Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 37


__ADS_3

...37.Ciuman Pertama...


Usai makan malam dan ngobrol sejenak dengan mama Sarah, Argha mengajak Elmeera untuk ke kamar Elmeera yang sekarang juga menjadi kamar Argha.


Menaiki satu persatu anak tangga, Argha sepertinya enggan untuk melepaskan lengan Elmeera dari genggamannya karena Argha tahu Elmeera saat ini sedang panik dan takutnya Elmeera kabur.


Argha lelaki dewasa, melihat tubuh Elmeera yang selalu dibalut dengan baju-baju sek si jelas membuat pikiran Argha mejadi liar, terlebih Argha sudah pernah memegang gunung Semeru milik Elmeera, semakin liar saja pikiran Argha.


Dengan alasan tidak ingin menjadi lelaki brengsek yang masuk dari lubang ke lubang untuk menuntaskan hasratnya, Argha lebih memilih melakukannya dengan wanita yang tidak dia cintai tapi halal baginya, yaitu Elmeera.


Sungguh, Argha sangat penasaran sekali bagaimana rasanya melakukan hubungan intim yang kata orang adalah surga dunia.


Ceklek.


Argha membuka pintu kamar pengantin mereka dengan mengernyit. Aroma terapi perpaduan bunga kenanga dan vanila langsung menyeruak di Indra penciuman Argha dan Elmeera.


Elmeera nampak terkejut dengan penampakan kamarnya saat ini, namun sebisa mungkin Elmeera bersikap santai karena Elmeera paham, jika dirinya terlihat gugup maka Argha akan semakin membuatnya kesal.


"elu yang merapikan semuanya?" Tanya Argha pada wanita yang masih ia genggam tangannya.


Argha nampak bingung, kamar yang terakhir kali dia tinggal tadi memang di dekorasi romantis, namun kan semuanya tadi sudah sedikit berantakan. Lah kenapa ini menjadi rapi lagi semua ditambah dengan aroma terapi Kenanga yang mampu meningkatkan gairah sek sual dan energi, juga aroma Vanila yang lembut namun mampu merangsang sekaligus menenangkan pikiran. Belum lagi lilin-lilin yang menambah suasana romantis.


"Sialan, suasananya benar-benar mendukung membuat gue gak bisa menahannya lebih lama lagi." Batin Argha.


"Ternyata elu udah menyiapkan malam pertama kita dengan sangat baik ya El." Kata Argha tersenyum tipis pada Elmeera yang diam saja.


"Nggak enak aja!" Kata Elmeera dengan nada ketus.


"Astaga... ini pasti kerjaan mama dengan memberikan aromaterapi seperti ini.... OMG, Mama..." Batin Elmeera sambil menelan salivanya.


"Udah jujur aja El... elu sepertinya udah gak sabar untuk membuatkan mama cucu." Goda Argha.


"Bukan gue yang beresin ini.... gue tadi diminta mama turun ke bawah buat istirahat di kamar Gista setelah elu pergi. Karena kata mama, kamar ini mau dibersihkan dekorasinya, setelah itu gue gak boleh masuk lagi ke kamar sebelum makan malam." Jawab Elmeera jujur, karena sore tadi Elmeera memang berniat masuk ke kamar untuk mengambil ponsel yang tertinggal namun kamarnya di kunci oleh sang mama dan baru di buka saat makan malam tadi oleh Bik Ira.


"Kalau elu yang mendekorasinya juga gak apa-apa kok, gue suka!" Ujar Argha. Baru saja Elmeera hendak membantah ucapan Argha namun Argha kembali lagi bersuara.

__ADS_1


"Ya sudah, ayo masuk!" Ajak Argha menarik tubuh Elmeera lebih ke dalam lagi memasuki kamarnya sendiri.


"Nggak salah elu? ini kamar gue, kenapa elu malah justru yang ngajak gue masuk. Tamunya disini elu, bukan gue! Tjatet!" Ucap Elmeera dengan nada kesal.


Argha hanya tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gagal karena entah kenapa setelah melihat suasana kamar, Argha merasa sangat canggung hingga gagal fokus.


Tanpa mempedulikan suaminya lagi Elmeera langsung menyelonong masuk lebih dulu ke kamarnya kemudian mengambil ponselnya yang tertinggal di kamar sejak tadi.


"Gue mau membersihkan diri dulu, tolong siapkan baju ganti gue yang masih di koper. Kalau bisa elu rapikan sekalian ke lemari elu." Kata Argha dengan penuh percaya dirinya pada Elmeera yang sibuk dengan ponselnya sambil duduk di sofa.


"HM.." Jawab Elmeera singkat.


...*...


"Mana baju ganti gue El." Tanya setelah keluar dari kamar mandi pada Elmeera yang masih asyik dengan ponselnya.


"Oh iya lupa." Jawab Elmeera entengnya tanpa mengalihkan pandangannya pada layar ponsel.


"Lupa?" Tanya Argha dan di jawab anggukan kepala oleh Elmeera, padahal Elmeera hanya sengaja ingin membuat Argha kesal.


"Elu apa-apaan sih Gha?" Pekik Elmeera dengan nada cukup tinggi dan menatap tajam pada Argha.


Gleg.


Elmeera terkejut melihat pahatan indah di tubuh Argha yang berada tepat di depan matanya untuk pertama kalinya. Hanya handuk putih yang menutupi pusat tubuh Argha saat ini.


"Cih, main game... demi game sampai mengabaikan perintah suami." Kata Argha mencibir istrinya.


"Argha, elu apa-apaan sih keluar kamar mandi cuma pake handuk doang!" Protes Elmeera dengan nada khasnya, arogan.


"Kenapa elu masih nanya? Bukankah gue tadi minta elu buat siapkan baju ganti gue, tapi mana?" Argha mencondongkan tubuhnya ke arah Elmeera.


"Kan gue lupa!"


"Lupa karena main game, atau sengaja gak menyiapkan baju ganti gue agar elu bisa melihat tubuh gue?" Tuduh Argha.

__ADS_1


"Cih Anda terlalu percaya diri." Jawab Elmeera berdecak kesal kemudian berdiri dari sofa.


"Elu sengaja kan mau melihat tubuh gue?" Tanya Argha sekali lagi pada Elmeera.


"Selain percaya diri, elu juga gak punya malu ya." Ujar Elmeera yang hendak meninggalkan Argha.


Namun dengan cepat Argha langsung manarik lengan Elmeera dengan tenaga sehingga tubuh Elmeera langsung menabrak dada bidang Argha.


"Apa-apaan sih Gha? lepasin ih!" Ucap Elmeera kesal karena saat ini jantungnya sudah tidak bisa berfungsi dengan baik saat tangannya secara tidak sengaja menyentuh dada Argha yang tanpa kaos.


Argha menatap wajah cantik Elmeera yang terus mengomel minta dilepaskan oleh Argha. Bukannya melepas, menggunakan instingnya sebagai seorang lelaki.... Argha justru langsung menyambar bibir Elmeera menggunakan bibirnya.


"Ehm..." Mata Elmeera membulat merasakan untuk pertama kalinya bibirnya di jamah oleh lelaki, lelaki yang secara agama memang berhak atas dirinya.


Jantung Elmeera terasa meletup letup. Namun Elmeera sekitar sadar, momen ciuman pertama yang ingin dia rasakan bukan seperti ini, serangan mendadak.


Elmeera tidak suka cara Argha yang mencuri ciuman pertamanya, oleh sebab itu Elmeera berusaha mendorong dada bidang Argha.


Lagi, lagi....


Argha justru menahan tengkuk Elmeera agar ciumannya tidak terlepas begitu saja. Elmeera yang masih setia mengunci bibirnya karena sangat terkejut dengan semua yang terjadi secara tiba-tiba akhirnya mendapat gigitan lembut oleh Argha supaya Elmeera membuka mulutnya.


Dan benar saja, ketika mulut Elmeera terbuka akibat gigitan kecil yang Argha lakukan, Elmeera langsung membuka mulutnya sehingga Argha dapat mengeksplore setiap inci bibir Elmeera..


Demi menghilangkan perasaan gugupnya Elmeera pun mencekram kuat handuk putih yang Argha kenakan.


"Please jangan yang itu El, bisa-bisa mplorot dan burung gue terbang sebelum berperang." Batin Argha membayangkan handuknya jatuh kebawah dengan posisi Elmeera masih menggunakan baju utuh, jelas Argha akan malu lah.


"Ehmmmmm...."


...BERSAMBUNG...


Udah ah, gak berani minta vote reader lagi entar kalau pas sibuk di dunia nyata gak sempat update, nggak enak sama readersnya 😅...


kalian yang mau kasih vote dan hadiah... aku cuma bisa mengucapkan makasih banyak tapi please jangan banyak berharap sama aku yang manusia biasa penuh dosa ini, aku cuma bisa mengusahakan untuk bisa segera update episode terbaru... doain aja biar daya halu aku terus berkembang 🙏

__ADS_1


Semoga ibadah puasa kalian lancar semuanya ya...


__ADS_2