
...81. Kebahagiaan Mama Sarah...
Kabar mengenai kehamilan Elmeera itu pun membuat Mama Sarah sangat bahagia. Wanita paruh baya itu tidak henti-hentinya mengucapkan syukur akan nikmat Tuhan yang satu ini meskipun dalam lubuk hatinya juga merasa sedih karena pagi tadi supirnya mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas darinya.
Bukan hanya Argha, mama Sarah juga meminta dokter untuk memberikan perawatan terbaik untuk supir pribadinya, Pak Hari. Mama Sarah berharap agar pak Hari bisa kembali sehat seperti sedia kala tanpa kekurangan suatu apapun.
Dan baru beberapa menit lalu, Arsen yang berada di rumah sakit mengurus kecelakaan tersebut dengan pihak yang berwajib memberi kabar bahwa operasi yang di jalani pak Hari berjalan lancar. Dokter hanya tinggal memantau perkembangan pasien.
"Serius kak El hamil?" Tanya Gista dengan antusias. Remaja kelas 11 yang sebentar lagi naik kelas 12 itu baru saja pulang sekolah dan tidak sengaja mendengar pembicaraan Mama Sarah dan Elmeera juga Argha di ruang keluarga.
"Iya dong... bentar lagi kamu akan punya keponakan." Ucap Elmeera dengan binar bahagia.
"Yeayy.. akhirnya akan ada baby di keluarga kita!" Gista berteriak kegirangan kemudian duduk di samping Elmeera dan mengusap perut Elmeera yang masih rata dengan penuh kasih sayang.
"Sehat-sehat ya ponakan aunty." Ucap Gista kemudian menatap Argha.
"Kak Argha, makasih ya... kakak udah menikah dan mencintai kak El dan sebentar lagi buah cinta kalian akan hadir di dunia ini. Aku bahagia kak, sangat bahagia.. Makasih kak Argha." Kata Gista dengan sangat tulus.
"Kakak juga makasih banyak sama kamu Ta, jika bukan karena kamu.. kakak gak akan bisa menikahi wanita ini." Jawab Argha kemudian merengkuh pundak Elmeera dan mengecup pipi Elmeera dengan mesra.
Mama Sarah yang menyaksikan semua itu pun merasa sangat lega, terlebih tatapan Argha pada Elmeera adalah tatapan penuh cinta. Sedangkan Elmeera, meskipun hanya diam tapi mama Sarah tahu bahwa putrinya itu juga sudah mulai mencintai Argha.
Tawa dan canda pun memenuhi ruangan keluarga tersebut. Terutama mama Sarah yang sudah merencanakan sebuah syukuran besar-besaran setelah Pak Hari sembuh dari sakitnya yang karena kecelakaan.
Hingga akhirnya Argha membuka suara dan mengatakan semua tentang latar belakangnya pada sang mertua juga termasuk status Gista yang merupakan adik kandung Argha.
Tangis bahagia kembali mama Sarah rasakan. Sebab, mama Sarah sangat tahu bahwa sejak kecil Gista ingin sekali mengetahui latar belakangnya dan mencari tahu dimana keluarganya berada. Dan ternyata keluarga Gista tidak berada jauh dari kehidupan Gista sendiri dan keluarga Gista adalah keluarga baik-baik.
Bahkan dua keluarga itu kini menjadi satu setelah pernikahan Elmeera dan Argha terlaksana. Mama Sarah pun tidak perlu takut untuk kehilangan Gista.
Tidak lupa Argha juga menceritakan semua mengenai keluarga Mahatama dan orang-orang yang selama ini ingin menghabisi keluarga Mahatama hanya karena harta dan kekuasaan.
"Om Aris, orang kepercayaan almarhum Papa sedang mencari bukti tentang keterkaitan lelaki bernama Beni pada kecelakaan yang dialami Pak Hari pagi ini ma.. mohon doanya ma, semoga semua segera terungkap dan kita bisa hidup tenang." Ujar Argha.
__ADS_1
"Astaga, kenapa sih ada orang sampai sejahat itu kak?" Tanya Gista.
"Mama selalu doakan anak-anak mama.. Kalian semua harus hati-hati ya, terutama kamu juga Gha.. mama gak mau anak-anak mama terluka sedikitpun." Mama Sarah pun nampak khawatir.
"Tenang ma, aku sudah memerintahkan orang-orang terpercaya untuk menjaga Elmeera, Gista juga mama. Meskipun Kakek sudah menyuruh orang juga buat menjaga Gista dari jauh, tapi aku gak mau lengah sedikitpun. Kecelakaan yang dialami Pak Hari pagi tadi merupakan teguran hebat buat aku yang menganggap semuanya terlalu remeh sehingga sampai muncul korban jiwa." Ujar Argha.
"Mama percaya sama kamu nak." Mama Sarah tersenyum bangga pada menantunya itu. Selain tampan dan perhatian juga lembut ternyata Argha juga sangat kaya raya.
Tidak lama, ponsel Argha kembali berdering. Lagi lagi nama lelaki tua bernama Ramon itu terpampang jelas di layar ponsel Argha. Dengan sangat terpaksa Argha pun meminta izin pada istri, adik juga mertuanya untuk mengangkat telfon dari kakek Ramon.
Saat Argha sedang berbicara dengan kakek Ramon di luar ruangan yang bersekat kaca tebal, Elmeera pun menatap Argha dengan penasaran. Kenapa wajah suaminya seserius itu? apa ada hal penting dan genting? tapi apa?
Jangan-jangan kakek tua itu tetap memaksa Argha untuk meninggalkannya? atau nantinya kakek tua itu akan mengambil anaknya setelah berhasil membuat Argha berpisah dari dirinya? Tidak Elmeera tidak ingin itu terjadi.
"Sayang..." Panggil Argha dengan lembut sambil mengusap pundak Elmeera membuat sang empu terperanjat kaget.
"Astaga! kamu kenapa ngagetin aku sih?" Tanya Elmeera ketus karena Elmeera benar-benar kaget.
"Iya.. kak El mikirin apa sih sampai gak sadar kak Argha udah duduk lagi di samping kak El?" Tanya Gista yang menatap kakaknya dengan aneh.
"Eng.. enggak... enggak apa-apa." Jawab Elmeera menyembunyikan pikiran demi pikiran negatifnya.
"Kenapa? ada apa?" Tanya Elmeera pada Argha mengalihkan pembicaraan.
"Sayang, aku harus pergi sebentar. Ada hal yang harus aku kerjakan di luar. Untuk malam ini kamu menginap di rumah mama gak apa-apa kan?" Tanya Argha.
"Kamu mau kemana? kenapa aku harus menginap di rumah mama? apa kamu lama perginya?" Tanya Elmeera.
"Kemungkinan sampai malam aku baru pulang. Pokoknya setelah semua pekerjaanku beres aku akan segera pulang ke rumah mama sayang." Jawab Argha.
"Ya udah, aku tunggu kamu di apartemen aja."
"No! aku tidak akan tenang meninggalkan kamu sendirian di apartemen!" Tegas Argha.
__ADS_1
"kenapa? bukankah kamu sudah menyewa orang buat menjaga aku?" Argha menghela nafasnya, tetap saja wanita itu keras kepala. Tetap saja.
"Tetap saja aku gak akan tenang sayang."
"Kamu sebenarnya mau kemana sih?" Tanya Elmeera dengan curiga.
"El, sudahlah.. biarkan suami kamu pergi. kamu gak denger dari tadi ponselnya terus berdering itu?" Tanya mama Sarah.
"Ma..."
"Lagian mama sepakat sama Argha agar kamu tetap tinggal disini saja. Demi keselamatan kamu dan calon anak kamu." Omel mama Sarah.
"Aku cuma pengen tahu suami aku mau kemana ma." Kata Elmeera.
"Sayang.. aku mau ke rumah kakek bentar. Ada hal penting yang harus aku bahas sama kakek dan ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan termasuk masalah di media sosial dimana berita tentang aku dan kita semakin blunder dan tidak jelas." jelas Argha yang tidak ingin membuat istrinya berpikir negatif ataupun overthinking.
"Apa kakek kamu tahu kalau aku hamil?" Argha mengangguk sambil tersenyum. Namun Elmeera menangkap ada sebuah kekhawatiran dari senyum Argha kali ini.
Elmeera menghela nafasnya kasar.
"Pergilah, tapi hati-hati ya.. aku percaya sama kamu dan cinta kamu." Ujar Elmeera.
"Makasih sayang." Argha mengecup bibir Elmeera sekilas.
"ih mesyum!" pekik Gista.
"Mama.... mata aku ternodai." Rengek Gista.
"Lebay deh!" Jawab mama Sarah dan Elmeera bersamaan.
...BERSAMBUNG...
Terima kasih ya dukungannya, doakan agar aku bisa segera menyelesaikan novel ini.
__ADS_1