Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 24


__ADS_3

...24. Ke Rumah Tante Sarah...


Semalaman suntuk Argha tidak bisa memejamkan matanya sama sekali karena kepikiran tentang keputusannya beberapa jam lalu di Planet Cafe.


Ya.


Beberapa jam lalu Argha baru saja menyetujui pernikahan konyol yang diminta oleh adik kesayangannya, Gista. Hal itu semata-mata Argha lakukan hanya untuk membuat Gista tetap berada di dekatnya sekaligus membuat Gista bahagia.


Gista mengungkapkan dengan tegas bahwa kebahagiaannya adalah melihat wanita yang sudah membesarnya tersenyum bahagia dan kakak angkatnya menikah dengan lelaki yang pantas menurut versi Gista. Dan lelaki yang pantas itu adalah dirinya, kakak kandung Gista sendiri.


Sebagai bentuk rasa terima kasihnya pada wanita bernama Sarah karena sudah merawat dan menyayangi Gista, Argha diminta untuk balas budi oleh Gista dengan menikahi Elmeera.


Konyol memang...


Namun Argha tidak memiliki pilihan lain. Berpisah selama bertahun-tahun dengan Gista membuat Argha tidak mampu berpikir jernih. Terlebih, bayangan peristiwa kecelakaan belasan tahun yang lalu menimbulkan rasa bersalah dalam dada Argha.


Andai saja saat itu dirinya tidak meminta kedua orang tuanya untuk liburan ke luar kota, pasti kecelakaan itu tidak akan terjadi. Pasti juga dirinya dan Gista tidak akan menjadi yatim piatu dan keluarganya hidup bahagia.


Namun semua sudah terjadi, karena permintaannya untuk liburan... Gista yang masih sangat kecil belum tahu siapa orang tuanya dan belum pernah merasakan kasih sayang orang tuanya harus berpisah untuk selama-lamanya dengan orang tuanya.


Berbeda dengan Argha yang sangat itu sudah cukup besar, Argha sudah banyak melewati hari-hari bahagia dengan kedua orang tuanya. Itulah yang menjadi alasan terbesar Argha untuk ingin selalu membuat Gista bahagia.


"Apa bisa gue bertahan dalam pernikahan konyol dengan wanita angkuh binti sombong seperti Elmeera?" Gumam Argha pelan sambil menatap langit-langit kamarnya.


Argha bimbang, di satu sisi selain Gista memintanya untuk menikah dengan Elmeera Gista juga meminta dirinya untuk tidak akan pernah melepaskan Elmeera. Sementara Elmeera sendiri sudah merencanakan sebuah perpisahan sebelum pernikahan itu terjadi.


"Arghhh! Gila... ini benar-benar gila... andai saja dibelakang Tante Sarah tidak ada keluarga Bramantya yang melindunginya, gue pasti akan membiarkan Gista pergi dengan Tante Sarah. Kemudian, dengan mudahnya gue akan menemukan Gista kembali. Namun ini apa-apa, keluarga Bramantya jadi ikut-ikutan menyiapkan kepergian Tante Sarah." Gumam Argha mengusap wajahnya dengan kasar.


Argha yang kesal dengan nasibnya sendiri akhirnya lama-lama terlelap juga.


...***...


Argha yang merasa sangat ngantuk karena semalam tidak bisa tidur dengan baik, pagi ini dia harus berangkat ke kantor dengan rasa malas yang meronta-ronta.


Andai saja tidak ada masalah yang menyangkut dirinya bahkan masalah itu mengancam dirinya terjerat proses hukum, Argha pasti akan memilih untuk izin bekerja hari ini. Belum lagi janji Argha pada Gista yang akan berkunjung ke rumah Tante Sarah untuk membicarakan masalah kemarin.


Ah... hari ini akan menjadi hari yang sangat menyebalkan untuk Argha....

__ADS_1


"Gha... gimana masalah kantor? Ada perkembangan apa?" Tanya Arsen saat Argha baru keluar dari kamarnya.


"Gak jelas... semua tuduhan mengarah ke gue... kemarin sekertaris direktur keuangan kasih kabar jika pagi ini si direktur itu ingin berbicara sama gue."


"Sekertaris direktur keuangan?" Gimana Arsen dan dijawab anggukan kepala oleh Argha.


"Apa jangan-jangan dugaan gue sama manusia itu benar?" Tanya Arsen lagi menatap sahabatnya dengan penuh tanya.


"Entahlah... kita buktikan nanti setelah gue ketemu sama si botak itu."


"Eh tapi... setelah elu nikah sama Elmeera dan dapat duit 1M, apa elu akan bayar uang perusahaan?" Tanya Arsen yang semalam sudah menjadi teman curhat Argha mengenai permainan Gista.


"Nggaklah... gue cuma mau keruk itu duit wanita sombong... nanti gue sumbangin aja... lagian kalau gue kasih ke perusahaan, bukannya akan membuat semua orang curiga dengan asumsi mereka masing-masing? secara staf biasa seperti gue bisa dapat duit 1M buat ganti itu semua? Darimana coba."


"Bagus... kita ikuti aja permainan para mafia perusahaan keluarga elu itu."


"Hmmm.. gue akan ungkap semuanya dan gak akan gue ampuni." Jawab Argha dengan tenang.


"Yang penting elu harus selalu hati-hati.. gue akan pantau semuanya dari jauh." Arsen menepuk pundak sahabatnya memberikan semangat.


"Thank... gue berangkat dulu..." Kata Argha. Sedangkan Arsen hari ini harus mengurus sesuatu hal yang menyangkut masalah Argha di perusahaan. Jadi Arsen memilih untuk membuat izin sakit dari berbekal surat dari dokter kenalannya.


...***...


Argha mengendarai motor Vespanya kembali untuk keluar dari perusahaan RMJ Group tempatnya ia bekerja saat ini sebagai salah satu staf finance.


Berkendara motor sendiri ditengah padatnya jalanan ibu kota Dengan suasana senja membuat otak Argha justru lebih banyak bekerja. Selain memikirkan apa yang akan dia bicarakan dengan Tante Sarah nantinya, Argha juga kepikiran soal pertemuan dengan Pak Amir pagi tadi, lelaki yang menjabat sebagai direktur keuangan.


Pak Amir, lelaki bertubuh gempal yang Argha tahu sebagai saudara sepupu almarhum Papanya itu mengajak Argha membuat kesepakatan.


Pak Amir berjanji akan membebaskan Argha dari kasus yang sedang menimpanya saat ini, asal Argha mau bekerjasama dengannya untuk menjatuhkan direktur Produksi dengan memanipulasi laporan pembelanjaan dari bagian produksi yang sepenuhnya Argha pegang.


Namun pagi tadi, Argha belum bisa memberikan jawaban dengan alasan tidak mau terburu-buru dalam mengambil keputusan karena semuanya memiliki resiko besar untuk dirinya sendiri.


Argha tidak ingin salah langkah, dia harus mendiskusikan semuanya lebih dulu dengan Arsen dan Papa dari Arsen yang merupakan orang kepercayaan papa dan kakek Argha.


Tidak terasa motor yang Argha kendarai sudah memasuki kompleks perumahan elit di ibu kota. Jantung Argha mendadak berdegup kencang layaknya seorang lelaki yang akan bertemu dengan calon ibu mertuanya untuk pertama kali.

__ADS_1


Melepas helm yang ia kenakan kemudian merapikan penampilannya, Argha menghirup udara dalam-dalam sebelum mengetuk pintu.


Tok


Tok


Tok


Ceklek.


"Sore bik." Sapa Argha pada asisten rumah tangga di rumah Tante Sarah.


"Sore... silahkan masuk den." Ucap bik Ira yang kebetulan membuka pintu. Bik Ira sudah beberapa kali bertemu dengan Argha, jadi sudah sangat hafal.


"Mau bertemu dengan non Gista ya?"


"Nggak... aku mau bertemu dengan Tante Sarah bik." Jawab Argha.


"Mau bertemu ibu?"


"Iya, ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengan beliau."


"Baiklah.. saya panggil kan ibu Sarah dulu ya den.. den Argha silahkan duduk.."


"Terima kasih bik..."


Tidak lama setelah bik Ira pergi, seorang asisten rumah tangga yang usianya lebih muda dari bik Ira datang membawa nampan yang berisi secangkir teh hangat untuk Argha.


"Silahkan diminum den... Kata bik Ira, ibu Sarah-nya tadi masih mandi... Aden silahkan tunggu sebentar ya..."


"Iya bik.. terima kasih." Kata Argha dengan ramah. Argha mencoba tersenyum dengan hati yang sebenarnya bergemuruh hebat.


"Argha...." Argha yang sedang meminum teh tiba-tiba terperanjat mendengar namanya dipanggil secara tiba-tiba oleh seseorang.


...BERSAMBUNG...


terima kasih ya yang udah kasih like dan komentarnya

__ADS_1


aku bahagia banget dapat dukungan dari kalian...


terima kasih...


__ADS_2