
...9. Kepikiran Argha...
Panasnya cuaca di ibu kota siang ini, ternyata menjalar sampai ke salah satu ruangan di gedung perkantoran yang ada di lantai lima hingga membuat sang penghuni ruangan mendesahh frustasi.
Wanita penghuni ruangan yang merupakan CEO dari KirAn.com yang terkenal cantik dan cerdas itu mendadak merasa menjadi wanita bodoh sebab sudah berjam-jam duduk di kursi CEO, tidak satu pun pekerjaan yang bisa dia selesaikan.
“Oh Shiit!” Umpat Elmeera sambil menutup laptopnya dengan kasar karena wanita cantik berusia 28 tahun itu menyadari bahwa bukan suhu ruangannya yang panas karena pendingin ruangan sudah bekerja maksimal, otak dan hatinya lah yang terasa mendidih sejak kemarin.
“Kenapa gue kepikiran sama si penyanyi di Planet Café terus sih?” Gumam Elmeera menjadikan tangannya sebagai tumpuan kepalanya kemudian memijat keningnya yang terasa pusing.
“Argh… kesel! Kesel! Kesel banget deh gue!”
“Bagaimana bisa, si penyanyi Café sekaligus staf biasa di RMJ Group itu menolak untuk menikahi gue? Padahal dengan menikahi gue, dia akan mendapat keuntungan banyak! Benar-benar penghinaan ini.” Kata Elmeera lagi yang terus saja ngomel sejak semalam Gista menyerah untuk membujuk Argha.
“Apa gue harus turun tangan sendiri? Sepertinya Gista tidak bisa diandalkan.” Gumam Elmeera pelan sambil terus berpikir untuk mencari ide agar bisa segera keluar dari belenggu rumor sampah yang telah beredar luas tentang dirinya juga demi kesehatan Mamanya.
FLASHBACK ON
Setelah kejadian paling menyebalkan dalam hidupnya di tangga Planet Cafe beberapa detik lalu, dengan wajah kesal dan diliputi emosi…. Elmeera akhirnya sampai juga ke lantai dua untuk bertemu Gista juga Ziraya.
“Kenapa mata elu berkaca-kaca El? Tumben muka elu sendu? Biasanya ganas?” Tanya Ziraya menatap sang sahabat dengan aneh. Tidak biasanya wanita angkuh dan arogan itu nampak lemah di depan orang begini…
“Kakak kenapa? Apa yang terjadi sama kakak dengan kak Argha tadi? Kalian sepertinya tadi bersitegang?” Gista yang dari tadi sudah penasaran itupun nampak khawatir.
Tanpa menjawab, Elmeera pun langsung memeluk sahabatnya dengan raut wajah yang sangat menyedihkan. Gista tidak kurang akal, gadis yang duduk di bangku kelas 11 itu pun segera mengecek CCTV dari layar Ipad nya yang tergeletak di meja sejak tadi dari pada harus mengintrogasi sang kakak yang pasti membutuhkan kesabaran yang ekstra.
Betapa terkejutnya Gista melihat apa yang terjadi antara Elmeera dan Argha. Apalagi kamera CCTV itu benar-benar menyorot apa yang tangan Argha lakukan pada Elmeera. Gista masih tidak begitu yakin, tidak mungkin Argha lelaki yang setahun ini dekat dengan dirinya itu melakukan hal tersebut. Adik angkat Elmeera itu pun segera memperbesar video dihadapannya dan….
Ya, Gista tahu awalanya memang tidak sengaja. Dan jelas dari rekaman CCTV itu, tapi seolah Argha telah mengambil kesempatan pada situasi tersebut.
“Gak mungkin!” Gumam Gista yang langsung menyodorkan Ipad-nya pada Ziraya yang masih mencoba menenangkan Elmeera yang menangis dalam diam. Ada rasa kecewa yang mengusik hati Gista dan sulit dijabarkan setelah melihat apa yang tangan Argha lakukan pada dada Elmeera.
Apapun alasannya, tidak seharusnya Argha seperti itu. Entahlah… mungkin selama ini Gista merasa terlalu tinggi berekspektasi tentang Argha yang selalu terlihat bisa menghargai wanita.
__ADS_1
“Kesempatan!” Kata Ziraya dengan penuh semangat. Tanpa mendengar cerita dari Elmeera, sekarang Ziraya tahu apa yang terjadi dengan sahabatnya hingga sampai se-sendu ini.
“Apanya yang kesempatan?” Tanya Gista.
“Apa?” Kini giliran Elmeera yang bertanya pada Ziraya dengan tatapan tajam setelah mengangkat kepalanya. Ziraya tersenyum penuh arti layaknya anak yang telah menemukan jalan keluar setelah seharian terjebak di labirin.
“El, kenapa elu gak minta lelaki si penyanyi café itu untuk menikahi elu? Dengan rekaman CCTV ini elu bisa minta dia untuk bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan ke elu barusan?” Bukan hanya Elmeera, Gista pun tidak kalah terkejutnya dengan ide Ziraya barusan.
“Gak bisa gitu dong kak!” Sentak Gista secara spontan membuat Elmeera dan Ziraya mengernyit.
“Gila elu ya, ogah… yang ada gue dilecehkan setiap hari sama si penyanyi itu. Lagi pula tadi gak sengaja, kecuali dia perkosa gue,, gue baru minta tanggung jawab.” Ucap Elmeera tidak terima namun dengan suara lirih.
“Kenapa gak bisa Gista? Kamu suka sama si penyanyi Café itu?” Tanya Ziraya menatap Gista dengan penuh selidik.
“Nggaklah! Sembarangan!” Sangkal Gista.
“Elmeera sahabatku yang cantik, cerdas dan jomblo lapuk…” Panggil Ziraya mendapatkan tatapan tajam dari Elmeera.
“Semua kriteria elu ada di dia El.. gue yakin kalau kemeja flanelnya tadi di buka, pasti akan menampilkan pahatan sempurna di otot perutnya. Wajahnya juga sangat, sangat dan sangat tampan,,, dan gue yakin juga, benih dia nanti akan menghasilkan anak-anak yang ganteng juga cantik. Ingat El, Gak ada pelecehan setelah dua anak manusia resmi jadi suami istri. Yang ada adalah hubungan untuk keduanya terbang ke nirwana menikmati surga dunia. Elu harus segera merasakan surga dunia itu El.”
“Elmeera.. pikirkan kesehatan tante Sarah. Jangan egois terus! Menurut gue hanya dia lelaki yang cocok untuk elu. Lagi pula dia yang berlatar belakang sebagai penyanyi Café sekaligus staf biasa gak akan menolak elu deh… Nikah sama wanita cantik, seksi dan kaya raya. Dapat duit juga kenikmatan dunia yang hakiki.” Ziraya mencoba terus meyakinkan pada Elmeera. Menurut penilaian Ziraya, ketampanan Argha si penyanyi café tersebut sangat diatas rata-rata dan memancarkan aura positif.
Tidak ada aura-aura buayanya yang akan membuat sahabatnya semakin trauma dengan lelaki. Sebab, setelah menyeleksi banyak profil cowok tampan, Ziraya menyimpulkan 99,99% lelaki tampan sesuai kriteria Elmeera itu playboy.
Dan apabila Elmeera segera menikah dengan Argha, pekerjaan Ziraya akan menjadi lebih ringan karena perusahaan ekspedisi jasa milik Elmeera itu akan berjalan normal kembali dan Ziraya memiliki banyak waktu untuk keluarganya.
“Gue belum siap menikah Ra.” Jawab Elmeera lemah.
“Oke, kalau gitu elu sama aja menghancurkan KirAn.com secara perlahan karena beberapa investor sudah mengirimkan email tentang permohonan prosedur penarikan investasi. Mereka menganggap diamnya elu tanpa konfirmasi dan bukti yang nyata adalah jawaban iya dari rumor yang beredar. Sedangkan di Negara kita SANGAT anti dengan LGBT. Termasuk gue. Jadi gue memilih mengundurkan diri kalau elu gak mau nikah sama si penyanyi Café tersebut.” Jelas Ziraya yang sangat tegas membuat Elmeera terhenyak.
“Jangan mengancam gue Ziraya. Elu kan tahu, gue bukan LGBT! Gue juga jijik banget sama mereka!”
“Gue gak mengancam, hanya saja gue ingin elu menikah agar semuanya membaik dan bisa kembali seperti semula. Coba dulu sama si penyanyi café itu El.”
__ADS_1
“Tapi..”
“Kak Zi.. kak El.. kenapa kita gak cari lelaki lain aja si? Kenapa harus kak Argha?” Ucap Gista dengan ragu-ragu.
“Kamu kenapa si gak setuju jika kakak kamu sama penyanyi itu? Ada hubungan apa kamu sama dia?” Ziraya sangat penasaran pada Gista.
“Ng.. nggak ada kak.” Gista nampak gugup. Jawaban Gista benar-benar menarik perhatian Elmeera.
“Agista… jangan bohongi kakak? Punya hubungan apa kamu? Kamu pacaran sama lelaki tadi?” Kini giliran Elmeera menatap tajam pada adiknya.
“Hu.. hubungan? Pacaran? Nggak kak.”
“Kalau kamu gak ada hubungan apa-apa, tentu kamu akan membantu kakak kamu buat menikah sama Argha dong? Kamu mau tante Sarah sakit-sakitan terus? Resiko serangan jantung tante Sarah bertambah besar loh karena pasca operasi pemasangan ring, tante Sarah terus tertekan.” Kata Ziraya.
“Tapi kak..”
“Fix! kamu suka sama penyanyi itu dan kamu pacaran sama dia.”
“NGGAK! Oke, Aku akan bantu kak El supaya kak Argha menikahi kak Elmeera.”
“Lakukan sekarang adik cantik. Mumpung si Argha masih disini.” Perintah Ziraya dengan senyum penuh kemenangan menatap Argha yang duduk di sofa samping panggung.
Sementara Elmeera memilih diam, wanita cantik itu nampak bingung.. dalam lubuk hatinya sangat ingin menolak menikah dengan siapapun termasuk Argha. Tapi Elmeera sangat merindukan pelukan Mama Sarah karena sang mama enggan untuk bertemu dengannya.
Belum lagi masalah perusahaan yang mengalami penurunan omset yang signifikan dari hari ke hari. Elmeera tidak mau perusahan yang dia bangun dari harta peninggalan kakeknya hancur begitu saja. Dan memang Elmeera tidak memiliki pilihan lain, dia saat ini berpacu dengan waktu sebelum para investor benar-benar menarik dana mereka dari perusahaannya.
FLASHBACK OFF
...BERSAMBUNG...
Terima kasih ya yang sudah mau setia menunggu kelanjutan cerita ini, maaf tidak bisa update setiap ahri karena pekerjaan dan kesibukan di dunia nyata.
Sekali lagi, maaf banget ya gak bisa update setiap hari. Tapi aku akan selalu berusaha untuk update kok..
__ADS_1
Terima kasih lagi karena sudah mau memberikan like dan komentarnya... aku gak maksa kalian untuk kasih vote juga hadiahnya. Kalau setiap bagian bawah ada tulisan yang mengingatkan kalian untuk Like, Komentar, Vote dan Hadiah.. itu hanya sebatas mengingatkan..
siapa tahu hati kalian tergerak untuk memberikannya pada aku hehe.. kalau nggak ya gak apa-apa 😁