Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 35


__ADS_3

...35. Minta Hak...


Semakin dekat dengan ranjang Elmeera, entah mengapa Argha merasa semakin gugup. Rasanya Argha enggan untuk mengganti baju Elmeera mengingat wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu dalam keadaan tidak sadarkan diri. Argha tidak ingin merasa berdosa jika Elmeera tidak mengizinkannya dengan ikhlas.


Bukankah lebih baik suami dan istri itu saling buka-bukaan dalam keadaan sadar dan keduanya sama-sama mau meskipun tidak sama-sama suka?


Namun melihat posisi Elmeera yang tidak nyaman memakai atasan kebaya dan bawahan kain jarik yang press body, Argha justru membayangkan di posisi Elmeera , pasti tidak enak dan rasanya Argha tidak tega melihat Elmeera seperti itu.


"Apa aku harus membuka kebayanya beneran?" Gumam Argha pelan mencoba meyakinkan hatinya dan menepis segala keraguan hatinya.


Saat sudah di dekat Elmeera, tiba-tiba bayangan Nila datang menghampiri pikiran Argha. Langkah Argha pun berhenti seketika, Argha menghela nafasnya dengan kasar kemudian duduk di kursi dekat ranjang Elmeera. Kursi yang Argha duduki sedari tadi Elmeera jatuh pingsan.


"Jika aku membuka baju Elmeera..." Gumam Argha pelan membuat pikirannya menjadi bergerilya mengingat sebuah gunung Semeru Elmeera yang tidak sengaja pernah dia pegang.


"Astaga.... maksud aku, jika aku mengganti baju Elmeera... bukan membuka baju Elmeera." Argha merevisi ucapannya sendiri.


"Ehmmm... jika aku mengganti baju Elmeera maka, pertama wanita angkuh dan sombong itu pasti akan ngamuk setelah sadar dan itu akan menjadi hiburan yang menarik untukku." Kata Argha sambil tersenyum.


"Tapi yang kedua... ehmmm... yang kedua, jika aku mengganti baju Elmeera, maka detik itu juga aku harus bertanggung jawab penuh atas hidup Elmeera entah aku cinta atau tidak, tapi aku harus menjalankan kewajiban ku sebagai suami dengan baik sampai nanti aku dan dia sudah sama-sama tidak ingin bersama." Lanjut Argha lagi.


Poin kedua dalam benak Argha rasanya terasa sangat berat sekali. Bukan tanpa alasan mengapa hal itu membuat Argha ragu antara mengganti pakaian Elmeera atau tidak. Maklum Argha belum pernah melakukan hal itu sebelumnya, jadi mengganti baju luaran Elmeera doang rasanya Argha seakan-akan hendak merenggut kehormatan Elmeera, (duh Argha ternyata polos yee)


Selain karena perasaan Argha masih terpatri pada Nilla, Argha juga masih ingat dengan jelas tentang cerita cinta Papa dan Mamanya dulu.


Mamanya Argha, Ayu Mentari memiliki hobi menulis buku diary. Di dalam buku diary mamanya yang Argha temukan setelah keduanya tiada, Argha membaca setiap lembar demi lembar cerita tentang rumah tangga kedua orang tuanya yang ditulis dengan kata-kata yang indah oleh sang Mama.


Papanya Argha yang bernama Firman, menikahi Ayu karena perjodohan dari orang tua mereka. Pernikahan tanpa cinta itu terjadi disaat keduanya sama-sama memiliki kekasih dan sama-sama saling mencintai kekasihnya. Berat memang,


Meskipun menikah tanpa cinta, anehnya setiap lembar diary yang mama Ayu tulis justru selalu saja terdapat kalimat-kalimat indah yang berisi kekaguman pada sosok suaminya, Firman.

__ADS_1


Firman dengan tegas memutuskan kekasihnya dan meminta Ayu melakukan hal yang sama kemudian mereka berdua membuat komitmen satu sama lain.


Kata demi kata yang indah menceritakan betapa bertanggungjawabnya dan perhatiannya Papa Firman pada istrinya dan setia pada istrinya, begitu juga sebaliknya... Pasangan tanpa cinta itu bahkan menjalankan kewajiban masing-masing dengan baik, hingga akhirnya setelah dua tahun menikah, keduanya saling mencintai dan memiliki dan mampu melewati badai rumah tangga bersama-sama.


Baik papa Firman maupun Mama Ayu, keduanya sangat menghargai ikatan pernikahan, ikatan yang sangat suci dan tidak boleh dipermainkan. Hal itu tentu membuat Argha sangat bangga memiliki papa seperti Firman dan Argha kecil ingin sekali menjadi seperti Firman saat dewasa nanti.


Mata Argha berkaca-kaca mengingat kisah cinta kedua orang tuanya, sedangkan dia... menikahi Elmeera untuk menahan Gista dan Argha merasa berdosa mempermainkan ikatan pernikahan karena menyetujui permintaan Elmeera dimana setelah Elmeera melahirkan maka akan adanya perpisahan.


"Kenapa posisiku jadi semakin ribet seperti ini Tuhan? kenapa aku harus punya perasaan gak enakan sih? nggak enakan sama Tante Sarah, gak enakan sama Agista kalau sedih.... dan gak enakan sama almarhum Papa dan mama karena sudah bermain-main dengan pernikahan padahal papa dan mama sudah memberikan contoh yang baik untukku, dab juga gak enak sama Elmeera karena hatiku masih terpatri pada wanita lain." Gumam Argha sambil menatap Elmeera.


"Elmeera sepertinya kegerahan." Gumam Argha pelan melihat kening Elmeera berkeringat karena memang AC di kamar Elmeera dihidupkan dengan suhu yang tidak dingin mengingat Elmeera demam.


Argha melupakan semua pikirannya yang sebelumnya berkecamuk seperti benang kusut. Argha merasa khawatir dengan Elmeera sekaligus merasa sangat bersalah. Tanpa berpikir lagi, Argha pun melepas satu persatu kancing kebaya yang Elmeera kenalan dengan membuang muka. Argha tidak ingin di waktu yang baru siang ini, pikirannya sudah kotor gara-gara cetakan gunung Semeru terpampang jelas dihadapannya.


"Ah akhirnya aku berhasil juga membuka semua kancingnya." Gumam Argha pelan sambil menelan salivanya karena Elmeera saat ini hanya memakai dalaman kemben yang sangat pas di tubuhnya.


Pikiran-pikiran kotor langsung masuk ke otak Argha, maklum... Argha lelaki dewasa yang beberapa kali diajak Dio nonton Bo Kep dan Argha belum pernah menyentuh wanita manapun meskipun pernah berpacaran dengan Nilla dalam waktu cukup lama.


Baru satu lengan terlepas, nyatanya mampu mengganggu sang empu terusik dalam tidur nyenyak nya setelah pingsan tadi.


"Ehmmm.." Elmeera mendesis merasakan pusing di kepalanya yang luar biasa. Sedangkan Argha yang berusaha melepas lengan kebaya Elmeera sebelah, tidak menyadari jika Elmeera hendak siuman.


"Susah banget sih... kalau gak pake baju-baju press body emang kenapa sih?" Gerutu Argha membuat Elmeera berusaha mengumpulkan kesadarannya.


"Akkk... lelaki mesyum!!! apa-apaan elu! kamu mau memperkosa gue ya!" pekik Elmeera yang kemudian mengambil guling dan memukul-mukul tubuh Argha tanpa henti.


"Aaww... berhenti el, berhenti..." Pinta Argha karena Elmeera memukulinya secara membabi-buta. Padahal tadi Elmeera lemas hingga pingsan loh... kok bangun-bangun tiba-tiba energi penuh?


"Lelaki kurang ajar! masuk kamar wanita sembarangan! gue bunuh elu! ih... ih... ih.." Elmeera terus memukuli Argha tanpa mau mendengar penjelasan Argha membuat Argha emosi.

__ADS_1


"Berhenti el! jangan kayak anak kecil!" Ucap Argha yang sudah berhasil menggenggam kedua pergelangan tangan Elmeera.


"Ar... Argha?" Elmeera melongo sekaligus terkejut menyadari siapa yang dia pukuli.


"Diam bisa tidak?" Tanya Argha dengan suara tegas, namun mata Argha terfokus pada bagian dada Elmeera yang hanya ditutupi dalaman kemben berwarna putih tanpa menutupi bagian perut rata Elmeera.


"Putih dan mulus..". gumam Argha pelan.


"Apa elu bilang?" bentak Elmeera yang mendengar ucapan Argha. Elmeera ingin menutupi kedua gunung Semeru nya menggunakan tangan, namun tangan Elmeera masih dalam genggaman Argha.


ah Elmeera merasa seperti di telan jangi saat ini karena tatapan Argha.


"elu putih dan mulus, gue suka." Jawab argha dengan memasang wajah polos namun terlihat sangat menjijikkan untuk Elmeera.


"Dasar mesyum; buka-buka baju gue tanpa izin." Gerutu Elmeera.


"Mau izin atau tidak memang kenapa? bukankah elu sudah menjadi istri gue, itu artinya semua tubuh elu itu halal untuk gue."


"Apa maksud elu buka-buka baju gue?" Tanya Elmeera dengan nada tidak suka, Argha sedikit mengernyit... kenapa Elmeera seolah lupa tentang Papa Danung ya setelah siuman.


Melihat Elmeera cemberut, tiba-tiba Argha terdorong untuk menggoda istrinya itu.


"Jawab Argha, maksud elu apaan buka-buka baju gue?"


"Gue ingin menagih hak gue sebagai suami elu dan pengen melihat elu segera hamil." Ucap Argha dengan santainya membuat Elmeera melongo.


...BERSAMBUNG...


hari ini udah fix 3 episode ya... aku kirim naskahnya setelah jam 10, jadi munculnya kapan ke beranda kalian, aku nggak tahu.

__ADS_1


see you! have a nice dream~


__ADS_2