
...79. Pernyataan...
Rasa jengkel dan kesal Elmeera pada Argha hilang begitu saja setelah dokter mengatakan bahwa dirinya saat ini tengah mendapatkan hasil dari kegiatan bercocok tanamnya dengan Argha yang hampir tiap malam dilakukan.
Elmeera juga melupakan tentang berita yang sedang beredar hingga membuatnya pingsan tadi. Berita mengenai latar belakang Argha yang sesungguhnya. Elmeera benar-benar tidak peduli dengan semua itu, karena kabar kehamilannya jauh lebih membahagiakan ketimbang kabar kalau suaminya adalah seorang Presiden Direktur di RMJ Group.
Satu hal yang Elmeera rasakan sekarang yaitu rasa bahagia serta syukur yang begitu dalam. Apalagi kondisi janin dalam kandungannya saat ini sehat dan tumbuh dengan baik meskipun dirinya kerap merasa pusing, lemas, mudah capek hingga beberapa kali terasa mual. Elmeera tidak masalah dengan semua itu, dia akan melewati fase fase itu dengan bahagia.
Kini Elmeera sudah berada di mobil bersama dengan Argha untuk menuju ke rumah Mama Sarah. Elmeera diizinkan pulang setelah dokter Eva memberikan beberapa vitamin untuk Elmeera juga menjelaskan bagaimana cara menjaga janin kandungannya agar tetap sehat.
Sebelumnya, Argha meminta Arsen untuk mengirimkan mobil ke rumah sakit karena tidak mungkin Argha membawa pulang Elmeera dengan menggunakan motor. Tidak lupa juga Argha meminta Arsen mengurus kecelakaan yang menimpa Pak Hari pagi tadi dengan menggunakan mobil kesayangan istrinya.
"Ini mobil siapa Gha?" Tanya Elmeera untuk kesekian kali namun tidak mendapatkan jawaban dari suaminya. Argha hanya memberikan lirikan pada Elmeera.
"Gha! ini mobil siapa? kenapa kamu gak minta pak Hari jemput kita aja di rumah sakit, aku yakin saat ini pasti mama sudah pulang check up, orang check up nya juga di tempat praktek dokter pribadi mama."
Argha masih setia menutup mulutnya dengan sangat rapat.
Plak!
"Argha.. ih kenapa kamu ngeselin banget si! Dari tadi diajak ngomong gak mau jawab. Diem doang." Ujar Elmeera setelah menepuk lengan suaminya dengan menggunakan sedikit tenaganya sehingga Argha tidak merasakan sakit sedikit pun.
"Kamu pikir aku ini anak buah kamu atau temen kamu? hmm? dari tadi panggil Gha Gha Gha Argha Argha terus." Ucap Argha dengan pandangan lurus ke depan namun menampilkan wajah jengkel.
Elmeera tersadar akan kesalahannya, memang suami yang usianya lebih muda darinya itu paling tidak suka dipanggil nama.
Senyum pun mengembang di bibir Elmeera. Kemudian dengan cepat Elmeera melepaskan sabuk pengamannya dan mencondongkan tubuhnya untuk mengecup pipi sang suami.
Cup!
"Heehehe... maaf sayang, aku lupa." Kata Elmeera sambil terkekeh. Argha pun tersenyum dengan tingkah istrinya yang jauh dari kata angkuh itu. Apa kehamilan membuat wanita yang ada disampingnya itu jadi manja seperti ini? entahlah.
"Aku tidak akan memaafkan kamu kalau nanti malam kamu gak bisa memuaskan aku." Ucap Argha.
"Entar kamu pengen udahan duluan.." Ejek Elmeera.
__ADS_1
"Nggak akan! aku udah siapkan energi dan tenaga untuk nanti malam sayang." Argha mengulurkan tangan kirinya untuk mengusap rambut Elmeera.
"Baiklah kita lihat nanti malam, siapa yang bakal Knock-out duluan."
"Cih pake bahasa Knock-out, kamu pikir kita akan main tinju?" Tanya Argha.
"Hmm.. tinju di atas ranjang panas..." Elmeera mengedip sebelah matanya dengan genit membuat Argha semakin gemas pada sang istri.
"Tapi kamu harus hati-hati ya sayang, ingat kata dokter tadi, anak kita gak boleh kena guncangan yang keras-keras. Dia masih lemah." Ucap Elmeera lagi.
"Iya sayang. Aku janji akan bermain dengan pelan.. " Kata Argha dengan sangat lembut kemudian tangan Argha mendarat di perut Elmeera yang masih rata.
"Dedek, dedek pengen makan apa? biar Papa beliin." Tanya Argha mengingat hari sudah menjelang siang dan sebentar lagi jam makan siang datang.
Sikap Argha benar-benar membuat hati Elmeera menghangat. Ah, memang sikap Argha selalu berhasil membuat wanita manapun meleleh. Untung Argha bersikap seperti ini hanya padanya, jika tidak udah Elmeera cincang suami tampannya itu.
"Sebelum ke rumah mama, Kita beli mekdi yuk ." Ajak Elmeera.
"No junk food sayang gak baik buat dedek yang ada di perut kamu.. kita ke restoran Sunda aja di jalan Ternate, tiba-tiba aku pengen makan nasi liwet." Kata Argha.
"Eh sayang, apa karena kamu hamil ya.. makanya beberapa hari ini aku kadang pingin makan sesuatu. Pinginnya sampe pingin banget.... kalau gak kesampaian saat itu juga, bawaannya pengen emosi gitu. Mood aku juga gampang tersulut akhir-akhir ini." Kata Argha.
"Gak ada begitu, yang ada tuh aku yang ngidam karena aku yang hamil. Coba deh aku searching ada hubungannya nggak..." Argha pun mengangguk menyetujui hal itu.
"Harusnya tadi kita tanya langsung ke dokter Eva ya, tadi aku lupa sih." Ucap Argha melirik istrinya yang sudah berselancar di dunia per gugel-an.
Beberapa saat kemudian,
"Sayang, digugel mengatakan kalau suami ngidam saat istri hamil itu berarti cinta sang suami lebih besar dari pada istrinya. hahaha ngaco banget artikel ini." Ucap Elmeera dengan tawa yang hambar. Dalam hati kecilnya, Elmeera ingin sekali artikel di Gugel itu adalah nyata. Ya, Argha ngidam karena cinta Argha pada dirinya sangatlah besar.
"Apanya yang ngaco?" Argha mengernyit.
"Ini.. artikelnya. Katanya kalau suami yang ngidam kan cinta suami ke istri jauh lebih besar. Padahal kamu kan nggak cinta sama aku. Kita hanya dua orang asing yang menikah karena sama-sama memiliki tujuan kemudian kita sama-sama mencoba berkomitmen." Kata Elmeera sambil menelan salivanya karena Argha langsung menatapnya dengan tajam. Elmeera tidak sadar jika mobil yang di kendarai suaminya itu ternyata sudah berhenti di parkiran restoran Sunda ternama.
"Benar kok artikel itu." Kata Argha dengan pelan namun penuh kesungguhan.
__ADS_1
"A.. apanya yang benar?" Tanya Elmeera ragu. Karena Elmeera takut kenyataan tidak sesuai ekspektasinya.
"Aku cinta sama kamu, aku juga takut kehilanganmu." Ucap Argha dengan tangan yang sudah menggenggam jemari Elmeera.
"Ha?"
Mendengar pernyataan cinta suaminya, Elmeera mendadak menjadi bodoh dan bingung harus menjawab dengan apa.
"Elmeera aku sekarang yakin bahwa aku sudah mencintai kamu dan sangat mencintai kamu... aku takut banget kehilangan kamu El."
"Ha?" Otak Elmeera benar-benar blank.
"Mak.. maksud ka.. kamu apa?" Pertanyaan bodoh itupun keluar dari mulut Elmeera begitu saja. Bukan sekali dua kali ada lelaki yang menyatakan cinta pada Elmeera. Namun entah kenapa pertanyaan cinta dari Argha kali ini berhasil memacu jantungnya dengan sangat cepat.
Argha tersenyum kemudian mengacak-acak rambut Elmeera.
"Argha ih!" kesal Elmeera karena sekarang Argha hobi banget mengacak acak rambut panjangnya.
"Ayo kita turun dan makan, ada banyak hal yang ingin aku jelaskan dan ceritakan sama kamu sebelum kita ke rumah mama." Ajak Argha pada Elmeera.
"Terus pernyataan cinta kamu tadi bagaimana?" Tanya Elmeera dengan memasang wajah polos.
"Menurut kamu?" Argha tersenyum manis pada istrinya.
"Ka.. kamu memang maunya bagaimana?" Tanya Elmeera sambil menunduk. Demi apapun, tingkah Elmeera saat ini seperti anak remaja yang sedang di tembak untuk pertama kalinya.
"Sayang, aku hanya ingin menyatakan perasaan aku sama kamu. Aku hanya ingin kamu tahu apa yang aku rasakan. Aku gak memaksa kamu untuk segera membalas perasaan aku kok.. Kamu tenang saja... Yang penting aku akan buktikan perasaan aku itu dengan selalu melimpahkan kamu dengan cinta... Dan yang lebih penting lagi, sekarang aku udah lapar banget karena pagi tadi sarapan cuma dikit. Ayo turun!"
"Pernyataan cinta macam apa ini?" Gumam Elmeera pelan.
...BERSAMBUNG...
TERIMA KASIH DUKUNGANNYA YA...
"
__ADS_1