
...20. SATU MILYAR...
Hari sudah berganti...
Lima hari tanpa komunikasi dan kabar dari Gista tentunya membuat hati Argha sebagai seorang kakak menjadi khawatir hingga membuat lelaki 27 tahun itu sulit tidur.
Selain karena memikirkan Gista, Argha juga dibuat pusing oleh masalah yang ada di kantornya sejak kemarin. Bagaimana tidak, lelaki yang sejak kecil sudah kehilangan kedua orang tuanya itu di tuduh menggelapkan dana perusahaan sebanyak 1Milyar.
Argha benar-benar tidak paham bagaimana rekening koran milik RMJ Group mencatat ada pengiriman dana sebanyak 1 Milyar ke rekening pribadi milik Argha. Dan ketika Argha mengecek saldo rekeningnya, uang itu tidak ada.... Hanya ada catatan mutasinya saja.
Menjadi staf di bagian finance yang bertanggung jawab mengenai segala hal yang menyangkut anggaran belanja perusahaan membuat tuduhan pada Argha semakin menguat.
Namun, teman-teman kantor Argha sama sekali tidak percaya bahwa Argha yang mengambil uang itu. Apalagi secara terang-terangan dengan mengirimnya langsung ke rekening Argha. Sehingga siang ini bagian internal finance melakukan meeting di sebuah restoran yang tentunya memiliki private room.
Semua staf yang berada pada bagian Finance, berusaha keras mencari data kemana uang itu sebenarnya. Karena mereka tidak rela jika sampai Argha di pecat dari RMJ Group saat rapat besok apalagi jika masalah ini sampai di bawa ke jalur hukum.
Dana 1 Milyar untuk perusahaan sebesar RMJ Group mungkin tidak seberapa dibandingkan omzet perusahaan setiap bulannya. Namun, tetap saja aliran dana sekecil apapun harus jelas kemana perginya.
"Saya yakin pasti ada seseorang yang memang ingin menjadikan Argha sebagai kambing hitam." Ucap Stevi salah satu staf di bagian Finance.
"Saya juga berpikiran demikian, diantara kita-kita semua, hanyalah Argha staf yang paling tegas dan berani menolak proposal pengeluaran dana dari berbagai departemen jika itu dianggap tidak perlu. Jadi bahasa kasarnya, ada pihak yang tidak menyukai Argha dan berusaha menyingkirkan Argha dari perusahaan." Kata Fandi.
"Tapi tetap saja.. bagaimana pun jika kita tidak bisa mencari kejelasan dana 1 Milyar yang hilang itu, maka kemungkinan besar... Argha akan dituntut perusahaan dan berakhir di jeruji besi. Kecuali Argha bisa mengembalikan uang tersebut." Ucap Pak Joni, seorang kepala bagian Finance.
Mendengar tuntutan sudah ada di depan mata Argha membuat semua orang yang berada di meja tersebut menatap Argha dengan rasa iba.
Sedangkan yang ditatap nampak santai dengan wajah datarnya tanpa beban. Karena bagi Argha buat apa pusing mikirin kemana uang 1 Milyar itu pergi... mending mikirin siapa orang yang berkemungkinan menjebak dirinya. Jika Argha dapat mencari tahu siapa orang tersebut, Argha yakin mafia di perusahaan RMJ Group akan segera terungkap dan dia bisa hidup tenang dengan Gista.
"Elu kenapa gak ada wajah panik-paniknya sih Gha? Masalah besar udah ada di depan elu.. gimana caranya elu dapat uang 1 Milyar kalau sampai besok kita gak bisa melacak uang itu ilang kemana?" Tanya Fandi yang duduk di samping Argha.
Eh.
Argha tersentak... jangan sampai dia terlihat biasa saja diantara teman-temannya. Karena bagaimanapun dengan status Argha saat ini, uang 1 Milyar sangatlah besar.
"Ehmmm.." Argha menetralkan dirinya.
"Kalian lihatnya muka gue biasa aja... padahal otak gue rasanya ingin meledak mikirin duit itu... kalian kan tahu gue gak bakal pake duit yang bukan punya gue. Terus kalau balikin, gimana ceritanya make aja kagak tapi disuruh balikin. Lagian gue gak punya apa-apa kan.. rumah aja masih ngontrak rame-rame..." desah Argha dengan wajah sedihnya.
__ADS_1
"Gha.. kamu udah ke pihak bank minta rekening koran kamu belum? Jadi minta di lacak-in gitu.. masak uang 1 Milyar bisa ditarik tunai begitu saja, dan bukan kamu lagi yang ambil. Padahal jelas-jelas uang itu udah masuk ke rekening kamu." Ujar Sevika.
"Gue udah ke bank kemarin Sev, tapi pihak bank gak kasih akses ke gue dengan berbagai alasan. Maklum gue bukan nasabah prioritas.... Andai gue kaya punya uang bertrilun-triliun..."
"Serakah amat elu Gha.. tampang udah cakep, suara bagus.. masih aja pengen kaya... entar orang kek gue kebagian apa?" Ucap Fandi.
"Fokus-fokus... Lanjutkan Gha..." Kata Pak Joni.
"Dan gue yakin pasti yang melakukan ini ke gue bukan orang sembarangan." Kata Argha.
Argha dan teman- temannya termasuk Joni memang lebih suka mengobrol dan berbincang menggunakan bahasa santai seperti elu-gue, katanya biar lebih dekat satu sama lain seperti teman, bukan rekan kerja.
"Terus gimana dong Gha... aduh aku gak bisa bayangin kalau kamu dipecat atau dipenjara Gha.. di kantor aku gak bisa cuci mata lagi dong.." Ucap Sevika dengan nada merengek.
"Cih.. najisss!" Sahut Fandi.
"Hah! gue lagi gak bisa mikir... otak gue benar-benar buntu." jawab Argha sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
...***...
Elmeera tahu jika itu tidak lepas dari andilnya Tante Naya, Nyonya besar Bramantya Group sehingga putra ke dua Nyonya Naya yang bernama Bhumi Bramantya mau meluangkan waktunya untuk bertemu dengannya membahas tentang kerja sama yang akan terjalin antara Bramantya Corp dengan KirAn.com.
Dan di restoran yang sama dengan tempat Argha melakukan meeting itu lah, Elmeera dengan ditemani Ziraya selesai melakukan pertemuan dengan Tuan Bhumi yang ditemani oleh asistennya, tuan Satria.
"Gilaa... yang namanya Bhumi Bramantya ganteng banget.. namun dingin... aduh cocok deh El kalau elu sama dia.." Ujar Ziraya setelah Bhumi dan Satria pamit undur diri lebih dahulu.
"Ngaco elu! Dia udah punya istri... istrinya masih muda banget dan cantik lagi... sama-sama dari keluarga terpandang..." Ucap Elmeera yang memang sebelumnya sudah sedikit tahu tentang keluarga Bramantya dari sang mama.
"Yah.. kalah cepet dong elu..."
"Nggak berminat juga gue... Apalagi laki orang... beugh..."
"Iya sih El... Elu kan jodohnya dan cocoknya emang sama si Argha noh..." Sambung Ziraya.
"Tau deh, jangan sebut nama itu lagi deh.. pusing gue... entah apa ide Gista sampai dia gak sekolah demi membuat Argha mau nikah sama gue... tapi sampai detik ini gak ada kemajuan sama sekali. Mama juga sudah masukin beberapa bajunya ke dalam koper." ucap Elmeera dengan putus asa.
"Gue merasa kek jadi wanita yang gak punya harga diri banget ya.. pengen banget gitu dinikahin sama si Argha." Lanjut Elmeera.
__ADS_1
"Mungkin ini azab buat elu yang selalu jual mahal El."
"Si Alan elu! Udah yuk cabut." Umpat Elmeera.
"Udah tenang saja, kadang Tuhan ngasih jalan keluar itu di detik-detik terakhir..." Elmeera mengangguk mendengar ucapan sahabatnya, memang benar kadang saat kepepet di jalan buntu tiba-tiba ada aja jalan tikus.
"Bentar gue mau ke toilet bentar.. elu tunggu di mobil ya... bill-nya jangan lupa dibayar." Ziraya bangkit lebih dulu dari Elmeera karena sudah kebelet di toilet.
"Udah dibayar semua sama Pak Satria tadi." Jawab Elmeera sambil mengecek ponselnya.
...**...
"Benar-benar gak masuk akal deh, bagaimana bisa di rekening koran tercatat dana 1M masuk ke rekening atas nama Argha Stev.." Ujar seorang gadis.
"Gue gak percaya Argha ambil itu... kita tahu gimana kinerja Argha. Dia orang yang sangat jujur. Apalagi soal uang." Jawab Gadis bernama Stevi yang berdiri di samping temannya bernama Sevika. Saat ini dua gadis itu sedang ada di toilet restoran untuk membenarkan riasannya sebelum kembali ke kantor.
"Sumpah gue gak rela kalau Argha sampai di pecat apalagi sampai di penjara gara-gara uang itu.. Aneh banget Bagaimana bisa bank mengeluarkan uang sebanyak itu, padahal yang ambil bukan pemilik rekeningnya." Ucap Sevika dengan nada kesal.
"Meskipun gue gak cinta sama Argha kek elu Sev, Tapi adanya Argha itu kek penyejuk mata setelah capek di depan layar komputer.." Sevika mengangguk setuju karena sudah menjadi rahasia umum jika Sevika jatuh cinta sama Argha.
"Terus gimana dong? masak kita diam aja saat Argha dalam kesulitan gini?"
"Gue juga gak rela Argha sampai di penjara kalau gak bisa balikin duit itu .. Lagian mustahil juga kita bisa dapat duit se-M meksipun patungan .. sebagai staf kek kita harus berapa tahun dapat duit 1M? Terus honor dari nyanyi di Planet Cafe pasti juga gak bisa nutup sampai 1M....."
"Huh Argha-ku..." Ujar Sevika..
Tanpa dua gadis itu sadari, sejak tadi ada yang menguping pembicaraan mereka dari dalam kubik toilet sambil kejar setoran....
...BERSAMBUNG...
Happy Ramadhan..
semoga puasa aku dan kalian lancar ya...
maaf lahir batin
terima kasih semuanya 😍
__ADS_1