Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 41


__ADS_3

WARNING!


MOHON DIBUKA SAAT NANTI BERBUKA YA BAGI YANG MENJALANKAN IBADAH PUASA. TERIMA KASIH. 🔞


...41. Pagi Pertama ...


"Sabar dulu." Kata Argha lembut mengusap air mata Elmeera kemudian kening Elmeera yang berkeringat padahal kamar mereka saat ini ber AC.


"Sabar... sabar... elu gak merasakan...."


"ahhhh... Ghaaa..." Pekik Elmeera merasakan Argha langsung memompa tubuhnya tanpa basa basi dulu pada Elmeera. Lah dari pada Elmeera ngomel terus, mending Argha langsung menuntaskan hasratnya.


Elmeera meringis sambil menggigit bibir bagian bawahnya merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


"Ahhh Ghaaa... ini gilaaa!" Rancau Elmeera dibawah kendali Argha.


"Punya elu bener-bener luar biasa nikmat El." Kata Argha sambil memejamkan matanya menikmati setiap hentakan yang dia berikan pada Elmeera.


"Pelan-pelan dulu Ghaa... sakit.... sakit banget... ngilu sumpah ah...." Ucap Elmeera dan Argha menurunkan sedikit tempo permainannya karena sejak awal Argha memang ingin memberikan kenyamanan pada Elmeera dengan kelembutan. Namun Elmeera sendiri yang berusaha memancing emosinya dengan meremehkan Argha dan berkata bahwa Argha tidak bisa making love dengan baik


"Ghaaaa... ah..." Elmeera benar-benar merasakan intinya sangat sesak, penuh dan sakit plus ngilu...


"Keluarkan suara merdu elu El... gue seneng dengernya. Keluarkan... jangan tahan." Ucap Argha yang terus menghujam Elmeera mendaki puncak kenikmatan dunia yang luar biasa sambil memberikan pijatan pada gunung Semeru yang terlihat sangat menantang di depan matanya akibat hentakan yang Argha berikan.


"Ahhhh... Arghaaa a... gue mau pipis." Ucap Elmeera setelah puas merancau tidak jelas karena permainan Argha.


Argha menghentikan permainannya? otak Argha nampak mencerna ucapan Elmeera namun sedetik kemudian, Argha paham bahwa Elmeera sedang mencapai puncak kenikmatan yang belum dia dapatkan.


Elmeera merasakan ada ledakan yang luar biasa dalam tubuhnya dengan nafas yang terengah-engah.


"Ahhh...." Desa han Elmeera kembali terdengar saat Argha mulai memacu tubuhnya lagi dan menguasai tubuh Elmeera.


"Ayo kita cari kenikmatan bersama-sama El." Ujar argha penuh semangat hingga keduanya sampai pada puncak dalam waktu yang hampir bersamaan dan Argha kembali memegang kendali pada tubuh Elmeera hingga waktu sudah hampir pagi.


"Gue capek Gha..." Ucap Elmeera lirih yang tidak merasa punya tenaga karena ulah Argha yang memangsanya tiada henti.

__ADS_1


"Sekali lagi El, please...." Pinta Argha yang ternyata masih ketagihan dengan kegiatan yang baru malam ini dia lakukan.


"Gue rasanya pengen pingsan Gha..." Kata Argha lirih. Argha tersenyum dan membelai rambut Elmeera yang berantakan dengan lembut kemudian menggeser tubuhnya untuk membuka laci nakas dan mengambil sesuatu disana.


"El.." Panggil Argha.


"Hmmm." Jawab Elmeera sambil memejamkan matanya karena Elmeera merasa sudah tidak sanggup lagi untuk melek.


"Minum ini dulu, ini vitamin biar elu kembali fit. Kalau elu gak mau minum, jangan salahkan gue kalau gue maksa elu buat satu ronde lagi." Ucap Argha memberikan sebutir obat berukuran kecil dan berwarna putih pada Elmeera juga segelas air putih.


Enggan bertanya lebih lanjut, Elmeera pun langsung meminum obat yang kata Argha adalah vitamin.


"Sekarang, elu istirahat ya... makasih banyak istri..., elu bener-bener luar biasa..." Ucap Argha mengecup kening Elmeera.


Argha yang juga merasa kelelahan dan ngantuk itu pun ikut merebahkan dirinya di samping Elmeera kemudian memeluk Elmeera dari belakang. Tidak ada penolakan dari Elmeera karena wanita cantik yang sudah tidak gadis lagi itu sudah pergi ke alam mimpi lebih dulu.


...***...


Elmeera mengerjap-ngerjapkan matanya saat merasakan kerongkongannya terasa kering.


Elmeera justru merasakan tubuhnya terasa remuk ditambah sebuah beban yang berada di bagian perutnya. Tangan Elmeera menyentuh beban berat itu, dan dirasakannya sebuah tangan memeluk tubuhnya dengan posesif.


"Gista... apaain sih tangan kamu ini, kalau tidur jangan menindih kakak gini dong." Elmeera berusaha menyingkirkan tangan itu dari atas tubuhnya. Namun bukan menyingkir tangan itu justru semakin mengeratkan pelukannya hingga membuat Elmeera semakin merasa sesak.


Dengan sangat terpaksa Elmeera membuka matanya,


Kesadaran Elmeera belum kembali sepuhnya, CEO KirAn.com itu mengernyit melihat tangan kekar yang ditumbuhi sedikit bulu-bulu panjang. Elmeera tersadar itu bukan tangan Gista melainkan tangan lelaki. Mata Elmeera membola kemudian menengok kesamping untuk mencari tahu siapa pemilik tangan tersebut.


"Arghaaa?" Gumam Elmeera pelan.


Argha tertidur dengan sangat lelap sambil menghadap ke arah Elmeera dengan jarak hanya beberapa senti saja. Serpihan-serpihan memori atas kejadian semalam telah kembali dalam ingatan Elmeera membuat wajah Elmeera memerah karena malu sendiri.


Elmeera menelan salivanya dengan susah payah menyadari bahwa dirinya saat ini belum mengenakan apapun, begitu juga dengan Argha karena keduanya hanya menutupi tubuh mereka dengan selimut tebal.


Bukan segera mengambil air yang berada di nakasnya, Elmeera malah sibuk memandangi wajah tampan Argha sambil tersenyum.

__ADS_1


"elu tampan banget sih Gha, namun sayang, gue gak akan jatuh cinta sama elu, apalagi sikap elu yang super ngeselin itu.. ehm...Pantas aja banyak cewek-cewek tergila gila sama elu ya..." Gumam Elmeera pelan memuja alis tebal Argha yang memberikan kesan tegas, bulu tipis dan brewok tipis yang sepertinya sengaja tidak Argha cukur sehingga memberikan kesan macho dan cool.


Pandangan Elmeera jatuh pada bibir Argha yang tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis juga berwarna sedikit kemerah-merahan alami. Ditambah hidung Argha yang cukup mancung menjadi perpaduan yang sangat pas. Elmeera menggigit bibirnya sendiri mengingat ciuman panasnya dengan Argha semalam.


Batin Elmeera seakan ingin menjerit bagaimana dia bisa terbuai dan akhirnya menikmati permainan Argha.


Puas melihat wajah tampan suaminya yang akan menjadi pemandangan indahnya setiap pagi, Elmeera teringat dengan tenggorokannya yang terasa semakin kering.


"Arh... sakit banget." Desis Elmeera merasakan sakit di bagian inti tubuhnya yang semalam di gempur oleh Argha habis-habisan saat mencoba bangkit dari berbaringan.


Namun sayang, gelas di nakasnya sudah tandas. Elmeera ingat semalam Argha menyuruhnya minum vitamin dengan air itu sebelum terlelap.


Elmeera melirik nakas Argha, di gelas Argha masih ada setengah air putih. Ah daripada turun kebawah mengambil minum, mending minum air milik Argha gak masalah toh semalam mereka juga lebih dari sekedar berciuman. Buat bergerak sedikit saja sakit banget, apalagi kalau disuruh turun dari tangga. Demi apapun Elmeera tidak bisa membayangkannya.


Elmeera pun mengeratkan selimutnya untuk menutupi bagian dadanya kemudian mencoba bergerak untuk meraih gelas di nakas Argha tanpa turun lebih dulu dari ranjang.


Argha yang merasa terganggu dengan pergerakan Elmeera diatasnya itu pun membuka matanya yang masih sangat mengantuk.


Argha tersenyum tipis mendapati dada Elmeera yang hanya tertutup selimut tepat di atas wajah tampannya.


Jiwa keisengan Argha meronta-ronta, pagi-pagi otak Argha sudah mulai mesum melihat Elmeera.


"Elu apaan sih El, gangu tidur gue banget!"


Dengan sekali tarikan, Argha berhasil melepaskan selimut dari bagian dada Elmeera saat Elmeera hampir berhasil meraih gelas berisi air putih.


"Eh!" Pekik Elmeera yang kaget dan detik berikutnya lengan Argha langsung melingkar sempurna untuk mengikis jarak antara dirinya dan Elmeera dan gunung Semeru jatuh tepat di wajah Argha hingga Argha langsung melahapnya dengan penuh semangat.


"Arghaaa aaahhhh.... ahhh." Pekik Elmeera yang hendak mengomel malah justru mendesaaah.


...BERSAMBUNG...


aku update siang-siang karena aku lagi gak puasa... udah yee... mau lanjot kerja lagi...


semoga nanti saat senggang bisa menulis part berikutnya...

__ADS_1


makasih dukungan kalian semua.. baik berupa like, vote, komentar dan hadiah. semoga rejeki kalian selalu lancar. Aamiin...


__ADS_2