
Kalau buka Part ini waktu pagi atau siang dan sore selama menjalankan ibadah puasa, lebih baik di skip dulu... habis magrib baru di buka ya.. 🙏 Makasih...
...39. Emang Bisa Caranya?...
"Elu malam ini cantik banget dan sek si El." Bisik Argha yang ternyata sudah berdiri di depan Elmeera membuat Elmeera terperanjat karena Elmeera udah melamun membayangkan yang enggak enggak dengan Argha.
"Eh." Ucap Elmeera kala Argha langsung meraih pinggang Elmeera.
Saat berdekatan dengan Elmeera seperti ini, Argha selalu saja dibuat terpana karena wajah cantik Elmeera yang begitu manis. Tidak ada raut wajah Angkuh dan sombong jika Elmeera dilihat dari jarak sedekat ini.
"Gha..." Elmeera berusaha menjauhkan tubuhnya dari Argha karena saat ini jantungnya terpacu dengan sempurna.
Elmeera wanita dewasa, Argha juga lelaki dewasa. Keduanya sama-sama memiliki kebutuhan biologis di usia mereka yang sudah sama-sama matang. Dan keduanya sudah sama-sama mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari untuk malam ini meskipun tanpa cinta.
"Kenapa?" Tanya Argha sambil merapikan rambut Elmeera yang mengganggu penglihatannya untuk menatap wajah cantik Elmeera. Sedangkan tangan Argha yang satu lagi masih setia merengkuh pinggang Elmeera dan menguncinya seakan Argha takut jika wanita yang sudah sah jadi istrinya itu kabur.
"Ehmmm... gu... gue gak nyaman sedekat ini sama elu yang gak pake baju Gha. Gue belum terbiasa..." Ucap Elmeera sambil memejamkan matanya karena merasakan nafas Argha menerpa wajah cantiknya.
"Gimana gue mau nyaman sedekat ini sama elu sih Gha... tangan gue aja udah gatel pengen menyentuh dada elu yang ditumbuhi rambut-rambut halus juga perut elu yang kotak-kotak. Astaga mau sampai kapan elu diem terus menatap wajah gue seperti ini sih Gha, gue saling nih salting!" Batin Elmeera sambil menelan salivanya dengan susah payah.
"Kemana wajah elu yang angkuh dan sombong itu El? kenapa wajah elu jadi menggemaskan seperti ini? Gue gak nyangka elu akan memakai pakaian seperti ini, elu bener-bener di luar ekspektasi gue El... elu bener-bener sek si, cantik dan menggairahkan." Batin Argha yang masih setia menatap wajah Elmeera yang sangat dekat dengan wajahnya.
"Gha...." Panggil Elmeera lagi.
"Hmmm." Jawab Argha tanpa mengalihkan pandangannya membuat Elmeera semakin salah tingkah.
"Ki... kita sekarang mau ngapain?" Pertanyaan itu keluar begitu saja dari bibir Elmeera yang menurut Argha sangat manis. Setelah memberikan pertanyaan bodoh itu, Elmeera merutuki dirinya sendiri dalam hati karena ngapain tanya-tanya begitu padahal udah jelas-jelas jika mau melakukan malam pertama. Duh El~
Argha tersenyum,
"Boleh gak El, gue minta hak gue sebagai suami elu malam ini?" Tanya Argha meminta izin pada Elmeera dengan tulus. Argha memposisikan dirinya sebagai suami Elmeera bukan lelaki yang Elmeera bayar benihnya seharga satu milyar untuk membuat Elmeera hamil.
"Emmm... ten.. tu saja... bukankah itu memang kesepakan kita diawal. Uang 1 Milyar elu juga udah gue siapkan di koper yang ada di almari." Jawab Elmeera mencoba menghilangkan kegugupannya.
Argha tersenyum, sebuah senyum yang sulit diartikan mendengar ungkapan Elmeera.
__ADS_1
"A.. apa elu mau mengecek uangnya dulu Gha?" Tanya Elmeera lagi karena Argha tidak mengeluarkan satu kata pun.
"Tidak perlu, dari pada gue mengecek uang itu dan menghitungnya satu persatu, mending gue mengecek yang lainnya." Jawab Argha.
"Yang lainnya?"
"Mengecek, siapa yang akan menyerah duluan di malam pertama kita, istriku...." Jawab Argha.
Deg
Deg
Deg
Jantung Elmeera semakin tidak menentu, terlebih setelah Argha menyebutnya sebagai istri. entahlah ada perasaan yang tidak bisa dijabarkan dengan kata oleh Elmeera karena Elmeera sendiri tidak paham dengan perasaannya saat ini.
"Ehmmm Gha..." Belum juga Elmeera menyelesaikan ucapannya, bibir cantiknya sudah dibungkam dulu oleh bibir Argha.
Argha mencium Elmeera dengan sangat lembut sambil memejamkan matanya menikmati setiap detik demi detik pungutan mesranya dengan Elmeera meskipun tanpa cinta.
^^^"El, kalau pas Argha menyerang elu... elu harus bisa balas dia.. dia melu mat bibir elu, elu harus bisa melu mat balik. Jika Argha menyentuh elu, elu harus bisa sentuh dia juga... jangan mau terlihat kalah dan cupu karena antara elu dan Argha belum ada cinta. Biasanya nih ya, cowok kalau gak cinta sama perempuannya terus gak merasa puas sama perempuannya, pasti akan cerita sama temen-temennya." Ucap Ziraya kemarin saat keduanya sedang melakukan spa di sebuah salon ternama.^^^
^^^"Menurut gue Argha bukan tipe lelaki yang seember itu deh." Kata Elmeera masa' hubungan ranjang dibicarakan dengan orang lain? gak masuk akal, kan malu. ^^^
^^^"Ah elu gak tahu aja.. elu harus jaga-jaga El.. demi harga diri elu, kan elu belum benar-benar mengenal siapa Argha dan bagaimana karakter aslinya." Ungkap Ziraya yang ingin malam pertama sahabatnya sukses. ^^^
Dengan meyakinkan hatinya, Elmeera berusaha untuk membalas ciuman Argha. Meskipun terbilang masih sangat kaku sekali, namun Argha merasa bahagia mendapatkan lampu hijau dari istirnya.
Dan ciuman yang awalnya sangat lembut yang Argha berikan, berlahan menjadi ciuman penuh tuntutan. Elmeera sampai kewalahan mengimbangi ciuman Argha hingga secara naluri, Elmeera mengalungkan tangannya ke leher kokoh Argha. Jujur, Elmeera tidak percaya jika bibir Argha masih perjaka mengingat bagaimana lelaki ini buas saat berciuman.
Perlahan Argha menggiring tubuh Elmeera menuju ranjang empuk. Aroma terapi bunga kenanga bercampur vanila benar-benar memenuhi kamar pengantin itu dan mampu membangkitkan gairah masing-masing.
"Ahh.." pekik Elmeera karena tubuhnya di dorong ke kasur dengan sedikit kasar oleh Argha.
"Maaf, aku gak sengaja." Ucap Argha lembut karena memang tidak sengaja, saking gugupnya Argha tidak sadar jika Elmeera akan terjauh ke kasur dengan sedikit kasar itu.
__ADS_1
Argha susah payah menelan salivanya menatap tubuh Elmeera yang berada di bawahnya dengan hanya berbalut lingerie berwarna hitam.
Mata Argha terfokus pada gunung Semeru yang pernah ia sentuh secara tidak sengaja. Beberapa waktu lalu Argha menyentuhnya saat gunung Semeru itu masih berbalut kain cukup tebal bernama Bra~
Malam ini, Argha akan melihatnya secara langsung, menyentuhnya secara langsung an menikmatinya secara langsung.
Elmeera yang paham arah pandangan Argha, segera menutupi bagian dadanya dengan kedua tangannya membuat Argha terkekeh karena sungguh sangat telat tindakan Elmeera itu sebab pikiran Argha sudah berkelana kemana-mana.
Argha memposisikan dirinya tepat diatas Elmeera dengan masih menggunakan handuk yang melilit di pinggang kokohnya. Elmeera sangat heran, kenapa handuk Argha dari tadi gak mprosot ya?
"Gha..." Panggil Elmeera saat Argha hendak mencium bibir Elmeera lagi. Tangan Elmeera bahkan menahan dada bidang Argha.
"Kenapa? elu mau menyesali kesepakatan kita?" Tanya Argha.
"Nggak.." Elmeera menggeleng dengan perasaan gugup.
"Lalu?"
"Elu beneran masih perjaka kan?" Tanya Elmeera dengan memasang wajah polos.
"HM... gue belum pernah menyentuh wanita sampai sejauh ini." Jawab Argha sambil menahan gairah yang sejak tadi sudah meronta-ronta.
"Kalau elu belum pernah melakukannya, emang elu tahu caranya? kata orang, punya aku kan sakit Gha.. aku takut." cicit Elmeera pelan. Elmeera berusaha mengungkapkan kegelisahan hatinya pada Argha.
"Bagaimana bisa dia tanya apa gue tahu caranya? pertanyaan macam apa itu." Batin Argha.
"Gue memang belum pernah melakukannya, tapi gue sudah menonton videonya bagaimana cara memuaskan elu." Jawab Argha.
"Mata elu udah gak perjaka dong Gha?" Pekik Elmeera.
...BERSAMBUNG...
LANJOOOTT
LIKE DAN KOMENTAR DULU YA...
__ADS_1