
...12. Kamu?...
Langit sudah mulai gelap. Lampu-lampu penerangan jalan pun sudah menyala sejak satu jam lalu. Sebagian besar orang-orang yang berstatus sebagai pekerja kantoran, sudah menikmati waktu istirahat mereka dengan keluarga di rumah setelah seharian mencari nafkah.
Tapi tidak dengan Elmeera, wanita cantik yang belakangan ini disebut sebagai penyuka sesama jenis itu masih sibuk berkutat dengan layar laptopnya. Laptop ukuran 13 inchi dan memiliki logo buah apel yang menyala itu menampilkan barisan email yang masuk.
Satu persatu Elmeera memeriksa email-email tersebut, namun semakin banyak email yang Elmeera periksa, kepala Elmeera pun terasa semakin pusing.
Sebab, baru hari ini saja sudah ada puluhan mitra usaha KirAn.com yang tersebar di seluruh Indonesia meminta pembatalan kontrak kerjasama dan menuntut pengembalian dana usaha mereka yang sudah masuk pada pihak KirAn.com sesuai yang tercantum dalam surat perjanjian kerjasama. Belum lagi beberapa investor yang memiliki saham di KirAn.com, mereka seperti peneror ulung.
Wajar saja banyak mitra yang memilih langkah tersebut karena sejatinya tidak ada orang yang mau rugi ketika seseorang membuka sebuah usaha. Sedangkan, omset yang mereka dapat setiap harinya selalu turun dengan signifikan setelah adanya rumor yang beredar tentang CEO KirAn.com yang penyuka sesama jenis dan itu sangat menjijikkan karena melanggar kodrat dari Tuhan.
Para mitra KirAn.com sudah memberikan waktu selama lebih dari sepekan untuk manajemen perusahaan tersebut menyelesaikan masalah ini. Namun, mereka belum melihat adanya upaya yang serius dari perusahaan ekspedisi yang selalu menerima penghargaan selama beberapa tahun belakangan ini. Terlebih Elmeera yang menjabat sebagai CEO yang memilih bungkam. Sehingga mereka menganggap diamnya Elmeera adalah jawaban IYA akan rumor yang beredar.
Elmeera tidak ingin usaha yang dia rintis dengan susah payah bermodalkan harta warisan dari kakek dan neneknya hancur begitu saja. Elmeera ingin mempertahankan semua ini entah bagaimana pun caranya.
Drrttt.. drttt… drrrttt…
Ponsel Elmeera berdering saat pemiliknya tengah memeras otak untuk menemukan solusi dari semua masalah yang menimpanya ini kecuali pernikahan. Elmeera masih berusaha untuk menghindari pernikahan meskipun harga dirinya tidak terima sudah di rendahkan oleh Argha, si penyanyi di Planet Café.
“Hallo…” Sapa Elmeera yang sebelumnya melihat nama Gista di layar ponsel.
“Kak,, cepat ke rumah sakit kak… Mama kak.. Mama benar-benar drop! Ke rumah sakit sekarang kak.”
“A.. apa?” Tulang-tulang dalam tubuh Elmeera mendadak terasa melunak. Apa yang terjadi hingga membuat mamanya drop? Bukankah kemarin Elmeera melihat sendiri dari kejauhan jika kondisi mamanya sudah membaik juga terlihat segar. Elmeera termenung.
“Hallo kak.. kak El..”
“Bagaimana bisa Ta?” Tanya Elmeera lirih. Wanita 28 tahun itu benar-benar menguatkan dirinya untuk segera bangkit dari duduknya, menutup laptopnya dengan kasar kemudian meraih tas jinjingnya.
__ADS_1
“Aku gak tahu kak, barusan pihak rumah sakit telfon aku… Ini aku masih perjalanan menuju rumah sakit. Ini sudah mau sampai.” Suara tangis Gista pun sampai di telinga Elmeera.
“Ya sudah, kita ketemu disana.” Ucap Elmeera yang sudah berjalan dengan tergesa-gesa keluar dari ruang kerjanya.
“Kak El hati-hati di jalan.”
“Ya!” Elmeera kemudian menutup telfonnya begitu saja.
...**...
Elmeera merasa dejavu. Wanita cantik itu kembali mengulangi momen beberapa hari yang lalu dimana dia harus berlari dari lobby rumah sakit menuju ruang perawatan Mama Sarah dengan menggunakan sepatu hak tinggi juga tas bermerek yang berada dalam genggaman tangannya.
Perasaan Elmeera masih sama dengan perasaan beberapa hari lalu dimana dia sangat ketakutan jika hal buruk terjadi pada sang Mama. Setiap langkah yang Elmeera lalui di lorong rumah sakit, seakan membuat ingatan Elmeera memutar sebuah rekaman tentang ucapan demi ucapan sang mama bahkan permohonan sang mama yang ingin melihat cucunya sebelum tiada.
Elmeera juga mengingat bagaimana dirinya menolak dengan tegas permintaan sang mama dan mengatakan tidak akan menikah hingga tua nanti. Mendadak Elmeera merasa ketakutan jika tiba-tiba mama Sarah di panggil oleh Yang Maha Kuasa dan Elmeera belum bisa mewujudkan permintaan terakhir sang mama.
Elmeera tidak bisa membayangkan hal itu terjadi. Elmeera tidak ingin ditinggalkan oleh mama Sarah dan Elmeera juga tidak mau hidup dalam penyesalan yang sangat mendalam.
Belum juga Elmeera sampai ke ruang perawatan sang mama, tapi sudah melihat adiknya di depan ruang mengerikan itu. Elmeera sudah bisa menarik kesimpulan dengan cepat bahwa saat ini mama Sarah dipindahkan di ruang ICCU. Berarti Mama Sarah benar-benar parah…
“Kak..” Gista menengok kemudian berlari menuju sang kakak yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Gista langsung memeluk sang kakak dan menumpahkan segala perasaan sedihnya dengan air mata.
“Aku gak mau terjadi hal buruk sama mama kak.” Ucap Gista dengan terbata-bata.
Elmeera juga sama, dia tidak ingin terjadi hal buruk pada Mama Sarah, rasanya Elmeera juga ingin menumpahkan segala kegundahan hatinya saat ini, tapi melihat Gista yang sangat rapuh.. Elmeera tidak boleh lemah. Sebagai kakak dia harus kuat.
“Mama akan baik-baik saja Ta… mama akan bertahan untuk kita.” Jawab Elmeera mengusap lembut punggung Gista dengan air mata yang sudah mengalir deras.
“Coba kakak menurut apa yang mama inginkan. Kakak menikah dan memberikan mama cucu, pasti mama tidak akan dihina oleh teman-teman arisannya bahkan dikeluarkan dari komunitas secara tidak hormat. Mama tidak akan pikiran hingga membuat kondisi mama memburuk.” Kata Gista.
__ADS_1
“Apa maksud kamu?” Tanya Elmeera mengernyit sambil mengurai pelukannya.
“Lihatlah kak.” Gista menyodorkan ponsel Mama Sarah dan Elmeera segera menerimanya.
Sebuah ponsel yang beberapa menit lalu diberikan oleh Suster pada Gista sesaat Gista sampai di rumah sakit. Gista pun segera mencari tahu penyebab mama Sarah terkena serangan jantung hingga membuat kondisi mama Sarah sangat drop yang awalnya Gista kira hanya pura-pura seperti kemarin.
Dan Gista menemukan histori chatting pada ponsel Mama Sarah, dimana beberapa group chatting Mama Sarah sedang membahas tentang Elmeera dan menghujat Elmeera habis-habisan juga Mama Sarah. Secara terang-terangan mereka mengatakan Mama Sarah tidak becus dalam mendidik anaknya hingga menjadi anggota LGBT.
Sebagai ibu, tentu Mama Sarah tidak terima putrinya dihina habis-habisan. Mama Sarah memilih angkat bicara untuk membela sang anak. Beberapa orang dalam group itu juga membela mama Sarah karena menganggap hinaan mereka sudah keterlaluan sedangkan berita itu belum benar-benar terbukti kebenarannya.
Suasana gaduh online pun tidak bisa dihindarkan hingga menimbulkan perang chatting yang cukup sengit yang terbagi menjadi dua kubu. Kubu yang membela dan kubu menghina Mama Sarah semakin tidak terima wanita bernama Naya dan Bela yang merupakan keluarga terkaya di komunitas mereka ikut membela mama Sarah. Hingga akhirnya salah satu admin Group memilih mengeluarkan Mama Sarah dari group setelah mengatakan jika keluarga Mama Sarah sangat menjijikkan.
Elmeera terduduk lemas membaca satu persatu pesan di ponsel Mama Sarah. Elmeera tidak menyangka jika salah satu penghina mamanya adalah Tante Titis. Seorang ibu pejabat yang terhormat dan beberapa waktu lalu selalu bersikap baik pada Elmeera karena putra tante Titis sangat menyukai Elmeera sejak dulu dan beberapa kali berniat menjalin hubungan serius dengan Elmeera tapi Elmeera tolak.
“Semua ini karena salah aku Gista.” Ucap Elmeera lirih.
“Iya, semua salah kakak.” Jawab Gista yang duduk di samping Elmeera.
“Apa yang harus aku lakukan Ta?” Elmeera menatap adiknya dengan pandangan kosong.
“Menikah. Hanya itu yang bisa kakak lakukan untuk membuat mama senang, mengembalikan nama baik keluarga juga membuat KirAn.com kembali normal.” Elmeera terdiam mendengar saran dari adiknya.
“Agista, makan dulu.. kamu tadi belum makan. Aku udah belikan beef teriaki kesukaan kamu.” Seseorang tiba-tiba datang menghampiri Gista dengan kantong plastik di tangannya.
Suara bass itu membuat Elmeera dan Gista mendongak,
“Kamu…” Elmeera melotot melihat siapa yang berdiri di samping adiknya. Tetapi orang yang dimaksud ditunjuk oleh Elmeera tampak tidak peduli dengan adanya Elmeera disana.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
Kira-kira apa yang akan dilakukan Elmeera ya….