
...63. Argha Vs Ramon...
KirAn.com kembali menduduki perusahaan ekspedisi nomor 1 di Indonesia pada bulan ini setelah badai besar menghantamnya beberapa waktu lalu karena gosip penyuka sesama jenis sang CEO yang tidak lain adalah Elmeera.
Namun berkat suntikan dana dari RMJ Group juga kerjasama dengan Bramantya Corp, perlahan KirAn.com mulai bangkit dan gosip mengenai sang CEO perlahan juga menguap begitu saja.
Bagi Elmeera dan Ziraya, semua terasa cukup aneh. Sebab sebelumnya, berita negatif tentang Elmeera terus saja di up hingga menjadi tranding nomor satu. Namun beberapa Minggu belakangan ini, berita itu hilang dengan sendirinya dan kabarnya ada orang yang meredam media bahkan membayar mahal untuk tidak mempublish berita buruk tentang Elmeera.
"Apa mungkin suami elu yang udah meredam berita hoax itu El?" Tanya Ziraya. Saat ini adalah waktu istirahat sehingga Elmeera dan Ziraya sedang menikmati makan siang bersama di ruangan Elmeera.
"Nggak mungkin Zi, buat meredam berita butuh duit yang sangat banyak. Gue aja gak mampu buat melakukan itu, apalagi mohon maaf ya... suami gue yang hanya karyawan biasa." Ucap Elmeera yang memang tahu betul berapa gaji Argha di RMJ Group sebagai salah satu staf tetap.
"Iya juga sih... apa mungkin Bramantya Corp?"
"Nggak deh, karena sebelumnya pak Bhumi sudah memberitahu bahwa beliau tidak ingin ikut campur dengan masalah pribadi gue yang berdampak pada KirAn. com bahkan pak Bhumi meminta gue buat membereskan semuanya karena dia gak mau berita itu terus berdampak pada perusahaan dan dia rugi." Ziraya mengangguk anggukan kepalanya.
"Tapi aneh ya." Gumam Ziraya.
"Hmm.. gue juga bingung, sebenarnya siapa yang memfitnah gue sampai segitunya dan siapa yang meredam berita itu?" Pikiran Elmeera melayang entah kemana.
Cukup lama Elmeera dan Ziraya saling diam karena terlalu sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"Ya sudah lah, yang penting sekarang kita syukuri aja nikmat Tuhan ini... KirAn.com sudah mulai bangkit dan berita mengenai elu udah hilang. Semoga kedepannya gak ada masalah serius lagi..."
"Aamiin... Gue setuju, mending kita semangat kerja lagi agar KirAn.com makin berjaya.. dari pada kita pusing kan ya?" Jawab Elmeera kemudian sepasang sahabat itu pun tertawa bersama.
"Eh El, gimana hubungan elu sama Argha? Elu udah gak ada niat buat minta cerai lagi dari dia kan setelah elu melahirkan nanti?" Ziraya amat penasaran dengan perasaan sahabatnya saat ini.
"Gue belum tahu Zi, tapi yang jelas gue udah mulai nyaman sama Argha. Jika dia terus bersikap seperti ini, maka gue gak punya alasan buat meminta cerai dari dia.. dia juga akan buktikan kesungguhannya itu sama gue.. Doain gue ya Zi, semoga Tuhan menetapkan hati gue dan gue bisa mengambil keputusan terbaik buat hidup gue juga orang-orang yang gue sayangi." Jelas Elmeera.
"Pasti lah El... Tumben suami elu gak menghubungi elu pas jam makan siang?"
"Dia sepertinya sedang banyak pekerjaan Zi, tiap pulang pasti kelihatan capek banget kayak menanggung beban berat."
__ADS_1
"Nah itu tugas elu, tugas seorang istri dimana harus bisa membuat suaminya nyaman saat pulang ke rumah setelah seharian capek karena mencari nafkah. Jangan cuma elu aja yang minta dinyamanin sama si Argha." Kata Ziraya dengan antusias.
"Iya.. gue udah paham kok, gue juga sedang belajar menjadi istri yang baik buat Argha."
"Gue harap elu sama Argha bisa segera saling mengungkapkan perasaan masing-masing dan tidak akan terpisahkan El." Batin Ziraya.
...**...
"Jadi wanita itu adalah penyuka sesama jenis?" Tanya kakek Ramon dengan tatapan tajam pada Argha yang duduk tidak jauh dari sang kakek.
"Itu hanya fitnah dari orang yang berusaha menjatuhkan dia." Jawab Argha dengan tegas dan pandangan lurus ke depan sambil menyeruput teh hangat.
Menjelang jam makan siang tadi, Argha dipanggil sang kakek agar datang ke kediaman utama keluarga Mahatama setelah Ramon mendapat informasi lengkap tentang Elmeera yang di tuduh sebagai penyuka sesama jenis. Alhasil, Argha dengan terpaksa harus izin pulang lebih dulu dari kantor dengan alasan sakit.
"CK! memang ada orang kurang kerjaan ingin menjatuhkan wanita murahan itu? apa untungnya juga?" Kakek Ramon melirik Argha dengan sorot mata meremehkan.
"Jaga ucapan kakek!" Tegas Argha yang langsung memberikan tatapan tajam pada kakek Ramon.
Argha harus mengalah dan bersabar pada sang kakek, bagaimana pun kakeknya itu adalah orang yang nekad dan tidak segan melakukan apapun yang dia mau karena kekuasaan dan hartanya.
"Bukan begitu kek.. yang kakek sebut wanita murahan adalah istri sah aku kek. Jadi kakek tidak memiliki hak untuk menghina dia. Bagaimana pun dia adalah cucu menantu kakek."
"Aku tidak Sudi mengganggap dia cucu menantu, sampai kapan pun! Karena dia wanita murahan yang suka sama wanita."
"Kek..."
"Kalau tahu kamu akan menikahi wanita itu, kakek lebih rela kamu menikahi Nila. Di pandang dari sudut manapun, Nila jauh lebih baik dari wanita itu."
Argha terdiam. Logika Argha pun mengatakan iya. Meskipun Nila tidak lebih cantik dan seksii dari Elmeera, namun Nila memiliki sifat keibuan, sabar, lembut dan dewasa.
"Kenapa kamu diam? benar kan ucapan kakek..?" Kakek Ramon tersenyum penuh kemenangan melihat ekspresi wajah Argha.
"Takdir aku adalah bersama Elmeera. Sampai kapan pun aku akan terus bersama Elmeera dan mempertahankan rumah tangga aku!" Ucap Argha menatap kakek Ramon dengan serius.
__ADS_1
"Apa kamu yakin akan terus bersamanya? bagaimana kalau kakek akan kasih sedikit hadiah untuknya."
"Hadiah?" Argha mengernyit.
"Menarik seluruh suntikan dana yang sudah masuk ke perusahaan ekspedisi itu, misalnya...."
"Kek!" Argha tahu meskipun KirAn.com sudah bekerja sama dengan Bramantya Corp, tapi jika suntikan dana dari RMJ di Group di tarik maka perusahaan Elmeera besar kemungkinannya akan collapse.
"Kenapa?" Tanya sang kakek.
"Kakek yang dulu meminta aku buat meninggalkan Nila, aku menuruti mau kakek karena aku tidak ingin kakek mengusik Nila dan keluarganya. Tapi sekarang semua sudah berbeda kek." Argha menjeda ucapannya.
Kakek Ramon melirik Argha dengan tajam.
"Elmeera sudah menjadi istri aku, Sepenuhnya... dia adalah tanggung jawab aku. Dan bukankah kemarin kita sudah membuat perjanjian dimana kakek tidak akan mengusik Elmeera selama Elmeera tidak mengetahui statusku? Apa kakek lupa?"
"Kakek berubah pikiran karena mau di pandang dari manapun wanita itu tidak pantas mendampingi kamu Argha!"
"Jika kakek berani sedikit pun mengusik Elmeera maupun perusahaannya, maka jangan salahkan aku jika aku tidak akan lagi mau menuruti mau kakek untuk menduduki kursi tertinggi RMJ Group!"
"Apa maksud kamu Argha! kamu adalah satu-satunya cucu lelaki kakek! dan hanya kamu yang berhak menduduki kursi Presdir RMJ Group."
"Semua tergantung kakek, jika kakek masih ingin aku mengambil alih RMJ Group, perusahaan yang sudah kakek dirikan dari muda dulu... maka jangan pernah mengusik istriku!"
Rahang kakek Ramon mengeras... tangan lelaki tua itu bahkan mengepal. Namun satu hal yang dia sadari, untuk saat ini dia tidak bisa menekan Argha lagi. Dia harus mencari celah untuk mencapai segala keinginannya.
"Baiklah." Ucap kakek Ramon yang akhirnya menyetujui permintaan Argha. Sebab, jika bukan Argha yang memimpin RMJ Group, siapa lagi? Ramon tidak ingin perusahaan yang dia dirikan jatuh ke tangan orang lain ataupun hancur.
Sedangkan Argha tersenyum mendengar persetujuan sang kakek.
"Jika menekan kamu tidak bisa, maka kakek akan bermain cantik Argha!" Batin Kakek Ramon.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1