
...53. Cemburu?...
"Aku sayang banget sama kak Argha." Ucap Gista.
"Aku juga sayang banget sama kamu Ta, kamu satu-satunya orang yang sangat berarti dalam hidup kakak. Kakak gak bisa membayangkan jika jauh dari kamu, makanya Kakak rela menikahi kakak kamu yang galak itu." Kata Argha sambil terkekeh membayangkan wajah galak Elmeera. Argha pun mengusap punggung Gista dengan lembut.
Deg!
Deg!
Deg!
"Siapa yang galak?"
Eh?
Suara Elmeera terdengar sangat dingin membuat dua orang yang sedang berpelukan itu terperanjat kaget. Elmeera menatap suami dan adiknya dengan penuh tanya.
Mengetahui situasinya tidak bagus,
Gista dengan cepat melepaskan pelukannya pada Argha demi menjaga perasaan kakak perempuannya itu karena Gista yakin, sedikit banyak... antara kak Argha dan kak Elmeera sudah tumbuh benih-benih cinta.
"Kak, aku bisa jelaskan semuanya." ucap Gista dengan wajah paniknya layaknya wanita yang sudah ketahuan selingkuh dengan suami orang.
Sebenarnya, sejak awal mengetahui latar belakang dirinya, Gista sudah dari lama memang berniat memberitahu Elmeera bahwa dia adalah keturunan keluarga Mahatama.
Namun Argha terus melarang dengan berbagai alasan. Gista boleh percaya pada Elmeera, namun Argha yang dulu belum menikah dengan Elmeera, belum bisa mempercayai Elmeera sepenuhnya. Maklum, Elmeera dikenal sebagai pribadi yang dingin, angkuh juga sombong.
Dan,
Menurut Gista, ini adalah saat yang tepat untuk mengungkap hubungan dirinya dengan Argha yang sebenarnya agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berakibat buruk pada hubungan kedua kakaknya.
Baru juga hendak berucap, Argha sudah memberikan tatapan Gista dengan tajam seolah melarang Gista untuk berbicara apapun.
"Kak, aku mau jelaskan sama kak El semuanya." Kata Gista menatap Argha dengan penuh permohonan. Gista benar-benar tidak enak dengan kakak angkat sekaligus kakak iparnya itu.
"Kamu tenang aja. Biar aku yang selesaikan semuanya." ucap Argha sambil tersenyum jahit dan mengerlingkan sebelah matanya layaknya playboy genit. Perasaan Gista kian tidak enak saja melihat tatapan kakak lelakinya itu, karena Gista yakin pasti Argha berniat membuat Elmeera semakin kesal.
"Ada hubungan apa kalian sebenarnya?" Tanya Elmeera dengan nada dibuat setenang mungkin meskipun hatinya bergemuruh hebat seperti habis membongkar perselingkuhan suami dan adiknya. Namun Elmeera tidak mau gegabah, dia sangat menyayangi Gista.
"Adik kakak kan? emang hubungan apa lagi?" Jawab Argha jujur namun terdengar sedikit ambigu dan membuat Elmeera tidak bisa lagi menahan emosinya.
"Gha! jawab! ada hubungan apa kamu sama Gista? Jadi kamu menikahi aku karena permintaan Gista? bukan karena uang?" Tanya Elmeera dengan nada sedikit tinggi. Segala pikiran-pikiran negatif mulai bermunculan dalam benak Elmeera.
__ADS_1
"Iya, semua karena Gista, karena sampai detik ini uang dari kamu masih utuh aku simpan." Jawab Argha santai.
"Jadi apa hubungan kalian?" Tegas Elmeera yang mengeluarkan gaya angkuhnya kembali karena Elmeera tidak pernah mau terlihat lemah disaat seperti ini.
"Ya kakak adik, aku menuruti Gista, karena aku menyayangi Gista sebagai adik El, A D I K!" Jelas Argha hingga mengeja kata ADIK untuk menjelaskan bahwa tidak ada hubungan lebih antara dirinya dan Gista.
Ya gimana mau berhubungan lebih, orang jelas-jelas kakak dan adik kandung 🤧
"Bohong!" Ucap Elmeera yang menatap Gista dengan penuh rasa kecewa.
"Kak, beneran... aku sama kak Argha gak ada hubungan lebih dari kakak dan adik, karena kak Argha...."
"El, kamu cemburu ya?" Argha segera memotong ucapan Gista sebelum Gista mengatakan yang sebenarnya.
Argha hanya ingin melihat dan mendengar bahwa Elmeera sedang cemburu. Kalau Elmeera sudah merasa cemburu, itu artinya Elmeera sudah mulai membuka hatinya untuk Argha dan Argha juga akan melakukan yang sama karena Argha tidak pernah membayangkan sekalipun untuk menikah lebih dari satu kali.
"Apa?" Mata Elmeera langsung melotot mendengar pertanyaan Argha apalagi Argha yang senyum-senyum seperti itu, ganteng sih... tapi menyebalkan!
"Aku cemburu?" Lanjut Elmeera menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, sikap kamu seperti istri pencemburu." Jawab Argha. Argha tersenyum dalam hati karena dengan satu kalimat pertanyaan saja mampu mengalihkan pembicaraan Gista dan Elmeera tentang hubungan Argha dan Gista.
"Nggak! enak aja aku cemburu! gak ada ya aku cemburu sama kamu! Cih! gak level." Nah kan, gengsi Elmeera masih saja setinggi gunung Himalaya dan itu membuat Argha semakin tertarik menggoda sang istri.
"Yakin lah... aku nanya karena aku peduli sama Gista, aku gak mau adik kesayangan aku tersesat sama lelaki kek kamu yang suka tebar pesona sama cewek-cewek." Ungkap Elmeera.
Elmeera mencoba percaya pada ucapan Gista bahwa Gista dan Argha hanya sayang sebatas kakak adik. Elmeera tidak tega melihat raut wajah Gista yang sendu. Namun jujur, hati Elmeera masih sangat ragu dan Elmeera akan mencari tahu sendiri semuanya.
"Jadi kamu gak cemburu El?" Tanya Argha yang kurang puas dengan jawaban Elmeera.
"Nggak!"
" Berhubung sebagai istri kamu gak cemburu dan gak punya perasaan apa-apa sama aku, aku gak punya kewajiban dong buat jelasin ke kamu." Ucap Argha membuat Elmeera melongo.
"Lagian, gak ada ya aku tebar tebar pesona... emang pesona ku saja yang overdosis hingga membuat banyak wanita terpikat. Terus kalau istri aku bodoh amat dan gak perhatian dan peduli sama suaminya, gak salah juga dong aku menerima perhatian dari yang lain?" Ucap Argha lagi.
"Dari yang lain, Gista maksudnya." Lanjut Argha namun dalam hati.
"Apaan menerima perhatian dari wanita lain, nanti wanitanya baper terus menyerahkan diri sama Argha.. Gak aku gak rela Argha tidur sama wanita lain selama statusnya masih suami aku!" Batin Elmeera.
Tidur sama wanita lain? Otak Elmeera mendadak blank mengingat percintaan panasnya dengan Argha kemarin sebelum dia datang bulat.
"El kenapa muka kamu memerah?" Tanya Argha memperhatikan wajah cantik istrinya yang mendadak memerah, Argha tidak tahu saja kalau Elmeera sedang membayangkan berada dibawah kungkungan Argha.
__ADS_1
"Sialan!" Umpat Elmeera dalam hati kemudian mencoba menetralkan dirinya.
"Apaan muka merah? gak ada! jadi apa hubungan kamu sama adik aku? yakin cuma adik kakak?" Tanya Elmeera lagi mencoba mengalihkan pembicaraan. Elmeera tidak mau Argha terus mencerca dirinya karena wajahnya memerah.
"Lah kan udah aku bilang tadi... kamu kan katanya gak cemburu, jadi aku gak berkewajiban dong jelasin kek kamu semuanya. Kecuali kamu mengaku kalau kamu cemburu, baru aku akan ceritakan semuanya tanpa terkecuali." Ungkap Argha sambil menarik turunkan alisnya pada Elmeera.
Elmeera yang awalnya percaya pada ucapan Argha dan Gista bahwa mereka tidak lebih dari Kakak dan adik, hati Elmeera mendadak ragu. Menceritakan semuanya? berarti benar, ada yang belum dia tahu tentang Argha dan Gista yang memang sebelum dia menikah sangat lah dekat. Perasaan Elmeera mendadak tidak enak.
"Terserah kalian ah! aku gak mau tau!" Kesal Elmeera yang langsung berbalik badan berniat meninggalkan ruangan Gista.
"Kak..." Panggil Gista namun diabaikan oleh Elmeera.
"Kenapa aku harus mengakui kalau aku cemburu baru dia mau cerita? ogah banget.. aku gak cemburu... aku hanya gak suka aja nanti timbul fitnah kalau ada orang yang lihat Argha dan Gista pelukan." Batin Elmeera yang terus berusaha mengelak dengan kenyataan yang ada.
"Sayang... kamu mau kemana?" Argha berusaha mengejar sang istri yang terlihat sangat ngambek.
"Cih, udah gini panggil sayang." Kata Elmeera kesal.
"Sayang tunggu!" Teriak Argha karena dicuekin oleh Elmeera.
"Pasangan yang aneh dan ketinggian gengsi." Gumam Gista pelan. Beberapa detik kemudian Gista tersenyum senang ketika sebuah ide melintas di pikirannya agar bisa membuat Kak Elmeera dan kak Argha mengakui perasaan masing-masing.
"Sepertinya akan menarik... Dan aku butuh bantuan kak Arsen juga kak Ziraya." Ungkap Gista.
Sementara ke arah pintu keluar Planet Cafe, Argha berhasil mencekal pergelangan tangan Elmeera hingga membuat Elmeera menghentikan langkahnya.
"Apa sih Gha!" Ucap Elmeera kesal.
"Sayang, kamu kenapa sih ngambek? kamu cemburu? kalau cemburu bilang aja..."
"Aku gak cemburu!" Tegas Elmeera.
"Kalau gak cemburu, kenapa mau cabut, sini aja dong. Sekali kali tungguin aku kerja. Kamu belum makan kan sayang?" Tanya Argha lembut sambil mengusap pipi Elmeera.
"Cieee cieee!" Teriak pengunjung dan karyawan Planet Cafe secara bersamaan membuat Elmeera dan Argha tersadar bahwa mereka sedang menjadi tontonan semua orang yang ada di Planet Cafe.
...Bersambung...
Besok Senin Gaesss...
Yang besok kerja semangat yaaa...
Bentar lagi cuti bersama ✊
__ADS_1
Eh covernya di Ganti sama Noveltoon... boleh juga... sepertinya tanda baik 😎