
Sebelumnya terima kasih atas dukungan kalian berupa like, komentar, hadiah hingga vote.. aku gak tahu lagi harus ngomong apa...
sampai saat ini aku belum bisa akses akun aku yang satu, jadi tidak bisa melanjutkan cerita Bianca-Keenan maupun Naomi, Deon dan Kaisar. Di akun sana udah kontrak jadi gak bisa pindah sini.
Minta doanya ya, semoga karya aku kali ini dihargai oleh pihak Platform sehingga aku bisa melanjutkan nulis di sini dengan nyaman....
sekali lagi terima kasih ya... maaf telat update, sengaja biar kalian kangen.. eh tapi kagak ada yang kangen hahaha...
...33. TRAUMA...
"Bapak Danung, silahkan anda keluar dari rumah ini... pintunya ada di sebelah sana." Ucap Elmeera tegas sambil menunjuk ke arah pintu keluar.
"Elmeera maafkan papa nak." Kata Danung dengan lembut dan wajah sedih.
"Saya tidak Sudi!"
"Elmeera jaga sikap kamu pada Papa kamu, bagaimana pun dia papa kamu El... yang sopan." Bisik Argha pada Elmeera.
"Jangan ikut campur kamu Gha!" Tegas Elmeera.
Emosi Elmeera tidak terbendung, karena Elmeera sangat tahu bahwa ucapan maaf dari sang papa hanyalah drama belaka untuk menarik simpati orang-orang disana, seperti yang sudah-sudah. Apalagi sang papa memasang wajah sedih, benar-benar memuakkan bagi Elmeera.
"Aku bilang pergi lelaki bajingaan!" Teriak Elmeera mampu membuat semuanya terkejut, dan mampu memancing emosi Danung.
"El tenang... jangan terbawa emosi, ingat... sikap kamu jangan sampai mempermalukan mama Sarah yang belum benar-benar sembuh..." Kata Argha mengusap pundak Elmeera dengan lembut. Sikap Argha pada Elmeera tentu membuat semua orang menyangka bahwa Argha memang sangat mencintai Elmeera.
Namun...
Argha mengernyit menyadari pundak Elmeera sedikit bergetar. Argha meraih jemari Elmeera dan ternyata terasa sangat dingin. Apakah Elmeera sebelumnya nervous di hari pernikahannya? itulah yang ada di pikiran Argha saat ini.
Elmeera memejamkan matanya sejenak mencoba mengontrol dirinya.
"Papa akan pergi El... mau bagaimana pun kamu membenci papa, darah yang mengalir di tubuh kamu adalah darah papa, tanpa papa, kamu tidak akan lahir di dunia ini! Papa menyesal punya anak seperti kamu!" Ucap Danung dengan nada setengah membentak dan penuh penekanan kemudian pergi berlalu begitu saja.
"Nak Elmeera tenanglah... bisa duduk kembali, kita lanjutkan prosesi pernikahan ini." Kata Pak Penghulu menengahi mengingat belum foto pengantin dan sebagainya.
"Bukankah semua sudah selesai pak? Saya izin pamit ke kamar dulu, kepala saya mendadak pusing. Saya ingin istirahat." Ucap Elmeera dengan suara lirih dan tatapan kosong.
Argha hanya bisa melongo, benar-benar pernikahan anti-mainstream, pengantin perempuannya izin istirahat saat acara belum selesai. Tidak ada foto-foto apalagi momen istri mencium tangan suami ataupun suami mencium kening istri. Benar-benar di luar ekspektasi Argha.
"Elmeera..." Panggil Mama Sarah.
Elmeera menghentikan langkahnya kemudian menatap mama Sarah.
__ADS_1
"Mama jahat! Mama bohongin aku dengan mengundang lelaki itu!" Ucap Elmeera kemudian berlari begitu saja dengan kesusahan sebab Elmeera menggunakan jarik yang press hingga membuat langkahnya tidak bebas.
"El.. bukan Tante Sarah yang mengundang dia." Ucap Argha pada Elmeera yang sudah menuju tangga. Elmeera menghentikan langkahnya lagi kemudian menatap Argha.
"Aku yang mengundang papa Danung El karena aku ingin pernikahan kita benar-benar Sah. Bagaimana pun Papa Danung adalah papa kandung kamu." Jawab Argha.
"Apa pantas dia disebut papa padahal selama ini dia tidak pernah menganggap aku anaknya? dan berulang kali dia menyesal karena adanya aku di dunia ini ha?" Air mata Elmeera terjatuh begitu saja dengan tatapan penuh kekecewaan pada Argha.
Papa Danung? siapa Argha berani-beraninya memanggil lelaki itu dengan sebutan Papa?
Elmeera tersenyum kecut kemudian melanjutkan langkahnya.
"Hati-hati kak El." Pekik Gista melihat Elmeera hampir jatuh karena terburu-buru menaiki anak tangga.
"Kenapa respon Elmeera justru seperti itu?" Batin Argha.
Argha berpikir Elmeera akan berusaha tenang di depan semua orang dan akan marah di saat sudah berdua dengannya. Bukan seperti ini~
"Argha... tolong Elmeera nak, mama takut di jatuh... tenangkan dia." Kata Mama Sarah membuat Argha tersentak.
"I.. iya Tante." Jawab Argha yang belum terbiasa memanggil mertuanya dengan sebutan Mama.
Argha segera berlari menyusul Elmeera yang masih berada ditengah tangga. Semua orang bertanya-tanya tentang apa yang terjadi pada Elmeera sehingga Elmeera tidak peduli lagi sama para tamu yang hadir meskipun tamunya tidak seberapa, hanya kerabat dekat saja. Elmeera bahkan tidak peduli dengan keselamatannya.
"Lepaskan!" Ucap Elmeera mencoba menepis tangan Argha dengan lemah, dan kekuatan Elmeera jelas kalah jauh dengan Argha yang justru semakin mengeratkan rengkuhannya.
Sedangkan di bawah, Mama Sarah meminta maaf pada semua yang hadir atas kejadian ini.
Bahkan Gista dan Arsen pun membuat mama Sarah agar suasana kembali kondusif meskipun tidak ada lagi pengantinnya disana.
...***...
"Kamu kenapa El? Cara kamu naik tangga tadi itu sangat berbahaya tau gak?" Tanya Argha setelah mereka berhasil sampai di lantai atas.
"Aku benci cara kamu Gha!" kata Elmeera lirih dengan air mata yang masih mengalir.
"Lepasin aku Gha." Kata Elmeera lirih.
"Kamu kenapa jadi seperti ini? Papa kamu masih hidup, jadi wajar jika dia datang ke nikahan anaknya. Bagaimana pun juga itu papa kamu El." Kata Argha.
"Kamu gak Ngerti dan gak akan pernah mengerti bagaimana di posisiku." Ucap Elmeera sendu.
Elmeera memejamkan matanya merasakan kepalanya mendadak semakin berat, kemudian bayangan-bayangan masa kecilnya mulai muncul kembali di benaknya bagaikan sebuah film lama yang di putar ulang kembali.
__ADS_1
"El... Elmeera..." Pekik Argha mendapati tubuh Elmeera yang masih dalam rengkuhannya mendadak terkuai lemas.
Argha segera membopong tubuh Elmeera yang masih berbalut baju kebaya pernikahan lengkap dengan riasannya. Dari lantai atas, Argha berteriak meminta pertolongan karena Elmeera jatuh pingsan dalam pelukannya.
...***...
Argha tidak mengerti, mengapa dirinya merasa cemas dengan kondisi Elmeera yang sebelumnya baik-baik saja kini mendadak pingsan. Argha bahkan tidak mempedulikan kamar pengantin yang dihias begitu indahnya hingga memberikan kesan romantis.
Mama Sarah sudah memanggil dokter yang merupakan salah satu teman dekat Elmeera saat SMA. Dan Argha terus berada di samping Elmeera, wanita yang sudah sah menjadi istrinya.
"Kenapa kak Elmeera bisa begini ma?" Tanya Gista khawatir. Gadis cantik itu sudah menitihkan air matanya dan hal itu membuat Argha tidak suka. Ya, Argha tidak suka adiknya menangis karena sedih.
"Mama gak tahu, sebelumnya kakak kamu juga baik-baik saja, sehat-sehat saja." Kata Mama Sarah yang ikutan cemas.
"Tangan kak El sama telapak kaki kak El dingin banget ma." Kata Gista lagi.
Tidak lama seorang dokter wanita berparas cantik masuk ke kamar Elmeera dengan diantar oleh Bik Ira.
"Mesya... tolong periksa Elmeera sya..." Kata Mama Sarah pada wanita cantik yang memakai jas dokter itu.
Mesya masih bengong melihat temannya berbaring dengan mengenakan baju kebaya khas pengantin dan lelaki yang ada di samping Elmeera.
"Argha?" gumam Mesya pelan. Ada banyak pertanyaan dibenak Mesya, namun wanita itu memilih segera memeriksa kondisi Elmeera.
"Permisi saya mau memeriksa Elmeera." Ucap Mesya.
"Mesya?" Ucap Argha tercengang kemudian mundur beberapa langkah memberikan ruang pada Mesya untuk memeriksa Elmeera.
"Sebenarnya apa yang terjadi sebelum Elmeera pingsan?" Tanya Mesya yang memang tahu betul bagaimana kondisi Elmeera.
"Tadi dia habis bertengkar dengan papanya Sya." Jawab Mama Sarah.
Mesya menghela nafasnya kasar membuat Mama Sarah, Argha dan Gista nampak bingung penuh tanya.
"Kenapa Sya?"
"Mungkin ini saatnya Tante tahu."
"Tahu apa Sya? Elmeera baik-baik saja kan?"
"Elmeera sebenarnya memiliki trauma yang luar biasa pada Om Danung tanpa banyak orang yang tahu karena Elmeera selama ini selalu berusaha kuat didepan orang.... dan selama ini Elmeera juga selalu Konsultasi dengan psikiater mengenai hal ini. Setiap kali Om Danung berkata kasar padanya disaat Elmeera belum merasa siap, maka mental Elmeera benar-benar down dan hasilnya seperti ini." Jelas Mesya yang membuat Argha merasa sangat bersalah.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
sabar ya gaes... ada pekerjaan di dunia nyata jadi gak begitu fokus nulis euy... aku usahakan dua episode lagi ya hari ini 🙏