
...34. Diminta Gantiin Baju...
Rasa bersalah memenuhi lubuk hati Argha yang terdalam. Mau bagaimana dan mau alasan apapun yang membuat dia dan Elmeera menikah, saat ini status Elmeera adalah istrinya dan istrinya pingsan sampai demam karena dirinya. Ya, dirinya yang tidak membicarakan lebih dulu tentang kedatangan Danung.
Dari cerita Mesya, Elmeera yang sejak kecil mendapat penolakan dan kekerasan dari sang Danung memang mengakibatkan trauma tersendiri untuk Elmeera. Dan Elmeera merahasiakan semua itu dari Mamanya.
Elmeera tidak akan masalah bertemu ayahnya jika kondisi mental atau psikis Elmeera dalam keadaan siap dan baik-baik saja. Namun belakangan ini masalah seakan terus menekan hidup Elmeera, sehingga Mesya menganggap itulah yang membuat Elmeera down.
Sekarang Argha sangat paham dengan alasan sebenarnya Elmeera enggan menikah dan mungkin tidak percaya dengan cinta dan lelaki. Jujur, Argha merasa iba pada wanita cantik yang berbaring dihadapannya kini.
Niat hati ingin membuat Elmeera kesal dan jengkel saja, justru Argha membuat Elmeera sampai demam.
"Sebenarnya Elmeera dulu sering sekali minum obat penenang dari dokter karena dia sering gelisah dan tidak bisa tidur jika mengingat soal Om Danung atau dalam keadaan tertekan. Dan beberapa bulan terakhir, Elmeera cerita memang sudah tidak meminum obat penenang lagi." Ujar Mesya yang masih berada di kamar Elmeera dengan Mama Sarah dan Gista juga Argha yang duduk di samping ranjang.
"Astaga... kenapa Tante gak tahu sama kondisi Elmeera..." Ucap Mama Sarah yang merasa kasihan pada putrinya, terlebih akhir-akhir ini dia terus menekan putrinya dengan segala ancaman agar putrinya itu mau menikah.
"Kak El..." gumam Gista lirih.
Mama Sarah nampak memejamkan matanya sejenak, dadanya terasa sedikit nyeri.
"Tante Sarah .. Tante sebaiknya istirahat." Ucap Argha yang khawatir dengan kondisi kesehatan ibu mertuanya.
"Lalu Elmeera?"
"Iya Tante istirahat aja. Elmeera udah gak apa-apa kok Tante... dia sekarang hanya demam. Tante jangan cemas ya." Sambung Mesya.
"Aku akan jaga Elmeera Tante." Ucap Argha.
"Gista, Anter Tante Sarah istirahat ya." Perintah Argha pada Gista.
Sarah pun menuruti perkataan menantunya untuk istirahat, dia tidak ingin kesehatannya kembali menurun setelah Elmeera menikah dengan Argha.
"Gha... kenapa bisa kamu menikah dengan Elmeera?" Tanya Mesya setelah Mama Sarah dan Gista menghilang dari pintu kamar Elmeera.
"Ceritanya panjang sya." ujar Argha sambil menghela nafasnya berat.
"Jangan bilang kalau alasan kamu putusin sepupu aku karena Elmeera, Gha?" Cerca Mesya.
"Nggak sya! Aku putus sama Nila jauh sebelum aku mengenal Elmeera."
__ADS_1
"Kamu bener-bener tega ya Gha sama Nila, dia sampai detik ini masih sangat mencintai kamu dan mengharapkan kamu, bisa-bisanya kamu diam-diam menikah dengan wanita lain, teman aku sendiri lagi."
"CK! mencintai aku? lalu bagaimana dengan tunangannya Sya, Nila sendiri yang bilang kalau dia dijodohkan sama orang tuanya."
"Nila menolak karena dia masih sangat mencintai kamu! dan asal elu tahu, Nila bahkan sempat hampir bunuh diri gara-gara cintanya ke kamu!" Tegas Mesya langsung pergi dari kamar Elmeera begitu saja.
"Nila? nekat mau bunuh diri? Bagaimana bisa?" Gumam Argha pelan. Entah mengapa mengingat sang mantan kekasih, dada Argha terasa sangat sesak karena sampai detik ini, seluruh hati Argha masih milik Nila.
"Bagiamana bisa Nila gagal bertunangan? Sedangkan gue?" Gumam Argha lagi sambil mengusap wajahnya dengan kasar mengingat statusnya saat ini sudah menjadi suami Elmeera.
Argha yang bingung harus ngapain lagi di kamar pengantin bersama Elmeera yang masih memejamkan matanya. Argha pun memilih turun untuk menemui Arsen yang dia yakini masih berada di rumah Elmeera.
Dan ternyata benar, Arsen juga Dio ternyata asik menikmati makanan yang tersaji di meja untuk para tamu sementara tamu yang lainnya sudah pulang. Argha yakin, setelah keributan tadi pasti tamu undangan yang tidak seberapa itu langsung pada pamit undur diri.
"Enak ya makan!" Ujar Argha menyindir kedua sahabatnya.
"Mubazir kalau gak dihabisin Gha." Jawab Dio.
"Makannya enak-enak Gha!"
Melihat Argha datang, Arsen segera beranjak mengambil barang yang ada di dalam mobil Avanza yang dia sewa tadi.
"Istri? sumpah gue geli banget dengernya." Kata Argha sambil geleng-geleng kepala.
"Geli? status elu udah jadi suami kambing."
"Gimana kondisi Elmeera Gha?" Tanya Arsen lagi.
"Dia hanya kecapean, hanya butuh istirahat. Dari kemarin dia mungkin banyak pikiran dan kurang fit." Jawab Argha yang tidak mungkin menceritakan kondisi Elmeera yang sebenarnya sementara disana ada Dio.
"Syukurlah." Kata Arsen dan Dio bersamaan.
"Gila nikahan elu anti-mainstream banget ya, pengantin wanitanya keluar gak ada 10 menit loh .. gak ada foto-foto atau momen romantis lainnya gha. cuma makanannya yang enak!" Ujar Dio. Argha mendengus kesal, meskipun nikah tanpa cinta tapi bukan begini juga ekpektasi Argha.
"Kak Argha." Panggil Gista.
"Iya Ta?" Jawab Argha.
"Kata Mama, kak Argha di suruh ganti baju kak El, kan tadi kak El masih mengenakan baju pernikahan."
__ADS_1
"Ganti?" Argha melongo dengan otak yang sudah pergi jauh entah kemana.
"Iya."
"Minta tolong bik Ira aja deh Ta." Tolak Argha secara halus.
"Ngapain minta tolong sama bik Ira? kak Argha yang suami kak Elmeera? Kan merawat istri yang sakit termasuk tugas suami, begitu juga sebaliknya." Kata Gista dengan polos.
Argha menelan salivanya dengan kasar.
"Bukan begitu Ta... tapi kan aku nikah sama Elmeera baru beberapa menit yang lalu .. astaga."
"Udah jangan banyak alasan, kasian tuh kak Elmeera pingsan gara-gara kak Argha. coba kak Argha ngomong baik-baik kak Elmeera gak akan shock lihat kedatangan om Danung! semua gara-gara kak Argha jadi kak Argha harus tanggung jawab. karena jika kak Elmeera masih dengan baju kebaya ketat seperti itu, gak ada sadar-sadar dia."
"Kenapa gak kamu aja sih Ta yang gantiin baju Elmeera?" Tanya Argha memasang wajah frustasi tidak bisa membayangkan jika dia melucuti baju Elmeera dengan keadaan orangnya pingsan. Kan seperti memperkos a?
"Meskipun sama-sama wanita, tapi juga ada aturannya kak, gak semua anggota tubuh boleh dilihat oleh wanita lain. Kalau kak Argha kan boleh, secara suaminya." Kata Gista dengan entengnya kemudian berlalu menuju ke kamar Mama Sarah.
"Ta.." Panggil Argha.
"Tanggung jawab udah buat istri kakak pingsan dan sakit!" Jawab Gista.
"Mampvs!" Umpat Argha.
"Lah kenapa mampvs Gha? kan enak mau lihat sesuatu yang sebelumnya hanya bisa elu lihat dari layar ponsel itupun dosa. Sekarang elu bisa lihat bahkan pegang... dan dapat pahala." Kata Dio.
"Gue bukan elu yang suka nonton video bo Kep!" Ucap Argha kesal membuat Arsen dan Dio tertawa.
"Udah ah...gue sama Dio mau cabut! selamat menjaga, merawat dan mengganti baju istri elu ya Gha... gue yakin malam ini elu bakal main solo." Ujar Arsen meledek sahabatnya.
...***...
Memasuki kamar Elmeera lagi, Argha menghela nafasnya kasar. Pikiran Argha sungguh berkecamuk, memiliki tanggung jawab pada Elmeera dan mengganti baju Elmeera... Argha pun terngiang-ngiang akan cerita dokter Mesya yang merupakan kakak sepupu dari Nila, mantan kekasihnya.
Argha menatap ranjang dimana Elmeera masih berbaring dengan damai disana. Tanpa menunggu lama, Argha pun membuka kopernya yang tadi dibawakan oleh Arsen kemudian mencari baju ganti.
Kaos pendek dan celana pendek menjadi pilihan Argha saat ini. Argha pun mendekat ke arah ranjang setelah selesai berganti baju dan mencuci muka.
"Iya ya... pasti dia tidak nyaman dengan baju super ketatnya itu. Apa gue ganti aja ya? gak apa-apa kan? Lagian cuma ganti baju luarnya doang... gak sampai dalam-dalamnya kan?" Gumam Argha pelan.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...