Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 50


__ADS_3

...50. Khawatir...


Perasaan Argha kian tidak enak saat melihat punggung istrinya mulai bergetar, Argha yakin istrinya itu sedang menangis tapi kenapa?


"El kamu kenapa?" Argha membalik tubuh Elmeera yang sedang membelakangi dirinya dengan lembut.


Benar, pipi Elmeera basah karena air mata.


"Kenapa?"


"A... aku...."


"Kenapa El? cerita!" Rasa khawatir menghampiri Argha begitu saja, entah kenapa melihat Elmeera menangis dan nampak sedih membuat Argha tidak suka.


"A.. aku menstruasi Gha." Cicit Elmeera dibarengi dengan air mata yang sudah mengalir begitu deras.


Argha pun menghela nafasnya dengan kasar. Hanya karena menstruasi istrinya menangis? Sungguh tidak masuk akal, lalu dimana Elmeera yang selalu nampak arogan itu?


"Bukannya perempuan emang tiap bulan menstruasi? lalu masalahnya dimana El?" Tanya Argha dengan bingung.


"Aku menstruasi berarti aku gak sedang hamil Gha! Bulan ini aku gagal menjadi calon ibu!" Jelas Elmeera membuat Argha mematung seketika.


"Padahal... padahal kan kita melakukan itu terus, hanya berhenti satu mingguan di awal-awal pernikahan kita. Tapi kenapa aku malah menstruasi? aku pengen segera hamil Gha!" Ucap Elmeera dengan wajah yang sangat sedih membuat Argha tidak tega.


Argha pun langsung menarik Elmeera ke dalam pelukannya tanpa kata.


"Maafkan aku El, maafkan aku yang sudah mengganti vitamin kamu menjadi obat penunda kehamilan. Maafkan aku, entah mengapa aku belum siap jika kamu meminta pisah setelah anak kita lahir. Banyak hal yang harus aku pertimbangkan El, janji pada Mama kamu dan Gista.. terutama kebahagiaan anak kita yang akan tumbuh tanpa orang tua yang lengkap." Batin Argha mengusap lembut punggung Elmeera.


"Nggak apa-apa, kita masih bisa mencobanya nanti ya." Kata Argha dengan nada lirih.


"Aku pengen cepet hamil Gha." Ungkap Elmeera.


"Dan kamu pengen cepat kita berpisah El?" Tanya Argha dalam hati. Argha enggan mengungkapkan perasaannya saat ini karena tahu, pasti akan berakhir dengan perdebatan.


"Kita nikah belum genap sebulan El, no problem, banyak diluar sana orang yang bertahun-tahun menikah dan belum dikasih momongan tapi mereka tetap semangat El." Ucap Argha.


"Sekarang kita istirahat ya... aku pengen peluk kamu semalaman." Ujar Argha menghapus air mata Elmeera.


"Boleh kan?" Tanya Argha.


"Ta.. tapi aku kan lagi menstruasi Gha, kita gak bisa itu dong." Cicit Elmeera dengan wajah menggemaskannya.


"Aku cuma pengen peluk kamu semalaman El, bukan mau itu. Boleh kan?" Jawab Argha. Elmeera pun mengangguk malu-malu kemudian pasangan suami istri itu berbaring dengan posisi saling berhadapan ditengah ranjang dan saling memeluk.


"Kamu baik, kamu sabar, kamu benar-benar sempurna Gha... kata wanita-wanita di luar sana, tidak sulit untuk jatuh cinta sama kamu, tapi kenyataannya aku gak bisa Gha meskipun aku nyaman dalam pelukanmu." Batin Elmeera.


"Jika kamu hamil sekarang, maka waktu kita bersama tidak akan lebih dari satu tahun El, entah mengapa aku memikirkan hal itu terasa sangat berat dan tidak rela... mungkin semua karena janjiku pada Mama Sarah juga Gista. Selamat tidur Elmeera.." Batin Argha.


...***...


Memeluk Elmeera dan menghirup aroma tubuh sang istri, membuat Argha sangat lelap dalam tidurnya hingga dia bermimpi berada di sebuah taman yang indah dan penuh bunga juga air mancur.


Mata Argha tertuju pada perempuan cantik yang dia tahu berstatus istrinya. Perempuan itu berada di jarak yang cukup jauh dari dirinya.

__ADS_1


"Elmeera..." gumam Argha yang hendak menghampiri Elmeera yang sedang berlari-lari mengejar kupu-kupu.


"Arshaka..." Argha menghentikan langkahnya karena ada seseorang telah memanggil nama kecilnya.


"Papa..." Gumam Argha melihat lelaki paruh baya yang sangat dia rindukan. Air mata Argha pun menetes begitu saja.


"Papa bangga sama kamu Arshaka! sangat bangga! Kamu tumbuh dengan sangat baik dan kamu menyayangi juga berusaha membahagiakan adik kamu." Argha memeluk lelaki itu dengan sangat erat. Argha pun menanyakan dimana sang mama, Namun Papa hanya tersenyum.


"Arshaka, Papa hanya ingin bilang sama kamu... jadilah lelaki sejati. Ketika kamu sudah memutuskan untuk menjalin hubungan dengan seorang wanita, belajarlah mencintai dan menerima segala kurang dan lebihnya. Perjuangkan dan pertahankan dia.. Karena sekeras-kerasnya hati seorang wanita, dia akan luluh dengan kesabaran, perhatian, kelembutan juga ketulusan." Ujar Papa Firman.


"Tapi pa, Elmeera itu benar-benar keras kepala .. terkadang aku harus benar-benar menahan diri untuk menghadapi dia." Ucap Argha.


"Itu sudah menjadi resiko kamu yang menerima pernikahan itu tanpa berpikir panjang, baik dan buruknya..."


"Pa..."


"Berjanjilah untuk terus mempertahankan pernikahan kamu untuk papa dan mama, dia wanita yang baik Shaka."


"Pa... please..."


"Berjanjilah Shaka..."


"Baiklah, aku berjanji pa." Jawab Argha.


...***...


Tidak seperti hari-hari biasanya, pagi ini Argha bangun lebih dulu dari Elmeera. Argha teringat pada mimpinya semalam yang bertemu dengan almarhum Papanya. Argha juga ingat akan janjinya pada sang Papa.


Argha segera ke dapur untuk membuatkan sarapan pada sang istri. Ah nasib punya istri yang gak bisa masak.....


Namun Argha tahu, pekerjaan rumah dan memasak tidak hanya tanggung jawab istri, tapi tanggung jawab bersama dan saling support. Argha tidak hanya ingin meminta Elmeera belajar masak, tapi Argha ingin memberikan contoh pada Elmeera secara langsung mengenai tugas masing-masing pasangan.


Nasi goreng, adalah menu andalan orang Indonesia untuk sarapan. Selain mudah, rasanya juga sangat enak. Dan nasi goreng adalah menu pilihan Argha untuk sarapannya dengan Elmeera pagi ini.


Di dalam kamar, Elmeera mulai mengerjap-ngerjapkan matanya kala indera penciumannya menghirup aroma sedap bumbu yang sedang di tumis.


"Kok tumben bi Ira masak aromanya sampai kamar aku." Gumam Elmeera mulai mengumpulkan kesadarannya.


"Eh... siapa yang masak? kan gue lagi di apartemen?" Tanya Elmeera sambil mengucek matanya. Elmeera pun segera berlari ke arah pintu kamar yang terbuka sempurna. Dan....


Bibir Elmeera tersenyum mendapati Argha sedang berkutat di dapur. Lelaki itu justru terlihat semakin tampan saat seperti ini dengan wajah yang serius.


"Gha..." Panggil Elmeera.


"Selamat pagi sayang... udah bangun?" Tanya Argha.


"Kalau aku belum bangun, terus yang ada disini siapa?" Elmeera bertanya balik sehingga membuat keduanya terkekeh.


"Kamu sedang masak apa Gha?" Tanya Elmeera.


"Aku lagi masak nasi goreng, kamu mau kan sarapan sama nasi goreng?" Tanya Argha dan dijawab anggukan kepala oleh Elmeera.


"Aromanya bener-bener menggugah selera padahal belum Mateng, sampai buat aku bangun tau gak.." Ujar Elmeera.

__ADS_1


"Sarapan spesial buat istri Argha Tahta Mahatama!" Jawab Argha mampu membuat Elmeera tersipu.


"Sayang, mending kamu mandi dulu... bukannya kemarin kamu bilang kalau hari ini ada meeting pagi-pagi." Ujar Argha lagi karena melihat sang istri hanya berdiri dan bengong.


Sayang? sudah sering Argha memanggilnya sayang... tapi kenapa pagi ini tatapan Argha saat memanggilnya sayang kok terasa berbeda ya? Tatapan begitu dalam dan menyejukkan hati.


"Aku mau bantuin kamu Gha.. kamu kan juga harus ke kantor."


"Aku hari ini berangkat agak siang karena mau langsung meeting di luar. Tapi nanti pulangnya kayaknya malam deh, dan aku mau langsung ke Planet Cafe, gapapa kan?"


"Emang ada apa sampai kamu harus lembur, masalah kamu yang kemarin bukannya sudah selesai Gha setelah kamu ganti uang 1M itu?" Tanya Elmeera.


"Sebenarnya sudah, tapi aku nanti ada janji sama Arsen mau mencari bukti untuk menjebloskan orang yang sudah jebak aku ke penjara." Ucap Argha.


"Gha, bukannya kemarin kamu pernah cerita kalau yang jebak kamu adalah salah satu petinggi perusahaan. Kamu mau melawan dia?" Tanya Elmeera yang tidak bisa menyembunyikan wajah cemasnya.


"Iya."


"Tapi kan bahaya Gha."


"Aku akan memakai cara Cantik sayang.. kamu tenang saja."


"Tapi Gha, bukan maksud aku merendahkan pekerjaan kamu ya, kamu kan karyawan biasa di RMJ Group, sedangkan dia petinggi perusahaan Gha, aku gak mau dia berbuat semakin nekat." Elmeera sangat tahu, menjadi salah petinggi perusahaan di RMJ Group pasti orang-orang kaya dan memiliki kekuasaan dan biasanya juga kebal akan hukum.


"Kamu cemas banget sih sama suami? udah mulai punya rasa ya?" Goda Argha sambil tersenyum manis.


"Ehmm eng... enggak... enggak gitu." Elmeera nampak gugup.


"Iya, rasa nyaman. Hanya nyaman." Batin Elmeera


"Lalu kalau gak khawatir apa namanya?" Tanya Argha sambil menahan senyum melihat perubahan wajah Elmeera yang memerah.


"Iya iya aku khawatir! wajar doang aku khawatir sama suami aku yang belum bisa buat aku hamil." Ucap Elmeera sambil melihat ke arah lain.


"Kalau khawatir, mulai sekarang jangan panggil Gha Argha Gha Argha Mulu dong."


"Terus?" Elmeera menatap Argha dengan penuh tanya.


"Panggil sayang juga boleh, bebeb juga gak begitu buruk? Atau hubby?" Tanya Argha.


"Arghaaaa...." Pekik Elmeera yang kesal melihat ekspresi tengil suaminya.


"Iya Sayang...."


...Bersambung...


Terima kasih banyak atas dukungan kalian dan kesabaran kalian dalam menunggu saat aku lagi gak update karena aktivitas di dunia nyata...


Jujurly, sebenarnya besar banget harapan aku atas dukungan kalian semoga dapat membuat novel ini dapat di perhitungkan oleh pihak Platform, karena setiap lihat statistik novel ini yang level monyet, belum lagi proses review-nya lama banget ... bab 50 harusnya update udah dari Jumat malam habis magrib loh.. sampai Sabtu pagi belum muncul2... aku suka sedih dan malas loh~


Semoga novel ini diperhitungkan dan bisa menjadi alasan aku untuk masih bertahan disini.


Sekali lagi terima kasih atasan kebaikan kalian yang setia memberikan dukungan. aku gak bisa bales apa-apa selain doa agar kalian selalu diberikan kesehatan dan keberkahan Rizki. makasih

__ADS_1


__ADS_2