Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 69


__ADS_3

...69. Main Yuk!...


Pekerjaan yang menumpuk juga pikiran yang terbagi-bagi belum lagi menyelidiki soal Amir dan Beni, nyatanya benar-benar menguras energi Argha selama beberapa hari terakhir ini. Padahal ada Arsen juga para anak buah Om Aris yang setia membantu Argha.


Belum lagi masalah lelaki tua yang merupakan kakek Argha sendiri yang tidak merestui pernikahan Argha dan Elmeera. Meksipun kakeknya terlihat diam, Argha yakin pasti kakeknya sedang merencanakan sesuatu. Argha sudah paham betul siapa kakek Ramon. Jadi Argha harus benar-benar waspada.


Semua masalah itu benar-benar membuat otak Argha merasa mendidih. Pulang ke apartemen dengan rasa lelah dan kantuk, kemudian berharap bertemu sang istri dapat membuatnya nyaman. Tapi justru ucapan Elmeera sangat melukai hatinya.


Emosi Argha sebenarnya sudah sampai ubun-ubun dan siap meledak. Namun, dari pada Argha membalas ucapan Elmeera dengan kata-kata yang tidak kalah menyakitkan sehingga membuat suasana semakin keruh, Argha memilih untuk menghindari Elmeera dengan tidur.


Ya, tidur. Untuk mengistirahatkan matanya yang benar-benar sudah kelelahan.


Sedangkan Elmeera...


Setelah menyelesaikan makan malam dan membereskan meja makannya, Elmeera duduk termenung di sofa yang sebelumnya menjadi tempatnya menangis sambil menyalah televisi.


Sebuah acara talk show mengundang artis tampan yang tengah naik daun dan menjadi idola kaum hawa berada di depan mata Elmeera. Namun tidak sedikitpun mampu menarik perhatian Elmeera, karena nyatanya kalimat yang Elmeera ucapakan pada Argha tadi terus berputar-putar di kepalanya.


Elmeera merasa kalut dengan pikirannya sendiri mengingat ucapannya beberapa saat lalu pada Argha yang mengatakan bahwa dia tidak ingin menjadi janda tanpa anak, dan jika Argha mati setidaknya harus membuat dirinya hamil dulu.


Dan inilah yang Elmeera benci pada dirinya sendiri, ngomong asal dan menganggap semua itu biasa aja padahal melukai perasaan orang lain. Dan setelah beberapa menit ucapan itu keluar, barulah Elmeera tersadar bahwa ucapannya keterlaluan.


"Kata-kata aku terlalu jahat banget ya... huh!" Gumam Elmeera menggigit jari telunjuknya sendiri.


"Tapi dia ngeselin sih ngeledek aku dan nuduh aku udah cinta sama dia... Padahal aku belum mencintainya.. aku menangis kan karena cemas, manusiawi kan? Lagian buat apa aku jatuh cinta sama orang yang gak cinta sama aku?" Lanjut Elmeera.


Membayangkan menangis karena patah hati seperti teman temannya dulu, rasanya itu bukan dirinya banget. Dan Elmeera memang selalu membentengi dirinya agar tidak sampai pada posisi itu. Sudah cukup ayahnya dan takdir yang membuatnya patah hati.


"Apa aku harus meminta maaf?"

__ADS_1


"Ah tidak tidak... gengsi dong minta maaf lebih dulu..."


"Ah bodoh amat.. aku mau tidur! ngantuk!" Kata Elmeera yang langsung meraih remote televisi kemudian mematikan layar berukuran 43 inci itu.


Saat membuka pintu kamarnya, lampu utama sudah dimatikan oleh penghuni sebelumnya dan digantikan oleh lampu temaram.


Ternyata Argha benar-benar sudah tidur dengan posisi membelakangi pintu sekaligus membelakangi dirinya Elmeera dapat melihat punggung kokoh yang berbalut kaos putih.


Punggung yang pelukable banget... itulah yang terlintas di benak Elmeera saat ini juga. Demi apapun, ada suatu dorongan besar pada diri Elmeera yang membuat Elmeera ingin banget tidur sambil dipeluk oleh Argha.


Tanpa mau sibuk dengan pikirannya sendiri yang mendadak membayangkan pelukan Argha dan kecupan Argha yang menumbuhkan rasa nyaman, Elmeera pun memilih untuk segera membasuh wajahnya dan menggosok gigi sebelum tidur.


"Otak gue harus di siram air dingin biar waras... terlalu lama dekat dengan Argha nyatanya membuat logika gue cacat karena tidak lagi mengutamakan harga diri!"


Elmeera Elmeera, bilangnya harga diri.. padahal mah gengsi...


Dengan perlahan, Elmeera merebahkan tubuhnya di samping Argha, Elmeera menghela nafasnya kasar kemudian menatap punggung Argha dengan perasaan bersalah yang kembali hadir.


Argha tiba-tiba mengubah posisi tidurnya menjadi menghadap Elmeera. Meskipun sempat menarik guling, Argha sama sekali tidak membuka matanya. Argha masih terlihat sangat nyenyak.


Senyum Elmeera terbit, jika posisi Argha seperti ini, tentu dirinya bisa dengan puas memperhatikan wajah tampan sang suami.


"Kamu kelihatan capek banget... makasih ya, udah kerja keras buat nafkahi aku." Ucap Elmeera. Elmeera ingat beberapa hari lalu Argha berjanji akan mencari pendapatan lainnya sehingga bisa membelikan skincare untuk Elmeera. Argha juga melarang Elmeera mengganti skincare dengan harga yang lebih murah karena Argha ngotot ingin mencukupi semua kebutuhan Elmeera. Elmeera adalah tanggung jawabnya.


Seorang Argha ternyata memiliki daya tarik sendiri yang seperti magnet. Terbukti kan dengan Elmeera yang perlahan mengikis jarak antara dirinya dengan Argha. Tidak salah kan curi kesempatan disaat orangnya terlelap, toh orangnya sedang marah dengan dirinya. Ketimbang harus menurunkan gengsi untuk meminta maaf?


"Nyenyak banget si, maafin aku ya, aku salah.. aku keterlaluan, aku juga kesel sama mulut aku sendiri.. tapi aku gak bisa marah karena kata kamu, bibir aku adalah salah satu favorit kamu. " Gumam Elmeera pelan mengabsen setiap pahatan Tuhan yang membentuk ketampanan Argha.


Elmeera tiba-tiba tersenyum membayangkan betapa menggemaskannya bayinya kelak karena perpaduan wajah tampan Argha dengan dirinya.

__ADS_1


Elmeera pun mengusap perutnya yang rata itu dengan lembut tanpa melepaskan tatapannya pada wajah tampan Argha.


"Kapan kamu hadir? aku sangat ingin kamu segera hadir disini... aku berjanji akan menjaga kamu dengan baik dan menjadi mommy yang hebat buat kamu nantinya. Ayo cepatlah hadir, Daddy kamu nantinya adalah orang yang sangat luar biasa loh.." Gumam Elmeera pelan agar tidak mengusik tidur nyenyak sang suami.


Fokus Elmeera pun teralihkan pada bibir Argha yang justru mampu membuat pikiran Elmeera berkelana kemana-mana dalam sekejap. Argha bukan perokok, sehingga bibir Argha memiliki warna alami yang menggoda. Belum lagi ditambah kumis tipis-tipis Argha dan brewok Argha yang semakin hari semakin membuat Elmeera tergoda.


Cup!


Sebuah kecupan mendarat di bibir Argha. Elmeera tidak bisa menahan dirinya lagi untuk tidak mencium sang suami yang gantengnya kebangetan.


"Kenapa akhir-akhir ini aku selalu ingin terus disentuh Argha sih?" Gumam Elmeera pelan. Setelah mengecup bibir suami, Elmeera merasakan ada gejolak yang mengguncang dalam jiwanya dan ingin dilepaskan.


Antara gengsi atau membangunkan Argha untuk bermain dengannya malam ini...


Otak Elmeera perang sendiri.


"Gha..." Elmeera mengusap pipi Argha dengan lembut agar sang suami bangun.


Ternyata, ego Elmeera kalah juga....


"Gha..." Tangan Elmeera terulur mengusap pipi Argha dengan lembut sehingga mampu membuat sang empu terusik.


"Argha... bangun..."


"Apa sih El.. aku ngantuk!" Jawab Argha yang sedikit mengubah posisi tidurnya agar kembali nyaman dan membuat tidur tidurnya kembali nyenyak.


"Ghaaa..." Panggil Elmeera menggoyangkan punggung Argha.


"Apa sih El!" Argha berlahan membuka matanya yang terasa sangat berat.

__ADS_1


"Main yuk!" Ajak Elmeera dengan menampilkan wajah menggemaskannya


...BERSAMBUNG...


__ADS_2