
...45. DEAL!...
"Dan sekarang aku mau membagi tugas."
"Tugas apaan?" Tanya Elmeera.
"Tugas mencuci, memasak, menyetrika dan membersihkan apartemen ini."
"What? elu mau gue mengerjakan pekerjaan bik Ira CS? no Gha! gue yang akan panggil Bik Ira kesini buat bersih-bersih dan gue yang akan bayar bik Ira. Elu tenang aja, gue gak akan ganggu duit elu!"
"Berhenti berbicara elu-gue saat berada di apartemen ini El!" Bentak Argha secara tiba-tiba membuat Elmeera terkejut.
"Elu bentak gue Gha?" Tanya Elmeera tidak percaya karena ini adalah kali pertama Elmeera mendengar Argha membentak. Jujur saja, hal itu membuat nyali Elmeera mendadak menciut bahkan Elmeera susah payah menelan salivanya apalagi Argha saat ini sedang menatapnya tajam.
"Elu? Gue? Coba ulangi sekali lagi?" Tanya Argha.
"ehmmm... mak... maksudnya A.. aku kamu, iya aku kamu." Jawab Elmeera dengan gugup karena tatapan Argha bagaikan pedang panjang yang sudah berada di depan matanya.
"Kenapa Argha bisa segalak ini? entar kalau gue gak nurut terus dia pukulin gue sampai mati gimana? gak ada yang bisa nolongin gue lagi! Gak lucu lah ya kalau masuk berita, pengantin baru tewas di bunuh suaminya karena pakai elu-gue." Batin Elmeera mengingat bagaimana papanya dulu melakukan KDRT
"Aku kamu? bukan gue elu lagi?" Tanya Argha dan dijawab gelengan kepala oleh Elmeera.
"Bagus, sekarang duduk .. aku ingin kita berbicara serius berdua karena sudah cukup aku memberikan waktu buat kamu berlaku seenaknya sebagai seorang istri." Argha menarik kursi di meja makan untuk Elmeera.
"Gha, gue.. eh aku, aku gak bisa lama-lama, aku sama Ziraya ada janji makan malam sama calon klien aku." Kata Elmeera yang sepertinya sedikit kesusahan memakai aku dan kamu pada Argha.
"Tunda atau batalkan!" Ucap Argha dengan nada yang sangat dingin dan tegas. Kemudian Argha duduk di seberang meja yang berhadapan langsung dengan kursi yang disiapkan Argha untuk Elmeera duduk.
"Gak bisa seperti itu dong Gha, aku gak suka ya kamu mengatur-atur aku begini! Ini soal kerjaan, aku mau pergi sama Ziraya bukan mau hang out, tapi kerja!" Elmeera yang memang memiliki ego sangat tinggi jelas tidak terima dengan perintah suaminya.
"Aku berhak mengatur kamu karena aku adalah suami kamu El! Gak peduli alasan apa yang membuat kita menikah. Status kamu adalah Istri Argha Tahta Mahatama!"
"Iya kamu adalah suami aku, suami yang aku bayar untuk memberikan benihnya pada rahim aku, nggak lebih! Jadi kamu jangan ngelunjak Gha!" ucap Elmeera yang langsung beranjak dari duduknya hendak meninggalkan apartemen type studio tersebut.
__ADS_1
BRAAKK!
Argha menggebrak meja didepannya membuat langkah Elmeera langsung terhenti seketika.
"Secara materi, aku memang ada di bawah kamu El, tapi secara kodrat.. kamu adalah istri aku dimana istri harus menurut sama suami selagi itu kebaikan. Dan aku melakukan ini demi kebaikan kita. Namun jika kamu memilih tetap pergi, selangkah saja keluar dari apartemen ini tanpa izin dari aku.. maka jangan salahkan aku bila besok pagi kamu akan menerima surat dari pengadilan agama yang berisi gugatan cerai dari aku." Tegas Argha membuat Elmeera mematung.
Deg!
"Cerai? Secepat ini? Lalu bagaimana dengan mama Sarah?" Batin Elmeera.
"Aku gak peduli tentang kesehatan mama Sarah. Selama kamu berstatus menjadi istri aku, maka aku berhak mengatur hidup kamu. tapi jika kamu tidak mau aku atur, maka aku akan melepaskan kamu saat itu juga." Ucap Argha yang seakan tahu tentang apa yang ada dipikiran Elmeera.
Elmeera membalikkan badannya kemudian menatap Argha dengan tajam.
"Perjanjian kita di awal adalah berpisah setelah aku melahirkan. Dan sampai detik ini juga aku belum ada tanda-tanda hamil Gha! Aku bayar kamu mahal untuk membuat aku hamil! Kamu gak bisa menggugat cerai aku seenak itu dan mengingkari perjanjian kita." Jelas Elmeera.
"Aku tidak akan mengingkari perjanjian kita jika kamu tidak lebih dulu mengingkarinya."
"Aku?" Elmeera menunjuk dirinya sendiri .
Elmeera terdiam, wanita cantik itu merutuki dirinya yang lupa pernah berjanji seperti itu pada Argha.
"Sekarang keputusan ada ditangan kamu, mempertahankan pernikahan kita atau mengakhirinya saat ini juga." Ucap Argha dengan tenang.
"Jadi sekarang mau kamu apa?" Tanya Elmeera lirih.
"Sesuai kesepakatan, selama kita berstatus sebagai suami-istri, maka kita lakukan peran kita dengan sebaik-baiknya... menjadi pasangan suami istri seperti orang lain di luar sana." Kata Argha. Elmeera diam nampak berpikir.
"Gista, kakak gak tahu harus bagaimana lagi bersikap pada Elmeera... ini adalah cara terakhir kakak... jika memang Elmeera tetap seperti itu maka kakak akan melepaskan dia Karena kakak tidak ingin membuang-buang waktu dengan orang yang tidak bisa menghargai orang lain." batin Argha.
"Jika itu mau kamu, oke baiklah.. aku setuju." Jawab Elmeera dengan nada yang cukup berat. Argha tahu itu tapi Argha tidak peduli.
"Deal?" Argha mengulurkan tangannya agar dijabat oleh Elmeera sebagai tanda terjadinya kesepakatan bersama.
__ADS_1
"Ehm... tapi aku gak bisa masak." Cicit Elmeera sambil menunduk.
"Tidak masalah, kita bisa mencari solusinya bersama-sama. Bagaimana? Deal?"
"Deal!" Elmeera menerima uluran tangan Argha dan mereka berjabatan dengan wajah saling canggung.
"Lihat aja nanti malam El, aku akan membuatmu menjerit minta ampun setelah seminggu lebih kamu siksa aku untuk menahan hasrat." Batin Argha tersenyum penuh makna.
"Ya sudah, ayo kita bereskan kamar kita dulu. Supir mama Sarah sudah mengirim barang-barang kita dan malam ini kita akan mulai tinggal disini." Argha menggenggam tangan Elmeera tanpa izin lalu menarik Elmeera dengan lembut menunju satu-satunya kamar yang ada disana.
Elmeera hanya menurut, namun matanya menatap genggaman tangan Argha pada tangannya dengan perasaan yang tidak menentu. Tiba-tiba rasa bersalah hadir melingkupi perasaan Elmeera karena selama ini Elmeera selalu berbicara kasar pada Argha dan menganggap Argha tidak berani melawan dirinya sebab dirinya lah yang membayar Argha.
"Ehmmm Gha." Panggil Elmeera saat mereka sudah sama-sama ada di dalam kamar yang ternyata berukuran cukup luas.
"Kenapa?"
"A... aku mau minta maaf Gha... maaf atas segala ucapan aku pada kamu selama ini. Meskipun susah dan terpaksa, aku akan belajar jadi istri yang baik selama kita menjadi suami istri." Ujar Elmeera yang sudah berusaha mati-matian menurunkan egonya.
Ditatap Argha dengan intens, entah mengapa membuat Elmeera gugup dan memilih menundukkan pandangannya.
Set.
Eh?
Tiba-tiba Argha menarik Elmeera ke dalam pelukannya dan mengusap lembut rambut Elmeera.
"Maafkan aku juga ya, aku hanyalah lelaki biasa yang tidak bisa memberimu banyak harta berlimpah. Maafkan aku juga jika selama seminggu ini, aku belum bisa jadi suami yang baik untukmu." Kata Argha dengan lembut. Elmeera mengangguk kemudian membalas pelukan Argha.
...BERSAMBUNG...
Asal kalian tahu yeee.. setiap episode novel aku tuh diatas 1000 kata. Tapi kalian masih bilang dikit ... huwwaaa aku pengen nangis di pojokan deh jadinya.
Btw, makasih banyak ya... vote dan hadiah dari kalian untuk novel ini bertambah. aku suka dan semakin bersemangat...
__ADS_1
Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga lancar ya...