
Maaf ya telat Mulu update-nya karena kesibukan di dunia nyata... kadang kalau lagi ada waktu luang, gantian otaknya gak bisa connect karena sedang menahan lapar dan haus ðŸ¤
Setelah diisi otaknya baru connect lagi ,🙂
...36. Buat Cucu untuk Mama...
"Apa maksud elu buka-buka baju gue?" Tanya Elmeera dengan nada tidak suka, Argha sedikit mengernyit... kenapa Elmeera seolah lupa tentang Papa Danung setelah dia siuman.
Melihat Elmeera cemberut, tiba-tiba Argha terdorong untuk menggoda istrinya itu.
"Jawab Argha, maksud elu apaan buka-buka baju gue? ha?"
"Gue ingin menagih hak gue sebagai suami elu dan pengen melihat elu segera hamil." Ucap Argha dengan santainya membuat Elmeera melongo.
Menagih hak? Hamil? siang-siang begini? astaga...
Wajah Elmeera mendadak memerah seperti kepiting rebus. Elmeera yang menyadari hanya memakai tube top, langsung segera menarik selimutnya untuk menutupi bagian atas tubuhnya.
"Ngapain elu tutupin? bukannya nanti juga gue buka itu semua, kemudian gue menikmatinya?" Argha semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Elmeera yang mampu membuat Elmeera langsung gugup.
Melihat wanita yang biasa angkuh dan sombong kini nampak tegang dihadapannya, Argha berusaha menahan tawanya agar tidak lepas.
"Ehmm... i... ini masih siang Gha... ja.. jangan sekarang." Jawab Elmeera pelan.
"Kenapa memang? jika pengantin lainnya melakukan ritual malam pertama, kita akan melakukan ritual siang pertama. Bukankah itu menarik?" Bisik Argha di telinga Elmeera membuat Elmeera meremang.
"Jangan sekarang .. astaga, gue belum siap Ghaa." Batin Elmeera menjerit.
"El .." Panggil Argha sambil menarik selimut yang Elmeera kenakan.
"Ghaa... ja... jangan sekarang..." Elmeera tidak dapat menyembunyikan kepanikannya lagi. Wajah Elmeera yang sebelumnya agak pucat karena habis pingsan, kita semakin terlihat sangat pucat.
"Why?" Argha menatap Elmeera dengan sangat dalam bahkan wajah keduanya sudah sangat dekat sehingga Elmeera dapat merasakan hembusan nafas Argha.
"Kasian banget sampe pucat begini, tapi nanggung sih? salah siapa selalu bersikap sombong, angkuh dan arogan." Batin Argha . Ah menggoda Elmeera membuat Argha lupa jika Elmeera baru bangun dari pingsan. Namun jelas Argha tidak ingin menunjukkan sikap pedulinya pada Elmeera si wanita sombong dan angkuh itu sekarang.
"Gu... gue masih pusing Gha." cicit Elmeera dengan wajah pucatnya membuat Argha menaikkan salah satu alisnya sambil tersenyum.
"Jadi kapan elu mau melakukan kewajiban elu sebagai istri gue?" Tanya Argha sambil mengusap pipi Elmeera dengan lembut.
Berada di jarak yang sedekat ini dengan Elmeera, sebenarnya Argha tidak sedang baik-baik saja. Selain Elmeera terlihat sangat cantik dengan riasan pengantinnya tadi, saat ini Elmeera juga mengenakan baju minim yang membuat Argha junior seakan meronta-ronta dibalik tempat persembunyian.
"Nan... nanti malam... gue sekalian akan memberikan uang 1 Milyar sama elu." Ucap Elmeera yang berusaha setenang mungkin di depan Argha.
Uang 1 Milyar? Argha bahkan sempat melupakan uang tersebut. Argha tersenyum penuh makna di hadapan Elmeera.
"Oke, sekarang elu ganti baju dulu... gue akan ambilkan makanan buat elu. Kata Tante Sarah, elu belum sarapan dari pagi... setelah itu elu langsung minum obat dan istirahat." Ucap Argha yang sebenarnya berusaha menjaga jarak dengan Elmeera lebih dulu mengingat ada yang sesak di pangkal paha.
"Kenapa elu perhatian sama gue Gha?" Tanya Elmeera saat Argha beranjak dari tempatnya.
Argha tersenyum, bahkan senyum Argha kali ini terlihat sangat manis di mata Elmeera.
__ADS_1
"Karena gue gak mau nanti malam elu mengecewakan gue!" Jawab Argha sambil mengedipkan sebelah matanya membuat Elmeera bengong.
"Ha? Argha mesyum!" Ucap Elmeera lirih yang masih didengar oleh Argha yang sudah berjalan menjauh. Argha tersenyum tipis tanpa ada satupun orang yang melihatnya.
Ya, Meskipun Argha tidak mencintai Elmeera saat ini, namun Argha saat hendak mengucapkan ijab qobul atas nama Elmeera, Argha berjanji akan berusaha menjadi suami yang baik dan setia. Karena itulah janji Argha pada dirinya sendiri atas nama kedua orang tuanya setelah membaca diary almarhum Mamanya.
Sedangkan wanita cantik yang masih duduk di ranjang itu mencebikkan bibirnya karena Argha mampu membuat jantungnya hampir meledak karena posisi mereka terlalu dekat.
Elmeera memang sudah melupakan kejadian tentang Danung beberapa jam lalu. Sebab bertahun-tahun melakukan hypnotherapy, alam bawah sadar Elmeera memang terus berusaha melupakan segala hal buruk tentang Danung. Dan Elmeera tadi sampai jatuh pingsan karena memaksakan diri untuk menghilangkan Danung dari pikirannya.
...***...
"Elmeera ambilkan suami kamu makanannya dong." Perintah Mama Sarah pada Elmeera karena Elmeera sejak tadi hanya diam saja meskipun seluruh makanan sudah tersaji untuk makan malam.
"I.. iya ma." Jawab Elmeera kaku. Elmeera pun langsung mengambil piring dan mengisinya nasi juga beberapa lauk untuk Argha tanpa lebih dulu bertanya pada Argha tentang lauk apa yang suaminya inginkan.
"Ini makan." Ucap Elmeera memasang wajah datar, padahal otak dan hatinya sudah merinding disko mengingat apa yang terjadi antara dirinya dan Argha setelah makan malam ini.
"makasih istri." Kata Argha lembut.
"Argha makan yang banyak, setelah ini mama ingin bicara dengan kalian." Ujar Mama Sarah.
"Bicara apa ma?" Tanya Elmeera.
"Iya Tante." Jawab Argha yang hampir bersamaan dengan Elmeera.
"Argha, mulai sekarang panggil Mama ya... kamu udah menikah dengan Elmeera, jadi kamu udah jadi anak mama juga nak." Argha tersenyum dengan mata yang sedikit berkaca-kaca melihat ketulusan dari pancaran mata mama Sarah.
"Mama mau bicara apa?" Tanya Elmeera lagi karena sang mama lebih fokus pada Argha.
"Nanti kalian juga tahu." Ucap Mama Sarah.
...***...
Benar saja, setelah makan malam... Mama Sarah mengajak Elmeera dan Argha duduk di ruang keluarga. Mama Sarah juga meminta Gista untuk kembali ke kamar lebih dulu karena mama Sarah ingin berbicara penting dengan sepasang pengantin baru ini.
"Mama tahu belum ada cinta di antara kalian." Ujar Mama Sarah.
"Eh.. enggak ma... aku cinta sama Elmeera kok." ucap Argha yang langsung merangkul pundak Elmeera yang duduk di sampingnya.
Sedangkan Elmeera memasang wajah datar karena percuma berakting di depan mamanya seolah-olah mencintai Argha karena mamanya sudah tau apa jawabannya.
"Benarkah?" Mama Sarah tersenyum.
"Iya ma... serius." Ucap Argha.
"Baiklah, Argha mama harap malam ini kamu segera memproses cucu untuk mama."
"Ma..." Elmeera memasang wajah keberatan.
"Kenapa El?"
__ADS_1
"Mama kenapa bahas beginian sih?" Kata Elmeera dengan nada kesal.
Maklum, seharian setelah akad nikah Elmeera tidak bisa istirahat lagi padahal sudah meminum obat. Itu semua karena Elmeera memikirkan soal malam pertamanya. Sedangkan Argha setelah mengambilkan makanan untuk Elmeera, Argha segera ganti baju dan pamit pada Elmeera untuk bertemu seseorang membahas masalah pekerjaan. Argha kembali ke rumah Elmeera saat waktu sudah menjelang sore.
"Mama tahu, pasti kamu enggan memberikan hak pada suami kamu kan dengan alasan belum cinta atau nggak cinta.. lalu kamu akan menggunakan teori kamu dengan berkata berhubungan intim itu harus dilandasi cinta."
"Siapa yang berpikiran seperti itu? Mama sok tahu banget." Batin Elmeera
"Nggak, siapa bilang? aku sama Argha bahkan udah membicarakan untuk tidak menunda ke hamilan kok. Iya kan Gha?" Argha hanya menyimak pembahasan ibu dan anak itu kemudian mengangguk sambil tersenyum.
"Benarkah Gha?"
"Iya ma... tapi setelah Elmeera melahirkan dia meminta untuk ber-----"
"Awww.." Pekik Argha saat tangan Elmeera mencubit paha Argha.
"Kamu kenapa Gha?" Tanya Mama Sarah menatap anak dan menantunya penuh selidik.
"I.. ini maaa ada semut gigit." Jawab Argha mengusap pahanya yang sakit karena cubitan Elmeera. Mama Sarah menangkap gelagat aneh dari putrinya.
"Oh.. lanjutkan yang tadi Gha... setelah Elmeera melahirkan anak kalian, Elmeera minta ber- apa?"
"A.. aku minta sama Argha untuk selalu bersama-sama terus ma sampai tua. aku minta sama Argha untuk tetap mencintai aku meskipun aku tidak secantik sebelum melahirkan." Jawab Elmeera tanpa berpikir panjang.
"Oh ya? kamu gak minta Argha ber-pisah kan setelah melahirkan?" Tanya Mama Sarah penuh selidik.
"Ng.. nggak maaa.." Elmeera menggeleng-gelengkan kepalanya gugup sedangkan Argha memilih diam, dan mama Sarah dapat menyimpulkan apa yang terjadi diantara mereka dengan diam-nya Argha tanpa pembelaan.
"Awas saja kalau kamu sampai meminta pisah sama Argha sedangkan Argha tidak melakukan kesalahan yang Fatal El. Lihat aja nanti apa yang akan mama lakukan." Ucap Mama Sarah langsung berdiri.
"Ma..."
"Sudah kalian kerja keras sana, buatkan cucu yang lucu buat mama!" Ucap Mama Sarah membuat wajah Elmeera memerah kembali
"Siap ma." Jawab Argha.
"Yuk!" Ajak Argha dengan santainya setelah sang mertua menghilang di balik pintu kamar.
"Kemana?"
"Buat cucu untuk mama." Jawab Argha menarik lengan Elmeera begitu saja.
...BERSAMBUNG...
like
komentar
vote
hadiah
__ADS_1