Argha yang menjadikannya sebagai penghangat ranjang saja.
Ah Elmeera tidak suka seperti ini, overthinking yang terlalu berlebih apalagi overthinking-nya negatif seperti ini.
Air mata Elmeera pun menetes, dengan cepat wanita itu mengusap air matanya. Dan tindakan Elmeera tersebut disadari oleh Argha.
Mau tidak mau, Argha mulai membuka suara agar istrinya itu tidak berpikir macam-macam tentang dirinya.
Entahlah, Argha rasanya tidak ingin ada kesalahpahaman di dalam rumah tangganya.
"Sayang, maafkan aku yang gak jujur sama kamu.. bukan maksud aku buat menyembunyikan identitas aku, tapi ini semua demi keselamatan kita semua."
Elmeera hanya diam, wanita itu tidak memberikan tanggapan apapun tapi Argha yakin bahwa istrinya itu sedang menunggu kelanjutan penjelasannya.
"Iya, aku memang Argha Tahta Mahatama, satu-satunya cucu lelaki dari keluarga Mahatama pemilik RMJ Group." Ucap Argha menghela nafasnya dengan kasar.
Kenapa baru bilang sekarang? sungguh Elmeera merasa sedang di permainan oleh Argha sebab Elmeera pikir Argha mau menikahi dirinya karena uang 1 Milyar kemudian kenyataan tentang Gista yang adik kandung Argha dan sekarang?
"Jika aku bisa memilih, Aku pasti akan memilih untuk tidak menjadi bagian keluarga tersebut. Karena apa? karena menjadi keturunan keluarga Mahatama, aku harus kehilangan kedua orang tua aku juga berpisah dengan adik aku."
"Apa maksud kamu?" tanya Elmeera yang menengok menatap sorot mata Argha dengan penuh tanya.
"Permisi nyonya Elmeera.. saya dokter Eva, izinkan saya memeriksa anda ya.. " Sapa seorang dokter wanita yang tiba-tiba hadir memutus obrolan serius antara argha dan Elmeera.
Elmeera memaksakan diri untuk tersenyum pada dokter paruh baya tersebut dan mengenyampingkan rasa penasaran pada cerita Argha.
"Sayang, nanti akan aku jelaskan semuanya sama kamu tentang apa yang terjadi, aku janji gak akan lagi ada yang aku tutup-tutupi. Tapi kamu harus diperiksa dulu sama dokter ya." Kata Argha sambil mengusap kepala Elmeera dengan lembut dan penuh sayang membuat dokter dan perawat yang mendampingi tersenyum sendiri.
Elmeera mengangguk. Wanita itu juga penasaran dengan apa yang terjadi pada tubuhnya karena beberapa Minggu belakangan ini Elmeera merasakan tubuhnya yang mudah lelah dan sering merasa lemas juga agak mual namun tidak parah.
__ADS_1
"Suster, tolong bantu dorong brankarnya Nyonya Elmeera menuju sana." Perintah dokter Eva pada asistennya. Dokter Eva menunjuk ruangan yang berada di pojok IGD. Disana dapat dilihat beberapa peralatan medis yang lengkap.
Argha pun membantu untuk mendorong brankar tempat Elmeera berbaring menuju ruangan yang di tunjuk oleh dokter Eva. Disana terdapat beberapa peralatan medis yang begitu asing di mata Elmeera maupun Argha.
"Nyonya Elmeera, kalau boleh tahu.. kapan terakhir anda datang bulan?" Tanya dokter Eva dengan ramah.
"Bulan ini belum dok, karena biasanya memang dia akhir bulan kalau datang bulan dan sering telat kalau dia sedang kecapean atau banyak pikiran." Bukan Elmeera yang menjawab melainkan Argha hingga membuat dokter dan perawat itu tersenyum.
Wajah Elmeera pun mendadak merona karena pernyataan Argha. Ternyata lima bulan lebih hidup bersama Argha membuat Argha tahu banyak hal tentang dirinya termasuk masa menstruasinya. Berbeda dengan dirinya yang tidak tahu sama sekali tentang sang suami. Mengingat hal itu, Elmeera pun merasa sedih.
"Baiklah.. apa anda masih pusing nyonya?" Elmeera pun mengangguk.
"Suster tolong bantu untuk menaikkan baju nyonya Elmeera ya." Perintah dokter Eva lagi.
"Istri saya sebenarnya kenapa dok?" Tanya Argha yang khawatir mengenai kondisi istrinya.
"Sebentar saya periksa dulu ya tuan, setelah itu nanti saya baru bisa menjelaskan tentang kondisi istri anda." Argha mengangguk. Tangan Argha pun masih menggenggam erat tangan Elmeera membuat siapa saja yang melihatnya menjadi iri karena cinta Argha begitu besar pada Elmeera.
Seorang suster pun menaikkan baju Elmeera hingga perut Elmeera dengan kulit putih bersih terpampang jelas. Ah rasanya Argha tidak ikhlas bagian tubuh istrinya itu di lihat oleh mata lain meskipun itu manusia.
Rasa dingin menjalar di kulit Elmeera kala suster mengoleskan sebuah gel pada bagian tersebut. Elmeera pun menggenggam tangan Argha erat.
"Jangan berbicara seperti itu sayang .. kamu akan baik-baik saja." Jawab Argha lembut sambil tersenyum. Argha berusaha menyembunyikan kekhawatirannya.
"Nyonya Elmeera, tuan Argha... lihatlah pada layar ini." Ucap dokter Eva membuat pandangan Elmeera dan Argha yang saling bertautan itu terputus.
Sepasang suami istri itu pun mengikuti perintah dokter Eva.
"Apakah kalian melihat ada sesuatu sebesar biji buah apel?" Tanya dokter Eva.
"i.. iya dok, saya melihatnya." Jawab Argha.
"A.. apa itu kanker dok?" Tanya Elmeera yang sama sekali tidak paham dengan apa yang terjadi.
"Bukan nyonya... tapi itu adalah janin yang sedang tumbuh di rahim anda... selamat kalian akan menjadi orang tua sebentar lagi."
"A... apa?" Pekik keduanya dengan perasaan tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Sa.. saya hamil dok?" Air mata bahagia pun menetes begitu saja dari mata indah Elmeera sedangkan Argha mematung dengan senyum tipis di bibirnya.
__ADS_1
"Gha... aku hamil Gha.. kita akan segera punya anak." Ucap Elmeera antusias.
"Iya sayang.. kita akan segera punya anak... kita akan jadi orang tua." Jawab Argha dengan mata berkaca-kaca.
Jujur, Argha merasa bahagia mendengar kabar kehamilan istrinya... namun banyak hal yang harus Argha pikirkan dan pertimbangkan setelah mengetahui istrinya ini hamil.
Bukan hanya Elmeera yang harus Argha jaga, tapi juga calon anaknya harus benar-benar Argha jaga mengingat hampir saja Elmeera menjadi korban kecelakaan pagi ini.
"Selamat ya Nyonya Elmeera dan Tuan Argha." Kata dokter Eva.
"Menurut pemeriksaan, usia janin dalam kandungan anda adalah 5 Minggu... dia tumbuh dengan baik dan sehat..."
"Tapi kenapa tadi istri saya bisa pingsan dok?"
"Apa sebelum pingsan nona Elmeera merasa pusing atau bagaimana?" Tanya dokter Eva menatap Elmeera.
"Iya dok, tubuh saya lemas dan agak pusing lalu saya membaca sebuah pemberitaan yang sangat mengejutkan jadi saya pingsan." Jawab Elmeera sambil melirik sang suami.
"Sayang, kenapa kamu gak bilang sama aku kalau kamu merasa pusing dan lemas? hmm?" Tanya Argha.
"Bagaimana bisa aku bilang sama kamu, kan kamu berangkat ke kantor duluan dengan buru-buru mentang-mentang naik jabatan." Sindir Elmeera.
"Maafkan aku sayang... maafkan aku, mulai sekarang, aku akan berusaha menjaga kamu dan calon anak kita dengan baik." Jawab Argha.
Drrtt... drtt... drrtt...
Ponsel Argha berdering. Argha pun segera merogoh kantong celananya untuk mengangkat panggilan telfon tersebut.
"Siapa?" Tanya Elmeera.
"Kakek." Jawab Argha sambil menghela nafasnya dengan kasar kemudian menolak panggilan tersebut. Argha sedang marah dengan kakek Ramon sehingga Argha memilih menghindar daripada berkata yang tidak baik pada lelaki tua itu.
"Kamu hutang banyak penjelasan sama aku!" Ketus Elmeera.
"Maaf Nyonya Elmeera, tuan Argha.. bisa kita lanjutkan kembali pemeriksaannya?" Tanya dokter Eva.
Aduh si Elmeera sama Argha kalau udah berdebat suka lupa tempat dan lupa dengan sekitar deh~~
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
Yeay selamat Argha dan Elmeera yang mau jadi orang tua... ciee~