
...6. Mencari Produsen Benih...
Happy Reading ya kakak kakak...
Gista dan Ziraya, dua wanita berbeda usia dan status itu nampak duduk berdua di salah satu meja yang berada di Planet Café milik Gista. Setelah diskusi panjang lebar, kedua wanita itu nampak sibuk dengan gadget masing-masing untuk mencari sosok yang tepat yang bisa dijadikan sebagai produsen benih untuk Elmeera.
Gila memang, tapi mau bagaimana lagi. Kedua wanita itu bahkan tidak bisa sedikitpun mengubah keputusan Elmeera untuk menikah dan menjalin hubungan dengan benar. Jika Gista dan Ziraya terus mendesak dirinya, Elmeera bahkan mengancam untuk tidak ingin menikah dan akan melakukan ONS saja.
Mendengar cerita putri kecilnya Gista. Mama Sarah hanya mampu menghela nafasnya dan meminta Gista dan Ziraya menuruti mau Elmeera untuk mencarikan lelaki yang mau menjual benihnya pada Elmeera dengan beberapa kriteria dari Elmeera langsung. Mama Sarah pun mewanti-wanti untuk mereka mencari lelaki yang benar-benar baik dan bisa membuat hati Elmeera luluh.
Sebenarnya kondisi Mama Sarah sudah semakin baik dari hari ke hari. Dan Mama Sarah sangat terpaksa melakukan itu semua pada putrinya karena tidak ada jalan lain mengingat betapa keras kepalanya Elmeera. Bahkan mama Sarah juga tidak segan meminta tolong pada dokter agar mengabarkan pada Elmeera jika kondisinya memburuk.
Berlagak layaknya artis sinetron papan atas nyatanya tidak terbesit sedikitpun dari benak Mama Sarah sebelumnya. Hanya saja saat siuman dan melihat Elmeera, Mama Sarah tiba-tiba mengingat ide yang diberikan teman arisannya yang bernama Naya saat rumor pertama tentang Elmeera itu muncul di kalangan ibu-ibu arisan.
Saat itu, wanita bernama lengkap Nayura Agatha Bramantya menyuruh Mama Sarah untuk pura-pura sakit agar bisa mengendalikan putrinya supaya mau menikah. Dan soal rumah sakit, nanti dia yang akan mengatur karena keluarganya wanita bernama Nayura atau Naya itu termasuk keluarga konglomerat terkaya di tanah air dan pemilik rumah sakit swasta terbaik di ibu kota.
Eh siapa sangka, Mama Sarah malah terkena serangan jantung betulan dan Mama Sarah memanfaatkan kondisinya untuk menjalankan ide teman arisannya itu.
“Kakak udah ada yang cocok belum sih sama kak El?” Tanya Gista.
“Belum Ta… kamu tahu sendiri kan, kriteria yang kakak kamu minta itu panjangnya bejibun. Dimana coba cari laki yang sesempurna ini sesuai permintaan kakak kamu biar dia mau nikah.” Keluh Ziraya.
“Gara-gara ngurusin kakak kamu, waktu aku buat suami dan anak jadi berkurang.” Ucap Ziraya lagi.
“Bukan kakak doang, waktu main aku juga hilang. Aku harus ke rumah sakit terus padahal harusnya mama sudah boleh pulang dari kemarin. Gara-gara kak El keras kepala gak mau nikah, mama betah di rumah sakit deh..Gimana dong kak?” Gista nampak sangat frustasi.
Kedua wanita itu akhirnya meletakkan kepala mereka diatas meja seperti orang yang sudah benar-benar tidak memiliki semangat hidup, padahal ini masalah Elmeera bukan masalah mereka berdua.
“Kita gak boleh nyerah kak Zi… karena hanya ini momentum yang tepat untuk membuat kak El mau nikah… kesempatan ini gak akan datang dua kali… rumor beredar, mama dirawat di rumah sakit dan perusahaan mengalami kerugian. Pait bet dah!”
“Iya kamu benar Ta, tapi dimana kita mencari lelaki sesempurna itu seperti mau Elmeera dengan alasan supaya nanti anaknya Cakep atau Cantik. Apa Elmeera memang sengaja mengerjai kita biar gak nemu lelaki yang dia mau agar dia gak nikah?” Tanya Ziraya membuat Gista semakin lemas saja.
Elmeera memang sengaja memberikan kriteria secara fisik saja. Dia tidak peduli dengan sifat dan sikap lelaki yang akan menikahinya nanti. Mau perjaka atau nggak, Elmeera juga gak peduli. Yang penting anaknya nanti ganteng atau cantik jika dari bibit fisik terbaik.
“Dulu pas Tuhan bagi-bagi keras kepala, sepertinya kak El berada di urutan nomor 1. Makanya dapat banyak dia.” Ucap Gista ngawur.
__ADS_1
“Permisi Agista…” Suara seorang lelaki membuat Gista mendongak kemudian tidak lama gadis itu tersenyum lebar pada orang yang memanggilnya.
“Kak Argha?” Gista pun segera menegakkan kepalanya yang tadi direbahkan diatas meja.
“Maaf ganggu, ada yang mau aku omongin sama kamu.” Ucap lelaki itu dengan senyum yang menawan hingga mampu membuat wanita manapun terpesona termasuk Ziraya yang baru pertama kali melihat Argha sedekat ini.
Argha penyanyi café dengan suara sangat merdu dan paras yang sangat tampan sehingga mampu membuat Planet Café milik Gista itu semakin rame. Bahkan saat weekend, semua meja sudah penuh di reservasi dari dua hari sebelumnya karena fans Argha dan Arsen.
“Kak Argha mau berbicara apa? Kak Argha duduk sini aja.” Gista pun menggeser tubuhnya agar Argha bisa duduk disampingnya.
“Tapi?” Argha melirik ke arah Ziraya yang masih diam menatap dirinya.
“Gak apa-apa kak, dia sahabat kakak aku.” Argha pun mengangguk dan tersenyum. Lelaki yang siang bekerja sebagai staf keuangan di sebuah perusahaan ternama dan malam harinya bernyanyi di Café itupun mendudukkan dirinya di samping Gista.
“Agista, aku mau minta izin sama kamu untuk weekend ini, aku gak bisa nyanyi.”
“Kenapa kak?” Tanya Gista penasaran.
“Aku ada acara perusahaan di luar kota. Gak apa-apa kan?”
“Kak Arsen, kak Dio dan kak Vira masih bisa manggung semuanya kan kak?” Tanya Gista.
“Ya sudah kalau gitu kak, kak Argha hati-hati ya pergi ke luar kotanya.” Ucap Gista.
“Kamu juga baik-baik disini selama kakak ke luar kota ya.” Argha pun mengusap rambut Gista dengan lembut. Interaksi dua orang itu membuat Ziraya melongo sambil mengedip-ngedipkan matanya.
“Tentu kak!” jawab Gista dengan semangat.
“Kakak turun dulu ya.” Pamit Argha pada Gista kemudian beralih pamit pada Ziraya.
...*...
“Punya hubungan apa kamu sama penyanyi itu Ta?” Selidik Ziraya pada Gista, sebab Ziraya menangkap ada sesuatu yang berbeda dari mereka berdua.
“Nggak… nggak ada.” Jawab Gista dengan gugup.
__ADS_1
“Kalau nggak ada, kenapa kita gak jodohkan dia saja sama Elmeera? Dia kan cakep banget.” Mendengar ucapan Ziraya, Gista langsung melongo.
“Nggak! Nggak bisa! Enak aja asal menjodohkan orang.”
“Kamu suka sama dia Ta? Jujur deh!”
“Nggak kak!”
“Tapi kenapa kalian sedekat itu?” Ziraya masih saya menyelidik.
“Kan aku emang mudah deket dan akrab dengan siapa saja.” Elak Gista.
“Gila aja aku suka sama kak Argha setelah aku tahu siapa kak Argha… aku hanya kasihan sama kak Argha jika harus menghadapi betapa keras kepalanya kakak kesayanganku itu, Elmeera. Coba aja kak Elmeera mau membuka hatinya untuk lelaki, pasti aku akan menjodohkan mereka dengan senang hati. Dan aku pasti akan mendapatkan keponakan yang super perfect!” Batin Gista.
...**...
Argha menuruni anak tangga dari lantai dua Café dengan terburu-buru setelah menemui Gista. Tangga yang hanya terbuat dari susunan kayu dibuat seakan melayang karena tidak memiliki tumpuan itu memberikan kesan estetik terlebih untuk berfoto-foto ria para pengunjung Cafe. Namun sangat kurang jika berbicara mengenai keselamatan.
Sepertinya halnya saat ini, Argha yang tengah terburu-buru tidak memperhatikan seseorang yang sedang menaiki tangga sambil menatap layar ponselnya. Hingga kedua manusia yang harusnya berpapasan dengan baik itu harus mengalami insiden tabrakan di pertengahan tangga.
Seorang wanita yang menaiki tangga tersebut memekik karena kehilangan keseimbangan sebab dia memakai sepatu high heels yang cukup tinggi tetapi tubuhnya terbentur oleh tubuh keras Argha.
“Awww..” Pekik wanita itu yang akan jatuh ke bawah karena tangga tidak memiliki tumpuan samping membuat Argha refleks langsung menarik wanita itu ke dalam dekapannya.
Mata kedua manusia berbeda jenis kelamin itu pun saling bertemu dan mengunci selama beberapa detik hingga wanita yang ternyata Elmeera itu menyadari sesuatu yang membuat wajahnya langsung memerah antara malu dan amarah.
“Singkirkan tangan anda dari dada saya!” Ucap Elmeera pelan namun penuh dengan penekanan. Elmeera tidak gila dengan langsung berteriak karena dibawah banyak orang sedang nongkrong. Bisa-bisa dia akan memancing perhatian orang banyak.
Argha yang tidak tuli itupun melotot mendengar ucapan wanita yang ada dekapannya tersebut. Otak Argha mendadak blank ketika tangannya mendarat sempurna di lembah teletubis yang terasa sangat padat itu.
“Kurang ajar!” Geram Elmeera karena Argha justru bengong dan tidak segera menyingkirkan tangannya yang menangkup sebelah dada Elmeera dengan sempurna.
...BERSAMBUNG...
Aduh si Argha curi start...
__ADS_1
Like. komentar. Vote dan Gift ya..
makasih..