
...70. Mobil Legend...
"Gha..." Tangan Elmeera terulur mengusap pipi Argha dengan lembut sehingga mampu membuat sang empu terusik.
"Argha... bangun..."
"Apa sih El.. aku ngantuk!" Jawab Argha yang sedikit mengubah posisi tidurnya agar kembali nyaman dan membuat tidurnya kembali nyenyak.
"Ghaaa..." Panggil Elmeera menggoyangkan punggung Argha.
"Apa sih El!" Argha berlahan membuka matanya yang terasa sangat berat.
"Main yuk!" Ajak Elmeera dengan menampilkan wajah menggemaskannya.
"Ha?"
"Ehmm.. kita main yuk..." cicit Elmeera yang mendadak nyalinya menciut karena Argha seperti tidak paham dengan ajakannya.
Apakah dia harus mengutarakan keinginannya dengan sangat gamblang? no Elmeera tidak mau melakukan itu, karena wanita harus menjunjung tinggi harga dirinya.
Argha mengusap wajahnya dengan kasar kemudian tangannya meraih ponsel yang tergeletak di nakas demi melihat jam yang tertera di layar ponselnya.
Jam 10 malam.
"Gha.. ayo main!" Ajak Elmeera lagi.
"Aku mau tidur! jangan ganggu!" Kata Argha dengan suara parau kemudian memposisikan dirinya membelakangi Elmeera kembali. Jam 10 malam main? Main kemana? pikir Argha.
Argha benar-benar merasa kelelahan. Matanya terasa sangat berat sekali untuk terjaga.
"Kok aku dicuekin sih?" Gumam Elmeera yang merasa sangat jengkel. Elmeera pikir, Argha memang sengaja menghindari dirinya karena tersinggung ucapannya tadi.
"Gha... " Elmeera mengguncang tubuh Argha lagi. Wanita 29 tahun itu berjanji tidak akan menyerah sebelum Argha terjaga dan mengikuti keinginannya. Harga diri yang Elmeera junjungan tinggi seketika hilang begitu saja setelah dicuekin oleh Argha
Hingga lima menit berlalu Argha merasa benar-benar terusik dengan ulah istrinya.
"Apa sih El!" Sentak Argha yang langsung mengganti posisinya dengan duduk dan menatap Elmeera dengan kesal karena Elmeera benar-benar mengganggu istirahatnya.
Elmeera pun mengikuti posisi Argha yang tengah duduk.
Argha mengusap wajahnya dengan kasar kemudian menatap Elmeera dengan tajam.
Mendengar nada bicara Argha yang sedikit tinggi dan tatapannya yang tajam, nyatanya mampu membuat Elmeera berpikir untuk menurunkan egonya. Oke, mengalah lebih baik dari pada Argha akan terus cuek padanya kan? karena Elmeera sadar bahwa dia tidak bisa dicuekin Argha lama-lama.
__ADS_1
"A.. aku mau minta maaf." Ucap Elmeera lirih.
"Maaf buat apa?" Tanya Argha tanpa memutus tatapan tajamnya. Sebenarnya Argha sedikit paham maksud maaf dari Elmeera, karena Argha sudah cukup paham dengan watak Elmeera yang ngomong tanpa mikir habis itu baru menyesal. Namun Argha ingin istrinya memperjelas setiap ucapannya agar tidak mengulanginya lagi.
"Maaf atas semua ucapan aku tadi." Cicit Elmeera.
"Ucapan yang mana?" Bukan menjawab permintaan maafnya, Argha justru mendekte Elmeera.
"Maaf atas ucapan aku yang keterlaluan tadi.. ucapan aku yang seolah olah ingin kamu tiada. Aku gak bermaksud seperti itu Gha .. suer!" Elmeera menunduk tidak berani menatap wajah sang suami sambil mengacungkan dua jarinya hingga berbentuk huruf V.
Meskipun wajah Argha tengah datar menatap Elmeera hingga membuat Elmeera menelan salivanya, tapi jangan salah... hati Argha selalu menghangat kala Elmeera mau mengakui kesalahannya dan meminta maaf.
Dan Argha yakin, ketika Elmeera si wanita keras kepala dengan gengsi segunung Himalaya itu meminta maaf lebih dulu, pasti ada maksud dan tujuan tersendiri. Argha ingin lihat apa yang istrinya itu inginkan.
"Gha.. kok diem. aku mau minta maaf.."
"Iya. aku maafkan!" Jawab Argha singkat kemudian merebahkan tubuhnya lagi dengan membelakangi Elmeera.
"Eh?"
"Argha! Aku belum selesai..." Ucap Elmeera. Argha tersenyum dalam diam.
"Apa lagi sih El? kamu minta maaf kan? udah aku maafin aku.. sekarang aku mau tidur. Jangan berisik!" Kata Argha setelah membalikkan badannya dan memberikan tatapan tajam pada Elmeera.
"Kenapa kenapa?" Argha memasang wajah jengah.
"Ayo kita main!"
"Astaga.. ini udah malem El.. kamu mau main apa sih?" Argha benar-benar tidak paham definisi main menurut Elmeera saat ini, mungkin karena efek kecapean dan mengantuk sehingga dia tidak peka dengan kode yang istrinya berikan.
"ML!" Jawab Elmeera singkat menahan rasa malunya.
"Mobil Legend?" Tanya Argha mengernyit mengingat salah satu game favoritnya jika saat gabut dengan Arsen dan Dio saat masih tinggal di kontrakan dulu.
Elmeera melongo dengan tatapan bingung. Mobil Legend? apaan mobil Legend?
"ML gha... main ML!" Ucap Elmeera kesal. Oke sekarang Argha paham dengan ML yang Elmeera maksud. Argha juga baru ingat jika akhir-akhir ini, Elmeera selalu memberikan dirinya kode untuk melakukan hubungan suami istri.
"Iya. Mobil Legend kan?" Tanya Argha menahan tawanya.
"Bu... bukan..."
"Lalu?"
__ADS_1
"Making Love." cicit Elmeera dengan sangat terpaksa. Sungguh dalam hati Elmeera saat ini sangat merutuki Argha karena biasanya Argha sangat peka tanpa dia berkata dengan gamblang tapi kini Argha seolah tidak paham.
Hati Argha bersorak penuh kemenangan. Emang jurus jitu meluluhkan Elmeera adalah dengan mendiamkan wanita itu.
"Main Making love?" Elmeera hanya mampu mengangguk lemah sambil menunduk. Pipi Elmeera bahkan sudah memerah seperti udang rebus.
Rasa kesal Argha karena omongan Elmeera tadi, ternyata menguap begitu saja setelah melihat wajah Elmeera yang cantik itu nampak menggemaskan. Rasa kantuk dan capek Argha juga hilang seketika.
"Kamu mau ngajakin aku making love?" Ulang Argha dan dijawab dengan anggukan yang sama oleh Elmeera.
"Aku capek El.. aku juga masih kesel sama kamu, jadi aku gak navsu ML sekarang." Jawab Argha.
Apa? Argha gak navsu? Harga diri seorang Elmeera si wanita seksii sedang dipertaruhkan. Bagaimana bisa suaminya sendiri tidak navsu terhadapnya?
"Katanya kamu udah maafin aku." Mode Elmeera merayu dengan rengekan dan tatapan sendu.
"Iya, aku udah maafin kamu El.. tapi aku masih kesel. Bagaimana bisa kamu pengen aku segera mati. Seegois itukah hanya karena pengen anak dari aku sampai seolah gak merasa sedih kalau aku mati asal kamu udah hamil? hmm?" Tanya Argha.
"Nggak... nggak gitu Gha..." Elmeera menggelengkan kepalanya.
"Nggak bagaimana? Lalu apa maksud kamu? kalau kamu emang belum cinta sama aku, yaudah tinggal ngomong aja kan? kenapa kamu malah seolah pengen aku mati secepatnya." Argha berucap dengan nada kesal sehingga membuat Elmeera semakin merasa bersalah.
"Argha nggak gitu .."
"Sudahlah El... aku capek dan ngantuk. Aku mau istirahat.."
"Gha!" Elmeera langsung memeluk Argha erat.
"Lepas El."
"Nggak! aku mau kita baikan."
"Setelah baikan?"
"Ya.. kita bisa apa-apa bersama." Cicit Elmeera.
"Termasuk ML?" Elmeera pun mengangguk dengan jujur.
"Oh kamu ingin main ML biar segera hamil terus biar kamu bisa berdoa agar aku cepet mati?" Sorot mata Argha dibuat setajam mungkin.
"Nggak Gha.. nggak! maksud aku gak begitu, aku gak mau kamu mati." Mata Elmeera sudah berkaca-kaca. Argha tau itu namun dia seolah gak mau tau. Argha ingin memberikan pelajaran pada Elmeera.
LANJUT
__ADS_1