Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 76


__ADS_3

...76. Rumah Sakit Bramantya...


Perasaan Argha benar-benar tidak karuan setelah melihat mobil Elmeera yang hancur bagian depannya.


Orang-orang di sekeliling Argha berdiri saat ini juga banyak membicarakan kondisi pengemudi mobil sedan mewah tersebut yang sangat mengenaskan. Bahkan tidak sedikit yang menduga bahwa pengemudi tersebut akhirnya akan tewas karena luka di bagian kepala yang sangat parah.


Tidak, Argha tidak ingin kehilangan Elmeera. Dan meskipun takdir Tuhan memang seperti itu, Argha tidak akan terima itu. Argha belum siap kehilangan Elmeera. Bercerai dengan Elmeera saja Argha tidak ingin apalagi sampai wanita itu....


Astaga, air mata Argha sudah mengalir deras. Argha tidak peduli dengan pandangan semua orang akan responnya pada kejadian naas pagi ini. Hingga salah satu anggota polisi menawarkan pada Argha untuk mengantarkannya ke rumah sakit demi melihat kondisi korban kecelakaan tersebut.


Argha yang sudah merasa tidak sanggup lagi berkendara karena hatinya dan pikirannya terasa sangat hancur itupun mengiyakan tawaran polisi baik hati tersebut.


Tidak butuh waktu lama, Argha yang di bonceng oleh pak Polisi itupun sampai ke rumah sakit Bramantya dan Argha segera berlari menuju ruang Gawat Darurat untuk melihat kondisi sang istri.


"Suster... suster.. saya ingin melihat kondisi korban kecelakaan di Jalan Mawar barusan." Kata Argha pada seorang perawat perempuan yang kebetulan baru keluar dari ruang IGD.


"Oh.. korban kecelakaan barusan itu?" Argha mengangguk. Berdasarkan data rumah sakit, Korban kecelakaan pagi ini yang dibawa ke rumah sakit Bramantya hanya korban kecelakaan di jalan mawar, jadi tidak ada korban kecelakaan yang lainnya.


"Iya sus, bagaimana kondisi korban sus?" Tanya Argha yang tidak bisa menyembunyikan lagi kesedihan dan kekhawatirannya.


"Korban sudah masuk ruang operasi beberapa menit lalu karena luka yang sangat parah di bagian kepala sehingga mengakibatkan korban banyak mengeluarkan banyak darah. Jadi pihak medis mengambil tindakan cepat untuk berusaha menyelamatkan nyawa korban kecelakaan tersebut terlebih korban sudah dijamin oleh seseorang yang menolongnya tadi." Jelas sang suster membuat kaki Argha terasa lemas dan sulit menopang tubuhnya sendiri.


Separah itukah Elmeera hingga Operasi dilakukan tanpa menunggu persetujuan keluarga pasien?


Ya Argha paham semua dilakukan untuk menyelamatkan nyawa pasien, tapi apakah Elmeera akan baik-baik saja setelah ini? Apakah Elmeera akan bertahan?


Argha pun memilih berpegangan dengan tembok terdekat agar tubuhnya tidak jatuh ke lantai. Dengan kondisi saat ini, satu hal yang Argha sadari yakni kehadiran Elmeera sangat berarti dalam hidup Argha.


Argha mencintai istrinya ya, Argha sangat mencintai istrinya karena Argha tidak mampu membayangkan bagaimana hari-harinya tanpa hadirnya Elmeera.


Elmeera benar-benar mampu menggeser nama Nila dalam hati Argha.

__ADS_1


"Maaf mas, anda baik-baik saja kan?" Tanya sang suster dengan menatap Argha iba karena Argha sudah kembali mengeluarkan air matanya.


Argha menggeleng sebagai jawaban bahwa dia sedang tidak baik-baik saja saat ini. Dan hal tersebut tentu membuat suster bingung harus bagaimana menghadapi keluarga pasien.


drrtt drrtt drrtttt


Ponsel Argha kembali berdering, pandangan Argha sangat kosong karena dunia Argha terasa benar-benar runtuh.


"Elmeera..." Gumam Argha melihat nomor sang istri tengah memanggilnya saat ini.


Pasti wanita yang sudah menolong Elmeera tengah menunggu kehadiran Argha. Argha yakini pula jika wanita itu yang sudah menjamin untuk operasi Elmeera seperti yang suster tadi sampaikan. Argha akan berterima kasih sebanyak-banyaknya pada wanita itu.


Argha pun segera menerima panggilan telfon tersebut dengan hati yang tidak karuan jika memang sebuah kabar buruk yang harus dia terima.


Belum juga Argha mengucapkan sepatah kata pun, suara wanita itu sudah memenuhi gendang telinganya.


"Hallo tuan, anda sedang berada dimana? anda niat menyusul istri anda di rumah sakit tidak sih? saya banyak urusan jadi tidak bisa menunggu istri anda lama-lama!" Ujar seorang wanita dari seberang sana.


"Katakan anda ada dimana? Saya sudah ada di rumah sakit Bramantya." Ujar Argha lirih.


"UGD? bukankah istri saya ada di ruang operasi?" Tanya Argha mengernyit. Argha menatap pintu bertuliskan ruang IGD bukan UGD, saat tadi sampai di Rumah sakit, Argha langsung saja menuju pintu yang bertulis UGD tanpa berpikir panjang.


"Operasi? kenapa harus di operasi? istri anda hanya pingsan tadi di halte depan apartemen, bukan gagar otak!" Ucap wanita itu dengan setengah emosi membuat lamunan Argha buyar.


"Hanya pingsan? Lalu? " Argha menggantung ucapannya karena berusaha mencerna apa yang sedang terjadi.


Kecelakaan?


"Sudahlah. Anda segera menyusul kesini saja. Saya ada urusan penting dan buru-buru ini! Kalau anda tidak segera kesini, yaudah saya tinggal istri anda yang belum siuman ini, tas istri anda saya titipkan ke suster yang jaga ya! Bye!" Omel wanita itu yang langsung memutus sambungan telefon begitu saja.


Ha? dimatikan?

__ADS_1


Mendengar istrinya hanya pingsan di halte depan apartemen, nyatanya membuat energi dan semangat Argha kembali. Argha pun langsung berlari menuju ruang IGD seperti yang wanita dalam telfon tadi untuk memastikan sebenarnya apa yang terjadi.


Argha mengesampingkan banyak pertanyaan dalam benaknya, jika bukan istrinya lalu bagaimana bisa mobil istrinya yang menjadi mengalami kecelakaan tadi? Siapa yang mengemudikan mobil istrinya dan menjadi korban kecelakaan tersebut?


Brak!


Argha membuka pintu IGD dengan kasar dan nafas terengah-engah. Suara pintu itu pun membuat para petugas yang berjaga disana mengalihkan pandangannya pada Argha dan menatap heran pada lelaki berusia 28 tahun itu.


"Dimana istri saya?" Tanya Argha.


"Maaf tuan, apa anda bisa sedikit lebih sopan saat membuka pintu? ini rumah sakit bukan terminal." Ucap Salah satu petugas medis lelaki.


"Dimana pasien bernama Elmeera? dimana istri saya? Dimana wanita yang tadi pingsan dan dibawa kesini?" Tanya Argha pada petugas medis lainnya dan tidak peduli dengan teguran yang dia dapatkan itu.


Saat petugas medis lelaki hendak menimpali Argha dengan emosi, petugas medis wanita berusaha menenangkan rekan kerjanya tersebut.


"Oh wanita yang di bawa seorang gadis dan katanya pingsan di halte?"


"Iya. itu istri saya."


"Istri anda ada disebelah sana tuan." Kata petugas wanita dengan ramah.


Petugas wanita itu tahu siapa lelaki yang ada dihadapannya saat ini, lelaki yang tengah tranding di media sosial pagi ini karena merupakan pemimpin RMJ Group sekaligus suami dari pengusaha muda yang beberapa waktu lalu viral karena gosip penyuka sesama jenisnya.


Argha pun langsung berlari menuju tempat yang ditunjuk oleh petugas medis tadi.


"El.." Gumam Argha dengan senyum bahagia yang diiringi dengan air mata bahagia melihat Elmeera yang berbaring di ranjang IGD tanpa ada lecet sedikitpun.


Benar-benar diluar bayangannya mengingat ucapan para orang yang berada di lokasi kecelakaan mobil Elmeera tadi.


Argha langsung mendekat ke tempat dimana istrinya berbaring kemudian memeluk sang istri dengan erat tanpa peduli bahwa istrinya belum juga siuman setelah pingsan di halte depan apartemennya.

__ADS_1


...Bersambung...


udah ya jelas.. bukan Elmeera yang kecelakaan 😝


__ADS_2