
syukur deh kalau kalian bilang dikit itu artinya suka sama cerita ini ya.. aku bahagia baca komentar-komentar kalian... komentar kalian mood booster banget 😍
doain semoga disela-sela kesibukan aku di dunia nyata, daya haluku berjalan lancar agar bisa update rutin. makasih dukungan kalian semua.... Happy reading 💙
...46. Hubungan yang Membaik...
Usai saling menurunkan ego masing-masing lalu bermaaf-maafan kemudian diakhiri dengan pelukan hangat...
Hal selanjutnya yang terjadi adalah saling bertautannya dua bibir yang sebenarnya sama-sama saling merindu.
Kecupan lembut yang diberikan oleh Argha, ternyata dibalas dengan lumataan oleh Elmeera bahkan Elmeera lebih dulu menahan tengkuk Argha supaya tautan bibir mereka tidak terlepas.
Keduanya sama-sama memejamkan mata untuk mengartikan perasaan masing-masing yang masih berwarna abu-abu.
Sebagai seorang lelaki yang sudah merasakan nikmatnya bercinta dan sangat merindukan tubuh Elmeera, tentu Argha tidak tinggal diam. Lelaki yang masih menutupi latar belakangnya dari publik itu langsung menggiring tubuh sang istri menuju ranjang yang baru datang kemarin di apartemen baru mereka.
"Gha..." Panggil Elmeera lirih dengan tatapan yang begitu dalam pada Argha ketika tautan bibir mereka sudah terlepas dan sorot mata mereka saling mengunci.
"Aku menginginkan kamu El, aku merindukan tubuh kamu..." Ucap Argha yang berada diatas tubuh Elmeera.
Elmeera hanya diam.. entah apa yang ada dibenak Elmeera saat ini.
"El, bolehkah aku menyentuh kamu lagi?" Tanya Argha dengan lembut sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik Elmeera.
"Ta... tapi aku belum mengabari Zira jika aku tidak bisa datang Gha. Sebelumnya aku sudah ada janji sama Zira." Kata Elmeera yang sudah melihat kabut gairah di sorot mata suaminya.
"Aku sudah mengirim pesan pada asisten kamu dari satu jam yang lalu." Jawab Argha dengan nada santai sambil tangannya berkelana mencari sebuah gunung yang menyembul dibalik kemeja sang istri.
"Ha?" Elmeera terkejut, ternyata Argha sudah mempersiapkan semuanya. Pantas saja Ziraya tidak ada menghubungi dirinya karena biasanya kalau Elmeera telat, asisten sekaligus sahabat Elmeera itu terus saja meneror Elmeera melalui panggilan telepon.
"Gha... ini baru menjelang sore Gha.."
"Zzttt... kita nikmati waktu berdua kita sebelum kamu menginginkan perpisahan setelah apa yang kamu mau tercapai." Ucap Argha lembut sambil tersenyum.
Namun entah mengapa mendengar kalimat yang keluar dari bibir Argha, perasaan Elmeera jadi kian tidak menentu.
Dan Argha yang sudah berpengalaman perihal bercinta, tidak lagi kaku seperti malam pertamanya. Argha pun langsung memberikan serangan di titik-titik sensitif milik istrinya hingga istrinya hanya mendesaah pasrah di bawah Kungkungannya dan melupakan segala yang mengganjal di hatinya.
...***...
"El... bangun..." Sapa Argha sambil mengusap lembut pipi Elmeera yang masih terlelap setelah pergulatan panas mereka.
Argha terbangun lebih dulu karena perutnya terasa sangat lapar.
"El, bangun dulu... kita belum makan dari siang. Aku lapar El, ini udah jam 7 malam loh." Ucap Argha lagi.
__ADS_1
Tenaga Argha benar-benar terkuras untuk membuat istrinya terbang ke nirwana.
"Aku ngantuk dan capek banget Gha... tubuh ku rasanya remuk gara-gara kamu!" jawab Elmeera dengan suara parau dan mata yang masih setia terpejam. Bukannya bangun, Elmeera justru mengeratkan pelukannya pada Argha.
Argha menelan salivanya merasakan gunung Semeru tanpa penghalang itu menyentuh dada bidangnya yang polos sebab kedua manusia itu masih sama-sama polos dan bersembunyi dibalik selimut.
"Aku laper sayang, katanya kamu mau jadi istri yang baik buat aku.. masak suami kamu lagi kelaparan kamu memilih untuk melanjutkan tidur." Kata Argha dengan setengah merengek membuat bibir Elmeera melengkung.
Elmeera berusaha membuka matanya lalu menatap wajah tampan Argha yang cemberut manja dihadapannya dengan jarak yang sangat dekat.
"Kamu pengen makan apa, biar aku pesankan saja ya.... aku juga udah mulai laper." Kata Elmeera.
"Aku nggak mau pesan makanan di luar, aku mau kita masak bareng aja sambil cobain dapur mini kita." Jawab Argha dengan memasang wajah imut membuat Elmeera gemas.
"Aku kan udah bilang Gha, aku gak bisa masak." Jawab Elmeera dengan tangan terulur untuk mencubit pipi Argha. Sebab ekspresi Argha sangat menggemaskan.
"Sakit El... Ya kita bisa mencoba belajar masak bareng-bareng." Rengek Argha.
"Kamu kenapa jadi manja banget sih?" Tanya Elmeera sambil tersenyum sendiri melihat ekspresi wajah Argha.
"Nggak apa-apa dong, kan manja sama istri sendiri, bukan sama istri orang."
"Cih! kamu mau makan apa Argha Tahta? Kita pesan saja ya, aku capek banget." Elmeera menatap Argha dengan sorot mata memelas.
"Apaan kamu capek, orang aku yang selalu bekerja keras sendiri kok.. kamu mah enak tinggal melebarkan paha sambil rebahan terus mendesaaah keenakan. Lah aku?"
"Aww..."
"Arghaa! Aku malu!" Pekik Elmeera yang malu setengah mati gara-gara ucapan Argha yang teramat frontal.
Setelah Elmeera menimpuk lengan sang suami yang melingkar di pinggangnya, Elmeera langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Argha. Sikap Elmeera yang mendadak sedikit manja ini juga mampu membuat Argha terkekeh.
Krukk kruukkk krukkk
"Kamu lapar banget ya?" Elmeera mendongakkan wajahnya menatap Argha. Argha mengangguk dengan wajah cemberut.
"Kita pesan saja ya, lagian kalau masak itu lama... kita juga gak bisa masak, harus cari tutorial dulu .. belum lagi bahan-bahannya juga belum ada kan?"
"Kulkas kita udah penuh diisi oleh orang suruhan mama Sayang." Panggilan sayang dari Argha yang ditujukan pada Elmeera, nyatanya mampu membuat hati Elmeera berdesir.
Elmeera segera menstabilkan kondisi jantungnya yang saat ini berdetak sangat kencang.
"Please, malam ini kita pesan makanan aja ya .. jangan merepotkan diri sendiri lah Gha, aku bener-bener sedang mager." Ucap Elmeera.
"Hmmm baiklah, tapi ada syaratnya."
__ADS_1
"Apa?"
"Nanti malam lagi ya, tapi kita lakukan dengan gaya yang berbeda." Argha tersenyum penuh makna.
"Gaya berbeda. emang kamu pikir renang?"
"Udah... pokoknya kamu nurut aja sama suami El, kamu bakalan suka deh.. aku yakin."
"Terserah deh, yang penting sekarang kita pesan makanan, aku juga laper banget Gha... kamu pengen makan apa?"
"Soto Betawi sepertinya enak."
"Ya udah aku cari dulu mana tempat yang jual soto Betawi terdekat dari sini. Oh ya, kamu mau yang santan apa bening?" Elmeera mulai scrolling layar ponselnya mencari Soto Betawi melalui aplikasi pesan antar.
"Santan boleh..."
"Yaudah aku pesan, kamu mandi dulu Gha. Nanti gantian."
" Kamu gak pengen mandi bersama?" Tanya Argha.
"Ogah! udah pernah ya kamu kerjain aku dikamar mandi." Ucap Elmeera dengan nada kesal mengingat pagi hari setelah malam pertamanya dengan Argha.
"Kapan? aku lupa." Bohong Argha sambil tersenyum.
"Gak usah pura-pura deh! Sana cepetan mandi!"
"Kamu beneran gak mau ikut El?"
"Nggak!!"
"Ayolah El ikutan..."
"Kalau aku ikutan mandi sekarang, gak ada acara minta jatah buat nanti malam ya?"
"Gak jadi deh! nanti malam aja!" Jawab Argha kesal kemudian beranjak dari ranjang yang menjadi saksi pergumulan panas antara Elmeera dan Argha beberapa jam lalu. Elmeera terkekeh dengan sikap pasrah suaminya.
"Argha Tahta Mahatama, kamu mesyummm banget!" Pekik Elmeera melihat Argha dengan santainya pergi ke kamar mandi.
Argha hanya tersenyum, Argha tidak menyangka jika Elmeera menghafal nama panjangnya sedangkan diluar sana yang semua orang tahu, nama Argha adalah Argha Tama.
...BERSAMBUNG...
MAKASIH YA ATAS DUKUNGANNYA...
__ADS_1
mas Argha-nya kesel karena proses review dari semalam gak kelar-kelar...