Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 68


__ADS_3

...68. Gak mau kamu kenapa-kenapa...


"Nggak... enggak mungkin." Air mata Elmeera langsung mengalir deras saat membaca artikel kecelakaan tersebut.


Dimana artikel tersebut menceritakan kronologi kecelakaan mengenai pengendara Vespa yang merupakan karyawan RMJ Group di tabrak dari belakang oleh Truk Tangki hingga korban yang tidak lain si pengendara motor itu terpental beberapa meter dan kondisinya sangat parah.


Wajah Elmeera kian pucat dan nafas Elmeera tersengal melihat motor Vespa yang rusak parah.


"Argha... enggak.. enggak mungkin Argha." Teriak Elmeera histeris.


Elmeera menangis histeris, otaknya mendadak tidak bisa berpikir. Bahkan dia melakukan apa setelah membaca berita itu saja Elmeera tidak tahu.


"Argha... hiks hiks hiks..." Tangis Elmeera yang memilih menyembunyikan wajahnya pada lututnya. Elmeera meringkuk di atas sofa dengan tubuh yang terasa lemas. Hanya air mata dan tangis menyayat hati yang bisa Elmeera lakukan.


"El..." Panggil seseorang mengusap pundak Elmeera dengan sangat lembut dengan penuh kecemasan.


"Argha... hiks.. hiks.. hiks.." Elmeera larut dalam kesedihan dan tangisannya.


"Kamu kenapa El?"


"Argha.. kamu dimana? aku gak mau kamu kenapa-kenapa Gha... hiks hiks hiks.. apalagi aku belum hamil anak kamu Gha..."Elmeera menggelengkan kepalanya seolah menolak tentang fakta kecelakaan yang dia baca barusan.


"Aku disini El... aku baik-baik saja." Ujar orang tersebut yang tidak lain adalah Argha.


Argha yang baru saja membuka pintu apartemen setelah meeting dengan kakek Ramon, jelas sangat terkejut dan khawatir mendengar tangisan Elmeera yang sangat pilu.


"Elmeera..." Panggil Argha lagi karena Elmeera enggan mengangkat kepalanya. Wanita yang menjadi istri sah Argha itu justru semakin menenggelamkan wajahnya semakin dalam pada lututnya.


"Elmeera.. kamu kenapa?" Tanya Argha namun tidak ada jawaban dari Elmeera karena tangis Elmeera justru semakin histeris.


"El...." Argha memilih mengguncang tubuh Elmeera agar wanita itu segera tersadar dari tangis pilunya yang menyebut nama sang suami dengan lirih.


"El.. heii kamu kenapa?" Argha semakin khawatir dengan sang istri hingga semakin keras mengguncang tubuh Elmeera.


"El.. El.." Argha pun memaksa mendongakkan kepala Elmeera hingga dirinya dapat menatap wajah cantik yang sembab itu.


"El... kamu kenapa? Ada apa? kenapa kamu seperti ini?" Satu pertanyaan saja belum di jawab Elmeera, eh Argha sudah memberondongnya dengan banyak pertanyaan.


Tatapan Elmeera bertubrukan dengan wajah tampan Argha. Elmeera tersenyum disela-sela tangisnya sebab Elmeera mengira bahwa lelaki yang berdiri dihadapannya hanyalah halusinasi.

__ADS_1


"Sayang.. kamu kenapa?" Sudah tidak terhitung lagi pertanyaan itu keluar dari mulut Argha.


"Kenapa... kenapa kamu tinggalin aku Gha?" Tanya Elmeera memukul mukul dada bidang Argha. Elmeera masih belum sadar jika Argha di depannya adalah nyata.


"Tinggalin?" Gumam Argha pelan yang nampak bingung.


"Kenapa kamu tidak hati-hati saat pulang ke apartemen hingga kecelakaan? kenapa kamu tidak mengabari aku telat berapa lama? kenapa kamu tega sama aku Gha..." Tangis Elmeera pecah.


"Kecelakaan?" Argha semakin bingung saja dengan sang istri.


"El... tatap aku... tatap..." Perintah Argha.


Elmeera pun menatap Argha sejenak kemudian membuang wajahnya.


"Hiks... hiks.. hiks... Argha kenapa cuma bayangan kamu aja yang ada di depan mata aku... kenapa?" Tanya Elmeera lirih.


Argha menghela nafasnya karena usahanya menyadarkan sang istri gagal. Argha pun langsung menarik tengkuk Elmeera dan menyatukan bibirnya dengan bibir Elmeera.


Tidak lupa, Argha memberikan gigitan kecil pada bibir Elmeera hingga membuat sang empu merasakan kesakitan dan matanya membola. Elmeera tersadar dari pikiran-pikiran buruknya.


"Aku gak kenapa-kenapa El, aku gak kecelakaan... aku sekarang ada didepan kamu... aku gak akan ninggalin kamu sayang .. lihatlah... ini aku, suami kamu." Ucap Argha yang menyatukan keningnya pada kening Elmeera.


"Ar.. Argha...?"


"Ka .. kamu gak kenapa-kenapa?" Tanya Elmeera masih tidak percaya bahkan Elmeera sampai mengucek matanya setelah sedikit menjauhkan wajahnya dari Argha.


"Iya. aku gak kenapa-kenapa, kenapa kamu berpikir aku sampai kecelakaan? hmmm?" Tanya Argha sambil tersenyum. Jujur, hati Argha menghangat melihat betapa cemasnya Elmeera terhadapnya ini.


"Argha .. hiks hiks hiks..." Bukan menjawab pertanyaan suaminya, Elmeera justru langsung menabrak tubuh Argha begitu saja dan memeluknya erat-erat.


"El..." Argha mengusap punggung Elmeera karena Elmeera kembali menangis.


"Aku tadi baca sosmed ada kecelakaan pengendara Vespa putih yang merupakan karyawan RMJ, aku pikir itu kamu Gha.. aku gak mau kamu kenapa-kenapa... aku takut..." Ujar Elmeera dalam pelukan Argha. Dan dengan sabar juga telaten, Argha menenangkan Elmeera hingga tangis Elmeera reda.


"Kenapa kamu bisa secemas itu sama aku, kamu udah mulai cinta ya sama aku?" Tanya Argha dengan nada menggoda.


"Ciie udah mulai cinta sama suami ciee!"


Mulai cinta? Mata Elmeera langsung membola. Saat ini Elmeera dan Argha tengah duduk bersebelahan di sofa panjang.

__ADS_1


"Nggak!" Elak Elmeera yang langsung berubah memasang wajah judes.


"Ciie nggak mau ngaku ciie!" Argha semakin bersemangat setelah melihat wajah masam Elmeera yang menurutnya sangat menggemaskan.


"Enggak Gha! Aku menangis bukan karena cinta! Kamu jangan terlalu percaya diri!"


"Lalu?" Argha memasang wajah imut di depan wajah Elmeera sambil berkedip-kedip.


"Aku gak mau saja menjadi janda tanpa anak! Jadi sebelum kamu mati, minimal buat aku hamil dulu! Ngaco aja bicara cinta, aku gak percaya sama cinta!" Kata Elmeera dengan nada ketus yang membuat Argha diam mematung.


Elmeera langsung beranjak dari duduknya tanpa mau peduli sedikitpun dengan raut wajah Argha yang sudah berubah.


Di dalam hatinya, Elmeera sudah sangat bersyukur sekali karena Argha tidak kenapa-kenapa. Namun wanita cantik yang tidak pernah percaya akan cinta, mencoba menolak dan menepis segala perasannya.


"Aku tadi udah beli makan malam buat kita Gha... Aku siapkan dulu ya." Kata Elmeera. Elmeera memilih menghindari Argha dari pada Argha terus meledeknya dengan apa yang dia lakukan barusan.


Menangis hingga histeris karena mengira Argha kecelakaan dan parah? Oh sungguh, gengsi Elmeera terlalu tinggi.


"Aku tadi sudah makan! Aku mau bersihkan tubuh lalu tidur!" Jawab Argha dengan nada tidak enak.


Entah mengapa, ucapan Elmeera yang mengatakan dirinya mati tidak masalah asalkan sudah membuat Elmeera hamil lebih dulu benar-benar melukai perasaan Argha.


Padahal sebelumnya, Elmeera mau berkata sekadar dan seketus apapun, Argha tidak pernah memasukkannya dalam hati.


BRAK!


Argha membanting pintu kamarnya hingga membuat Elmeera terperanjat kaget.


"Eh?"


"Kenapa dia semarah itu? apa ucapan aku tadi keterlaluan?" Gumam Elmeera pelan yang berdiri di depan meja makan.


Tatapan Elmeera beralih pada empat piring lauk dan sayur yang sudah tertata rapi di meja makan.


"Padahal aku udah bela-belain beli semua ini biar bisa makan malam bersama.. Tapi... ah sudahlah." Ucap Elmeera yang memilih duduk untuk menyantap makan malamnya meskipun tanpa Argha.


...BERSAMBUNG...


maaf ya kemarin gak update karena authornya sok sibuk...

__ADS_1


authornya lagi merangkai cerita Agista dan Kaisar... nanti akan di selip selipin dikit. Naomi Deon dan Bianca Keenan ya... karena udah mustahil buat selesaikan novel tersebut di akun yang sama... Makasih...


happy weekend 😍


__ADS_2